
“Apakah sangat sakit…” tanya dengan hati – hati sambil memegang bekas luka ditubuh Daniel dengan sangat hati – hati.
“tidak sakit lagi…. hanya saja disaat tertentu terkadang ada rasa sakit sedikit.”
Tangan Sarah masih bergetar melihat dan memegang bekas luka ditubuh Daniel. Ingatannya tertuju kepada mimpi yang sering dialaminya. Mimpi yang sangat menyeramkan. Melihat darah berhamburan diudara seperti daun yang tertiup angin. Kemudian darah itu mengalir ditanah seperti air. Sarah tidak bisa melupakan rasa takutnya walau itu hanya dalam mimpi.
Air matanya tidak bisa berhenti.
“pasti saat itu sakit…. apa kamu sangat takut pada saat itu??”
“tidak…” Daniel menggeleng sambil memegang tangan Sarah yang masih memegang tubuhnya
“aku hanya merasa sakit jika ada orang yang berani menyakitimu dan aku selalu merasa takut jika ada orang yang berani melukaimu…” sambung Daniel. Tatapan matanya sangat dalam melihat Sarah. Daniel menghapus air mata dipipi Sarah dengan ibu jarinya.
“bukankah pada saat itu kamu bisa menyelamatkan diri,,,, kenapa tidak menyelamatkan dirimu sendiri dan membiarkan dirimu sampai terluka seperti ini…..”
“jika posisi kita terbalik. Aku yakin kamu juga tidak akan melakukan hal itu. Kamu tidak akan mungkin pergi
menyelamatkan dirimu sendiri dan meninggalkan orang yang kamu cintai menghadapi kesulitannya sendiri.”
Sarah terdiam, pria ini berkata benar. Jika itu dia… Tidak mungkin dia membiarkan Daniel terluka dan menghadapi semua hal mengerikan itu sendiri. Walau peluangnya kecil untuk menang, setidaknya ia akan berusaha dari pada kabur seperti seekor kecoa.
“apa saat itu kamu berpikir kamu akan ma..” Sarah menggelengkan kepalanya, sunggug tidak sopan berbicara seperti itu pikirnya.
“mati….” tanya Daniel balik
Sarah terkejut, Daniel begitu berani mengatakan hal tersebut dihadapannya. Ia menyebutkannya tanpa beban sama sekali.
Daniel tersenyum dan berkata “sangat takut.. aku takut jika aku sadar, aku tidak bisa melihat mu lagi dihadapanku. Aku sangat takut jika aku membuka mata mendapatkan kabar kalau kamu tidak bisa diselamatkan. Jika aku yang tidak bisa selamat dari peristiwa itu, tidak masalah….. setidaknya rohku akan selalu mengikutimu dan akan selalu menjagamu dengan caraku…. sampai ada orang aku percayai untuk menjaga kehidupanmu yang sekarang. Sampai aku yakin ia adalah pria yang baik untuk mendampingi hidupmu sampai menua kelak.”
“bagaimana jika aku tidak berniat menjalani kehidupan ini dengan pria manapun?? Bagaimana jika aku tetap tidak mengingatmu…” tanya Sarah
__ADS_1
Daniel mengusap rambut Sarah. “itu semua hanya perumpaan, jangan terlalu dipikirkan. Tapi jika itu terjadi
bagaimana ya….” Daniel menarik nafas dengan dalam sambil membesarkan matanya.
“tidak masalah, jika kamu tidak mengingatku. Yang penting sekarang adalah adalah aku yang mengingatmu. Mungkin jika kamu tidak tertarik dengan pria manapun walau kamu tidak mengingatku…. otakmu mungin menolak mengingatku, tapi aku percaya dalam hatimu penuh akan cinta kepadaku. Walau kamu tidak ingat, ia akan secara otomatis mengingatkan perasaanmu kepadaku agar tidak mendekati pria lain. Karena cintamu hanya untukku dan demikian sebaliknya.”
Perkataan Daniel sangat masuk akal bagi Sarah. Tapi baginya pasti sangat tidak adil. Cinta bertepuk sebelah
tangan. Siapa yang sanggup bertahan dengan hubungan seperti itu… Pria ini sudah mempertaruhkan banyak hal dengan hubungan mereka berdua. Sarah sendiri tidak bisa memastikan apakah ia akan mengingat perasaannya kepada Daniel.
