Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 22


__ADS_3

Sementara itu didalam kamar, Sarah Li berguling –


guling diatas tempat tidur. Kemudian duduk kembali, sambil mengipas – ngipas


wajahnya dengan telapak tangannya.


“kenapa ruangan ini panas sekali…” kata Sarah


kepada dirinya sendiri.


Ia menghidupkan AC dengan temperatur paling


rendah agar suhu tubuhnya kembali normal.


“kenapa dengan pria itu mudah sekali mengatakan


mau melamar. Sepertinya memang sudah keahlian dirinya seperti itu. Pria


playboy.” Sarah berbicara sendiri sambil melihat cermin


“aku tidak seperti itu…” lagi – lagi suara Daniel


muncul tanpa fisik.


Sarah memperhatikan kanan dan kirinya. Ia


berputar mengelilingi kamar, jangan sampai pria ini menggunakan teleportasi


kedalam kamarnya.


“aku tidak mungkin masuk kedalam kamar calon


istriku.”


“hei… kamu… berhenti menggunakan telepati.”


protes Sarah dengan suara lantang.


“aku hanya tidak ingin kamu merasa sendirian


didalam kamar.”


“diamlah… pergi…” teriak Sarah


Diluar kamar kebetulan Serena dan Sisca sedang


melintas. Mereka terkejut mendengar suara Sarah yang sedang marah


“adik kecil…..kamu didalam..” kata Serena sambil


mengetuk pintu kamar Sarah


“kenapa…” bentak Sarah.


Serena dan Sisca saling berpandangan, tidak


pernah sejarahnya adik mereka berkata kasar kepada mereka berdua.


“Sarah,,, ini kakak pertama. Buka pintunya.” Sisca


berbicara dengan kuat sambil mengetuk pintu.


Bukannya ia tidak bisa menggunakan kemampuannya


untuk masuk kedalam kamar Sarah. Hanya saja dibelakang mereka berdiri Charlie.


Tidak mungkin menggunakan kemampuan dihadapan manusia biasa.


Dengan kasar Sarah membuka pintu kamarnya dengan


wajah cemberut. Kemudian menarik Sisca dan Serena dengan paksa kedalam kamar


kemudian menutup pintu dengan kasar. Meninggalkan kedua saudara iparnya diluar


kamar.


Chandra dan Jackie terdiam melihat pemandangan


itu. Kemudian mereka saling berhadapan dan menaikkan pundaknya secara bersamaan


kemudian berlalu berjalan kearah kamar mereka masing-masing.


Sarah menarik kedua saudaranya sampai kedepan


tempat tidur, kemudian ia menghempaskan tubuhnya dengan bertelungkup.


“dia menyebalkan” kata Sarah sambil menunjuk


kearah dinding dibelakangnya.


Sisca dan Serena saling berpandangan melihat


kearah dinding didepan mereka, hanya ada meja hias dan televisi. Serena

__ADS_1


menggaruk kepalanya sedangkan Sisca menaikkan alis matanya. Karena tidak menemukan


jawaban mereka melihat kearah Sarah Li yang masuh telungkup di tempat tidur.


“jelaskan kepada kami…apa yang terjadi.” kata


Sisca dengan suara lembut dan duduk di pinggir tempat tidur.


Sarah menghadap kesamping dan merapihkan


rambutnya yang menutupi wajahnya.


“Daniel terus – terusan menggangguku dengan


telepatinya.” Sarah mengeluh dengan kedua saudaranya dengan wajah cemberut.


Anak ketiga dari Andy Li ini memang sangat manja kepada kedua saudara


perempuannya.


“kamu ingin kami melakukan apa?” tanya Serena


bingung.


“suruh dia jangan mengangguku lagi” kata Sarah


sambil duduk dan menggulung rambutnya keatas.


“siapa yang menganggumu…” tanya Serena sambil


menggulung kemeja panjangnya..


“Daniel…” jawab Sarah dengan jujur.


“Serena dan Sisca saling berpandangan lagi dan


tidak bisa menahan rasa lucu melihat wajah Sarah yang diganggu seorang pria.


Biasanya ia akan melawan dengan gagah berani, kali ini ia seperti seekor anak


kucing yang minta pertolongan dari induknya.


“kamu mau kita marahi si Daniel itu??” tanya


Sisca


Sarah dengan wajah cemberutnya mengangguk dengan


cepat.


pandangan Sarah dan Serena kemudian kembali lagi dengan membawa Jackie dan


Daniel disamping kanan dan kirinya.


Hanya 3 detik waktu yang diperlukan untuk membawa


mereka berdua kehadapan Sarah.


