
Wajah Daniel terlihat sangat
tegang, tidak ada senyuman sama sekali diwajahnya. Bagi Sarah yang melihatnya,
Daniel seperti tidak menginginkan pernikahan ini dilakukan. Apalagi dirinya
sebagai pendamping hidupnya.
Ketika Andy Li dan Mayleen
menyerahkan tangan Sarah Li kepada Daniel Long, hati Sarah menjadi sangat
sedih. Dalam hati kecilnya ia merasa seperti seorang anak perempuan yang akan
diberikan kepada orang lain dan kedua orang tuanya tidak menginkan dirinya
lagi. Sarah memeluk kedua orang tuanya, dan dengan enggan menerima tangan
Daniel yang sudah dijulurkan kepada dirinya.
Andy Li dan Mayleen memeluk Sarah
Li sambil mengusap pundaknya.
“tidak ada yang akan berubah
putri ku. Selamanya kamu adalah putri kecil kami. Hanya status pernikahan yang
berubah, tapi kamu anak dari siapa…. selamanya tidak akan berubah.” Andy Li
menepuk – nepuk pundak Sarah Li yang masih memeluknya bersama dengan istrinya.
“tidak bisakah jika aku tidak
menikah dan tetap bersama kalian???” tanya Sarah dengan suara parau
mengeluarkan semua kesedihan dalam hatinya.
Mayleen mencium pipi putrinya,
anak gadisnya yang selama ini jadi teman berkelahinya selama beratus tahun
mendadak berubah menjadi seorang putri yang ramah dan baik budi pekertinya.
Belum menikmati masa – masa itu dengan puas. Sarah Li sudah menikah dengan
Daniel Long. Setelah menikah Sarah Li masih menunjukkan sikap yang sangat baik
kepada Mayleen, tidak berubah sama sekali. Hati kecilnya juga tidak bisa
membiarkan ia menikmati masa perubahan anaknya yang sangat singkat.
Ia tidak bisa memberi nasehat
apapun, air matanya juga mengalir tidak terkendali, dadanya rasa sesak
bercampur antara kebahagian dan kesedihan. Walau sebenarnya Sarah Li sudah
menikah hampir 1 bulan, ketika acara ini berlangsung baru Mayleen merasakan
kesedihan ketika Sarah memeluk mereka dengan sangat erat.
Sarah Li merasa baru satu bulan
terakhir ia benar – benar merasakan kasih sayang mamanya, perhatiannya dan
menjadi anak yang dimanja oleh mamanya. Sangat bebeda dengan dirinya yang dulu.
Rumah baginya hanya tempat untuk tidur, tidak lebih. Setelah ia berubh sikap
kepada mamanya, ia menjadi putri kesayangan dan selalu menjadi prioritas dalam
kehidupan Mayleen. Apapun yang diingiinkannya, apapun yang dikatakannya selalu
dikerjakan dengan segera oleh Mayleen,
Daniel berada dihadapan Sarah Li.
Melihat istrinya menangis seperti anak kecil hatinya merasa sedih.
“aku akan selalu menjagamu,
__ADS_1
menyayangimu, melindungimu dan memperlakukanmu dengan baik. Aku tidak akan
pernah membatasi dirimu dengan keluargamu, maupun hubungan mu dengan para
sahabatmu. Dan aku berjanji akan selalu membahagiakan mu, tidak akan membuatmu
sedih. Menemami mu dalam setiap hari kehidupan kita dan kita akan menua
bersama. Membesarkan anak – anak kita kelak, melihat mereka tumbuh dari bayi,
anak – anak, remaja, dewasa, menikah dan
bahkan sampai mereka memiliki anak. Aku bukan pria romantis yang bisa selalu
memberikan perhatian dan kata - kata
romantis untukmu. Aku mungkin orang yang selalu sibuk bekerja. Ketika aku
terlalu sibuk dengan diriku sendiri aku pernah akan melupakanmu. Dari dulu
sampai sekarang perasaan ini tidak akan berubah. Aku selalu dan selamanya akan
mencintaimu.”
Suara Daniel yang berbicara
membuat suasana dalam ruangan menjadi hening, semua mata tertuju kepada Daniel
yang berbicara tanpa ada keraguan dalam setiap kata yang diucapkan dan juga
tatapan matanya yang tulus dan teduh membuat semua orang bertepuk tangan dan
berdiri begitu Daniel selesai berbicara.
