Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 9


__ADS_3

Jam 6 pagi, pintu kamar Sarah Li sudah diketuk


oleh penata rias. Mayleen dan Serena Li ada bersama mereka. Tidak ada pilihan


selain menyambut dengan senyum manis diwajah Sarah yang masih pucat karena baru


bangun tidur.


“silahkan masuk..” Sarah Li membuka lebar-lebar


pintunya.


“aku permisi mandi dahulu, mama dan kakak kedua


saja lebih dahulu di rias. “ Sarah Li berbicara sambil mengambil handuk dan


meletakkannya di pundak. Mayleen memperhatikan putri ke tiganya sambil


menggelengkan kepala. Cara berjalan yang diseret kakinya membuat Mayleen sering


merasa tidak senang dengan kebiasaan Sarah yang selalu malas bangun pagi.


Mayleen sudah selesai didandani, begitu pula


Sarah keluar dari kamar mandi. Sarah berendam dengan air hangat hampir satu jam


lamanya. Mamanya sudah terlihat cantik dengan gaun berwarna merah sama dengan


warna pakaian Sarah dan Serena Li.


“mama cantik sekali..” puji Sarah


“terima kasih sayang….” Mayleen tersenyum kepada


Sarah.


'Mulut anaknya bisa juga mengeluarkan perkataan yang


manis.' Puji Mayleen dalam hati.


“Kamu duduk disini,jam 8 pagi acara keluarga


sudah akan dimulai.” Kata Mayleen kepada Sarah Li


“tolong buat anak ku ini cantik. Hari ini mungkin


dia akan bertemu jodohnya.” kata Mayleen kepada penata rias dari team Alex


Penata rias itu mengangguk sambil tersenyum.


“mama….” protes Sarah Li


“kenapa??”


“apa mama berniat sekali mengeluarkan aku dari


rumah?? Aku masih mau tinggal bersama mama selama ribuan tahun lagi.” kata


Sarah Li sambil memeluk Mayleen.


Mayleen tertawa “anak pintar, jika kamu bersikap


manis kepada mama setiap hari. Maka mama akan membiarkan kamu bersama mama


selama ribuan tahun.” Mayleen mengusap lembut rambut Sarah dan kemudian mencium


keningnya


“sudah cepat sana, papa sudah menunggu mama


dibawah. Ini sudah jam 7 pagi.”


Sarah melepaskan pelukannya dari mamanya dan


mengikuti perkataannya.


Serena Li memperhatikan Sarah dari kaca,


sepertinya seingat Serena adik kecilnya tidak pernah bersikap begitu manis


kepada mamanya. Ia biasanya bicara dengan acuh tak acuh kepada mama mereka.


Apakah terjadi sesuatu di desa sulam ketika dia pergi… pikir Serena Li


“lakukan seperti yang dikatakan mama” kata Sarah


Serena langsung duduk tegak dan mulutnya


membentuk huruf O.


“adik, apa terjadi sesuatu di desa bunga?? Kepala


kamu terbentur sesuatu?” Serena Li langsung berdiri dan memeriksa kepala Sarah


Li. Bagaimana mungkin adiknya yang terkenal keras kepala bisa berubah hanya

__ADS_1


dalam waktu 3 hari saja. Kalau kepalanya tidak terbentur sesuatu pasti ada yang


salah dimakan adiknya.


“kakak….berhentilah melakukan hal itu.” Sarah


cemberut karena rambutnya yang panjang menjadi berantakan karena Serena Li.


“kalau kamu bersikap manja kepada papa itu sangat


wajar, tapi kalau kamu bersikap manja kepada mama. Ini adalah pertama kalinya


aku melihat kejadian langkah ini.”


“aku rasa biasa saja, kakak terlalu


membesar-besarkan.” kata Sarah yang masih cemberut menatap Serena. Untung saja


penata rias dan rambut belum melakukan apapun kepadanya, jika sudah…selesailah


sudah harus mengulang dari awal lagi.


“Sarah Li, kamu memang berbeda. Kamu tidak


seperti kamu yang biasa.” Serena masih memperhatikan Sarah Li yang sudah mulai


di dandani oleh penata riasnya.


“aku rasa tidak ada yang aneh dengan ku. Biasa


saja, aku hanya merasa lelah selalu berdebat dengan mama. Lebih baik seperti


sekarang, tenang dan damai tidak ada suara mama yang berteriak kepadaku.” Sarah


Li memejamkan matanya dan mulai menikmati wajahnya yang di dandani.


Hampir 30 menit, Sarah Li membuka matanya dan


didepannya ia sudah menjadi orang yang berbeda. Make up yang flawless membuat


dirinya cantik lebih natural. Head piece bunga yang terpasang dikepalanya


dengan rambut model half twisted braid membuat Sarah semakin terlihat cantik.


