Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 116


__ADS_3

Sampai dilantai 8, Sarah berjalan dengan penuh kewaspadaan. Matanya perlahan – lahan menjelajah setiap ruangan dan pintu yang ada dilantai ini.


“kamu membuatku kesal, ini bukan imajinasi adik kecil. Ini adalah dunia nyata.” Serena mengomel kepada Sarah yang terlihat waspada kepada mereka.


Begitu masuk mereka disambut oleh Huanran dan Mayleen yang sudah menunggu dipintu masuk.


“akhirnya kalian kembali dengan selamat. “ kata Huanran sambil memeluk Sarah.


Sarah memperhatikan nuansa rumah bergaya klasik. Warna coklat muda dan coklat tua mendominasi seluruh ruangan. Sarah memperhatikan ada 2 lantai. Jackie dan Chandra terlihat asik bermain video game bersama.


“kalian sudah datang....” Chandra dan Jackie berbicara bersamaan dan meletakkan segera stick  game mereka.


“kalian mandi dulu. makanan sudah disiapkan.”


Serena, Chandra, Jackie dan Sisca melambaikan tangan kepada Sarah Li.


“kami mandi dulu. nanti kami akan bergabung lagi dengan kalian.” kata Sisca.


Sarah memperhatikan kedua sudaranya, yang masuk ke masing – masing ruangan dilantai 8  ini. Sejak kapan mereka mengetahui kunci ruangan dan kamar yang akan digunakan..... Sarah memiringkan wajahnya menatap mereka sampai masuk kedalam ruangan dan pintu ruangan mereka tertutup.


Ruangan Serena dan Sisca Li saling berhadapan dan berada disisi kiri rumah Daniel. Pasangan suami istri itu


sudah menghilang dari hadapan dirinya. Tapi Sarah masih mematung menatapi pintu ruangan mereka. Memastikan tidak ada yang aneh didalam sana.


“kamu lihat apa anak ku??” mereka sudah masuk kedalam rumah mereka dalam keadaan aman. Kamu tidak perlu takut.” Huanran berbicara sambil mengusap pundak Sarah yang masih terasa sakit.


“apakah masih terasa sakit??” tanya Mayleen


“sedikit...” jawab Sarah sambil menutup pintu.


“baiklah, aku mau mandi. Dimana kamarku?? Tanya Sarah sambil melihat kearah sekitar rumah.

__ADS_1


Daniel terlihat keluar dari salah


satu pintu dilantai 2. “apakah itu??’ Sarah melihat kearah Huanran dan Mayleen


bergantian.


“ya... itu adalah kamarmu. Pergilah kesana.” kata Mayleen sambil menepuk pundak Sarah Li perlahan. Sarah menaiki anak tangga satu persatu. Daniel berdiri dilantai 2 dengan pakaian kebesarannya ketika ada dirumah. Celana pendek selutut berwarna coklat tua dengan motif banyak kantung disisi kiri dan kanan celananya dan kaos polos.


Sarah merindukan Daniel yang berpakaian seperti ini. Selama ini Sarah selalu komplain kepada Daniel yang selalu mengenakan celana pendek itu dengan warna yang hampir sama setiap hari. Tidak disangka begitu ia tidak melihatnya dalam hitungan hari dengan pakaian kebesarannya, Sarah jadi meridukannya.


“kamu.... Daniel Long yang asli??” itu pertanyaan Sarah yang pertama kali ditanyakannya.


“menurutmu??” tanya Daniel balik.


“etahlah, semua hal yang aku anggap asli ternyata adalah palsu. Sekarang aku masih bingung apakah ini mimpi


atau hanya khayalanku saja.” kata Sarah sambil berlalu melewati Daniel dan masuk kedalam kamar.


“tentu saja tidak. “ jawabnya santai.


Sarah berjalan kearah ujung kamar dan menemukan sebuah pintu rahasia dan itu adalah kamar mandi. Semua susunan rumah ini memang mirip dengan kamarnya. Dengan pintu tersembunyi, Sarah bisa langsung mengetahui kalau ini adalah kamar mandi dan pintu disebelahnya adalah ruangan pakaian.


Sarah tersenyum puas dan berjalan kekamar mandi. Sepertinya memang tidak ada yang perlu dikhwatirkannya saat ini.  Pikirnya dalam hati.


Sarah baru memperhatikan tubuhnya ternyata banyak lebam dimana – mana.


