Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 100


__ADS_3

Wajah Daniel terlihat sangat


tegang, tidak ada senyuman sama sekali diwajahnya. Bagi Sarah yang melihatnya,


Daniel seperti tidak menginginkan pernikahan ini dilakukan. Apalagi dirinya


sebagai pendamping hidupnya.


Ketika Andy Li dan Mayleen


menyerahkan tangan Sarah Li kepada Daniel Long, hati Sarah menjadi sangat


sedih. Dalam hati kecilnya ia merasa seperti seorang anak perempuan yang akan


diberikan kepada orang lain dan kedua orang tuanya tidak menginkan dirinya


lagi. Sarah memeluk kedua orang tuanya, dan dengan enggan menerima tangan


Daniel yang sudah dijulurkan kepada dirinya.


Andy Li dan Mayleen memeluk Sarah


Li sambil mengusap pundaknya.


“tidak ada yang akan berubah


putri ku. Selamanya kamu adalah putri kecil kami. Hanya status pernikahan yang


berubah, tapi kamu anak dari siapa…. selamanya tidak akan berubah.” Andy Li


menepuk – nepuk pundak Sarah Li yang masih memeluknya bersama dengan istrinya.


“tidak bisakah jika aku tidak


menikah dan tetap bersama kalian???” tanya Sarah dengan suara parau


mengeluarkan semua kesedihan dalam hatinya.


Mayleen mencium pipi putrinya,


anak gadisnya yang selama ini jadi teman berkelahinya selama beratus tahun


mendadak berubah menjadi seorang putri yang ramah dan baik budi pekertinya.


Belum menikmati masa – masa itu dengan puas. Sarah Li sudah menikah dengan


Daniel Long. Setelah menikah Sarah Li masih menunjukkan sikap yang sangat baik


kepada Mayleen, tidak berubah sama sekali. Hati kecilnya juga tidak bisa


membiarkan ia menikmati masa perubahan anaknya yang sangat singkat.


Ia tidak bisa memberi nasehat


apapun, air matanya juga mengalir tidak terkendali, dadanya rasa sesak


bercampur antara kebahagian dan kesedihan. Walau sebenarnya Sarah Li sudah


menikah hampir 1 bulan, ketika acara ini berlangsung baru Mayleen merasakan


kesedihan ketika Sarah memeluk mereka dengan sangat erat.


Sarah Li merasa baru satu bulan


terakhir ia benar – benar merasakan kasih sayang mamanya, perhatiannya dan


menjadi anak yang dimanja oleh mamanya. Sangat bebeda dengan dirinya yang dulu.


Rumah baginya hanya tempat untuk tidur, tidak lebih. Setelah ia berubh sikap


kepada mamanya, ia menjadi putri kesayangan dan selalu menjadi prioritas dalam


kehidupan Mayleen. Apapun yang diingiinkannya, apapun yang dikatakannya selalu


dikerjakan dengan segera oleh Mayleen,


Daniel berada dihadapan Sarah Li.


Melihat istrinya menangis seperti anak kecil hatinya merasa sedih.


“aku akan selalu menjagamu,

__ADS_1


menyayangimu, melindungimu dan memperlakukanmu dengan baik. Aku tidak akan


pernah membatasi dirimu dengan keluargamu, maupun hubungan mu dengan para


sahabatmu. Dan aku berjanji akan selalu membahagiakan mu, tidak akan membuatmu


sedih. Menemami mu dalam setiap hari kehidupan kita dan kita akan menua


bersama. Membesarkan anak – anak kita kelak, melihat mereka tumbuh dari bayi,


anak – anak, remaja, dewasa, menikah  dan


bahkan sampai mereka memiliki anak. Aku bukan pria romantis yang bisa selalu


memberikan perhatian dan kata -  kata


romantis untukmu. Aku mungkin orang yang selalu sibuk bekerja. Ketika aku


terlalu sibuk dengan diriku sendiri aku pernah akan melupakanmu. Dari dulu


sampai sekarang perasaan ini tidak akan berubah. Aku selalu dan selamanya akan


mencintaimu.”


Suara Daniel yang berbicara


membuat suasana dalam ruangan menjadi hening, semua mata tertuju kepada Daniel


yang berbicara tanpa ada keraguan dalam setiap kata yang diucapkan dan juga


tatapan matanya yang tulus dan teduh membuat semua orang bertepuk tangan dan


berdiri begitu Daniel selesai berbicara.


