
Sejak kejadian itu, Sarah Li dan Daniel seperti perang dingin. Sarah sama sekali hemat bicara kepada Daniel. Ia
hanya bicara seperlunya, bertingkah seperti tidak ada kejadian saat mereka bersama keluarga mereka dan ditengah orang lain.
Awalnya sulit bagi Sarah, karena setelah satu hari kejadian tersebut Sarah menjadi pusat pembicaraan
diperusahaan. Ditambah lagi ia sama sekali menghindari komunikasi secara langsung kepada Daniel. Orang yang melihat mereka merasa ada hal tidak biasa antara mereka. Untuk menghindari semua itu, didepan banyak orang Sarah Li tetap berbicara dengan ramah kepada Daniel Long dan terkadang bersikap manja kepadanya. Tapi saat mereka berdua, Sarah akan menjauh dari Daniel.
Daniel terlihat pasif untuk berdamai dengan Sarah, Sarah pun tidak mau memperpanjang semuanya. Pergi kerja bersama setelah masuk kantor Sarah akan keluar lebih dahulu dan berlari mengindar dari Daniel. Pulang kerja bersama dan ketika tidur Sarah akan menunggungi Daniel.
Hari ini adalah acara resepsi pernikahan Serena Li dan Chandra. Sesuai konsep yang mereka inginkan adalah tema outdoor ditepi pantai. Hanya didatangi oleh keluarga dan sahabat dekat. Tema ‘putih’ semua yang datang mengenakan pakaian serba putih.
Sarah Li mengenakan gaun jenis midi dress dengan bahan brokat berwana putih. Pakaian yang dikenakan Sarah, sama dengan yang dikenakan Sisca Li. Karena ini adalah pakaian yang dipilih Mayleen untuk kedua putrinya.
Tatanan rambut yang sama, sleek low bun dengan hiasan bunga melati berwarna putih disisi kiri dan kanan sanggul mereka.
Dari pagi hari ketiga putri keluarga Li sudah sibuk berdandan dan meninggalkan suami mereka dikamar. Tidak ada yang mengetahui model dandanan dan juga model pakaian yang digunakan mereka har ini.
“bagaimana apakah kita sudah telihat cantik??” Serena mengenakan gaun pernikahan sederhana model A Line dress menjadi pilihan Serena. Dibagian paha kebawah mengembang membentuk huruf A. Bagian pinggang terlihat pas dipinggang Serena yang langsing. Rambut Serena Li yang pendek seleher dibiarkan tanpa sanggul apapun. Ia hanya mengenakan head
piece bunga dikepalanya. Sesuai dengan tema pernikahan idamannya yaitu ‘sederhana’.
Dengan sponsor pernikahan adalah adik iparnya sendiri. Ketiga saudara perempuan ini bahkan belum melihat bagaimana dekorasi pernikahan yang disiapkan team Daniel. Serena Li sudah bertanya berkali – kali kepada Sarah. Sarah Li mengatakan tidak mengetahui apapun mengenai konsep acara hari ini.
Walau pada awalnya Serena dan Sisca curiga dengan Sarah Li tapi kemapuan acting Sarah sangat luar biasa. Ia
bisa menutupi semua dengan sangat sempurna.
Lisa menggunakan perhiasan keluarga Long, satu set perhiasan dengan batu zamrut berwarna hijau tosca, menambah cantik penampilan Sarah.
“memang beda kelas menantu keluarga Long, walau pakaian sederhana sekalipun. Perhiasan yang dikenakan tetap membuat dia menjadi lebih mewah dibandingkan kita.” Serena Li menghela nafas sambil menatap kecermin memastikan dandanannya sudah sempurna.
__ADS_1
“aku akan melepaskannya jika membuat kakak kedua tidak nyaman melihatnya.” Sarah Li akan membuka kalung dilehernya.
“hei adik kecil aku hanya bercanda…” Serena tertawa melihat Sarah Li.
“kakak paham, kalau kamu belum terbiasa dengan semuanya. Yang kamu lakukan kali ini sudah sangat baik. Menghargai tradisi keluarga. Mereka pasti akan senang melihatnya. Karena jujur ini pertama kali kamu mengenakan perhiasan ini.” Sisca Li tersenyum dengan tulus melihat ke Sarah Li sambil mengusap pundak adik keduanya itu.
“ya… mereka sangat menyayangiku seperti anaknya sendiri…” Sarah Li melihat kearah luar jendela. Pasir putih dan langit biru selalu terlihat sempurna dimata Sarah.
“apa kalian tidak ada niat membeli rumah?? Kalian berpindah dari satu rumah kerumah yang lain. Aku rasa Daniel tidak begitu miskin untuk membeli sebuah rumah saja”.
“kakak kedua, kamu ini teralu jujur. Dia mungkin tidak bisa membeli rumah untuku, tapi dia memberikanku satu
perusahaan baru.” Sarah Li tertawa bercanda dengan kedua saudaranya.
