Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 162


__ADS_3

Mereka makan bersama dan berbicara penuh kekeluargaan dan keceriaan. Tapi David Long bisa melihat sikap Sarah berbeda dengannya.


“putriku Sarah Li...” ketika David Long bicara seluruh ruangan tiba –tiba hening dan semua pandangan mengarah kepada David Long dan Sarah bergantian.


Sarah tidak berani melihat kearah David, baginya David terlalu menyeramkan dibandingkan dengan bertemu dengan hantu.


Daniel merasakan kalau badan Sarah Li bergetar. Ia pun memeluk Sarah dari belakang agar dirinya lebih tenang.


“kenapa kamu tidak menjawab nak??” tanya Andy Li


Sarah Li hanya diam seolah tidak mendengar apapun.


David mendatangi Sarah Li dan duduk dihadapannya. “apa papa membuatmu takut???”


Sarah hanya menunduk dan tidak bereaksi sama sekali.


David memegang tangan Sarah. Rasa  hangat mengalir ketubuh Sarah sampai kedalam hatinya.


Daniel pun mulai berbicara dari hati kehati kepada Sarah Li. Baginya Sarah sudah seperti putrinya sendiri. Terlepas dari status hubungan suami istri, Daniel dan Sarah itu dianggapnya sebagai kado terindah dari Tuhan kepadanya.


Walau bukan sebagai orang tua kandung, bagi David... menjaga Sarah adalah harga mati yang harus dilakukannya sebagai seorang ayah. Ia tidak mau melihat putri kesayangannya terluka. Cukup menyakitkan bagi dirinya ketika melihat Sarah Li terbaring selama beberpa bulan waktu itu. Tidak cukup hanya sampai disitu orang


itu juga menyerang putri kesayangannya tanpa ampun.

__ADS_1


Membuat kacau psikologisnya, sebagai orang tua ia paham betul apa yang dialami Sarah. Tapi kesalahannya adalah tidak menunjukkan rasa simpati kepada Sarah. Sehingga ketika ia mengeluarkan rasa marahnya, Sarah


menjadi ketakutan dan menjaga jarak kepadanya. Ia tidak mau hal itu terjadi.


Sebenarnya ia ingin membiarkan saja, tapi entah kenapa hati  kecilnya menolak semua itu. Bagaimana pun ia ingin Sarah mengeluarkan semua perasaannya dalam hati.


“Papa minta maaf jika secara tidak sengaja papa membuatmu takut, membuatmu kecewa karena sikap papa. Tapi bagaimanapun sebagai orang tua, papa hanya ingin kebahagiaan mu. Dan tidak akan membiarkan orang


lain menyakiti mu. "


Sarah masih diam dan suasana diruang keluarga masih sangat hening. Tidak ada satu orang pun yang berani memotong pembicaraan keduanya atau mencoba memberikan pembelaan.


"Jika kamu tidak mau memaafkan papa... tidak masalah. Papa akan memberikan kamu waktu untuk bisa menerima papa yang sebenarnya. "


David menunggu respon Sarah selama beberapa detik. Tapi karena tidak ada reaksi apapun, ia pun berdiri meninggalkan Sarah dengan rasa sedih dan kecewa. Seandainya ia tidak bersikap seperti itu, maka Sarah tidak perlu takut kepadanya.


David Long menghentikan langkahnya sejenak tanpa berbalik ia pun berkata.


"Apa yang mereka lakukan lebih kejam dari yang kamu pikirkan nak. Mereka tidak punya perasaan. Menyakitimu dan keluarga kita bertubi-tubi tanpa ada rasa penyesalan. "


David pun mengingat semua luka hatinya dan mengatakan kepada Sarah dan semua orang diruangan itu pun mendengarkan dirinya. Saat pertama kali melihat mereka ingin menyakiti keluarga Li. Dan saat itu Sarah berteriak meminta bantuan dan ia mendengarkan teriakan anak kecil yang polos. Kemudian menatapnya dengan penuh harap agar dirinya dan keluarganya ditolong olehnya.


