
Rapat kali ini belum sesuai dengan harapan Daniel
Long, Sarah juga belum memahami apa mau direktur utama perusahaan Long ini.
Semua hal terbaik sudah diberikannya untuk kerja sama ini.
“saya harap, jika memang semua usulan yang saya
sampaikan tidak ada yang sesuai dengan keinginan dari Direktur Long. Besar
harapan kami agar direktur mau memberikan saran mengenai proyek kerja sama
kita. Jika Anda sangat sibuk, melalui James juga tidak masalah untuk
membahasnya.” jelas Sarah panjang lebar.
“jika anda terlalu sibuk dan anda setengah hati
menjalankan kerja sama ini, kita batalkan saja kerja sama ini.” Daniel
Long mula menunjukkan sikap arogannya.
“kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk
memberikan saran terbaik. Kami harap anda mempertimbangkan lagi.” Sarah sudah
berusaha sebaiknya untuk menahan rasa kesalnya. Wajahnya tetap tersenyum walau
tangannya sudah mengepal kuat.
“nona ketiga Li, bagi kami menanamkan modal itu
sama seperti menanam sebuah pohon. Kami harap pohon itu tumbuh besar,daunnya
lebat dan bisa menghasilkan buah yang banyak. Sama seperti
sekarang, Kami menanamkan uang diperusahaan Li tentu saja berharap
mendapatkan keuntungan yang besar. Untuk apa kami mengeluarkan uang banyak,
tapi tidak ada hasilnya.” Daniel berbicara dengan wajah dinginnya.
Sarah menundukkan kepalanya “maaf jika kami belum
bisa membuat anda puas dengan kerja sama ini.”
“saya selalu memiliki ekspektasi yang tinggi
terhadap nona ketiga Li yang selalu memiliki ide kreatif dalam bisnis, tapi
jujur setelah kita bertemu dan berbicara tentang bisnis. Saya jadi pesimis
dengan semuanya. Lebih baik anda menjadi ibu rumah tangga saja. Menikah dengan
ku dan anda akan hidup tenang dirumah tanpa membuang banyak waktu orang seperti
ini.”
Sarah sudah kehilangan kesabaran. Satu gerakan
dari tangannya membuat pipi Daniel Long berwarna kemerahan dengan cap telapak
tangan Sarah. Mata Sarah berkaca – kaca.
“ucapan anda sudah keterlaluan. Saya akan mundur
dari kerja sama ini. Saya akan serah terima dengan direktur Serena untuk
pekerjaan saya, semoga anda puas.”
Sarah Li berjalan keluar dari ruangan rapat
sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Ini pertama kali baginya
harus berurusan dengan orang keras kepala dan keras hati seperti Daniel Long.
Sarah berjalan dengan cepat menuju lift, Nana yang mengikutinya hanya diam
mengikuti langkah kaki Sarah yang berjalan dengan cepat.
“sialan.. baru kali ini bertemu dengan orang
menyebalkan seperti dia.” Sarah akhirnya buka suara setelah sampai
diruangannya. Kata Sarah sambil melemparkan buku notesnya yang berwarna ungu ke
meja kerjanya.
“tenanglah nona ketiga Li, semuanya bisa
__ADS_1
dibicarakan dengan baik – baik . “ Nana berusaha menenangkan hati Sarah Li yang
sudah terbakar api amarah.
“orang seperti dia tidak bisa bicara dengan kata
– kata, lebih baik bicara menggunakan alat.” Sarah mengehela nafas kemudian
dalam satu tegukan menghabiskan air mineral dimejanya.
Sarah baru kali menangis karena seseorang, ia
kembali menyeka air matanya. Karena emosi yang tidak bisa dilampiaskan air
matanya tidak bisa berhenti mengalir di pipinya.
“aku kesal. Aku tunangannya, bisa – bisanya dia
bicara seperti itu kepadaku. Dia kira aku tidak bisa kerja. Dia anggap apa aku
ini??” protes Sarah sambil menghapus air matanya dengan tisu yang terletak
dimeja kerjanya.
Pintu ruangan sarah terbuka. Tanpa ada ketukan
dan ijin sebelumnya.
“apa yang terjadi?” kata Serena dengan panik
masuk keruangan Sarahkemudian duduk dibangku depan menja kerja Sarah.
“papa baru saja menghubungiku. Katanya kerja sama
dalam fashion akan dialihkan kepada ku.” sambung Serena
“kamu kenapa? Kenapa kamu menangis? Wah.. seorang
Sarah Li bisa dibuat sampai seperti ini oleh Daniel Long? Aku akan membuat
perhitungan dengannya.” Serena yang terkejut melihat Sarah menangis tanpa
menunggu jawaban dari Sarah Li, ia langsung keluar dari ruangan Sarah dengan
cepat. Kebetulan Daniel melintas kerena akan mendatangi ruangan Andy Li.