Ditubuh pria ini terukir dengan jelas perjalanan cinta mereka tidaklah mudah. Banyak hal yang telah dikorbankan
mereka. Waktu, tenaga, emosi dan perasaan. Bertahan pun tidak lah mudah, menjadi orang yang dilupakan juga sangatlah menyedihkan. Keadaan memaksanya tidak mungkin memaksakan suatu ingatan yang sama sekali tidak ada dalam ingatan orang yang dicintainya.
Pria ini tidak hanya terluka dari fisik. Tapi perasaannya juga hancur karenanya.
“pernahkah kamu menyesal mengenalku??”
“tidak..” jawab Daniel tanpa ada keraguan sama sekali.
“kesepian… saat kau tidak melihatku. Sakit ketika melihat kau tidak mengingatku. Terluka terluka ketika aku melihat ada pria lain yang mendekatimu. Bertahan ketika aku melihat senyummu. Selama ini hanya perasaan ini yang membuat aku tetap disini dan melihat dirimu dari kejauhan.”
Kata – kata Daniel menggetarkan hati Sarah. Perkataan Daniel sangat indah didengar telinganya.
“terlepas saat ini apakah kau Daniel yang asli atau tidak. Aku sangat menghargai semua perkataanmu. Jujur,
dalam hati….. aku sangat senang mendengar semua perkataan mu. Sangat indah… tapi aku tahu itu tidak mudah dijalani. Terima kasih untuk semua perasaan cintamu kepadaku.”
“kita ada dipulau dan kamu masih mencurigai aku asli atau tidak…”
“aku sudah katakan,,, semua harus dilakukan dengan hati – hati. Aku hanya menyerahkan tubuh dan hatiku kepada suamiku. Semua terlalu abu – abu bagiku.”
__ADS_1
Daniel menarik kedua ujung bibirnya membentuk garis lurus. Rasanya sangat menyakitkan ketika dirinya yang
asli diragukan keasliannya. Sulit menerima, tapi jika ia sudah bertahan sejauh ini. Setidaknya ia harus bertahan sedikit lagi untuk kehidupan mereka berdua yang lebih baik kedepannya.
Daniel mengangguk perlahan. “jika kamu merasa Daniel Long yang ada dihadapanmu abu – abu atau tidak jelas
keasliannya. Tolong jangan memakai pakaian seperti ini. Pria mana pun akan salah paham dan akan dengan cepat memanfaatkan situasi seperti ini.”
“bukankah aku memakai celana pendek setiap hari??”
“kesannya berbeda ketika kamu mengenakan pakaian ini…” Daniel melihat Sarah dari atas kebawah.
Sarah menyipitkan matanya “kamu sendiri dengan suka hati tidak memakai pakaian dan berjalan – jalan diruangan ini seolah tidak ada orang. “
Daniel menunjuk dirinya, kenapa jadi dirinya yang disalahkan?? bukankah Sarah yang meragukan keasilan dirinya? Lantas kenapa menjadi salah dirinya?? Bantin Daniel benar – benar tidak bisa menerima perkataan Sarah Li.
“bagaimana jika aku bukan Sarah Li yang asli dan sekarang kamu sedang bersama diriku yang palsu?? Kamu ingin tebar pesona tubuhmu yang atletis itu kepada dia?? Waaah…” Sarah membuka mulutnya dan memaksa tersenyum dengan sinis sambil bertepuk tangan.
“aku seperti ini karena aku yakin aku bersama istriku yang asli dan saat ini juga sama denganmu. Kamu sedang
bersama dengan suamimu yang asli.”
“tetap saja kamu jauh lebih mesum dari perkiraanku..” bantah Sarah sambil berdiri menantang Daniel
“astaga Sarah Li istriku…. aku bisa gila kalau berdebat denganmu…” Daniel memijat keningnya
Sarah berbalik badan meninggalkan Daniel menuju anak tangga untuk kembali kekamar tidurnya dan mengambil
pakaiannya sambil bergumam.
“tidak ada istri didunia ini yang menyukai suaminya menunjukkan tubuhnya kepada wanita lain, apa pria sekarang sudah tidak punya hati. Apa mereka tidak memikirkan perasaan istrinya…. bisa saja ia cemburu karena perilakunya. Benar – benar keras kepala.. ”
__ADS_1
Gumaman Sarah Li bisa didengar Daniel dengan sangat jelas. Ia ingin menyangkal perkataan Sarah Li. Tapi
setelah mendengar kata ‘cemburu’ membuatnya mengurungkan niatnya untuk menjawab perkataan Sarah. Ia hanya menatap punggung istrinya sambil menahan senyum.