Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 24


__ADS_3

Setelah makan malam mereka melanjutkan berkumpul


di sisi kolam renang dan kemudian Mayleen meminta pelayan menyiapkan makan


malam untuk Daniel.


"anakku, bawakan makan malam ini untuk


Daniel."


"aku,,,," Sarah melihat mamanya sambil


menunjuk dirnya sendiri.


"siapa lagi..." kata Serena sambil


menyenggol lengan adik bungsunya.


Dengan berat hati Sarah memegang nampan yang


berisi makan malam untuk Daniel dan berencana mengantarkan kedalam kamarnya.


Ketika berjalan kearah kamar, mereka Daniel


terlihat sudah duduk dipinggir kolam renang. Kedua kakinya berendam didalam


kolam sambil memegang ponselnya dan berbicara dengan bahasa Inggris dengan


fasih.


“lihat calon suami kamu itu, liburan saja


bekerja. Benar – benar seorang pria pekerja keras. Ia sangat mirip dengan papa


mu bukan??” tanya Mayleen


“ya....” jawab Sarah singkat. Ia bahkan tidak


ingin melihat Daniel.


Daniel melihat semua orang datang mendekat


kearahnya. Ia segera memutuskan panggilan video tersebut.


“kamu sudah selesai nak...” tanya Andy Li


“sudah om.. terima kasih.” Daniel masih duduk


ditempatnya seolah tidak ingin berpindah.


“makan lah dulu. Kerja keras boleh, tapi makan


dan menjaga kesehatan adalah hal yang penting.” kata Andy Li sambil duduk


disebelah Daniel dan mengikuti gerakan kakinya masuk kedalam kolam


“Ditangan kamu ada banyak orang yang


tanggung jawab yang harus dipikul. Jadi sayangi dirimu sendiri.” lanjut Andy Li


sambil menunjuk telapak tangan Daniel yang dipegangnya


Daniel mengangguk.


“cepat kamu berikan makan malamnya.” kata Mayleen


sambil berbisik kepada Sarah.


“ya...” kata Sarah sambil berjalan ke samping


Daniel dan membungkuk sambil menyerahkan nampannya.


“makan lah...” kata Sarah dengan singkat.


“terima kasih” kata Daniel menerima nampan dari


Sarah tanpa melihat wajahnya.


Keduanya terlihat sangat canggung.


Sarah merasa ada salah dengan sikap Daniel


seperti ini. Ia merasa seperti orang jahat yang melukai hati seorang pria dan


membuatnya patah hati.


Sarah Li berdiri dengan canggung dibelakang


Daniel. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dibicarakan


kepada pria dihadapannya.

__ADS_1


“apa yang kamu lakukan, kenapa berdiri


dibelakangnya...duduk disebelahnya” bisik Mayleen dengan kalimat perintah.


Sarah menggaruk rambut bagian dekat lehernya,


dengan berat hati ia mengikuti perkataan mamanya dan duduk bersilah di sebelah


Daniel.


Sementara itu David sibuk mempersiapkan home


theater untuk berkaroke bersama malam ini. Andy Li segera bangkit dan membantu


David mempersiapkan mik dan juga memeriksa laptop yang terpasang pada perangkat


agar  bisa memilih lagu yang diinginkan dengan mudah. Charlie, Jackie dan


Alex juga terlihat membantu. Sementara Huanran, Mayleen dan istri Alex


menyiapkan snack dimeja.


Daniel sedang makan dan Sarah menurunkan kakinya


kedalam kolam kemudia mulai memainkannya didalam air. Tidak ada kata – kata


yang ingin diucapkannya saat ini.


“kamu tidak perlu memaksakan diri untuk berada


disebelahku. Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Jika ada yang membuat mu


tidak nyaman, kata kan saja. Aku akan berusaha menjelaskan atau menghindar


dengan baik. Aku tidak mau kamu terkena masalah dengan keluarga kita” kata


Daniel dengan suara yang pelan sambil tetap melanjutkan makan malamnya.


Apa yang baru dikatakan Daniel hanya membuat


Sarah merasa menjadi orang jahat dan suka mempersulit orang. Dengan menarik


nafas panjang Sarah menjawab  “urus saja urusan kamu, aku bisa menjaga


diriku sendiri. Tidak perlu berpura - pura baik dihadapanku.”


Selesai Sarah berbicara, Daniel langsung berdiri


ruangan makan. Sarah memperhatikan Daniel, pria belum menyentuh makanannya.


Meninggalkannya begitu saja membuat Sarah merasa kesal.


“apa yang terjadi??” tanya Serena duduk disebelah


kanan Sarah dan Sisca disebelah kiri. Mereka bertiga sama – sama memasukkan


kakinya kedalam kolam dan menggoyang – goyangkan kakinya didalam air.


