Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 182


__ADS_3

“bagaimana keadaan…mereka…” Sarah bicara dengan suara bergetar


“tenanglah… mereka semua dalam keadaan baik – baik saja. Coba kamu gunakan kekuatan mu untuk merasakan energi mereka semua.”


Sarah yang lupa kalau kekuatannya sudah mengingkat berkali – kali lipat. Ia mencoba memejamkan matanya dan merasakan semua energi itu masih berkumpul di titik yang sama. Sarah menarik nafas panjang.


“syukurlah kalau mereka baik – baik saja.” Sarah bicara sambil menatap Daniel. Dan ia memegang pipi Daniel yang kasar karena janggut yang tubuh dipipinya.


“aku… “ Sarah menelan ludahnya sebelum bicara kepada Daniel


Daniel mengangguk sambil menatap mata Sarah, kedua tangannya masih memegang tangan Sarah yang dingin karena rasa takutnya.


“aku ingat semuanya….” kata Sarah dengan mata berkaca – kaca sambil menceritakan semuanya kepada Daniel


Sarah ingat, hari ketika mereka mengadakan resepsi pernikahan mereka. Saat itu keluarga Li datang dan Sarah


sudah merasakan ada hal yang aneh dengan dirinya ketika ia bersalaman dengan salah satu sesepuh keluarga Li. Hanya satu nenek Li yang berbeda, ketika Sarah bersalaman ia merasa tangannya seperti tersengat listrik. Dan setelah itu, Sarah merasa tubuhnya sangat lemas sehingga ia tidak kuat lagi untuk berdiri menyambut para tamu undangan.


Saat itu Sarah meminta ijin  kepada Daniel agar mereka bisa beristirahat pada saat itu… pada saat itu Sarah


merasa ada yang aneh dengan dirinya, beberapa kali ia merasa seperti ada benang merah yang terikat ditelapak tangan kanannya dan mengalirkan energi miliknya entah kemana.


Sarah yang semakin merasa lelah akhirnya tertidur disofa bersama Daniel dan begitu terbangun ia sudah berada

__ADS_1


dirumah Daniel. Ketika mereka bangun pada malam hari, Sarah merasa ada seseorang yang memanggil dirinya untuk keluar dari dalam rumah. Kebetulan pada saat itu Daniel mengajak dirinya berbicara sehingga ia lupa tentang semuanya. Ketika Sarah mandi ia kembali melihat benang merah itu ditangannya dan ia melihat benang itu sangat panjang sampai keluar kamar mandi.


Merasa penasaran, karena Daniel sudah pergi terlebih dahulu keluar dari dalam kamar menuju garasi. Sarah


memutuskan mengikuti jejak benang merah yang melekat pada tangannya itu. Dan menuju keluar rumah, dalam kegelapan malam Sarah melihat sesepuh dari keluarganya. Ia mengenalnya sebagai nenek Li. Seperti orang yang kehilangan kesadaran waktu itu, tubuh Sarah seperti tidak bisa dikendalikan. Kakinya terus berjalan kearah nenek Li dan ketika itu Sarah melihat dengan mata kepalanya sendiri, wajah nenek Li berubah menjadi sangat menyeramkan.


Hidungnya menjadi sangat panjang dan berubah menjadi bengkok seperti hidung burung gagak. Matanya yang sipit dan berwarna coklat pada pupil matanya berubah menjadi lebih besar dan berwarna merah. Dan kulitnya yang memang sudah keriput menjadi lebih keriput dengan bisul diseluruh tubuhnya.


Sarah semakin mendekat dengan wanita menyeramkan itu dan semakin tercium aroma tidak sedap menuduk hidungnya. Semakin dekat, Sarah semakin lemah dan akhirnya terkuai ketanah. Begitu ia sadar ia masuk kedalam alam bawah sadarnya dan tidak mengingat apapun yang terjadi pada dirinya waktu itu. Bahkan ketika ia kembali lagi dari dunia alam bawah sadarnya. Sarah masih tidak ingat semua hal yang terjadi pada dirinya.


“jika hal itu memang terjadi?? kenapa tidak ada satu orang pun dari kita yang menyadarinya?? Hal ini pernah


terjadi dengan kita sebelumnya….” Daniel merasa ada yang aneh dengan cerita Sarah. Karena ketika peristiwa yang sama terjadi dengan mereka, waktu Sarah dan Nana terhubung dengan benang merah yang menghubungkan mereka dengan orang jahat itu…. Daniel melihat dengan mata kepalanya sendiri semua hal itu. Kali ini dengan kemampuannya rasa mustahil hal itu bisa lewat dari pengawasan dirinya.


