Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 48


__ADS_3

Rapat kali ini belum sesuai dengan harapan Daniel


Long, Sarah juga belum memahami apa mau direktur utama perusahaan Long ini.


Semua hal terbaik sudah diberikannya untuk kerja sama ini.


“saya harap, jika memang semua usulan yang saya


sampaikan tidak ada yang sesuai dengan keinginan dari Direktur Long. Besar


harapan kami agar direktur mau memberikan saran mengenai proyek kerja sama


kita. Jika Anda sangat sibuk, melalui James juga tidak masalah untuk


membahasnya.” jelas Sarah panjang lebar.


“jika anda terlalu sibuk dan anda setengah hati


menjalankan kerja sama ini, kita batalkan saja kerja sama ini.”  Daniel


Long mula menunjukkan sikap arogannya.


“kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk


memberikan saran terbaik. Kami harap anda mempertimbangkan lagi.” Sarah sudah


berusaha sebaiknya untuk menahan rasa kesalnya. Wajahnya tetap tersenyum walau


tangannya sudah mengepal kuat.


“nona ketiga Li, bagi kami menanamkan modal itu


sama seperti menanam sebuah pohon. Kami harap pohon itu tumbuh besar,daunnya


lebat dan bisa menghasilkan buah yang banyak.  Sama seperti


sekarang,  Kami menanamkan uang diperusahaan Li tentu saja berharap


mendapatkan keuntungan yang besar. Untuk apa kami mengeluarkan uang banyak,


tapi tidak ada hasilnya.” Daniel berbicara dengan wajah dinginnya.


Sarah menundukkan kepalanya “maaf jika kami belum


bisa membuat anda puas dengan kerja sama ini.”


“saya selalu memiliki ekspektasi yang tinggi


terhadap nona ketiga Li yang selalu memiliki ide kreatif dalam bisnis, tapi


jujur setelah kita bertemu dan berbicara tentang bisnis. Saya jadi pesimis


dengan semuanya. Lebih baik anda menjadi ibu rumah tangga saja. Menikah dengan


ku dan anda akan hidup tenang dirumah tanpa membuang banyak waktu orang seperti


ini.”


Sarah sudah kehilangan kesabaran. Satu gerakan


dari tangannya membuat pipi Daniel Long berwarna kemerahan dengan cap telapak


tangan Sarah. Mata Sarah berkaca – kaca.


“ucapan anda sudah keterlaluan. Saya akan mundur


dari kerja sama ini. Saya akan serah terima dengan direktur Serena untuk


pekerjaan saya, semoga anda puas.”


Sarah Li berjalan keluar dari ruangan rapat


sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Ini pertama kali baginya


harus berurusan dengan orang keras kepala dan keras hati seperti Daniel Long.


Sarah berjalan dengan cepat menuju lift, Nana yang mengikutinya hanya diam


mengikuti langkah kaki Sarah yang berjalan dengan cepat.


“sialan.. baru kali ini bertemu dengan orang


menyebalkan seperti dia.” Sarah akhirnya buka suara setelah sampai


diruangannya. Kata Sarah sambil melemparkan buku notesnya yang berwarna ungu ke


meja kerjanya.


“tenanglah nona ketiga Li, semuanya bisa

__ADS_1


dibicarakan dengan baik – baik . “ Nana berusaha menenangkan hati Sarah Li yang


sudah terbakar api amarah.


“orang seperti dia tidak bisa bicara dengan kata


– kata, lebih baik bicara menggunakan alat.” Sarah mengehela nafas kemudian


dalam satu tegukan menghabiskan air mineral dimejanya.


Sarah baru kali menangis karena seseorang, ia


kembali menyeka air matanya. Karena emosi yang tidak bisa dilampiaskan air


matanya tidak bisa berhenti mengalir di pipinya.


“aku kesal. Aku tunangannya, bisa – bisanya dia


bicara seperti itu kepadaku. Dia kira aku tidak bisa kerja. Dia anggap apa aku


ini??” protes Sarah sambil menghapus air matanya dengan tisu yang terletak


dimeja kerjanya.


Pintu ruangan sarah terbuka. Tanpa ada ketukan


dan ijin sebelumnya.


“apa yang terjadi?” kata Serena dengan panik


masuk keruangan Sarahkemudian duduk dibangku depan menja kerja Sarah.


“papa baru saja menghubungiku. Katanya kerja sama


dalam fashion akan dialihkan kepada ku.” sambung Serena


“kamu kenapa? Kenapa kamu menangis? Wah.. seorang


Sarah Li bisa dibuat sampai seperti ini oleh Daniel Long? Aku akan membuat


perhitungan dengannya.” Serena yang terkejut melihat Sarah menangis tanpa


menunggu jawaban dari Sarah Li, ia langsung keluar dari ruangan Sarah dengan


cepat. Kebetulan Daniel melintas kerena akan mendatangi ruangan Andy Li.