Sarah memiringkan kepalanya sambil melihat model rambutnya dari samping kanan


dan kiri. Ternyata sangat bagus, selama ini ia hanya tahu mengikat rambutnya


dengan model kucir ekor kuda.


yang berpotongan pendek. Model head piece bunga sama dengan model yang


digunakan Sarah Li. Batu ruby berwarna merah sangat cocok dengan gaun merah


yang dikenakan kedua nona muda keluarga Li ini. Head piece yang dipesan bulan


yang lalu oleh Mayleen memang sangat bagus digunakan dengan gaun yang digunakan


kedua putrinya.


Selera berbusana Mayleen tidak perlu diragukan


lagi, hidup beratus-ratus tahun lamanya membuat dirinya lebih berpengalaman.


Mayleen juga memegang usaha fashion yang sangat terkenal didalam negeri. Sarah


Li mendapat pekerjaan baru dari mamanya untuk mengembangkan usaha keluarga Li


ini ke pasar internasional, atas saran dari papanya mereka harus melakukan


kerja sama dengan PerusahaanLong yang  memiliki akses besar dalam urusan


usaha Fashion diluar negeri.


Pintu kamar Sarah Li diketuk, salah satu penata


rias membuka pintu. Alex berdiri didepan pintu. Pria paruh baya itu sudah


bersiap dengan jas berwarna hitam dan dasi berwarna hitam dengan motif garis


merah.


****


Alex sudah bersama keluarga Li selama 100 tahun


lebih, ia berasal dari klan kucing. Dahulu, Andy Li bertemu dengan Alex secara


tidak sengaja ketika berjalan dipinggir hutan. Saat itu mereka sedang berkemah


bersama seluruh keluarga, Alex ditemukan dipinggir sungai dengan kondisi penuh


luka diseluruh tubuhnya.


Andy Li membawa Alex pulang kerumah dan merawat

__ADS_1


dirinya sampai sembuh. Setelah sembuh, Andy Li mempersilahkan Alex untuk


kembali kepada keluarganya, ia mengatakan sudah tidak mempunyai keluarga lagi.


Seluruh keluarganya sudah dibunuh oleh klan elang, tidak ada yang tersisa.


Hanya dirinya yang selamat dari peristiwa itu, tubuhnya  terdampar jauh


dan terbawa air sungai hingga ditemukan oleh Andy Li secara tidak sengaja.


Sejak saat itu Alex menjadi asisten pribadi


keluarga Li. Segala urusan yang berhubungan dengan keluarga Li akan berhubungan


dengan Alex terlebih dahulu. Dia juga adalah tangan kanan keluarga Li. Bagi


Sisca, Serena dan Sarah, Alex seperti paman mereka sendiri. Mereka sudah


seperti keluarga sendiri yang tidak terpisahkan.


Demikian juga dengan dirinya, baginya keluarga Li


sudah menjadi darah daging. Kebaikan keluarga Li tidak akan bisa dibalasnya,


meskipun ia mengabdikan diri selamanya dikeluarga ini. Terkadang orang luar


serasa orang dalam.


****


Alex tersenyum melihat Serena dan Sarah Li yang


sudah selesai berpakaian dan berdandan. Melihat Serena dengan make up sudah


biasa bagi Alex. Tapi melihat Sarah Li dengan pakaian feminim dan make up


seperti ini. Sangat jarang ditemui, bahkan pernikahan Sisca sebelumnya ia tidak


mengenakan pakaian seperti ini dan tidak menggunakan make up sama sekali. Sarah


tampil apa adanya dengan kemeja dan celana jeans kesukaanya.


“anda sangat cantik…” puji Alex


“aku sudah tahu…” jawab Serena dengan bangga


sambil memamerkan pakaian yang dikenakannya kepada semua orang. Berputar


didepan kaca sambil menyibakkan rambut pendeknya.


“paman, apakah aku terlihat aneh?” tanya Sarah Li


ragu sambil memegang gaun merah panjangnya.


“tidak keponakan ku, kamu sangat cantik.”


“benarkah??” jawab Sarah dengan senyum malu-malu.


“terima kasih” katanya lagi.


Serena memperhatikan adiknya yang terlihat


malu-malu dengan pakaian seperti ini.


Serena berbisik kepada Alex tanpa sepengetauhan


Sarah


"bukan kah paman merasa ada yang aneh dengan


adik kedua??"


"aku rasa juga begitu" bisik Alex


"Dari mulai ditempat fiting baju, nona


ketiga Li sudah menunjukkan hal aneh. Pertama kalinya memakai dress, kemudian


semalam ia menyapa nyonya Li dengan sangat hangat. Bukankah sangat luar


biasa?" puji Alex.


"paman, sebenarnya..tempat kita fiting baju


semalam itu milik siapa??" Tanya Serena sambil terus mengamati Sarah yang


sedang memilih sepatu yang mau kenakannya.


"itu adalah usaha milik bersama nyonya Li


dan nyonya Long."


"pantas saja, semalam ada tante Huanran di


tempat itu. Ternyata seperti itu ya..." Serena berkata sambil

__ADS_1


menganggukkan kepalanya. Ia sudah bisa membaca keadaan yang akan terjadi.


__ADS_2