
“Aku menjual jiwa dan ragaku kepada manusia klan seperti kalian agar aku bisa hidup lama bersama orang yang
aku cintai. Tidak cukup dengan itu aku juga mejual diri ku kepada setan. Agar aku abadi sama seperti dia.” Andrew kembali menarik rambut Sarah dan membuat Sarah meringis kesakitan.
“kaaamu,,,,,,” Sarah berbicara sambil menahan rasa sakitnya. Kepalanya juga ikut merasa pusing karena Andrew menarik rambutnya kekiri dan kekanan sesuka hatinya.
Sarah memegang tangan Andrew dan memutarnya. Terdengar suara tulang patah dan Sarah berhasil melepaskan diri dari Andrew. Tapi sayangnya tangan Andrew masih menggenggam rambut Sarah.
Serena yang melihat tangan Andrew lepas tapi masih bergerak seperti tidak terjadi apapun berteriak histeris.
Bagaimana pun ini pertama kalinya ia melihat kejadian seperti ini dengan kedua matanya. Sarah yang menghadapinya pun tidak kalah takut. Matanya membesar melihat apa sepotong tangan ditangannya. Sarah berhasil melepaskan tangan itu dari rambutnya dan dengan tangan gemetar ia memegang potongan tangan kanan milik Andrew. Bau busuk langsung menusuk kehidung Sarah.
“aku rasa kamu terlalu banyak berpikir, aku memang dekat kepada pria manapun tapi bukan berarti aku
memberikan hatiku kepada kalian. Jika papaku menolak lamaran darimu, pasti ada hal penting yang dipikirkan dirinya untuk kebaikan semuanya.” Kata Sarah kesal melihat wajah pucat yang ada dihadapannya.
“kamu… mencintaiku…” suara beratnya seharusnya ketika menayakan hal seperti ini membuat hati tidak takut.
Tapi bagi Sarah mendengar dirinya diberikan pertanyaan seperti itu sekujur tubuhnya merinding ketakutan. Ia tidak tahu apakah Daniel berhasil selamat Jika ia memang selamat kenapa ia tidak datang kesini sekarang?? Batin Sarah bertanya – tanya . David Long juga menghilang tanpa kabar, sesuai rencana seharusnya setelah menghancurkan botol yang terbuat dari tanah liat. Ia akan naik keruangan rapat dan membantu menghentikan waktu. Saat ini ke 2 managernya sudah dalam keadaan pucat pasi melihat hal yang seharusnya tidak dilihatnya.
Sarah masih terdiam, otaknya masih memikirkan rencana apa yang harus dilakukannya saat ini.
“JAWAAABB” teriak makhluk itu membuat ruangan rapat bergema dengan suaranya yang menyeramkan.
Sarah terkejut dari lamunannya.
“sialan, beraninya kamu menakut – nakuti orang yang ada disini. Dimana pikiranmu.” bentak Sarah kesal yang merasa telinganya berdenging setelah mendengar Andrew berteriak.
Serena dan Sisca menarik Sarah kearah belakang sedikit menjauh dari makhluk itu.
“tenang sedikit adik kedua.” kata Sisca dengan serius.
“kalian pergi keluar dahulu.” kata Sisca sambil melirik kearah dua managernya. Pintu terbuka dan kedua manager itu akan berlari kearah pintu. Kepala Andrew lepas setelah ia menggerakkannya kearah kiri dan kanan. Kemudian memutarnya dengan sangat cepat. Kepalanya berterbangan disekitar ruangan dan berhenti didepan pintu. Membuat manager yang melihatnya jatuh pingsan seketika.
Andy Li menggunakan telpati kepada kedua putrinya “jaga adik kalian. Papa akan menyelamatkan kedua karyawan kita.” Dalam satu kedipan mata Andy Li menghilang dari hadapan mereka dan begitu juga dengan kedua manager yang jatuh pingsan.
__ADS_1
“papa kamu saja kabur dan meninggalkan mu. Daniel Long saat ini juga nasibnya ada ditanganku. Jadi sebaiknya jangan melakukan hal yang aneh – aneh.” Kepala Andrew terus berkeliling ruangan dan kemudian kembali lagi kelehernya. Suara tulangnya yang kembali bersatu terasa seperti nyanyian kematian ditelinga mereka.
“Benar – benar menjijikkan” kata Serena yang dari tadi menahan mual diperutnya sejak melihat Andrew berubah
menjadi monster seperti ini. “mulut nona kedua Li memang terkenal tajam dan tidak manusiawi jika berbicara.” Andrew berjalan mendekati Serena.
Serena mundur perlahan – lahan. Hatinya pun penuh rasa takut. Jika bertarung dengan manusia klan sudah jelas
yang dihadapinya dan Serena tahu bagaimana cara menghadapinya. Jika dengan
makhlus seperti mayat hidup ini?? Jangankan Serena, bagi semua anggota keluarga
Li. Hal ini seperti suatu kabar buruk untuk mereka hadapi sekarang.