Pembawa acara masih terpaku


dengan susunan acara yang berubah secara tiba – tiba. Ia terkejut dan ikut


bertepuk senang bersama tamu undangan yang lain. Daniel tidak terpengaruh


dengan suasana riuh disekitarnya. Matanya hanya tertuju kepada Sarah Li, tidak


berkedip sama sekali.


ekspresi sama sekali. Kata – kata Daniel masuk dengan sopan ditelinga Sarah Li


dan masuk kedalam hatinya dengan lembut. Ia sangat menyukai setiap kata yang


terucap.


Andy Li dan Mayleen melepaskan


pelukannya dan menatap Daniel dan Sarah bergantian.


Andy Li mengulurkan tangannya


kepada Daniel, ia pun segera mendekati Andy Li dan menyambut tangan mertuanya.


“papa mempercayakan kamu menjaga


putri bungsu papa. Dia putri terakhir kami yang spesial. Jagalah dia dengan


baik, sayangi dia, pahami dia, rangkul dia, temani dia, bahagiakan dia dan


selalu buatnya tersenyum.” Mata Andy Li berkaca – kaca ketika berbicara kepada


Daniel.


“percayakan kepada ku. Dulu aku


memang pernah gagal melindunginya, membuatku merasakan kehilangan cahaya dalam


hidupku. Hanya bisa melihat dan merindukannya dari jauh. Hatiku sangat sakit


dan aku tidak mau hal yang sama terjadi lagi.” Daniel menggelengkan kepalanya


ketika berbicara kepada Andy Li. Suaranya sangat pelan, tapi Sarah bisa


mendengarkan dengan sangat jelas.


Saat menendengar perkataan itu

__ADS_1


hatinya kacau, apakah mereka berdua pernah bersama sebelumnya. Apa hubungan


mereka berdua... Bukan pertama kalinya Sarah berpikir mengenai hal ini. Tapi


untuk kesekian kalinya ia bertanya kepada  Daniel, pria ini tidak pernah menjawab apapun dan selalu menghindar.


Jika memang ia tidak mendapatkan jawaban, maka ia yang harus mencari tahu


sendiri apa yang sebenarnya terjadi.


Satu harian Sarah Li dan Daniel


berdiri dan bersalaman dengan tamu. Sepatu high heels yang dpakainya dibukanya


dan melanjutkannya sampai selesai. Tersenyum kepada semua tamu dan beramah


tamah kepada semuanya membuat kaki Sarah Li pegal.


“berapa lama lagi akan seperti


ini?” bisik Sarah Li ditelinga Daniel dengan gigi rapat dan tetap tersenyum


kepada semua orang. Daniel secara otomatis memiringkan  wajahnya kearah Sarah ketika ia berbicara


kepadanya.


“acara akan selesai sampai sore.


Kenapa???”


“aku lelah..” keluh Sarah.


Daniel melihat jam tangannya yang


masih menunjukkan jam 3 sore.


“masih sekitar 3 jam lagi sampai


acara selesai.”


Sarah terkejut mendengar


perkataan Daniel, kenapa ia selalu merasa bekerja jauh lebih cepat dibandingkan


dengan berada diacara resepsi pernikahannya sendiri... Dari cara Sarah


menghembuskan nafas, Daniel sudah bisa mengambil kesimpulan kalau Sarah sudah


tidak ingin diacara ini.


“bagaimana jika kamu berganti


pakaian?? Agar tidak terlalu lelah dengan pakaian ini??”


Tawaran Daniel seperti meminum


air di gurun pasir. Wajah senang Sarah Li langsung terlihat dan sulit


disembunyikannya. Daniel berbicara kepada Andy Li dan David Long kalau mereka


mau beristirahat dahulu karena kondisi Sarah yang belum stabil. Kedua mereka


menyetujui perkataan Daniel dan membiarkan mereka bristirahat sejenak.


Daniel membawa Sarah Li keruangan


istirahat, para pelayan wanita membantu Sarah Li membuka gaun pengantinnya.


Daniel memesan jus mangga untuk Sarah dan makan siang karena kesibukan mereka


dengan tamu, mereka belum makan siang sama sekali. Daniel keluar dari ruagan


istrirahat sejenak dan begitu kembali, ia sudah melihat Sarah tertidur sambil


berbaring disofa dengan mengenakan kimono handuk mandi hotel. Make upnya sudah


dihapus.


Wajah polos tanpa make up membuat


Daniel tersenyum. Sarah tertidur dengan lelap dan tidak menyadari Daniel masuk

__ADS_1


kedalam ruangan.


__ADS_2