‘jangan taku Sarah Li, kamu akan segera sembuh. Luka – luka ini akan segera menghilang dari tubuhmu.’ Sarah


tersenyum tipis sambil melihat pantulan dirinya pada kaca kamar mandi dan kemudian menggunakan jubah mandi menuju ruang pakaian.


Sarah melihat barisan pakaian, ia mengelilingi barisan pakaian kanan milik Daniel, kemudian kearah kiri barisan

__ADS_1


pakaian milik Sarah. Didepan Sarah adalah bagian pakaian sehari – hari Sarah dan Daniel. Semua tersusun rapi, mulai dari warna yang paling gelap hingga warna yang paling terang.


Dulu ia selalu merasa kalau Daniel Long orang yang ‘gila’ dengan sempurna. Kali ini ia mengerti apa yang


dilakukannya sekarang. Ini namanya hidup, harus teratur dan rapi. Sarah tersenyum sambil berjalan lurus. Baju romper celana pendek kesayangannya dengan warna cerah ada dihadapannya. Mata Sarah berkilat melihatnya, seperti melihat harga karun. Sarah memegang, mencium, dan memeluknya sambil berputar – putar diruangan pakaian. Rasa senang yang luar biasa keluar dari dalam hati.


Daniel seperti biasa, duduk di kursi membelakangi jendela kaca membuka tabnya dengan kacamata berbingkai emas. Sarah berjalan keluar ruangan pakaian dengan perasaan bahagia. Daniel melihat Sarah sambil menaikkan kaca matanya, memperhatikan ekspresi senang Sarah.


Sarah tersenyum kearah Daniel. Ya.... tidak salah lagi itu dia yang asli, batin Sarah mengenali suaminya


dengan sangat baik. Seorang penggila kerja, saat senggang selalu memegang laptop atau tablet miliknya. Jika menerima panggilan selalu tentang pekerjaan. Jika membahas mengenai kehidupan maka dia akan membahas mengenai pekerjaan. Orang yang ‘gila’ dengan pekerjaan. Banyak hal gila dari pria ini, yang membuat Sarah pada awalnya membenci dirinya.


Tapi entah kenapa ketika seorang Daniel Long lain yang hadir dengan sikap ramah dan selalu memanjkannya, mengikuti dirinya kemanapun ia ingin pergi, meluangkan banyak waktu untuknya, mau mendengarkan semua keluh kesah Sarah semalaman malah membuat Sarah tidak nyaman dan merindukan dirinya yang sekarang.


Dikehidupan ini mungkin ia lebih sibuk bekerja, bahkan ketika bertemu dengan Daniel Long dikantor sekalipun yang dibahas adalah pekerjaan. Pria ini memang menyebalkan dari semua sisi, karena ketika laporan kerja tidak bagus.... walau ia adalah istrinya, ia akan marah. Setelah Sarah ingat – ingat sepertinya Daniel tidak begitu kejam kepada dirinya ketika marah. Jika dibandingkan dengan orang lain , bahkan James sekalipun.


Penampilan gaya militer, wajah dingin dan menyeramkan bagi sebagian orang. Dalam hatinya sangat hangat. Jarang berbicara dan selalu menyebalkan. Tapi ketika tidak menengarkan suara aslinya dalam satu hari ternyata membuat dirinya rindu.


Sarah masih berdiri mematung, sambil menatap Daniel dengan senyum senang diwajahnya.  Daniel melihat dirinya dari atas sampai kebawah, apakah ada yang salah dengan dirinya.


‘tidak ada yang salah’ Daniel berbicara pada dirinya sendiri. Kemudian menghidupkan kamera depan tabnya dan


melihat jangan – jangan ada sesuatu diwajahnya yang membuat Sarah mentertawakannya.


‘tidak ada yang aneh.’ Daniel masih berbicara dengan dirinya sendiri dan mengerutkan keningnya melihat


istrinya yang masih tersenyum kepada dirinya.


“sudah menikmati ketampanan suamimu??” kata Daniel dengan suara lantang.


Sarah tersadar dari lamunannya dan langsung cemberut  melihat kearah kiri dan kanan. “haaah.. tuan muda long yang narsis.” Sarah Li menggelengkan kepalanya dan berbalik arah meninggalkan Daniel.

__ADS_1


Ujung bibir Sarah melengkung senang. Akhirnya bisa kembali pulang.......


__ADS_2