“apa yang terjadi??” Jackie masih terlihat


bingung tiba – tiba ada dikamar Sarah.


“tanyakan kepada sahabat kakak ipar. Kenapa ia


menggunakan telepati untuk menganggu adik kecil kami.” kata Serena dengan kesal


ketika bicara kepada Jackie.


“seharusnya kamu menggunakan pesan singkat atau


menelpon seperti manusia biasa. Apa sulitnya… jangan katakan tidak ada pulsa”


sindir Serena dengan kesal.


“kakak kedua….” protes Sarah sambil menutup


wajahnya dengan bantal dan kepalanya melihat kearah Serena.


“Kenapa kakak pertama membawa dia kemari??”


protes Sarah kepada Sisca.


“adik kecil….jika ada masalah lebih baik segera


diselesaikan. Jika masalah kamu ada pada Daniel tentu saja kalian berdua harus


menyelesaikannya dengan segera. Kakak hanya membantu menjadi penengah antara


kalian berdua. Itu saja. “ kata Sisca sambil memegang pundak Sarah


Serena mengulum bibirnya menahan tawa, rasanya ia


tidak bisa menahan untuk menggoda adik bungsu mereka dan juga Daniel.

__ADS_1


“maaf, kalau kamu marah. Aku hanya ingin


memastikan kalau calon adik iparku tidak pelit dengan uang. Hanya mengeluarkan


biaya pulsa saja tidak mau bagaimana bisa memberikan kehidupan yang layak untuk


adik kami.” Serena kembali berbicara sambil menahan tawanya. Begitu juga dengan


Sisca, Jackie dan Daniel.


“kakak….” Sarah memukul pelan Serena dengan


bantal yang dipeluknya.


“sudah…sudah… jangan bertengkar lagi.” kata Sisca


sambil duduk di sisi tempat tidur bertiga dengan saudara kandungnya.


“sobat, sebenarnya apa yang terjadi??” kata


Jackie sambil menarik kursi meja hias dan mendudukinya.


“apa aku menganggumu….” tanya Daniel kepada


Sarah.


Sarah mengangguk dengan tetap memeluk bantal yang


menutupi wajahnya.


“aku bukan seorang play boy seperti yang tadi


kamu katakan.”


Begitu Daniel mengatakan hal itu Sisca dan Serena


membersarkan bola matanya menatap Daniel dan kemudian melihat Sarah.


“kalau kamu bukan seorang play boy kenapa dengan


mudah meminta seorang gadis untuk menikahimu?” kata Sarah kesal sambil membuka


bantal perlahan yang menutupi wajahnya. Mata tajamnya melihat kearah Daniel dan


bibir cemberutnya masih mendominasi diwajahnya.


Daniel duduk dilantai yang dialasi karpet


berwarna abu – abu muda tepat di depan Sarah.


“memang aku bukan pertama kali meminta seorang


wanita untuk menikahi ku. Tapi aku bukan termasuk orang yang bisa dengan cepat


menyukai orang lain. Kita sudah saling mengenal dari kecil, jauh sebelum kita


menjadi seorang manusia seperti sekarang. Aku rasa kamu cukup tahu tentang hal


itu..”


Serena menaikkan alisnya melihat seorang Daniel


Long duduk bersilah dihadapan Sarah. Bukah hanya karena dia seorang pengusaha


ternama. Dari susunan klan, naga adalah yang paling tinggi dan kuat energinya.


Tidak ada satu klan pun yang bisa mengalahkan kehebatan klan naga. Daniel Long


terkenal angkuh dan sombong dalam pergaulannya, mau melakukan hal seperti ini


demi seorang wanita merupakan rahasia besar bagi merekan.


Sisca merasa canggung dengan apa yang dilakukan


oleh Daniel dihadapan adiknya, bahkan Jackie sekalipun tidak pernah melakukan


hal tersebut kepadanya.


“Daniel.. kamu berdirilah. Jangan seperti itu.


Duduk disini….” kata Sisca sambil berdiri dan menepuk tempat tidur yang


didudukinya tadi. Daniel menggeleng dan tidak bergerak sama sekali. Wajahnya


menatap Sarah dengan penuh ketulusan.


“Aku tidak main – main dengan perasaan ku kepada


mu. Apa yang harus aku lakukan kepadamu agar kamu mempercayai perkataanku.”


Sarah hanya terdiam sambil menatap Daniel dengan


lurus. Mata mereka saling beradu. Satu orang menunjukkan perasaannya kepada

__ADS_1


lawan jenisnya. Sedangkan satu lagi menatap sambil  memastikan kebenaran


perasaan lawan jenisnya.


__ADS_2