
Jam 6 pagi, pintu kamar Sarah Li sudah diketuk
oleh penata rias. Mayleen dan Serena Li ada bersama mereka. Tidak ada pilihan
selain menyambut dengan senyum manis diwajah Sarah yang masih pucat karena baru
bangun tidur.
“silahkan masuk..” Sarah Li membuka lebar-lebar
pintunya.
“aku permisi mandi dahulu, mama dan kakak kedua
saja lebih dahulu di rias. “ Sarah Li berbicara sambil mengambil handuk dan
meletakkannya di pundak. Mayleen memperhatikan putri ke tiganya sambil
menggelengkan kepala. Cara berjalan yang diseret kakinya membuat Mayleen sering
merasa tidak senang dengan kebiasaan Sarah yang selalu malas bangun pagi.
Mayleen sudah selesai didandani, begitu pula
Sarah keluar dari kamar mandi. Sarah berendam dengan air hangat hampir satu jam
lamanya. Mamanya sudah terlihat cantik dengan gaun berwarna merah sama dengan
warna pakaian Sarah dan Serena Li.
“mama cantik sekali..” puji Sarah
“terima kasih sayang….” Mayleen tersenyum kepada
Sarah.
'Mulut anaknya bisa juga mengeluarkan perkataan yang
manis.' Puji Mayleen dalam hati.
“Kamu duduk disini,jam 8 pagi acara keluarga
sudah akan dimulai.” Kata Mayleen kepada Sarah Li
“tolong buat anak ku ini cantik. Hari ini mungkin
dia akan bertemu jodohnya.” kata Mayleen kepada penata rias dari team Alex
Penata rias itu mengangguk sambil tersenyum.
“mama….” protes Sarah Li
“kenapa??”
“apa mama berniat sekali mengeluarkan aku dari
rumah?? Aku masih mau tinggal bersama mama selama ribuan tahun lagi.” kata
Sarah Li sambil memeluk Mayleen.
Mayleen tertawa “anak pintar, jika kamu bersikap
manis kepada mama setiap hari. Maka mama akan membiarkan kamu bersama mama
selama ribuan tahun.” Mayleen mengusap lembut rambut Sarah dan kemudian mencium
keningnya
“sudah cepat sana, papa sudah menunggu mama
dibawah. Ini sudah jam 7 pagi.”
Sarah melepaskan pelukannya dari mamanya dan
mengikuti perkataannya.
Serena Li memperhatikan Sarah dari kaca,
sepertinya seingat Serena adik kecilnya tidak pernah bersikap begitu manis
kepada mamanya. Ia biasanya bicara dengan acuh tak acuh kepada mama mereka.
Apakah terjadi sesuatu di desa sulam ketika dia pergi… pikir Serena Li
“lakukan seperti yang dikatakan mama” kata Sarah
Serena langsung duduk tegak dan mulutnya
membentuk huruf O.
“adik, apa terjadi sesuatu di desa bunga?? Kepala
kamu terbentur sesuatu?” Serena Li langsung berdiri dan memeriksa kepala Sarah
Li. Bagaimana mungkin adiknya yang terkenal keras kepala bisa berubah hanya
__ADS_1
dalam waktu 3 hari saja. Kalau kepalanya tidak terbentur sesuatu pasti ada yang
salah dimakan adiknya.
“kakak….berhentilah melakukan hal itu.” Sarah
cemberut karena rambutnya yang panjang menjadi berantakan karena Serena Li.
“kalau kamu bersikap manja kepada papa itu sangat
wajar, tapi kalau kamu bersikap manja kepada mama. Ini adalah pertama kalinya
aku melihat kejadian langkah ini.”
“aku rasa biasa saja, kakak terlalu
membesar-besarkan.” kata Sarah yang masih cemberut menatap Serena. Untung saja
penata rias dan rambut belum melakukan apapun kepadanya, jika sudah…selesailah
sudah harus mengulang dari awal lagi.
“Sarah Li, kamu memang berbeda. Kamu tidak
seperti kamu yang biasa.” Serena masih memperhatikan Sarah Li yang sudah mulai
di dandani oleh penata riasnya.
“aku rasa tidak ada yang aneh dengan ku. Biasa
saja, aku hanya merasa lelah selalu berdebat dengan mama. Lebih baik seperti
sekarang, tenang dan damai tidak ada suara mama yang berteriak kepadaku.” Sarah
Li memejamkan matanya dan mulai menikmati wajahnya yang di dandani.
Hampir 30 menit, Sarah Li membuka matanya dan
didepannya ia sudah menjadi orang yang berbeda. Make up yang flawless membuat
dirinya cantik lebih natural. Head piece bunga yang terpasang dikepalanya
dengan rambut model half twisted braid membuat Sarah semakin terlihat cantik.