Sarah dan Daniel melihat kearah asal suara dan semua orang sudah berkumpul dengan mereka. Sarah langsung berdiri dan memeluk kedua orang tuanya. Serena dan Sisca juga ikut bergabung dan mereka sekeluarga saling berpelukan


“syukurlah,,,, kalian tidak apa – apa….” kata Sarah.


“putriku… syukurlah kamu sehat – sehat saja.. mama sangat khawatir padamu, Setiap hari mama selalu


merindukanmu.”


Sarah menganggukkan kepalanya dan mereka kembali berpelukan. Banyak hal yang selama ini Sarah pendam dalam hatinya selama dalam pelatihan Daniel. Ia sangat merindukan kehangatan keluarganya. Lelah yang dirasakannya seolah bercampur dengan rasa rindunya kepada keluarga. Berkali – kali Sarah mencoba melarikan diri. Bahkan hal gila pernah dilakukannya dengan berenang dan akhirnya Daniel berhasil membawanya kembali kedalam pulau.

__ADS_1


Latihan yang keras ditambah dengan sikap Daniel yang sangat dingin kepadanya membuat dirinya tidak tahan berada dalam pelatihan itu. Lebih baik ia melarikan diri, dari pada terus bersusah payah dalam kesakitan yang dialaminya. Hingga akhirnya ia menyerah, menagis pun tiada guna. Meratapi nasibnya hanya seperti ******* nafas yang menunjukkan rasa kesalnya tanpa ada hasil yang didapat.


Tidak terhitung berapa air mata yang sudah keluar karena rasa rindunya, ingin mengadu kepada keluarganya tidak bisa dilakukannya. Ditambah lagi berita kematian dirinya yang sudah disiarkan secara nasional. Tidak hanya membuat dirinya terpukul, tapi juga membuat dirinya semakin ketakutan. Sarah merasa dirinya seperti terperangkap dalam labirin kehidupan.


Siapa kawan dan siapa lawan, semuanya berwana abu – abu. Bahkan ketika makan sekalipun dia harus berhati – hati karena bisa saja makanan yang ada dihadapannya diberikan racun mematikan. Apakah pelayan yang sedang melayani dirinya adalah mata – mata makhluk mengeringakan itu. Tidak ada jawaban pasti mengenai semuanya.


Bahkan orang yang dicintainya pun bersikap sangat dingin dan keras kepadanya. Sarah bahkan berkali – kali mempertanyakan siapa pria yang ada dihadapannya. Kenapa ia bersikap dingin dan keras seperti itu padahal ia adalah istrinya. Istri sahnya, yang seharusnya dilindunginya dan disayanginya.


Kini, bagai suatu hadiah dari langit untuk dirinya. Bisa berkumpul lagi dengan keluarga yang dicintainya. Bisa memeluk mereka kembali adalah suatu hal yang tidak bisa ditukar oleh apapun. Sikap Daniel yang berubah 180 derajat begitu mereka kembali lagi kekota ini, masih belum bisa dikatakan adalah suatu hal yang baik. Karena pria ini bisa saja berubah sikap dalam waktu singkat. Seperti bukan dirinya yang sebenarnya.


“bagaimana pun…. cobalah untuk bertahan putriku, semuanya sudah terlihat jelas sekarang. Kita hanya perlu


konsisten dengan apa yang sudah kita rencanakan.” kata David.


Sarah melepaskan pelukannya dari keluarganya, dan melihat kearah keluarga Long. Mereka adalah orang tua kedua bagi Sarah. Huanran dan David melebarkan kedua telapak tangannya menyambut Sarah Li dalam pelukan mereka.


“senang berjumpa lagi dengan kalian…” kata Sarah sambil memeluk mereka.


“kami sangat merindukanmu putriku…”


David mengusap kepala Sarah Li dengan lembut dan Huanran mengusap pundak Sarah perlahan dan menepuk – nepuknya perlahan


“kamu sudah bekerja dengan sangat keras. kamu sangat hebat putriku.” puji Huanran.

__ADS_1


Sarah melepaskan rasa rindunya kepada keluarga yang selama ini selalu ada untuknya. Walau pun begitu. Sarah Li tetap harus menyamar menjadi dirinya yang sekarang, karena identitasnya sebagai Sarah Li sudah tidak ada lagi.


__ADS_2