
Daniel berdiri dan berjalan dengan cepat kearah Sarah yang sudah bergerak membuka pintu kamar. Begitu dibelakangnya, ia memeluk Sarah dari belakang. Sarah terkejut karena Daniel tiba – tiba memeluknya. Rasa panas dari tubuh Daniel begitu terasa dipunggung Sarah Li.
“aku mungkin bersalah karena mengabaikanmu. Tapi itu hanya pelampiasan diriku karena terlalu takut
kehilangan dirimu.”
Jantung Sarah berdetak dengan cepat. Kepalanya tiba – tiba pusing dan pandangan matanya menjadi kabur.
Peristiwa familiar tapi ia sendiri tidak ingat apakah memang pernah mengalami peristiwa itu. Samar – samar ada ingatan yang terlintas dalam pikirannya, ada perkelahian yang membuat banyak darah mengalir karenanya. Kemudian ada seseorang yang melindunginya dan terkena tusukan. Darah mengalir dari tubuh pria itu dan kemudian Sarah sepertinya diseret oleh seseorang. Pandangan mata Sarah mulai kabur melihat pria itu dan tidak ada lagi tersisa diingatannya.
Wajah pria itu terlalu kabur untuk diingat siapa orangnya. Apakah kejadian itu pernah dialaminya?? Sarah juga tidak tahu alasannya kenapa belakangan ini ia sering memimpikan atau sekilas ingatan muncul dalam pikirannya. Ia merasa pernah mengalami hal itu, tapi kapan dan dimana ia sendiri juga tidak ingat dengan pasti.
Sarah memegang kepalanya, suara dengingan terdengar ditelinganya. Kepalanya berdenyut rasa sakit. Sejak bersama Daniel, Sarah sering mengalami hal seperti ini. Bibir Sarah pucat pasih, jantungnya berdegup dengan cepat, keringat jagung mengalir didahinya.
Daniel merasa ada yang salah dengan Sarah Li dan membalik tubuh Sarah perlahan. Sarah merebahkan kepalanya dipundak Daniel dan ia kehilangan kesadarannya.
Daniel dengan cepat menggendong Sarah Li ketempat tidur.
“kamu lihat, apa yang sudah kamu lakukan kepada menantu keluarga kita??” Huanran menggeser tubuh Daniel dan memeriksa keadaan Sarah Li.
“bagaimana??” tanya David Long
“apa kita perlu bawa langsung kerumah sakit??” tanya Daniel
“sepertinya ingatan peristiwa itu kembali lagi. Sarah pasti belum siap menerima semuanya. Mama peringatkan kepada kamu, sudah beberapa kali ia mengalami hal ini. Jangan memancing ingatan buruknya kembali lebih cepat. Kamu hanya akan membuat kondisi fisik dan mentalnya terganggu.” Huanran menatap dingin putra kandungnya.
Daniel mengusap rambut dikepalanya kemudian memijat dahinya. Kondisi fisiknya sedang tidak sehat, ditambah lagi melihat orang yang disayanginya harus terbaring karena kenangan masa lalunya.
“aku akan menjaganya..” kata Daniel
“tidak,,,, biar mama saja.” Huanran dengan cepat mendorong tubuh Daniel ketika akan mendekati Sarah Li.
Tangan Sarah menangkap tangan Daniel dengan cepat. “jangan pergi….” kata itu keluar dari mulut Sarah yang
sedang tidak sadarkan diri.
Bibirnya terus bergumam dengan kata ‘jangan sakiti..’ ‘jangan lakukan’ ‘pergi…’ dan ‘menjauh.’
__ADS_1
“sudah lah istriku, biarkan putra kita yang menjaga Sarah, percayakan saja kepadanya.” David memgang pundak
Huanran yang duduk ditepi tempat tidur sambil menatap Sarah Li dengan sedih.
“bagaimana aku bisa mempercayai putra ku sendiri. Dengan suara lantang tepat didepan ku ia mengatakan lebih
mementingkan pekerjaan dari pada istrinya. Kalau tadi mama hanya mendengar dari orang lain, mama tidak akan seperti ini. Tapi karena dihadapan mama sendiri, wajar jika mama khawatir.”
“sudah lah sayang… semuanya akan baik – baik saja” bujuk David.
“aku… heran kenapa putra yang kita banggakan menjadi seperti ini. Karena kesedihan dalam hatinya ia jadi seperti ini. Bagaimana aku bisa tenang. Apa pertanggung jawaban kami kepada kedua orang tuanya….” Huanran bicara dengan kesal sambil memukul pelan dadanya.
Daniel yang satu tangannya masih digenggam Sarah Li duduk bersimpuh didepan mamanya.
“aku salah. Aku memang penyebab semua masalah ini. Selama dinas diluar kota aku sebenarnya mencari informasi mengenai klan elang yang melakukan penyerangan kepada Sarah dan sekertarisnya. Mereka sekarang sudah berani secara terang – terangan menyerang Sarah. Hanya ketika tidak ada aku disampingnya.”