Sarah memiringkan kepalanya sambil melihat model rambutnya dari samping kanan
dan kiri. Ternyata sangat bagus, selama ini ia hanya tahu mengikat rambutnya
dengan model kucir ekor kuda.
yang berpotongan pendek. Model head piece bunga sama dengan model yang
digunakan Sarah Li. Batu ruby berwarna merah sangat cocok dengan gaun merah
yang dikenakan kedua nona muda keluarga Li ini. Head piece yang dipesan bulan
yang lalu oleh Mayleen memang sangat bagus digunakan dengan gaun yang digunakan
kedua putrinya.
Selera berbusana Mayleen tidak perlu diragukan
lagi, hidup beratus-ratus tahun lamanya membuat dirinya lebih berpengalaman.
Mayleen juga memegang usaha fashion yang sangat terkenal didalam negeri. Sarah
Li mendapat pekerjaan baru dari mamanya untuk mengembangkan usaha keluarga Li
ini ke pasar internasional, atas saran dari papanya mereka harus melakukan
kerja sama dengan PerusahaanLong yang memiliki akses besar dalam urusan
usaha Fashion diluar negeri.
Pintu kamar Sarah Li diketuk, salah satu penata
rias membuka pintu. Alex berdiri didepan pintu. Pria paruh baya itu sudah
bersiap dengan jas berwarna hitam dan dasi berwarna hitam dengan motif garis
merah.
****
Alex sudah bersama keluarga Li selama 100 tahun
lebih, ia berasal dari klan kucing. Dahulu, Andy Li bertemu dengan Alex secara
tidak sengaja ketika berjalan dipinggir hutan. Saat itu mereka sedang berkemah
bersama seluruh keluarga, Alex ditemukan dipinggir sungai dengan kondisi penuh
luka diseluruh tubuhnya.
Andy Li membawa Alex pulang kerumah dan merawat
__ADS_1
dirinya sampai sembuh. Setelah sembuh, Andy Li mempersilahkan Alex untuk
kembali kepada keluarganya, ia mengatakan sudah tidak mempunyai keluarga lagi.
Seluruh keluarganya sudah dibunuh oleh klan elang, tidak ada yang tersisa.
Hanya dirinya yang selamat dari peristiwa itu, tubuhnya terdampar jauh
dan terbawa air sungai hingga ditemukan oleh Andy Li secara tidak sengaja.
Sejak saat itu Alex menjadi asisten pribadi
keluarga Li. Segala urusan yang berhubungan dengan keluarga Li akan berhubungan
dengan Alex terlebih dahulu. Dia juga adalah tangan kanan keluarga Li. Bagi
Sisca, Serena dan Sarah, Alex seperti paman mereka sendiri. Mereka sudah
seperti keluarga sendiri yang tidak terpisahkan.
Demikian juga dengan dirinya, baginya keluarga Li
sudah menjadi darah daging. Kebaikan keluarga Li tidak akan bisa dibalasnya,
meskipun ia mengabdikan diri selamanya dikeluarga ini. Terkadang orang luar
serasa orang dalam.
****
Alex tersenyum melihat Serena dan Sarah Li yang
sudah selesai berpakaian dan berdandan. Melihat Serena dengan make up sudah
biasa bagi Alex. Tapi melihat Sarah Li dengan pakaian feminim dan make up
seperti ini. Sangat jarang ditemui, bahkan pernikahan Sisca sebelumnya ia tidak
mengenakan pakaian seperti ini dan tidak menggunakan make up sama sekali. Sarah
tampil apa adanya dengan kemeja dan celana jeans kesukaanya.
“anda sangat cantik…” puji Alex
“aku sudah tahu…” jawab Serena dengan bangga
sambil memamerkan pakaian yang dikenakannya kepada semua orang. Berputar
didepan kaca sambil menyibakkan rambut pendeknya.
“paman, apakah aku terlihat aneh?” tanya Sarah Li
ragu sambil memegang gaun merah panjangnya.
“tidak keponakan ku, kamu sangat cantik.”
“benarkah??” jawab Sarah dengan senyum malu-malu.
“terima kasih” katanya lagi.
Serena memperhatikan adiknya yang terlihat
malu-malu dengan pakaian seperti ini.
Serena berbisik kepada Alex tanpa sepengetauhan
Sarah
"bukan kah paman merasa ada yang aneh dengan
adik kedua??"
"aku rasa juga begitu" bisik Alex
"Dari mulai ditempat fiting baju, nona
ketiga Li sudah menunjukkan hal aneh. Pertama kalinya memakai dress, kemudian
semalam ia menyapa nyonya Li dengan sangat hangat. Bukankah sangat luar
biasa?" puji Alex.
"paman, sebenarnya..tempat kita fiting baju
semalam itu milik siapa??" Tanya Serena sambil terus mengamati Sarah yang
sedang memilih sepatu yang mau kenakannya.
"itu adalah usaha milik bersama nyonya Li
dan nyonya Long."
"pantas saja, semalam ada tante Huanran di
tempat itu. Ternyata seperti itu ya..." Serena berkata sambil
__ADS_1
menganggukkan kepalanya. Ia sudah bisa membaca keadaan yang akan terjadi.