
Sementara itu didalam kamar, Sarah Li berguling –
guling diatas tempat tidur. Kemudian duduk kembali, sambil mengipas – ngipas
wajahnya dengan telapak tangannya.
“kenapa ruangan ini panas sekali…” kata Sarah
kepada dirinya sendiri.
Ia menghidupkan AC dengan temperatur paling
rendah agar suhu tubuhnya kembali normal.
“kenapa dengan pria itu mudah sekali mengatakan
mau melamar. Sepertinya memang sudah keahlian dirinya seperti itu. Pria
playboy.” Sarah berbicara sendiri sambil melihat cermin
“aku tidak seperti itu…” lagi – lagi suara Daniel
muncul tanpa fisik.
Sarah memperhatikan kanan dan kirinya. Ia
berputar mengelilingi kamar, jangan sampai pria ini menggunakan teleportasi
kedalam kamarnya.
“aku tidak mungkin masuk kedalam kamar calon
istriku.”
“hei… kamu… berhenti menggunakan telepati.”
protes Sarah dengan suara lantang.
“aku hanya tidak ingin kamu merasa sendirian
didalam kamar.”
“diamlah… pergi…” teriak Sarah
Diluar kamar kebetulan Serena dan Sisca sedang
melintas. Mereka terkejut mendengar suara Sarah yang sedang marah
“adik kecil…..kamu didalam..” kata Serena sambil
mengetuk pintu kamar Sarah
“kenapa…” bentak Sarah.
Serena dan Sisca saling berpandangan, tidak
pernah sejarahnya adik mereka berkata kasar kepada mereka berdua.
“Sarah,,, ini kakak pertama. Buka pintunya.” Sisca
berbicara dengan kuat sambil mengetuk pintu.
Bukannya ia tidak bisa menggunakan kemampuannya
untuk masuk kedalam kamar Sarah. Hanya saja dibelakang mereka berdiri Charlie.
Tidak mungkin menggunakan kemampuan dihadapan manusia biasa.
Dengan kasar Sarah membuka pintu kamarnya dengan
wajah cemberut. Kemudian menarik Sisca dan Serena dengan paksa kedalam kamar
kemudian menutup pintu dengan kasar. Meninggalkan kedua saudara iparnya diluar
kamar.
Chandra dan Jackie terdiam melihat pemandangan
itu. Kemudian mereka saling berhadapan dan menaikkan pundaknya secara bersamaan
kemudian berlalu berjalan kearah kamar mereka masing-masing.
Sarah menarik kedua saudaranya sampai kedepan
tempat tidur, kemudian ia menghempaskan tubuhnya dengan bertelungkup.
“dia menyebalkan” kata Sarah sambil menunjuk
kearah dinding dibelakangnya.
Sisca dan Serena saling berpandangan melihat
kearah dinding didepan mereka, hanya ada meja hias dan televisi. Serena
__ADS_1
menggaruk kepalanya sedangkan Sisca menaikkan alis matanya. Karena tidak menemukan
jawaban mereka melihat kearah Sarah Li yang masuh telungkup di tempat tidur.
“jelaskan kepada kami…apa yang terjadi.” kata
Sisca dengan suara lembut dan duduk di pinggir tempat tidur.
Sarah menghadap kesamping dan merapihkan
rambutnya yang menutupi wajahnya.
“Daniel terus – terusan menggangguku dengan
telepatinya.” Sarah mengeluh dengan kedua saudaranya dengan wajah cemberut.
Anak ketiga dari Andy Li ini memang sangat manja kepada kedua saudara
perempuannya.
“kamu ingin kami melakukan apa?” tanya Serena
bingung.
“suruh dia jangan mengangguku lagi” kata Sarah
sambil duduk dan menggulung rambutnya keatas.
“siapa yang menganggumu…” tanya Serena sambil
menggulung kemeja panjangnya..
“Daniel…” jawab Sarah dengan jujur.
“Serena dan Sisca saling berpandangan lagi dan
tidak bisa menahan rasa lucu melihat wajah Sarah yang diganggu seorang pria.
Biasanya ia akan melawan dengan gagah berani, kali ini ia seperti seekor anak
kucing yang minta pertolongan dari induknya.
“kamu mau kita marahi si Daniel itu??” tanya
Sisca
Sarah dengan wajah cemberutnya mengangguk dengan
cepat.
pandangan Sarah dan Serena kemudian kembali lagi dengan membawa Jackie dan
Daniel disamping kanan dan kirinya.
Hanya 3 detik waktu yang diperlukan untuk membawa
mereka berdua kehadapan Sarah.