“kemari kamu,,,,, “ kata Sarena sambil
“apa yang kamu yang lakukan dengan adik kecil?”
Andy Li mengerutkan keningnya melihat kejadian
yang begitu tiba – tiba diruangannya “ada apa ini?”
“pria ini membuat seorang Sarah Li menangis.
Sarah yang begitu keras kepala dan tidak pernah menangis walau mendapatkan
hukuman berat dari mama. Apa yang kamu lakukan kepadanya?”
Sarah Li sudah mendengar keributan di luar
ruanganya. Begitu keluar dari ruangannya, ia melihat Serena sudah menarik
Daniel Long masuk kedalam ruangan Andy Li.
Sarah segera mengikuti mereka dan masuk kedalam
ruangan kerja Andy Li dan suasana sudah menjadi tegang. Mata Sarah masih
berkaca – kaca. Begitu Sarah Li masuk kedalam ruangan, Serena langsung
mendekatinya dan berkata.
“lihat wajahnya, dia sangat sedih kamu perlakukan
seperti itu.” Serena bicara sambil memegang pipi Sarah dan mengarahkan kepada
Daniel Long..
“jelaskan kepada papa dahulu, ada apa ini. Kamu
kenapa anakku?” Andy Li bingung dengan kegaduhan yang terjadi tiba – tiba
diruangannya. Matanya menatap satu persatu orang diruangannya.
Sisca yang duduk dihadapan Andy Li juga ikut
bingung. Ia memilih untuk diam dan melihat situasi yang terjadi tanpa ikut
__ADS_1
campur terlebih dahulu.
Jika tidak salah mengingat Daniel Long
menghubungi Andy Li untuk mengganti penanggung jawab proyek kerja sama fashion
ini kepada yang lain. Daniel beralasan karena Sarah akan sibuk mengurus
pernikahan mereka. Andy Li menyarankan proyek kali ini akan dipegang oleh
Serena dengan alasan Chandra juga memiliki usaha dalam bidang yang sama.
Sarah Li segera menutup pintu ruangan papanya,
hanya ada mereka berlima didalam ruangan. Sarah bersandar di pintu dan berdiri
dengan kaku sambil memperhatikan keadaan sekitar. Sarah melepaskan tangan
Serena diwajahnya
“tidak ada apa – apa pa.”jawab Sarah sambil
menunduk.
“adik kecil... jika ia menindas mu katakan saja
terus terang.” Serena kembali cengkaram jas Daniel.
“sudah,,, sudah.... “ Sisca bangkit dari tempat
duduknya dan melepaskan tangan Sarena dari kerah jas Daniel. Kemudian merapikan
jas Daniel dan menyuruhnya duduk di kursi depan Andy Li. Kemudian ia berjalan
lagi kearah Sarah.
Sisca menuntun Sarah Li untuk duduk disamping
Daniel.
Andy Li yang berada dihadapan mereka berdua,
melihat Daniel dan Sarah secara bergantian.
“kalian bertengkar?” tanya Andy Li
“tidak... “ kata Sarah
“ya...” jawab Daniel
Mereka berdua menjawab Andy Li secara bersamaan.
Kemudian mereka saling memandang, dengan cepat Sarah membuang pandangannya
kearah lain.
“maaf...” perkataan singkat dari Daniel
Long, membuat Sarah memalingkan wajahnya dan menundukkan pandangannya.
Matanya kembali berkaca - kaca.
“ah.... hanya salah paham. Biasa itu, menjelang
hari H biasanya masing – masing pasangan memiliki ego yang meningkat.” kata
Andy Li
“kebetulan kalian semua sudah berkumpul, papa
akan mengatakan sesuatu.” begitu Andy Li berkata, Sisca dan Serena mendekat
kemeja kerja papa mereka.
“masalah kerja sama dengan perusahaan Long, papa
akan meminta Serena Li yang akan melanjutkan proyek ini. Tidak ada alasan
khusus, sepertinya belakangan ini papa melihat Sarah Li kurang fokus dengan
pekerjaannya. Karena ini adalah kerja sama pertama antara kedua perusahaan.
Papa tetap mengedepankan profesionalisme.” jelas Daniel.
Sarah masih menundukkan pandangan matanya, ia
tidak menduga ternyata semua orang memperhatikan kinerjanya yang sedang
menurun.
__ADS_1
“maaf pa...” kata Sarah dengan wajah tertunduk
sedih.