
Setelah makan malam mereka melanjutkan berkumpul
di sisi kolam renang dan kemudian Mayleen meminta pelayan menyiapkan makan
malam untuk Daniel.
"anakku, bawakan makan malam ini untuk
Daniel."
"aku,,,," Sarah melihat mamanya sambil
menunjuk dirnya sendiri.
"siapa lagi..." kata Serena sambil
menyenggol lengan adik bungsunya.
Dengan berat hati Sarah memegang nampan yang
berisi makan malam untuk Daniel dan berencana mengantarkan kedalam kamarnya.
Ketika berjalan kearah kamar, mereka Daniel
terlihat sudah duduk dipinggir kolam renang. Kedua kakinya berendam didalam
kolam sambil memegang ponselnya dan berbicara dengan bahasa Inggris dengan
fasih.
“lihat calon suami kamu itu, liburan saja
bekerja. Benar – benar seorang pria pekerja keras. Ia sangat mirip dengan papa
mu bukan??” tanya Mayleen
“ya....” jawab Sarah singkat. Ia bahkan tidak
ingin melihat Daniel.
Daniel melihat semua orang datang mendekat
kearahnya. Ia segera memutuskan panggilan video tersebut.
“kamu sudah selesai nak...” tanya Andy Li
“sudah om.. terima kasih.” Daniel masih duduk
ditempatnya seolah tidak ingin berpindah.
“makan lah dulu. Kerja keras boleh, tapi makan
dan menjaga kesehatan adalah hal yang penting.” kata Andy Li sambil duduk
disebelah Daniel dan mengikuti gerakan kakinya masuk kedalam kolam
“Ditangan kamu ada banyak orang yang
tanggung jawab yang harus dipikul. Jadi sayangi dirimu sendiri.” lanjut Andy Li
sambil menunjuk telapak tangan Daniel yang dipegangnya
Daniel mengangguk.
“cepat kamu berikan makan malamnya.” kata Mayleen
sambil berbisik kepada Sarah.
“ya...” kata Sarah sambil berjalan ke samping
Daniel dan membungkuk sambil menyerahkan nampannya.
“makan lah...” kata Sarah dengan singkat.
“terima kasih” kata Daniel menerima nampan dari
Sarah tanpa melihat wajahnya.
Keduanya terlihat sangat canggung.
Sarah merasa ada salah dengan sikap Daniel
seperti ini. Ia merasa seperti orang jahat yang melukai hati seorang pria dan
membuatnya patah hati.
Sarah Li berdiri dengan canggung dibelakang
Daniel. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dibicarakan
kepada pria dihadapannya.
__ADS_1
“apa yang kamu lakukan, kenapa berdiri
dibelakangnya...duduk disebelahnya” bisik Mayleen dengan kalimat perintah.
Sarah menggaruk rambut bagian dekat lehernya,
dengan berat hati ia mengikuti perkataan mamanya dan duduk bersilah di sebelah
Daniel.
Sementara itu David sibuk mempersiapkan home
theater untuk berkaroke bersama malam ini. Andy Li segera bangkit dan membantu
David mempersiapkan mik dan juga memeriksa laptop yang terpasang pada perangkat
agar bisa memilih lagu yang diinginkan dengan mudah. Charlie, Jackie dan
Alex juga terlihat membantu. Sementara Huanran, Mayleen dan istri Alex
menyiapkan snack dimeja.
Daniel sedang makan dan Sarah menurunkan kakinya
kedalam kolam kemudia mulai memainkannya didalam air. Tidak ada kata – kata
yang ingin diucapkannya saat ini.
“kamu tidak perlu memaksakan diri untuk berada
disebelahku. Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Jika ada yang membuat mu
tidak nyaman, kata kan saja. Aku akan berusaha menjelaskan atau menghindar
dengan baik. Aku tidak mau kamu terkena masalah dengan keluarga kita” kata
Daniel dengan suara yang pelan sambil tetap melanjutkan makan malamnya.
Apa yang baru dikatakan Daniel hanya membuat
Sarah merasa menjadi orang jahat dan suka mempersulit orang. Dengan menarik
nafas panjang Sarah menjawab “urus saja urusan kamu, aku bisa menjaga
diriku sendiri. Tidak perlu berpura - pura baik dihadapanku.”
Selesai Sarah berbicara, Daniel langsung berdiri
ruangan makan. Sarah memperhatikan Daniel, pria belum menyentuh makanannya.
Meninggalkannya begitu saja membuat Sarah merasa kesal.
“apa yang terjadi??” tanya Serena duduk disebelah
kanan Sarah dan Sisca disebelah kiri. Mereka bertiga sama – sama memasukkan
kakinya kedalam kolam dan menggoyang – goyangkan kakinya didalam air.