“apa yang terjadi??” Jackie masih terlihat
bingung tiba – tiba ada dikamar Sarah.
“tanyakan kepada sahabat kakak ipar. Kenapa ia
menggunakan telepati untuk menganggu adik kecil kami.” kata Serena dengan kesal
ketika bicara kepada Jackie.
“seharusnya kamu menggunakan pesan singkat atau
menelpon seperti manusia biasa. Apa sulitnya… jangan katakan tidak ada pulsa”
sindir Serena dengan kesal.
“kakak kedua….” protes Sarah sambil menutup
wajahnya dengan bantal dan kepalanya melihat kearah Serena.
“Kenapa kakak pertama membawa dia kemari??”
protes Sarah kepada Sisca.
“adik kecil….jika ada masalah lebih baik segera
diselesaikan. Jika masalah kamu ada pada Daniel tentu saja kalian berdua harus
menyelesaikannya dengan segera. Kakak hanya membantu menjadi penengah antara
kalian berdua. Itu saja. “ kata Sisca sambil memegang pundak Sarah
Serena mengulum bibirnya menahan tawa, rasanya ia
tidak bisa menahan untuk menggoda adik bungsu mereka dan juga Daniel.
__ADS_1
“maaf, kalau kamu marah. Aku hanya ingin
memastikan kalau calon adik iparku tidak pelit dengan uang. Hanya mengeluarkan
biaya pulsa saja tidak mau bagaimana bisa memberikan kehidupan yang layak untuk
adik kami.” Serena kembali berbicara sambil menahan tawanya. Begitu juga dengan
Sisca, Jackie dan Daniel.
“kakak….” Sarah memukul pelan Serena dengan
bantal yang dipeluknya.
“sudah…sudah… jangan bertengkar lagi.” kata Sisca
sambil duduk di sisi tempat tidur bertiga dengan saudara kandungnya.
“sobat, sebenarnya apa yang terjadi??” kata
Jackie sambil menarik kursi meja hias dan mendudukinya.
“apa aku menganggumu….” tanya Daniel kepada
Sarah.
Sarah mengangguk dengan tetap memeluk bantal yang
menutupi wajahnya.
“aku bukan seorang play boy seperti yang tadi
kamu katakan.”
Begitu Daniel mengatakan hal itu Sisca dan Serena
membersarkan bola matanya menatap Daniel dan kemudian melihat Sarah.
“kalau kamu bukan seorang play boy kenapa dengan
mudah meminta seorang gadis untuk menikahimu?” kata Sarah kesal sambil membuka
bantal perlahan yang menutupi wajahnya. Mata tajamnya melihat kearah Daniel dan
bibir cemberutnya masih mendominasi diwajahnya.
Daniel duduk dilantai yang dialasi karpet
berwarna abu – abu muda tepat di depan Sarah.
“memang aku bukan pertama kali meminta seorang
wanita untuk menikahi ku. Tapi aku bukan termasuk orang yang bisa dengan cepat
menyukai orang lain. Kita sudah saling mengenal dari kecil, jauh sebelum kita
menjadi seorang manusia seperti sekarang. Aku rasa kamu cukup tahu tentang hal
itu..”
Serena menaikkan alisnya melihat seorang Daniel
Long duduk bersilah dihadapan Sarah. Bukah hanya karena dia seorang pengusaha
ternama. Dari susunan klan, naga adalah yang paling tinggi dan kuat energinya.
Tidak ada satu klan pun yang bisa mengalahkan kehebatan klan naga. Daniel Long
terkenal angkuh dan sombong dalam pergaulannya, mau melakukan hal seperti ini
demi seorang wanita merupakan rahasia besar bagi merekan.
Sisca merasa canggung dengan apa yang dilakukan
oleh Daniel dihadapan adiknya, bahkan Jackie sekalipun tidak pernah melakukan
hal tersebut kepadanya.
“Daniel.. kamu berdirilah. Jangan seperti itu.
Duduk disini….” kata Sisca sambil berdiri dan menepuk tempat tidur yang
didudukinya tadi. Daniel menggeleng dan tidak bergerak sama sekali. Wajahnya
menatap Sarah dengan penuh ketulusan.
“Aku tidak main – main dengan perasaan ku kepada
mu. Apa yang harus aku lakukan kepadamu agar kamu mempercayai perkataanku.”
Sarah hanya terdiam sambil menatap Daniel dengan
lurus. Mata mereka saling beradu. Satu orang menunjukkan perasaannya kepada
__ADS_1
lawan jenisnya. Sedangkan satu lagi menatap sambil memastikan kebenaran
perasaan lawan jenisnya.