Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 52


__ADS_3

“sejak kapan…. “ tanya Sarah bingung melihat semua


orang dihadapannya.


“sejak kalian turun tangga, kemudian melihat


pasangan muda berjalan menuruni tangga, kemudian ada perkelahian kecil antar


pasangan, kembali bermesraan. Aku benar – benar iri melihatnya, Sayang sekali


Chandra harus keluar kota hari ini dan baru kembali 3 hari kedepan.” Serena


bicara sambil berakting sedih.


Sarah melihat kedua telapak tangannya. Kenapa ia


tidak merasakan energi apapun, biasanya jika hal ini terjadi ia akan mengalami


perubahan bentuk menjadi manusia setengah ular. Wajah Sarah menjadi pucat.


“tenanglah adik kedua, tidak ada hal yang aneh


terjadi padamu.” Sisca berusaha menenangkan adik bungsunya dengan merangkulnya.


“energi kamu belum stabil setelah mengobati


Daniel waktu itu, kamu tidak perlu khawatir. Nanti akan pulih kembali dengan


sendirinya.” jelas Mayleen kepada putrinya.


“benarkah tidak apa – apa?” Sarah ingin


meyakinkan kembali perkataan semua orang disekitarnya dan menatap mereka satu


per satu.


Walau kehilangan kemampuannya, perasaan Sarah


mengatakan ada yang salah dengan dirinya. Tapi apa dan kenapa, ia juga tidak


mengetahui asalan pastinya. Sarah menatap Daniel yang ada disebelahnya, pria


ini hanya menunduk ketika Sarah menatap dirinya. Pria yang terkenal berani


seperti seorang Daniel mendadak terlihat menghindari tatapan matanya, benar –


benar tidak aneh.


“aku kembali kedalam kamar dulu. Permisi.” kata


Daniel menganggukkan kepalanya sekali kepada semua orang kemudian menaiki anak


tangga.


“lihat lah dia… bertindak seolah – olah dia sudah


menjadi penghuni rumah ini.” kata David sambil menggaruk dahinya melihat


kelakuan anaknya.


“tidak masalah, dia akan segera menjadi anggota


keluarga kami, tentu saja harus membiasakan diri.” Andy Li membela Daniel dan


kemudian keluarga Long mengundurkan diri dari rumah keluarga Li. Mereka semua


berdiri didepan pintu mengantar kepergian keluarga Long.


Sarah melihat mobil kedua orang tua Daniel pergi


dari kediaman mereka.


“sudah malam, mari kita beristirahat.” Andy Li


pergi ke kamarnya dilantai 1 dan Sarah bersama kedua saudaranya naik ketangga


menuju lantai 2 secara bersamaan.


“apa yang kalian bahas??” tanya Sarah yang


penasaran kenapa mereka berkumpul tanpa kehadiran dirinya


“pernikahan kalian tentunya, apa lagi?”


Sarah menoleh kearah Serena sambil tetap berjalan


menaiki anak tangga.

__ADS_1


“hadiah pernikahan kalian luar biasa. Investasi


di perusahaan Li tanpa harus mengembalikan kepada perusahaan Long.


Nilainya sangat fantastis, miliyaran dollar. Kamu sangat beruntung adik kecil.”


Serena merangkul pinggang adiknya.


“tidak lah begitu besar mengingat kekayaan


keluarga Long yang cukup banyak.” kata Sisca.


“kamu sudah siap menikah?” tanya Sisca lagi.


Sarah menaikkan kedua pundaknya. “cara bicaranya


selalu membuatku kesal. Kadang dia begitu lembut dan kadang dia sangat tegas


seperti hari ini. Kadang aku sendiri juga bingung. Sebentar bilang suka, tapi


sikapnya dingin seperti gunung es. Aku sulit menebak arah pikirannya.” keluh


Sarah sambil menggaruk alis matanya.


“kamu menyukainya??” tanya Serena


“bagaimana aku bisa mengetahui perasaan ku


padanya kalau dia sendiri tidak jelas bersikap kepadaku. Sebentar bilang cinta,


besoknya dia sangat dingin dan menyebalkan.” Sarah membuang nafas dengan sangat


kuat, ia melampiaskan kegundahan hatinya kepada kedua saudaranya.


Jackie dengan setia mengikuti ketiga dari


belakang. Menjadi pendengar setia para wanita yang sedang bercerita satu sama


lain.


“menurutku sebagai seorang pria sikap Daniel


sangat mudah dipahami.” Kata Jackie yang ikut menyambung pembicaraan ketiga


putri keluarga Li.


