Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 15


__ADS_3

Mayleen dan Huanran mendatangi ketiga putri


Mayleen. “Boleh kami bicara sebentar sayang” kata Huanran sambil memegang bahu


Sarah. Kedua putri Mayleen melihat Huanran dengan senyuman ramah. Berbeda


dengan Sarah yang terlihat canggug karena perbuatan kakak pertamanya. Kemudian


ia melirik kearah kedua saudara perempuannya. Ini akibat ulah mereka berdua, ia


harus dipanggil oleh para orang tua.


Dengan ragu Sarah Li mengangguk perlahan,


kemudian berdiri dan mengikuti kedua ibu itu membawanya ke rungan tamu. Sarah


menyempatkan diri  berbalik badan sambil menyipitkan matanya menatap kedua


saudaranya.


Begitu sampai diruang tamu, Mereka semua duduk


dan Sarah duduk ditengah diantara Mayleen dan Huanran.


“kami mendengar semua pembicaraan kalian bertiga


tadi, “ kata Mayleen.


“apa kamu menyukai Daniel sayang?” tanya Huanran


sambil membelai rambut Sarah


“aku....aku....” Sarah Li menarik nafas panjang.


Jika sekarang dirinya adalah dirinya yang 4 hari yang lalu, maka dengan sangat


mudah ia akan menjawab kalau tidak ada perasaan apapun dihati Sarah untuk


Daniel.  Lidahnya sulit diajak berkerja sama saat ini.


“mama paham kalau kamu tidak pernah berhubungan


dengan pria mana pun, tentu kamu belum cukup pengalaman dalam hal seperti ini.


Jika kamu mau bagaimana kalau hubungan kalian serahkan kepada kami??” Mayleen


terlihat sangat bersemangat dalam hal perjodohan putri bungsunya.


“mama, tidak ada yang bisa dibanggakan


dariku...Aku tidak merasa pantas untuk bersama dengan Daniel.” Susah payah


Sarah mencari alasan yang tepat untuk bisa menolak perjodohan ini. Dan alasan


ini yang terlintas di pikirannya.


“siapa bilang kamu tidak pantas... Kamu sangat


cantik, baik, hormat kepada orang tua dan seorang yang pantang menyerah. Tante


sebagai calon mertua kamu sangat senang jika kamu kelak menjadi menantu


dikeluarga kami.


“tante aku tidak cantik, tingkah laku aku seperti


anak laki-laki, aku tidak ingin mempermalukan keluarga tante.” Sarah masih


tidak menyerah untuk berjuang menolak perjodohan ini.


“kamu cantik dengan apa adanya dirimu. Kami


menyukai kamu yang tampil apa adanya.” Jawab Huanran dengan penuh


kebijaksanaan.


“aku masih sering membuat mama marah, belum bisa


menebus semua kesalahan yang aku buat selama beratus-ratus tahun.” Kata Sarah


dengan mata berkaca-kaca. Berhadap bantuan akan datang dari mamanya.


Mayleen menggengam tangan Sarah “mama selalu


memaafkanmu. Selama beberapa hari ini mama melihat perubahan yang luar biasa


dari mu. Tapi satu hal yang pasti, walau kamu menikah nanti...mama yakin pasti


suami kamu akan memberikan ijin kamu mengunjungi kedua orang tuamu. Bukan kah

__ADS_1


begitu kakak Huanran??” Mata Mayleen berkedip menatap Huanran


“tentu saja sayang, jika Daniel berani menindas


kamu, kamu tinggal bilang. Tante akan pukul dia dengan sapu.” Huanran berkata


sambil merapatkan giginya dan membesarkan matanya. Ia terlihat sangat serius


dengan apa yang dikatannya saat ini.


“aku tidak sanggup menjadi seorang ibu rumah


tangga...” Sarah menundukkan pandangannya.


Andy Li dan David ternyata sudah ada didalam


ruangan yang sama dan duduk dihadapan Sarah.


“kamu tetap bisa melakukan apa yang kamu


inginkan, Group Li terkenal dengan 3 wanita super dan dibelakang mereka berdiri


seorang Andy Li yang selalu mendukung ketiga putrinya. Selamanya tidak akan


terganti. Inilah Group Li. Om tidak akan merubah semua itu. Kamu bisa tetap


berkarir dan membesarkan perusahaan Li selamanya” jelas David


Andy Li tertawa mendengar perkataan David “terima


kasih atas pujiannya dan dukungannya...” jawab Andy


“aku tidak memuji, ini adalah kenyataan. Semuanya


tidak akan tergantikan anak ku. Kamu akan tetap menjalankan karier yang


sekarang kamu jalani.” David berusaha menyakinkan Sarah.


Sarah menatap penuh harap kepada Andy Li. Hanya


papanya tumpuan terakhir Sarah, jika papanya tidak bisa menolong. Maka tidak


akan ada pilihan lain, suka tidak suka harus dijalani.


