Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 20


__ADS_3

“Daniel,,,,” Jackie melambaikan tanganya didepan


wajah Daniel yang terlihat melamun.


Daniel teringat akan kejadian waktu itu,


bagaimana ia melihat Sarah yang berbicara dengan wanita tua itu. Kemudian


Daniel dengan sengaja membawa kedua pasang suami istri itu mendengarkan


perkataan sang nenek.


Saat itu Daniel benar - benar memberi pelajaran


kepada pasangan suami istri itu agar bersikap baik kepada sang nenek. Karena


jika tidak, ia akan memperkarakan masalah ini ke hukum. Bagaimana nasib sang


nenek Daniel belum mengetahuinya, tapi uang yang ditinggal Daniel untuk mereka


sangat besar agar mereka merawat sang nenek.


Daniel masih mengingat bagaimana wajah sang putra


yang terlihat sedih mendengar cerita ibunya dan sang menantu yang tertunduk


malu karena perbuatannya.


“calon adik ipar jangan terlalu dipikirkan, adik


kecil kami tidak sulit untuk didekati seperti yang kamu pikirkan.” kata Serena sambil


berdiri menepuk pundak Daniel yang masih terlihat melamun.


Daniel tersenyum tipis dengan perkataan Serena.


“Makan yang banyak” kata Sisca sambil memberikan


sepiring buah mangga kepada Daniel.


“ini adalah makanan kesukaan adik kecil kami”


kata Serena sambil melambaikan tangan kearah Sarah Li yang kedapatan sedang


melihat kearahnya.


“kemari adik kedua...” kata Sisca sambil mengajak


Sarah Li agar mau bergabung dengan mereka.


Dengan cepat Sarah menggelengkan kepalanya


kemudian melanjutkan berbicara dengan pada orang tua.


“kamu lihat, dulu dia dan mama seperti musuh


bebuyutan. Sekarang mereka lengket seperti lem dan kertas. Aku sedikit sulit


menerima perubahan ini dengan cepat. Tapi jujur aku merasa senang, mereka


semakin baik hubungannya.” Sisca melihat kearah Sarah sekilas kemudian melihat


kearah Serena.


“semoga bukan hanya sementara.” Kata Serena


berharap banyak sambil menatap Sisca.


“tidak,,, dia akan seterusnya seperti itu.”


Sambung Daniel dengan yakin.


Sisca dan Sarah saling berpandangan dan membesarkan


pandangan mereka. Dengan serentak melihat kearah Daniel yang sedang memasukkan


mangga kedalam mulutnya.


Daniel terdiam sesaat ketika akan memasukkan


mangga kedalam mulutnya “apa ada yang salah??” tanya Daniel bingung.


“kamu berbicara seperti sudah menikah dengannya


selama ratusan tahun.” Jawab Chandra.


Sisca, Serena dan Jackie saling bertukar


pandangan dan menahan senyuman diwajahnya. Chandra  adalah manusia biasa,


wajar jika ia berkata seperti itu. Ia tidak mengetahui kalau sebenarnya


hubungan keluarga Long dan Li sudah terjalin hampir seribu tahun.


“aku rasa seperti itu, aku merasa sudah lama


mengenalnya beratus tahun lamanya.” Daniel tersenyum kemudian menatap Sarah

__ADS_1


yang sedang telihat berbicara sambil bermain mahyong bersama para orang tua.


Sikap Daniel tersebut membuat Serena dan Sisca


bersorak melihatnya...


“waaahh....”


Suara riuh dari kedua anak perempuan keluarga Li


itu membuat para orang tua dan Sarah melihat kearah mereka.


“mama...lihat la.... Daniel sepertinya menyukai


Sarah, tante anda harus segera berkunjung kerumah kami untuk melamar adik kecil


kami sebelum dia diambil pria lain.” Kata Serena dengan suara kuat penuh


semangat


Sarah melihat kearah Daniel yang memang sedang


menatapnya, jantung Sarah berdetak tidak karuan. Suasana sejuk menjadi panas.


“baiklah.... bagaimana putra ku...kita lamar


Sarah Li ??” tanya David dengan serius


Daniel tersenyum mengangguk sambil berkata


“tolong lamarkan dia untuk ku.”


Jawaban santai dari Daniel membuat darah Sarah


berdesir hebat, jantungnya berdetak lebih cepat dan pipinya kemerahan.


“sahabatku Andy Li, sepertinya kita akan menjadi


besan. Putra ku ternyata juga mencintai putri ketiga anda.” Kata David.


Para orang tua tersenyum puas dengan mendengar


perkataan Daniel. Akhirnya mereka benar – benar  akan menjadi besan.


“bagaimana adik? kamu menerimanya?” tanya Sisca.


Sarah memalingkan wajahnya, jika bisa ia


melarikan diri saat ini. Ia sangat malu, pipinya mulai kemerahan sambil berkata


dengan gugup. “aku....aku...”


berdiri kemudian membungkukan tubuhnya dihadapan keempat orang tua. “aku


lelah... permisi istirahat.” Dengan gerakan cepat Sarah Li kabur dari ruang


makan dan kembali kekamarnya.