Sampai saat ini semuanya masih terekam jelas dihati dan pikirannya. Kenapa harus menyakiti orang lemah yang tidak berdaya. Kenapa harus menyakiti jika bisa hidup dengan damai dan berusaha menikmati apa yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Untuk apa menjadi manusia yang serakah dengan segala sesuatu didunia ini.

__ADS_1


David melanjutkan bicaranya, kedua kali ketika didepan matanya kedua orang yang saling mencintai berusaha menolong satu dengan yang lain. Dan tanpa rasa iba, mereka berani melukai dia orang yang paling penting baginya. Ia melihat putranya dikepung dan  mereka dengan ringan tangan mengayunkan pedang dan melukai putranya.


Sarah Li pun sudah dalam keadaan penuh luka, seperti pada saat itu ia mendapatkan kekerasan. Tapi tidak ada yang mengingat peristiwa itu. apa yang terjadi pada ketiga putri keluarga Li pada saat itu.... Tapi dari luka yang didapat seolah sudah bisa ditebak. Siksaan yang mereka terima pastilah sangat keras dan kejam.


Sebagai orang tua, ia tidak bisa menerima semuanya. Ia ikut membesarkan ketiga putri keluarga Li. Ia yang membantu memberikan makan dan pendidikan yang layak bagi ketiganya. Mereka dengan mudahnya menyakiti tanpa berperasaan. Hatinya sakit sampai sekarang jika mengingat semuanya.


Hubungan putra dan putri kesayangannya hancur berkeping-keping. Dalam. Waktu satu hati mereka bisa melupakan satu sama lain. Hati orang tua mana yang bisa menerima semuanya??? Tidak akan ada yang bisa menerima kejahatan seperti ini.


Mereka juga berani menyamar menjadi sahabat Sarah, seolah memberikan bukti mereka adalah orang baik yang melindungi putrinya tapi itu hanya pura-pura tag sangat mudah ditebak. Tapi bagi Sarah, dijebak seperti ini melukai dirinya dan mempengaruhi dirinya dalam bersosialisasi dengan orang lain. Secara tidak disadari nya ia menjadi orang yang pemurung dan tertutup.


Sarah yang dulu dikenalnya berubah menjadi Sarah yang membatasi pergaulan nya dan jarang berbicara. Semua itu selalu diamati David. Tapi ia lagi-lagi tidak berniat mengatakan kepada siapapun ketakutannya dalam menjalani hidup sekarang.


"Apakah papa harus bersikap manis pada mereka semua.... " David membalikkan badan dan untuk pertama kali Sarah melihat mata David berkaca - kaca. Sedih, kecewa dan dendam menjadi satu diwajahnya.


"Kalau papa harus bersikap baik, katakan kepada mereka dahulu agar berhenti berbuat hal yang jahat. Jangan melukai orang lain, agar papa tidak melukai mereka juga... Katakan kepada mereka.... Katakan..... "


Punggungnya yang biasanya terlihat kokoh dan tangguh. Kali ini Sarah melihatnya sebagai punggung seorang ayah yang terluka parah. Seseorang yang selama ini berusaha menjadi kuat tapi sebenarnya sangat rapuh didalamnya. Mungkin David Long tidak sendiri, kedua orang tuanya dan Huanran mungkin mengalami hal yang sama.


Sarah berdiri dan memeluk David Long dari belakang.


"Maaf..... " Kata Sarah sambil menangis dan memegang ujung baju David ketika ia akan meninggalkan Sarah.


Para orang tua bukannya tidak paham kesedihan anaknya. Mereka diam karena tidak ingin melihat anak mereka terluka.

__ADS_1


David membalikan badannya dan memeluk Sarah. Para orang tua tidak bisa menutupi kesedihan mereka. Selama berpuluh tahun memendam semua kesedihan melihat anak mereka yang selalu dalam bahaya dan sampai kehilangan ingatan. Bahkan dalam hati mereka berkata apakah tidak ada hal yang bisa mereka lakukan agar anak – anak mereka hidup berbahagia??


Siapa pun orangnya pasti tidak akan setuju kebahagiaan anaknya direnggut dengan paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti mereka.


__ADS_2