“dia mengatakan kalau aku tidak perlu memaksakan


diri dengan keadaan sekarang. Dia sepertinya sedang menghidariku.”


“bagus lah jika memang begitu . bukankah itu yang


kamu inginkan...” kata Sisca.


“ya.... memang. Tapi dengan keadaan liburan


bersama seperti ini membuat aku merasa jadi orang yang jahat Dia membuatku


merasa bersalah.”


“jangan terlalu keras pada dirimu sendiri adik


kecil. Jalani saja semuanya semampumu.”  kata Serena.


Daniel terlihat berjalan masuk kedalam kamarnya.


Sarah tidak menyangka dirinya akan begitu memperhatikan Daniel seperti ini.


Satu jam semua orang bersenang – senang tanpa Daniel. Sarah sangat menyukai


suasana seperti ini bernyanyi bersama.


Begitu Daniel bergabung, Sarah lebih banyak diam.


Sarah duduk di sofa sambil melipat kedua kakinya diatas sofa. Sedangkan Daniel


duduk di pinggir kolam, sambil memainkan air kolam dengan kedua kakinya. Sarah


tepat dibelakang Daniel, punggung Daniel terlihat kokoh dan gagah.

__ADS_1


Wajah murungnya tidak bisa ditutupinya dengan


sempurna. Jackie mendatangi Daniel sambil menepuk pundak Daniel dan duduk


disebelahnya.


Serena datang duduk dipegangan sofa tempat Serena


duduk


"kenapa kamu tidak berhenti menatap


Daniel?"


"entahlah.. Pikiran dan tubuhku tiba - tiba


tidak bisa aku kendalikan. Semuanya anggota tubuhku hanya ingin melihat


dirinya. Apa mungkin aku sakit?" Sarah menatap kakak keduanya.


"kalau dari pandanganku, kamu sedang jatuh


cinta."


"sudah la... kakak kedua mulai lagi


berbicara hal yang tidak - tidak." protes Sarah.


Sarah tidak ingat kapan ia masuk kedalam


kamarnya, sepertinya ia tertidur di sofa taman dekat kolam renang dan seang


berbicara dengan kedua orang saudaranya. Pagi ini dengan semangat Sarah bangun


pagi, walau ia sudah bisa menebak kalau ia adalah orang terakhir bangun karena


matahari sudah tinggi.


Hari ini Sarah akan Diving dengan kedua


saudaranya. Sedangkan para pria akan pergi memancing. Malam hari akan ada cara


grilled fish dari hasil memancing hari ini. Para ibu akan bersiap untuk acara


memasak nanti malam. Masing – masing sudah memiliki jadwal acara. Sarah sudah


dengan santai keluar dari kamar dengan menggenakan hot pants dan kaos putih


tanpa lengan. Dipundaknya diletakkan pakaian diving.


Posisi ruang makan dan ruang tamu berhadapan.


Sarah yang terlihat berjalan dari ruang tamu sudah menjadi pusat perhatian.


Pakaian Sarah terlalu santai,ia mengenakan kemeja putih lengan pendek yang


tipis, walaupun pria yang ada disekitarnya adalah iparnya. Pakaian dengan warna


putih terlalu transparan dengan pakaian dalam berwarna hitam dapat terihat


dengan jelas. Sarah berjalan dan bergabung dengan semua orang tanpa rasa


canggung.


Tapi pria yang duduk disebelahnya merasa gerah


dengan pakaian yang digunakan Sarah. Daniel membuka kemeja  coklat lengan


panjang yang dikenakannya dan menutup bagian depan tubuh Sarah. Sarah


mengerutkan keningnya sambil menatap Daniel. Daniel hanya mengenakan kaos dalam


berwana hitam dan dengan santai melanjutkan makannya tanpa berkata apa pun.


“putra kamu benar – benar perhatian. Aku yakin kedepannya


ia akan menjaga putriku dengan sangat baik.” kata Andy Li kepada David.


“tentu saja...mereka akan menjadi pasangan yang


serasi.” David tersenyum melihat kearah Andy kemudian memandak Daniel dan Sarah


secara bergantian.


Tapi tindakan Daniel membuat Sarah bingung. Apa


yang salah dengan pakaiannya, ia mengenakan pakaian, bukan tidak berpakaian


sama sekali. Apa pria ini ingin menunjukkan sikap menjadi pahlawan kesiangan?


Bagi kedua saudaranya yang melihat, mereka

__ADS_1


menahan senyum memandang kedua pasangan yang sedang bersikap manis ini.


__ADS_2