“kemari kamu,,,,,  “ kata Sarena sambil


“apa yang kamu yang lakukan dengan adik kecil?”


Andy Li mengerutkan keningnya melihat kejadian


yang begitu tiba – tiba diruangannya “ada apa ini?”


“pria ini membuat seorang Sarah Li menangis.


Sarah yang begitu keras kepala dan tidak pernah menangis walau mendapatkan


hukuman berat dari mama. Apa yang kamu lakukan kepadanya?”


Sarah Li sudah mendengar keributan di luar


ruanganya. Begitu keluar dari ruangannya, ia melihat Serena sudah menarik


Daniel Long masuk kedalam ruangan Andy Li.


Sarah segera mengikuti mereka dan masuk kedalam


ruangan kerja Andy Li dan suasana sudah menjadi tegang. Mata Sarah masih


berkaca – kaca. Begitu Sarah Li masuk kedalam ruangan, Serena langsung


mendekatinya dan berkata.


“lihat wajahnya, dia sangat sedih kamu perlakukan


seperti itu.” Serena bicara sambil memegang pipi Sarah dan mengarahkan kepada


Daniel Long..


“jelaskan kepada papa dahulu, ada apa ini. Kamu


kenapa anakku?” Andy Li bingung dengan kegaduhan yang terjadi tiba – tiba


diruangannya. Matanya menatap satu persatu orang diruangannya.


Sisca yang duduk dihadapan Andy Li juga ikut


bingung. Ia memilih untuk diam dan melihat situasi yang terjadi tanpa ikut

__ADS_1


campur terlebih dahulu.


Jika tidak salah mengingat Daniel Long


menghubungi Andy Li untuk mengganti penanggung jawab proyek kerja sama fashion


ini kepada yang lain. Daniel beralasan karena Sarah akan sibuk mengurus


pernikahan mereka. Andy Li menyarankan proyek kali ini akan dipegang oleh


Serena dengan alasan Chandra juga memiliki usaha dalam bidang yang sama.


Sarah Li segera menutup pintu ruangan papanya,


hanya ada mereka berlima didalam ruangan. Sarah bersandar di pintu dan berdiri


dengan kaku sambil memperhatikan keadaan sekitar. Sarah melepaskan tangan


Serena diwajahnya


“tidak ada apa – apa pa.”jawab Sarah sambil


menunduk.


“adik kecil... jika ia menindas mu katakan saja


terus terang.” Serena kembali cengkaram jas Daniel.


“sudah,,, sudah.... “ Sisca bangkit dari tempat


duduknya dan melepaskan tangan Sarena dari kerah jas Daniel. Kemudian merapikan


jas Daniel dan menyuruhnya duduk di kursi depan Andy Li. Kemudian ia berjalan


lagi kearah Sarah.


Sisca menuntun Sarah Li untuk duduk disamping


Daniel.


Andy Li yang berada dihadapan mereka berdua,


melihat Daniel dan Sarah secara bergantian.


“kalian bertengkar?” tanya Andy Li


“tidak... “ kata Sarah


“ya...”  jawab Daniel


Mereka berdua menjawab Andy Li secara bersamaan.


Kemudian mereka saling memandang, dengan cepat Sarah membuang pandangannya


kearah lain.


“maaf...” perkataan singkat dari Daniel


Long,  membuat Sarah memalingkan wajahnya dan menundukkan pandangannya.


Matanya kembali berkaca - kaca.


“ah.... hanya salah paham. Biasa itu, menjelang


hari H biasanya masing – masing pasangan memiliki ego yang meningkat.” kata


Andy Li


“kebetulan kalian semua sudah berkumpul, papa


akan mengatakan sesuatu.” begitu Andy Li berkata, Sisca dan Serena mendekat


kemeja kerja papa mereka.


“masalah kerja sama dengan perusahaan Long, papa


akan meminta Serena Li yang akan melanjutkan proyek ini. Tidak ada alasan


khusus, sepertinya belakangan ini papa melihat Sarah Li kurang fokus dengan


pekerjaannya. Karena ini adalah kerja sama pertama antara kedua perusahaan.


Papa tetap mengedepankan profesionalisme.” jelas Daniel.


Sarah masih menundukkan pandangan matanya, ia


tidak menduga ternyata semua orang memperhatikan kinerjanya yang sedang


menurun.

__ADS_1


“maaf pa...” kata Sarah dengan wajah tertunduk


sedih.


__ADS_2