“kalau papa….semuanya terserah Sarah. Lebih baik


berkenalan dahulu jika kamu merasa terbebani dengan semua ini. Papa paling


akan kamu sampaikan nanti”


Perkataan Andy Li memberikan angin segar bagi


Sarah. Sekarang hanya tinggal meyakinkan mereka semua kalau ia ingin mengenal


Daniel terlebih dahulu. Bagaimana pun ia baru melihat Daniel beberapa hari yang


lalu kemudian berkenalan baru semalam. Tiba - tiba membahas pernikahan


sepertinya tidak masuk akal.


Daniel masuk kedalam ruangan “kalian mencariku….”


Suara Daniel memecah kesunyian dalam ruangan dan semua mata menatap kearahnya


yang berjalan kearah mereka.


Daniel masuk kedalam ruangan dengan kaos putih


dibagian dalam dan kemeja kuning yang tidak dikancing bagian luar. Celana


pendek selutut yang dikenakannya memberikan kesan santai ketika melihatnya.


Model rambut militer dengan bagian sisinya pendek rambut tidak lebih dari inci


dan bagian atas rambut atas kepala yang terilhat bervolume panjangnya. Kesan


rapi dan bersih akan dirasakan setiap orang yang melihat Daniel pertama kali


dan kesan itu masih sama ketika melihatnya dengan sangat jelas pada hari ini.


Sarah Li tidak merasa tertekan sama sekali, tapi


ketika melihat Daniel berjalan kearahnya ada perasaan yang sulit dijelaskan.


Ada rasa rindu yang tiba-tiba muncul di hati Sarah Li. Air matanya tiba-tiba


menetes di pipi Sarah. Dengan bingung Sarah Li, menghapus air mata di pipinya.


Ia melihat air mata di jari tangannya.

__ADS_1


Para orang tua menatap kearah Sarah dan Daniel


bergantian. Kemudian mereka saling bertukar pandangan. Sarah  Li merasa


tidak ada yang perlu ditangisinya, kenapa air matanya bisa mengalir dengan


sendirinya? Sarah melihat kearah sekitar, tatapan mereka semua tertuju kepada


dirinya.


Sarah menatap keempat orang tua yang sedang


mematung memperhatikan dirinya. Ia mulai menanyakan apa yang terjadi dengan


dirinya, kemudian Sarah melihat  Daniel yang masih mematung sambil menatap


kearahnya. Dengan cepat ia menundukkan pandangannya kearah ujung kakinya.


Mereka sejenak hening sesaat sambil memperhatikan


Sarah yang masih menunduk dengan wajah yang bingung. Kemudian Huanran memecah


keheningan suasana di ruang tamu tersebut


“kamu tidak apa-apa sayang??” sambil mengusap


pundak putrinya


Sarah hanya mengangguk pelan, ia sendiri juga


tidak mengerti dengan apa yang baru saja dialaminya.


“maaf semuanya aku permisi dahulu.” Sarah Li


membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada semua orang tua, diam sejenak


melihat kearah Daniel dan kemudian berjalan dengan cepat menuju keluar rumah.


Sarah berjalan kearah pantai, ditengah pasir


putih menuju pinggir pantai Sarah membuka sendalnya dan membiarkan ombak


menghempaskan kakinya. Tiba-tiba ia merasakan jiwanya kosong, tidak ada yang


dipikirkannya saat ini. Sarah melihat sekeliling pulau. Ketika angin menerpa


wajahnya dalam waktu singkat Sarah Li hilang dari pandangan mata. Seperti


hilang tersapu angin.


Para orang tua memperhatikan Sarah yang sedang


berdiri di pinggir pantai.


Mayleen sangat panik melihat Sarah Li yang


menghilang secara tiba – tiba. Kemampuan teleportasi Sarah tidak terlalu baik.


Ia takut terjadi hal yang buruk menimpa anaknya.


“suami…kamu cepat rasakan kemana anak kita, aku


tidak mau hal buruk terjadi padanya. Kamu tahu dia kan…..” Mayleen menggenggam


lengan Andy Li yang sedang memejamkan matanya mencari energy putri ketiganya.


“biar aku saja yang pergi… Aku tahu kemana dia


sekarang.” selesai bicara Daniel pun hilang sama seperti Sarah yang tersapu


angin.


“percayakan saja kepada Daniel, dia pasti akan


menjaga Sarah dengan baik.” kata David sambil menepuk pundak Andy Li pelan.


“aku harap tidak terjadi apapun kepada anakku..”


Mayleen mengaitkan kedua jari tanganya, dalam hatinya tidak berhenti berharap


kalau anak ketiganya akan baik – baik saja.


Huanran merangkul Mayleen, “ada Daniel maka semua


akan baik – baik saja. Aku yakin itu, kemampuan Daniel sudah diatas rata –


rata. Belum lagi pulau ini sudah disegel dengan kekuatan kami, klan mana


pun tidak akan berani mendekat kedaerah kita. Kamu tenang lah….” Huanran

__ADS_1


mengusap pundak Mayleen memberikan dirinya dukungan.


__ADS_2