“jadi kamu mau menjadikan dia tumbal untuk semuanya??” Huanran bicara dengan tidak senang kepada Daniel
“bukan seperti itu mama…. maksudnya aku akan menyelesaikan semuanya dengan segera. Aku dan papa sudah punya titik terang untuk penyelesaian masalah ini. Percayalah kepadaku, aku bukan sengaja menghindarinya. Aku akan selalu melindunginya.”
hanya harus mengawasinya.”
Huanran meredam emosinya dengan menarik nafas panjang sambil memejamkan matanya.
Kemudian ia melihat David Long “aku tidak bisa mempercayakan semuanya kepada putra kita pa, kali ini ia aku
lepaskan. Tapi jika dia mengulangi lagi. Kamu bantu urus surat hapus dia dari kartu keluarga kita.”
“Baiklah,,,, perintah istri adalah perintah Dewa yang harus dijalankan.” David tersenyum melihat Huanran.
Ia sangat paham, kalau istrinya sudah mulai reda amarahnya.
David memberikan tangannya kepada istrinya dan Huanran menerima tangan David. Satu tangan yang lain masih
digenggam oleh Daniel. Dengan sedikit menguatkan cengkramannya Huanran berkata “satu kesempatan saja… paham??” tatapan tajam Huanran kepada Daniel membuat hatinya sakit karena sang ibu terlihat tidak mempercayai dirinya.
“baik ma…” Senyum tipis diwajah Daniel membuat hati Huanran sedikit tenang.
__ADS_1
Huanran dan David Long pergi meninggalkan kamar Daniel. Daniel mempertahikan wajah Sarah yang masih dalam
mimpi buruknya. Daniel menggeser tubuh Sarah dan berbaring disebelahnya.
“tenanglah sayang,,, aku ada disampingmu. Kamu tidak perlu takut. Diujung jalan tempat kamu berlari sekarang
ada aku yang sedang menunggumu.” kata Daniel Long sambil melekatkan kepalanya kepada Sarah Li.
Nafas Sarah masih tersengal – sengal. Setelah mendengar bisikan dari Daniel Long keadaannya jauh lebih
tenang. Nafasnya sudah mulai teratur.
Dalam mimpi Sarah Li bermimpi dikejar sekumpulan orang yang sedang mengejar dirinya didalam hutan yang sangat lebat. Sarah mendengar ada suara yang menyuruhnya untuk terus berlari menghindari orang yang sedang mengejar dirinya. Gerakan mereka sangat cepat hingga tidak bisa terlihat oleh Sarah. Ia bisa merasakan orang – orang itu bergerak dari satu dahan kedahan yang lain.
Tepat disimpang jalan kecil ditengah hutan, Sarah Li bingung akan berjalan kearah mana. Tiba – tiba ada sosok yang datang dihadapannya. Sarah berteriak sekuat tenaganya. Karena orang itu menarik Sarah kedalam pelukannya. Sarah tidak bisa melihat wajah orang tersebut, tapi ia bisa mengetahui kalau orang yang sedang memeluknya adalah seorang pria.
Dari suara detak jantungnya terdengar sangat familiar.
“tenanglah,,, kamu sudah aman. Aku akan melindungimu.” kata pria itu
Sarah masih menutup matanya dengan kuat, ia tidak punya keberanian untuk membuka matanya. Orang tersebut memegang kepala Sarah kemudian mencium keningnya.
“berlarilah terus dan jangan melihat kearah belakang. “ Pria itu mengeluarkan energinya dan Sarah bisa merasakan tubuhnya lebih bertenaga da nada rasa hangat dalam hatinya. Muncul dalam keyakinannya kalau ia akan baik – baik saja dengan perlindungan pria ini.
“kamu paham??” tanya pria itu lagi.
Sarah menganguk dan menengadahkan kepalanya. Wajah pria itu kabur, dan Sarah tidak bisa melihatnya dengan jelas walau ia berusaha menggosok perlahan matanya.
“pergilah….” pria itu mendorong Sarah dan dengan ragu Sarah melihat kearah pria itu yang mulai menghadapi orang – orang yang mengejar dirinya.
Sarah Li berlari dan secara tiba – tiba ia sampai di lading penuh bunga lavender. Warna ungu mendominasi pandangan mata Sarah. Ia mulai meraba… dimana ini…..
Sosok pria tadi terlihat berjalan kearahnya, wajahnya masih terlihat kabur. Tapi Sarah melihat ada darah yang mengalir dari kepalanya dan tubuhnya. Pria itu terjatuh, Sarah bisa melihat darah pria itu diantara bunga lavender.
Sarah terbangun dan tersadar,,, ia melihat tangannya masih menggengam tangan Daniel Long yang terlihat tidur
disampingnya. Sarah menarik nafas panjang, “syukurlah hanya sebuah mimpi.” gumamnya
__ADS_1