“dia mengatakan kalau aku tidak perlu memaksakan
diri dengan keadaan sekarang. Dia sepertinya sedang menghidariku.”
“bagus lah jika memang begitu . bukankah itu yang
kamu inginkan...” kata Sisca.
“ya.... memang. Tapi dengan keadaan liburan
bersama seperti ini membuat aku merasa jadi orang yang jahat Dia membuatku
merasa bersalah.”
“jangan terlalu keras pada dirimu sendiri adik
kecil. Jalani saja semuanya semampumu.” kata Serena.
Daniel terlihat berjalan masuk kedalam kamarnya.
Sarah tidak menyangka dirinya akan begitu memperhatikan Daniel seperti ini.
Satu jam semua orang bersenang – senang tanpa Daniel. Sarah sangat menyukai
suasana seperti ini bernyanyi bersama.
Begitu Daniel bergabung, Sarah lebih banyak diam.
Sarah duduk di sofa sambil melipat kedua kakinya diatas sofa. Sedangkan Daniel
duduk di pinggir kolam, sambil memainkan air kolam dengan kedua kakinya. Sarah
tepat dibelakang Daniel, punggung Daniel terlihat kokoh dan gagah.
__ADS_1
Wajah murungnya tidak bisa ditutupinya dengan
sempurna. Jackie mendatangi Daniel sambil menepuk pundak Daniel dan duduk
disebelahnya.
Serena datang duduk dipegangan sofa tempat Serena
duduk
"kenapa kamu tidak berhenti menatap
Daniel?"
"entahlah.. Pikiran dan tubuhku tiba - tiba
tidak bisa aku kendalikan. Semuanya anggota tubuhku hanya ingin melihat
dirinya. Apa mungkin aku sakit?" Sarah menatap kakak keduanya.
"kalau dari pandanganku, kamu sedang jatuh
cinta."
"sudah la... kakak kedua mulai lagi
berbicara hal yang tidak - tidak." protes Sarah.
Sarah tidak ingat kapan ia masuk kedalam
kamarnya, sepertinya ia tertidur di sofa taman dekat kolam renang dan seang
berbicara dengan kedua orang saudaranya. Pagi ini dengan semangat Sarah bangun
pagi, walau ia sudah bisa menebak kalau ia adalah orang terakhir bangun karena
matahari sudah tinggi.
Hari ini Sarah akan Diving dengan kedua
saudaranya. Sedangkan para pria akan pergi memancing. Malam hari akan ada cara
grilled fish dari hasil memancing hari ini. Para ibu akan bersiap untuk acara
memasak nanti malam. Masing – masing sudah memiliki jadwal acara. Sarah sudah
dengan santai keluar dari kamar dengan menggenakan hot pants dan kaos putih
tanpa lengan. Dipundaknya diletakkan pakaian diving.
Posisi ruang makan dan ruang tamu berhadapan.
Sarah yang terlihat berjalan dari ruang tamu sudah menjadi pusat perhatian.
Pakaian Sarah terlalu santai,ia mengenakan kemeja putih lengan pendek yang
tipis, walaupun pria yang ada disekitarnya adalah iparnya. Pakaian dengan warna
putih terlalu transparan dengan pakaian dalam berwarna hitam dapat terihat
dengan jelas. Sarah berjalan dan bergabung dengan semua orang tanpa rasa
canggung.
Tapi pria yang duduk disebelahnya merasa gerah
dengan pakaian yang digunakan Sarah. Daniel membuka kemeja coklat lengan
panjang yang dikenakannya dan menutup bagian depan tubuh Sarah. Sarah
mengerutkan keningnya sambil menatap Daniel. Daniel hanya mengenakan kaos dalam
berwana hitam dan dengan santai melanjutkan makannya tanpa berkata apa pun.
“putra kamu benar – benar perhatian. Aku yakin kedepannya
ia akan menjaga putriku dengan sangat baik.” kata Andy Li kepada David.
“tentu saja...mereka akan menjadi pasangan yang
serasi.” David tersenyum melihat kearah Andy kemudian memandak Daniel dan Sarah
secara bergantian.
Tapi tindakan Daniel membuat Sarah bingung. Apa
yang salah dengan pakaiannya, ia mengenakan pakaian, bukan tidak berpakaian
sama sekali. Apa pria ini ingin menunjukkan sikap menjadi pahlawan kesiangan?
Bagi kedua saudaranya yang melihat, mereka
__ADS_1
menahan senyum memandang kedua pasangan yang sedang bersikap manis ini.