Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 14


__ADS_3

Sarah Li tertidur dengan pulas didalam bus, ia


tidak menyadari sudah sampai kelokasi. Perjalanan dengan pesawat dan yacht


boat, tidak membuat Sarah terbangun dari tidurnya. Ini yang selalu membuat


khawatir Andy Li dan Mayleen membiarkan Sarah sendirian tanpa pengawasan,


ketika Sarah sudah tidur ia benar-benar seperti orang mati. Apapun yang terjadi


pada dirinya, ia tidak akan tahu sama  sekali.


Sarah Li membuka matanya, suara desiran ombak


membuatnya terbangun. Matahari sudah tinggi, masuk dari jendela kaca yang


menyilaukan wajahnya. Ia melihat luar jendela besar, laut biru membentang luas


seolah tanpa batas. Benar-benar indah dan menenangkan hati ketika melihatnya.


Ketenangan hati Sarah terusik karena dering ponselnya, ada panggilan masuk dari


Serena Li.


“halo kakak kedua..” jawab Sarah dengan malas


“waah… sepertinya memang berbeda dengan pasangan


atau tanpa pasangan ya…” Serena Li terdengar tertawa diujung ponsel sana.


“maksudnya…” Sarah Li menggaruk kepalanya. Ia


berusaha memahami apa maksud pembicaraan kakak keduanya yang terdengar ambigu


ditelinganya.


“bukan kah tadi malam kalian tidur bersama??”


Sarah segera melihat kasur, tidak ada siapapun


dikamar ini. Hanya dirinya, kemudian ia melihat jacket berwarna coklat tua sama


seperti yang  dikenakan Daniel tadi malam. Mulut Sarah membentuk huruf O,


tangan kirinya menutup mulutnya. Ia tidak percaya dengan apa yang terjadi pada


dirinya. Dengan cepat Sarah membuka selimutnya dah melihat pakaiannya sudah


berganti dengan baju tidur.


“kakak, apa yang terjadi tadi malam…. cepat


katakan kepadaku.” Sarah Li bertanya dengan penuh tanda tanya. Dia sangat


penasaran dengan apa yang terjadi.


“cepat lah turun, semua orang menunggu kalian


berdua. Aku sudah lapar…” protes Serena sambil menutup panggilannya.


Sarah Li melihat ada dua koper didepan lemari. Ia


mengenali satu koper berwarna hitam dikenali Sarah sebagai miliknya sedangkan


yang berwarna coklat, sudah pasti bukan miliknya. Tanpa berpikir panjang ia


langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Dan


ketika membuka kopernya, Sarah terkejut bukan main. Benar-benar pakaian pilihan


mamanya, semua pakaian feminim memenuhi isi kopernya. Hanya ada hot pants


satu-satunya jenis celana yang ada. Untungnya ada romper yang dimasukkan untuk


pakaian tidurnya.


Sarah menarik nafas panjang, ia sudah menyetujui


kalau mamanya yang akan menyiapkan pakaian miliknya. Suka tidak suka harus


diterima, lagi pula ia tidak sempat membereskan tas pakaiannya sendiri karena


kesibukan didesa bunga dan resepsi pernikahan Sisca.


Setelah merenung selama beberapa detik, ia


memilih  mini dress bermotif floral dengan renda dibagian rok bawah

__ADS_1


memberi kesan lucu dan manis.  Lengan pendek dengan warna putih bersih


membuat Sarah Li terlihat putih bersih. Didepan kaca, ia melihat patulan


bayangan dirinya. Rok ini sangat pendek menurut Sarah, ia tidak nyaman


memakainya. Walau sudah mengenakan hot pants, memakai pakaian jenis ini membuat


dirinya malu melihat kaki putih panjangnya terekspose.


Sarah merasa malu akan keluar dari kamar. Tidak


ada pilihan bagi dirinya selain keluar dari kamar.  Di restoran hotel


semua orang sudah menunggu Sarah Li. Sarah menggulung tinggi rambutnya. Ia


menepuk kedua pipinya sebelum meninggalkan kamar, untuk menyemangati dirinya


sendiri.


“akhirnya datang juga..” Serena Li bertepuk


tangan menyambut kedatangan adiknya.


Sarah berusaha tetap bersikap tenang dengan


pakaian seperti ini.


“kalian sangat serasi.” kata Jackie sambil


mengedip-ngedipkan matanya melihat mereka berdua.


Sarah yang merasa keluar kamar sendiri dan


berjalan kearah restoran hotel tanpa didampingi oleh siapa pun.  Sarah


melihat kearah belakang dan menemukan Daniel berjalan dibelakangnya.


Sambil memegang dagunya Sarah berkata dalam hati


‘sejak kapan pria ini ada dibelakangnya’


“tidak kah kalian merasa mereka berdua sangat


serasi??” kata Huanran sambil tersenyum puas.


menikah.” Mayleen memeringkan wajahnya sambil memandangi Sarah dan Huanran.