“memang kalian pasangan yang sangat unik.” Serena menaikkan ujung bibirnya sambil berbicara
“aku hanya merasa, jika kami pindah kerumah sendiri mungkin tidak sekarang. Karena bagaimana pun kedua orang tua kami berdua butuh waktu untuk menerima kalau anak mereka sudah menikah. Aku juga tidak ingin meninggalkan kedua orang tua kita, aku rasa dia pun sama.”
dirimu kearah yang lebih baik. Merubah tanpa memaksa. Merubah tanpa menanggalkan identitas dirimu yang sebenarnya. Kakak suka itu.” Sisca Li berdiri dihadapan Sarah Li yang berdiri didekat jendela sambil menatap kearah pantai.
Sarah mengangguk kemudian bicara “setelah kita menikah, kita bertiga belum pernah tidur bersama lagi… “ Sarah Li mengerucutkan bibirnya menatap kearah kedua saudaranya.
“tenang saja,,,, nanti kita atur jadwal kita untuk bersama ya…. Sepertinya tidak mungkin hari ini. Minggu depan
acara resepsi pernikahan kalian berdua. Sepertinya kita sangat sibuk ya…” Serena bicara sambil memutar gaunnya kekiri dan kekanan.
“bagaimana penampilanku…” kata Serena.
Sisca dan Sarah saling bertukar pandangan dan melirik kearah Serena. Dengan kompak mereka berdua berjalan kearah Serena dan berdiri disamping kanan dan kirinya
“kamu terlihat sangat cantik.” puji Sisca
__ADS_1
“ya…. tidak ada yang lebih cantik dibandingkan putri dari Andy Li dan Mayleen” kata Sarah sambil tertawa
merangkul kedua saudaranya.
Alex masuk keruangan kamar hotel.
“setiap hari kalian bertiga semakin terlihat dewasa dan cantik.”
“maaf paman…. kami bertiga sudah menikah dan tidak ada niat mencari pria pengganti.” kata Serena sambil menggoda
Alex
Alex mengusap kepala Serena dengan lembut “semoga kamu selalu bahagia anak ku…” mata Alex berkaca – kaca ketika mengatakan hal itu kepada Serena.
Sisca dan Sarah ikut memiringkan kepalanya kearah Alex. Alex tertawa sambil menyeka ujung matanya dengan jari telunjuknya. Rasa haru melihat ketiga putri keluarga Li yang ikut dibesarkan dirinya. Menganggap mereka seperti anak sendiri. Melihat mereka tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menikah dengan pria yang dicintainya.
Walau tidak memiliki hubungan darah, tapi perlakuan keluarga ini sangat hangat kepada dirinya. Tidak pernah sekalipun mereka mempelakukan dirinya seperti orang luar. Alex mengusap rambut ketiga putri Li dengan penuh kasih sayang. Mereka berempat saling merangkul satu sama lain. Dan keluar dari kamar hotel menuju tempat resepsi pernikahan ditepi pantai.
Dilobby Andy Li sudah menunggu ketiga putrinya dengan pakaian setelan jas berwarna hitam dengan kemeja dalam berwarna putih.
Andy Li memegang tangan Serena Li. Serena Li mengenggam tangan Andy Li dengan senang hati. Ketika Alex ingin pergi dari kedua putri Andy Li, Sarah dan Sisca saling memberikan kode mata untuk menggandeng tangan Alex dari sisi kanan dan Kiri. Merka berjalan dibelakang Andy Li dan Sarah Li
“nona muda Li, aku tidak pantas sebagai pengiring pengantin..” kata Alex
“siapa bilang…. paman sudah menggunakan setelan jas dengan dasi kupu – kupu seperti ini. Sungguh terlihat tampan.” Sarah Li menyandarkan kepalanya dipundak Alex
“paman adalah bagian dari kami. Bukan kah begitu papa??” tanya Sisca Li
“tentu saja bagaimana pun mereka adalah keponakan mu Alex… Kamu tentu saja harus mejadi pengiring pengantin anak – anak.” Andy Li berbicara sambil menganggukkan kepalanya kepada Alex memberikan isyarat persetujuan untuk keinginan putrinya.
Mereka bertiga berjalan menuju tempat acara pernikahan. Karangan bunga disisi kanan dan kiri serta membentuk setengah lingkaran menjadi tempat yang sangat sempurna bagi pengantin wanita memasuki tempat acara.
__ADS_1
Sarah dan Sisca melihat dekorasi bunga yang sangat sempurna. Sepanjang jalan menuju altar pernikahan ditaburi kelopak bunga mawar putih. Lantai dilapisi rumput sintetis. Daniel Long mampu merancang dekorasi taman bunga ditepi pantai. Satu kata dipikiran ketiga putri keluarga Li adalah “sangat sempurna”.