“dia malu.... baru kali ini aku melihat adik


kedua seperti itu,” kata Sisca.


“dia sangat lucu bukan,....” kata Serena.


“dia sangat cantik dan menarik.” Kata Daniel


sambi tersenyum melihat Sarah berlalu dari ruang makan.


Perkataan Daniel bisa didengar seluruh orang


diruangan makan termasuk para orang tua.


“aku rasa malam ini secara resmi kami akan


melamar putri ketiga kamu.” David berkata sambil tertawa puas.


“boleh...boleh.. kami tunggu lamarannya.” Jawab


Andy Li sambil tertawa.


Huanran dan Mayleen saling berpandangan. Mereka


pun sangat senang dengan perkembangan hubungan kedua anaknya yang begitu cepat.


“bukan kah kalian baru bertemu?? Kenapa kamu


sudah menyukainya?” tanya Chandra


“mungkin yang kamu katakan ada benarnya, kami


sudah bersama beratus tahun.” Jawab Daniel sambil tersenyum dan meminum air


mineral dihadapannya.


Sisca, Serena dan Jackie menatap serius kearah


Daniel. Mengapa berkata seperti itu kepada manusia biasa. Daniel tidak jadi

__ADS_1


menelan air mineral dimulutnya dengan cepat karena pandangan ketiga orang


disekitarnya.


Dengan cepat ia mengkoreksi perkataannya “satu


hari mengenalnya seperti aku sudah mengenalnya selama ratusan tahun. Mungkin


ini yang dinamakan cinta.”


“ahahaaa....” ketawa para anak muda membuat riuh


ruangan makan. Para orang tua yang melanjutkan permainan mahyong tersenyum


simpul mendengar perkataan Daniel.


“kamu jangan khawatir. Daniel bukan seorang play


boy. Ia memang memiliki banyak wanita yang berdiri dibelakangnya sebagai fans


clubnya. Tapi tidak ada satu orang wanita pun yang menjadi kekasihnya. Ia


dengan tulus menjadi jomblo sepanjang hidupnya.” Kata Jackie sambil menatap


Chandra dan Daniel bersamaan.


“kalian sahabat lama....” tanya Chandra


“mereka adalah sahabat dari mulai kecil sampai


kuliah sayang, mereka bahkan memulai bisnis bersama.” Jelas Serena kepada


tunangannya yang duduk dihadapannya.


“begitukah...aku mengira kalian baru bertemu.”


“maaf karena kesibukan mempersiapkan pernikahan


kakak dan pernikahan kita aku lupa menjelaskan kepadamu.” jelas  Serena.


“kami juga baru mengetahui mereka sahabat karib


ketika fiting gaun pernikahan ditempat Albert. Kebetulan kami lebih dahulu


pergi dengan Sarah dan disana  kami bertemu dengan Daniel.” kata Sisca.


Sebenarnya ia berbohong, mereka adalah kenalan


lama. Lebih lama dari umur orang tua Chandra, tapi tidak mungkin menjelaskan


kepada dirinya dengan begitu jujur. Ia bisa terkejut mendengar semua penjelasan


mereka.


“calon adik ipar kamu serius?” Serena


mengklarifiasi lagi perasaan Daniel.


Daniel tersenyum sambil mengangguk perlahan. Ia


masih ingat minggu yang lalu ketika ia baru sampai dari luar negeri, demi


fiting pakain untuk pernikahan sahabatnya ia langsung ketempat Albert.


Sebenarnya tidak hanya gedung, tapi usaha bridal adalah milik dari kedua


keluarga. Huanran sangat menyukai perhiasan, sedangkan Mayleen sangat menyukai


bisnis pakaian


Dari jam 7 pagi, Daniel sudah ada dilokasi dan


kemudian pergi sarapan berdua dengan mamanya. Begitu selesai sarapan ternyata


Sarah sudah ada di dalam gedung sedang melihat gaun pengantin. Dengan wajah


tanpa riasan dan pakaian tidur tanpa dengan celana pendek. Cahaya matahari yang


menyinari kulitnya memantul sangat sempurna, seperti sisik ular yang terkena


cahaya. Ia akan berkilau dan sisiknya terlihat cantik dengan warna yang kontras


dan cerah.


Ketika mata mereka bertemu, Daniel tidak bisa


menghindari perasaannya saat itu. Ia sangat suka melihat wanita didepannya.


Kulitnya yang terespose untuk umum membuat Daniel tidak suka melihatnya.


Akhirnya dengan bantuan Huanran ia memilih baju


desain dari Mayleen dan meminta pelayan untuk memberikan kepadanya, tanpa


menyebutkan kalau itu adalah pemberian dari anak pemilik bridal.


Hubungan keluarga yang sangat erat dari zaman

__ADS_1


dahulu sampai sekarang. Perasaan tidak akan berdusta.


__ADS_2