Pembawa acara masih terpaku
dengan susunan acara yang berubah secara tiba – tiba. Ia terkejut dan ikut
bertepuk senang bersama tamu undangan yang lain. Daniel tidak terpengaruh
dengan suasana riuh disekitarnya. Matanya hanya tertuju kepada Sarah Li, tidak
berkedip sama sekali.
ekspresi sama sekali. Kata – kata Daniel masuk dengan sopan ditelinga Sarah Li
dan masuk kedalam hatinya dengan lembut. Ia sangat menyukai setiap kata yang
terucap.
Andy Li dan Mayleen melepaskan
pelukannya dan menatap Daniel dan Sarah bergantian.
Andy Li mengulurkan tangannya
kepada Daniel, ia pun segera mendekati Andy Li dan menyambut tangan mertuanya.
“papa mempercayakan kamu menjaga
putri bungsu papa. Dia putri terakhir kami yang spesial. Jagalah dia dengan
baik, sayangi dia, pahami dia, rangkul dia, temani dia, bahagiakan dia dan
selalu buatnya tersenyum.” Mata Andy Li berkaca – kaca ketika berbicara kepada
Daniel.
“percayakan kepada ku. Dulu aku
memang pernah gagal melindunginya, membuatku merasakan kehilangan cahaya dalam
hidupku. Hanya bisa melihat dan merindukannya dari jauh. Hatiku sangat sakit
dan aku tidak mau hal yang sama terjadi lagi.” Daniel menggelengkan kepalanya
ketika berbicara kepada Andy Li. Suaranya sangat pelan, tapi Sarah bisa
mendengarkan dengan sangat jelas.
Saat menendengar perkataan itu
__ADS_1
hatinya kacau, apakah mereka berdua pernah bersama sebelumnya. Apa hubungan
mereka berdua... Bukan pertama kalinya Sarah berpikir mengenai hal ini. Tapi
untuk kesekian kalinya ia bertanya kepada Daniel, pria ini tidak pernah menjawab apapun dan selalu menghindar.
Jika memang ia tidak mendapatkan jawaban, maka ia yang harus mencari tahu
sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
Satu harian Sarah Li dan Daniel
berdiri dan bersalaman dengan tamu. Sepatu high heels yang dpakainya dibukanya
dan melanjutkannya sampai selesai. Tersenyum kepada semua tamu dan beramah
tamah kepada semuanya membuat kaki Sarah Li pegal.
“berapa lama lagi akan seperti
ini?” bisik Sarah Li ditelinga Daniel dengan gigi rapat dan tetap tersenyum
kepada semua orang. Daniel secara otomatis memiringkan wajahnya kearah Sarah ketika ia berbicara
kepadanya.
“acara akan selesai sampai sore.
Kenapa???”
“aku lelah..” keluh Sarah.
Daniel melihat jam tangannya yang
masih menunjukkan jam 3 sore.
“masih sekitar 3 jam lagi sampai
acara selesai.”
Sarah terkejut mendengar
perkataan Daniel, kenapa ia selalu merasa bekerja jauh lebih cepat dibandingkan
dengan berada diacara resepsi pernikahannya sendiri... Dari cara Sarah
menghembuskan nafas, Daniel sudah bisa mengambil kesimpulan kalau Sarah sudah
tidak ingin diacara ini.
“bagaimana jika kamu berganti
pakaian?? Agar tidak terlalu lelah dengan pakaian ini??”
Tawaran Daniel seperti meminum
air di gurun pasir. Wajah senang Sarah Li langsung terlihat dan sulit
disembunyikannya. Daniel berbicara kepada Andy Li dan David Long kalau mereka
mau beristirahat dahulu karena kondisi Sarah yang belum stabil. Kedua mereka
menyetujui perkataan Daniel dan membiarkan mereka bristirahat sejenak.
Daniel membawa Sarah Li keruangan
istirahat, para pelayan wanita membantu Sarah Li membuka gaun pengantinnya.
Daniel memesan jus mangga untuk Sarah dan makan siang karena kesibukan mereka
dengan tamu, mereka belum makan siang sama sekali. Daniel keluar dari ruagan
istrirahat sejenak dan begitu kembali, ia sudah melihat Sarah tertidur sambil
berbaring disofa dengan mengenakan kimono handuk mandi hotel. Make upnya sudah
dihapus.
Wajah polos tanpa make up membuat
Daniel tersenyum. Sarah tertidur dengan lelap dan tidak menyadari Daniel masuk
__ADS_1
kedalam ruangan.