Apa yang sebenarnya terjadi,,, Sarah masih penuh dengan tanda tanya besar dikepalanya. Seharusnya jika botol itu hancur maka dia pun akan hancur dan jiwa Daniel akan terbebas. Tapi kenapa bisa seperti ini. Ia harus mengulur waktu sampai mendapatkan jawabannya..
“jangan sentuh kakakku…” Sarah bicara dengan lantang sambil menarik tubuh Andrew dan tiba – tiba tubuhnya
berserakkan dilantai.
Jantung Sarah berdetak semakin cepat. “jangan – jangan,,,, kakak,,, cepat kabur dari sini..” teriak Sarah Li
Serena dan Sisca yang menerima perintah yang tiba – tiba merasa terkejut. Dan mengikuti Sarah berlari keluar
ruangan ketika Andrew sedang sibuk menyatukan tubuhnya kembali.
Pintu lift sangat lama terbuka… Suara tulang yang bersatu membuat mereka semakin ketakutan. Pintu lift akhirnya terbuka dan mereka dengan cepat masuk kedalam lift. Serena menekan tombol tutup pintu dengan penuh frustasi. Begitu pintu akan tertutup hati mereka belum tenang sepenuhnya, karena belum tertutup sepenuhnya.
“HAAAIII…”kata Andrew mengintip dari celah pintu dan menyelipkan satu jarinya membuat pintu lift tidak jadi
tertutup.
Ketiga putri keluarga Li berteriak dengan sekuat tenaga. Mereka sangat ketakutan saat ini. Menghadapi mayat hidup tidak pernah sebelumnya. Makhluk ini dipukul berkali – kali pun hanya berserakan dilantai kemudian bangkit dan bersatu kembali seluruh tubuhnya. Seperti tidak ada habisnya, benar – benar membuat frustasi yang menghadapinya.
Mereka saling memandang satu dengan yg lain. Begitu pintu terbuka ia masuk kedalam lift, ketiga putri keluarga Li terpojok di ujung lift. Tubuh mereka bergetar, mirip seperti masuk kedalam rumah hantu. Bahkan film hantu yang sering ditonton mereka, sama sekali tidak terbayangkan mereka akan mengalami hal yang sama sepeti ini.
__ADS_1
“kamu jangan ganggu istri – istri kami.” kata Jackie yang muncul dihadapan mereka bersama dengan Daniel Long.
“maaf menunggu lama” kata Daniel melirik kearah kiri nya. Tanpa pikir panjang Sarah memeluk Daniel dari belakang. Rasa takutnya terbayar sudah. Orang yang ditunggu – tunggu untuk melindungi dirinya sudah ada dihadapannya.
“kalian turun dahulu kebawah, kami akan menyusul setelah membereskan semua masalah disini.” kata Daniel sambil memegang tangan Sarah yang masih melingkar di pinggangnya.
Sarah baru mengedipkan mata, Daniel Long sudah hilang dipandangan matanya. Begitu juga dengan Jackie dan
Andrew.
“kemana mereka??” tanya Siscayang memberanikan diri melihat kearah luar lantai 8 yang terlihat hening.
Serena dengan cepat menarik tubuh Sisca. “Nanti saja, jika mau mencari mereka. “ jawab Serena yang menekan tombol tutup pintu sambil bergetar jarinya.
Begitu pintu tertutup mereka bertiga terduduk dilantai lift. Kaki mereka lemas kehilangan tenaga menghadapi
makhluk paling jelek yang pernah dilihat mereka.
“kelak…. jangan menolak lamaran pria manapun. Nikahi saja semuanya. Karena…….” Serena berhenti sejenak
mengambil nafas
“karena aku tidak mau melihat ada orang gila yang melakukan hal seperti itu lagi kedepannya.” Serena berbicara
dengan dada naik turun. Mereka masih mengatur ritme nafas mereka masing – masing.
“aku lelah…..” kata Sarah sambil tertidur dipundak Sisca Li….
Serena masih trauma dengan apa yang terjadi dengan adik kecilnya. Ia dan Sisca saling berpandangan kemudian memukul pipi Sarah dengan kuat hingga terlihat kemerahan.
“jangan tidur…. semuanya belum selesai Sarah Li.” kata Sisca dengan kesal.
Sarah membuka kembali matanya dengan berat. “kalian berniat menyiksa ku?? Kenapa kuat sekali memukul
pipiku??” protes Sarah dengan mulut mengerucut.
__ADS_1
Pintu lift terbuka, Sarah dan kedua saudaranya keluar dengan perasaan senang. Mereka tidak perlu menghadapi
lagi makhluk mengerikan itu.