Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 5


__ADS_3

Sarah Li merebahkan badannya di tempat tidur,


matanya melihat kearah langit-langit kamar hotel. Tidak ada yang dipikirkannya


saat ini. Pikirannya kosong dengan menatap langit-langit kamar yang berwarna


putih. Telepon hotel berdering, dengan malas Sarah mengangkat panggilan


tersebut


“ya,,,,” jawab Sarah dengan malas


“nona ketiga LI, ini aku Alex. Rapat siang ini


dengan perusahaan Long tidak bisa dibatalkan. Karena Direktur Utama mereka akan


keluar negeri. Maafkan saya..” suara Alex terdengar merasa bersalah.


“tidak masalah. Kamu bantu aku, antar pakaian dan


ponselku ku kehotel sekarang. Ohya satu lagi, minta Nana untuk menemuiku dihotel


sekarang dengan membawa semua dokumen yang diperlukan.” perintah Sarah


“baik nona muda. Orang yang akan anda temui


kebetulan menginap dihotel tempat anda sekarang. Dia ada dilantai 8. Ruangan


808.”


“baik, aku akan mendatangi ruangannya bersama


seketaris ku jam 1 siang ini, selesai makan siang” kata Sarah


Dengan cepat Sarah menutup panggilannya dan


kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Tiga puluh menit berjalan semua hal


yang dipesannya kepada Alex sudah datang. Nana mengetuk pintu kamar dengan membawa


2 laptop dan berkas yang cukup banyak ditangannya. Untungnya supir kantor


membantunya membawakan barang-barang keperluan mereka rapat hari ini.


Begitu Sarah membuka pintu mata Nana tidak


berhenti berkedip melihat bos wanitanya yang tampil berbeda. Nana memperhatikan


Sarah dari atas kebawah, kaki putih bersihnya terekspose dengan sempurna. Sarah


terlihat sangat cantik menggunakan dress berwarna ungu ini. Nana sudah bersama


dengan Sarah selama 7 tahun, dan selama 7 tahun ini gaya berpakaian Sarah Li tidak


pernah berubah sama sekali. Ia selalu memakai celana panjang. Bahkan pertemuan


dengan klien sekalipun ia akan mengenakan setelan blazer. Tidak pernah


menggunakan dress seperti ini.


Nana tidak berani berkomentar banyak terhadap


penampilan Sarah. Sarah terkenal sebagai seseorang yang tempramen. Ia terkadang


bisa sangat bersahabat, tapi disaat-saat tertentu Sarah bisa menjadi seseorang


yang sulit ditebak apa maunya. Nana sudah paham betul bagaimana Sarah selama


ini.


“silahkan masuk,” perkataan Sarah memecah lamunan


Nana dengan cepat.


Nana seorang gadis cantik berkulit gelap dan


berambut ikal. Tapi ketika ia tersenyum sangat manis, seorang wanita yang


pintar dan cepat dalam mengambil keputusan bijak. Tanpa diperntah Sarah, ia


sudah melakukan apa yang Sarah ingin lakukan.  Sarah sangat menyukai Nana

__ADS_1


dari pertama kali bertemu. Walau Nana pintar dalam mengambil keputusan, tidak


pernah sekalipun ia melangkahi Sarah dalam menentukan keputusan perusahaan.


Biasanya Sarah akan menanyakan kepada Nana langkah apa yang harus diambilnya


dan selalu memberikan ide - ide segar dalam urusan pekerjaan Sarah.


Sarah berhasil mengasah keterampilan Nana menjadi


seseorang ‘pembuat keputusan yang tepat’. Sarah juga sangat tegas kepada Nana,


ia tidak mentorerir kesalahan, jika Nana terlambat dan membuat kesalahan dalam


bekerja, ia akan memotong gaji tanpa segan-segan dan memberikan surat


peringatan.


Nana sangat paham dengan hal tersebut, selama


bekerja bersama Sarah, Contoh kecil yang setiap hari dilakukan Nana adalah ia


tidak pernah terlambat dan sangat jarang mengambil cuti. Bagi Sarah waktu


adalah uang, ia sangat menghargai waktu. Masuk jam 8 pagi dan jam 5 sore sudah


harus pulang. Jika ada klien yang ingin bertemu diluar jam kerja, sudah pasti


Sarah akan menolak. Kecuali ada acara kantor atau acara perusahaan klien, Sarah


pasti akan datang tapi itu pun dibatasinya hanya sampai jam 8 malam. Lewat dari


jam itu, sudah bisa dipastikan Sarah sudah tidak akan ada lagi dilokasi acara.


Nana masuk kedalam kamar hotel Sarah, ini bukan


pertama kali baginya mendatangi kamar hotel ini. Tempat ini adalah rumah kedua


bagi Sarah. Hanya 3 tempat yang biasa dikunjungi bosnya yaitu kantor, rumah dan


hotel ini.