Mata mereka membesar dan dengan cepat menarik


semangat.


“lanjutkan…” mata Sisca berkilat menunggu


kelanjutan pembicaraan suaminya.


Ketiga anak perempuan keluarga Li sudah duduk


cantik di tepi tempat tidur Sarah dan melihat kearah Jackie dengan penuh harap.


Jackie menatap mereka satu persatu, sangat mirip dengan anak kucing yang minta


diberikan susu oleh majikannya.


Wajah mereka bertiga sangat lucu, jauh berbeda


dengan sikap mereka diluar sana yang terkenal tegas dan keras kepala. Jackie


menahan tawanya dengan menggeser kursi dari meja rias Sarah dan memindahkannya


didepan mereka bertiga.


“Kalau dari yang aku lihat sebenarnya Daniel


menyukai adik kedua, hanya saja ia tidak berani maju kedepan karena penolakan


demi penolakan yang ditunjukkan oleh adik kedua. Pertanyaan harusnya ke Sarah….


bagaimana menurutmu…”


Kedua saudara perempuanya beralih menatap Sarah


dengan penuh penasaran. Sarah terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa. Tidak


bisa dipungkiri pesona ketampanan seorang Daniel mampu membuat hati Sarah


bergerak untuk menyukainya. Bagaimana jika ini hanya sekedar kagum? dan bukan


cinta?

__ADS_1


Sarah melihat Jackie, ia kesulitan mengeluarkan


isi pikirannya. Semua orang menunggu Sarah untuk bicara, mendadak pintu kamar


Sarah diketuk dari luar membuat semua orang diruangan terkejut dan melihat


kearah pintu. Semua orang dikamar Sarah saling bertukar pandangan satu sama


lain. Dan Sarah adalah salah satu orang yang menjadi orang yang diharapkan


membuka pintu kamarnya.


Sarah menunjukkan wajah kesal bercampur ragu saat


akan membuka pintu kamarnya. Ketika ia membuka pintu, terlihat kilatan mata


berwarna merah menyala berdiri tepat didepannya dan mengejutkan Sarah.


“kamu,,,,, “ kata Sarah sambil mengerutkan


keningnya.


“kenapa jika aku?? “ tanya Daniel balik


“bukan kah kamu bilang mau tidur? kenapa kemari??


“ tanya Sarah.


Serena, Sisca dan Jackie langsung berdiri dengan


cepat begitu mengetahui Daniel yang datang.


“Sudah terlalu malam…. kami permisi tidur ya…”


Serena melambaikan tangannya begitu keluar dari kamar Sarah.


Jackie merangkul Sisca sambil berjalan keluar


dari kamar Sarah “kami permisi dulu ya adik ipar…” kata Jackie sambil ikut


melambaikan tangannya kepada Sarah dan Daniel.


Sarah tersenyum kearah mereka dan kembali bermuka


masam melihat Daniel yang tiba – tiba masuk kedalam kamarnya.


“kamu  tidak boleh masuk.” kata Sarah sambil


menarik tubuh Daniel yang ternyata sangat berat. Tubuhnya bahkan tidak bergeser


dan tetap berjalan normal walau Sarah sudah menarik Daniel sekuat tenaganya.


“aku mau tidur.. “ kata Daniel sambil merebahkan


tubuhnya ditempat tidur Sarah dan memakai selimut ditubuhnya dengan santai


seolah – olah ia tidur dikamarnya sendiri.


“kamu ini, seharusnya tahu batas, memang kita


akan segera menikah. Tapi tidur satu kamar sebelum menikah itu tidak pantas.


Kamu paham tidak? Seharusnya kamu tahu karena kamu seorang yang berpendidikan


tinggi.” Kata Sarah yang mulai merendahkan intonasi suaranya.


Sarah bertolak pinggang sambil menatap Daniel


yang perlahan lelap dalam tidurnya. Dari tadi ia bicara panjang lebar, tapi


pria ini tidak memperdulikan dirinya. Benar – benar luar biasa. Batin Sarah


protes melihat keadaannya. Daniel terlihat sudah tidur dengan lelap tanpa


mendengarkan omelan darinya.


Belum redah emosinya, pintu kamar Sarah kembali


diketuk.


Dengan malas ia menuju pintu kamar, sudah pasti


ini dari kedua saudaranya yang ingin mengolok - olok dirinya dan Daniel.


"apa lagi,,,,," kata Sarah dengan kesal


ketika membuka pintu.

__ADS_1


sayangnya didepan pintu berdiri kedua orang


tuanya.


__ADS_2