Sarah Li duduk disebelah dinding kaca sambil


melihat kearah luar jendela. Semakin kedua orang tua ini mengaharapkan lebih


untuk hubungan mereka, semakin merasa ada beban berat dipundak Sarah.


Serena Li  dan Sisca Li duduk bersebelahan


dan menatap Sarah yang duduk dihadapan mereka.


“adik kecil kamu tidak apa-apa??” tanya Sisca Li


Sarah Li meminta pelayan memberikan teh mawar


kepadanya. Sarah Li masih diam sampai pelayan datang memabawakan teh


pesanannya. Dengan perlahan meminum tehnya sambil menatap keluar jendela.


“aku tidak baik.” Jawab Sarah mengawali


percakapannya dengan kedua saudara perempuannya.


“sudah lah... kamu jangan merasakan ini sebagai


beban.” Sisca menyandarkan kepalanya dipundak Serena.


“sebenarnya yang aku tahu, keluarga om David


 dan kedua orang tua kita ingin menjodohkan salah satu dari kita untuk


menikahi putranya.” Kata Serena sambil memasukkan potongan buah mangga kedalam


mulutnya.


“kenapa harus aku?”


‘‘tidak harus sebenarnya. Kebetulan hanya kamu


yang belum memiliki pasangan. Kakak pertama sudah menikah, aku sudah

__ADS_1


bertunangan dan kamu...belum ada pacar. Jadi hanya kamu target mereka.”


“tidak ada yang bisa dibanggakan dari aku. “


Sarah meminum kembali teh di cangkirnya sambil melihat kedua kakak perempuannya


secara bergantian.


Sisca yang masih bersandar di pundak Serena


langsung menegakkan kepalanya “siapa bilang kamu tidak ada apa-apanya. Kamu


adalah gadis pintar dan mandiri, banyak pria yang dari beratus tahun yang lalu


menyukaimu. Sayangnya tidak ada respon dari dirimu sama sekali. Benar-benar


kasihan mereka.” Sisca menarik nafas panjang mengingat kejadian tersebut.


“kakak....mereka bukan jodoh ku. Untuk apa


menerima mereka??” sangkal Sarah


“jadi menurutmu...pria seperti apa yang menjadi


jodohmu...apakah seperti Daniel?” Serena mengerutkan keningnya menatap Sarah.


Adiknya selalu memiliki pikiran yang terlalu berat dan susah ditebak.


“kakak kedua, bukan seperti itu...” Sarah


menyangkal perkataan Serena tapi dia terlalu bingung bagaimana menjelaskannya.


Tepat  didepan mereka ada Chandra, Jackie


dan Daniel yang terlihat sedang terlibat pembicaraan seru. Posisi duduk Daniel


kebetulan berhadapan dengan Sarah. Sarah melihat kearah Daniel, berharap


lidahnya bisa diajak kerja sama untuk menjelaskan kepada kedua saudaranya.


Sayangnya apa yang dilakukan Sarah, membuat kedua


saudaranya berpikiran lain. Sarah yang terlihat menatap Daniel justru seperti


seorang wanita yang cintanya bertepuk sebelah tangan.


Sisca menepuk perlahan pundak Sarah “tidak


apa-apa kalau wanita lebih dahulu mengatakan cinta.”


Entah apa yang terjadi, ketika Sisca berbicara


suasana ruangan makan yang tadi ramai menjadi hening. Hanya suara Sisca yang


terdengar diruangan itu. Membuat semua mata menatap kearah mereka bertiga,


terutama Sarah.


Mata Daniel dan Sarah Li bertemu, dengan cepat


Sarah membuang pandanganya sambil memperhatikan kondisi sekitar dengan canggung


kemudian menutup wajahnya dengan satu tangan berpura-pura menggaruk keningnya


dengan jari tangannya. Dengan bibir terkatup Sarah berkata “kakak pertama, kamu


benar-benar berhasil mempermalukan ku.” bisik Sarah sambil merepatkan giginya.


Serena dan Sisca Li menahan tawanya “maafkan aku


adik ku, aku benar-benar tidak sengaja.” Kata Sisca sambil menempelkan kedua


telapak tanggannya meminta maaf kepada Sarah. Ia benar-benar sangat menyesal.


“aku rasa kamu tidak perlu malu, ini adalah rumah


keluarga Daniel, pulau pribadi milik mereka. Tidak ada orang lain yang datang


kemari. Hanya ada dua keluarga yang ada disini Jelas Sisca.


“ini bukan hotel??” Tanya Sarah Li sambil


memperhatikan keadaan sekitar. Ia belum sempat berkeliling kelokasi ini. Jika


ini benar rumah pribadi... benar-benar luar biasa bisa memiliki rumah dengan


tempat sebagus ini pemandagannya. Bangunannya mirip seperti penginapan.

__ADS_1


__ADS_2