Sarah duduk dan Nana duduk dsebelahnya sambil


proposal kerja sama itu, wanita ini sangat tidak suka dengan kata ‘gagal’. Ia


lebih suka menguasai medan peperangan sebelum berperang dengan musuh. Sarah


adalah wanita  yang detail, ia juga benci membuat kesalahan. Sarah membaca


dengan serius proposal tersebut dan mendiskusikannya kepada Nana.


Sarah memesan makan siang untuk mereka berdua.


Setelah kenyang dan persiapan dirasa cukup matang, 10 menit lagi sebelum pukul


1, Sarah dan Nana mengunjungi ruangan 808 yang ada dilantai 8 hotel miliknya.


Sarah menekan bel kamar tersebut, seorang pria tampan dengan tinggi badan 185


cm berambut lurus dengan belahan rambut kearah samping, memakai jas berwarna


biru tua dengan kemeja berwana putih. Satu kancing kemejanya dilepaskan. Pria


ini memberikan kesan santai tapi dalam keadaan formal. Ia kemudian


mempersilahkan Sarah dan Nana masuk dan duduk diruangan tamu kamarnya.


Sarah tentu saja mengetahui ruangan 808 ini


biasanya dipesan oleh keluarga dengan marga Long. Sarah belum pernah bertemu


dengan mereka, staff hotel sudah paham betul apa yang harus dilakukan jika


mereka menginap di hotel ini. Orang bermarga Long itu tidak akan mau mengganti


kamar jika memesan hotel ini. Bahkan dia termasuk pelanggan yang sangat loyal.


dalam waktu 1 tahun biasanya ia sudah memesan kamar hotel jauh hari sebelumnya


lengkap dengan rincian tanggal berapa saja mereka akan menginap. Dengan

__ADS_1


pembayaran penuh, tidak heran jika pelanggan ini menjadi pelanggan prioritas


dalam hotel Sarah.


"Setelah duduk" Pria tinggi itu


mempersilahkan Sarah dan Nana duduk. Setelah mereka semua duduk pria itu mulai


bicara.


“perkenalkan saya James, saya adalah asisten


personal bapak Daniel Long.” James mengulurkan tangannya kepada Sarah dan Nana.


Sarah dan Nana merespon uluran tangan James dan tersenyum dengan ramah.


“maaf sebelumnya, bapak Daniel Long sedang tidur.


Saya tahu ini tidak sopan tapi harap nona ketiga Li paham karena bapak Daniel


baru sampai dari luar negeri pagi ini. Kemudian dia langsung kekantor untuk


menandatangi pekerjaan yang tertunda.”


James berbasa basi kepada Sarah agar ia tidak


kecewa. Ia sudah sering mendengar bagaimana nona muda ketiga Li ini yang tidak


suka dengan kata terlambat, tidak menpati janji dan tidak loyal dengan


pekerjaan.


“tidak masalah, saya rasa pak James bukan orang


sembarangan, karena pak Daniel Long mempercayakan pembahasan kerja sama ini


dengan anda. Bisa kita lanjutkan....” Kata Sarah langsung kepermasalahan.


“tentu saja,,,” kata James sambil menghidupkan


recorder dan meletakkannya dimeja.


Sarah memperhatikan recorder itu tapi tidak


menanyakan langsung kepada James.


James tidak sengaja melihat Sarah Li yang


memperhatikan dirinya “maaf jika anda tidak nyaman, tuan muda Long mempunyai


kebiasaan mendengarkan rekaman kerja sama apabila ia tidak ada ditempat. Harap


nona muda Li maklum, karena tuan muda kami sangat teliti orangnya.”


Sarah Li mengangguk, ‘sepertinya tuan muda mereka


tidak jauh berbeda sifatnya dengan dirinya.’ Pikir Sarah.


Sarah pun mulai menyampaikan proposal kerja sama


dengan perusahaan Long.  Diluar perkiraan seorang asisten pribadi ini


ternyata memiliki pemikiran yang luar biasa dalam hal pekerjaan.


Saran yang diberikan dalam proposal yang


ditawarkan. Bahkan Sarah tidak pernah terpikir sebelumnya Jujur secara personal


pria dihadapannya ini tidak hanya berwajah tampan, tapi memiliki wawasan yang


luar biasa. Sarah senang bisa berbicara dengan James dan bertukar pikiran


dengannya. Benar-benar seseorang yang tidak salah pilih dijadikan tangan kanan


untuk perusahaan berkelas internasional.


Pertemuan hari ini berjalan dengan lancar, lusa


adalah penandatangan draft kerja sama setelah melakukan revisi atas prosposal


kerja sama yang dibahas hari  ini. Nana selesai mencatat perubahan pada

__ADS_1


proposal. Setelah semua pembahasan selesai, Sarah dan Nana undur diri dari


kamar James.


__ADS_2