
"bagaimana keadaan Sarah?? tanya David Long
"kondisinya tidak ada masalah. Tapi setelah kembali kekota aku akan membawany melakukan pemeriksaan secara menyeluruh."
"apa kamu melihat orangnya??"
"tidak pa, mereka menggunakan jubah sama seperti waktu itu. aku tidak bisa memastikan pelaku utamanya. Tapi aku yakin dalam memori ini ada jawabnya. Aku tidak bisa berlama - lama karena saat ini Sarah masih belum sadarkan diri."
"baiklah pergi lah. Jaga dia bailk - baik. Selebihnya biar papa yang akan mengurusnya."
Daniel mengangguk dan dalam waktu singkat menghilang dari pandangannya. David Long segera memasukkan memori foto Sarah Li kedalam laptop milknya dan membuka gambar itu satu persatu. Jantungnya berdetak dengan cepat dan segera ia mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Andy Li
"ya..." jawab Andy Li langsung begitu menerima panggilan dari David Long
"apa kamu ada waktu?? datanglah kerumahku sekarang. Ada hal penting yang akan aku sampaikan."
Andy Li yang masih duduk di dalam kantornya langsung melakukan teleportasi dan dalam waktu kurang dari satu detik sudah berada dihadapan David Long.
"lihat lah ini....." David segera memutar posisi laptopnya kearah Andy Li. Sama dengan reaksi David Long ia pun sangat terkejut dengan hasil gambar di layar laptop
__ADS_1
"dari mana gambar ini??"
"Sarah Li yang mengambil gambar ini, sepertinya saat itu ia merasa ada yang mengikutinya dan dengan sengaja mengambil gambar orang itu. Putri kita sangat pintar, aku sungguh tidak menyangka ia akan melakukan hal ini." David tersenyum puas menatap Andy Li
"dimana sekarang Sarah Li???"
"dia sudah aman bersama Daniel. Sekarang sedang dirawat di klinik kompleks perumahan perusahaan kita."
Andy Li menarik nafas dengan lega, mendengar tidak terjadi sesuatu dengan putrinya adalah suatu kabar baik diantara kabar yang mengejutkan ini.
Andy Li dan David Long berdiskusi panjang mengenai hal ini dan kemudian menghubungi penyelidik internal dan juga rekan mereka yang ada dikepolisian agar membantu mengungkapkan semuanya dengan jelas,
******
Sarah merasa ada yang aneh dengan dirinya, kulitnya saling bersentuhan satu sama lain seperti tidak ada kain yang membatasi. Tangan mulai meraba perlahan dan Sarah membesarkan matanya. Ia duduk dan melihat kedalam selimut.
"apa yang terjadi...."
"tadi baju kamu kotor, jadi aku membukanya."
__ADS_1
Sarah membesarkan matanya dan berusaha mengingat apa yang terjadi. Tapi sayangnya kepalanya terasa pusing karena benturan yang terjadi tadi.
"kamu yang...." Sarah tidak berani berbicara banyak kepada Daniel karena kondisinya sangat tidak menguntungkan sekarang. Sarah hanya menatapnya dengan rasa waspada.
"tentu saja aku, jika tidak siapa lagi?" Daniel menatap heran kepada Sarah
Sarah memejamkan matanya, ia terlalu malu untuk melihat pria ini. Walau mereka sudah menikah, tapi mereka sama sekali belum melakukan hubungan suami istri. Sungguh sangat memalukan berada dalam kondisi canggung seperti ini.
"harusnya kamu tidak melakukannya...." Sarah menyalahkan perbuatan Daniel yang terlalu berani melakukan hal seperti ini.
"jadi apa yang harus aku lakukan Baju kamu kotor karena terjatuh..."
Sarah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"apa yang terjadi denganku???"
"kamu pingsan di tempat kejadian yang masih banyak debu hitam. Baju yang kamu gunakan sudah berubah warna menjadi abu - abu gelap. Aku sudah membuangnya ke tempat sampah." Daniel melihat kearah tempat sampah dekat meja rias. Dan Sarah mengikuti arah pandangan Daniel
"apa kamu melakukan...sesuatu??" tanya Sarah dengan waspada.
__ADS_1
"sayang, aku memang suamimu. Tapi aku tidak berniat melakukan hal seperti itu pada istriku yang sedang terluka dan tertidur pulas." Daniel bicara sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
Sarah diam sejenak dan mencoba merasakan apakah organ intimnya mengalami reaksi tertentu. Setelah memikirkan dan akhirnya ia mengambil kesimpulan tidak ada masalah dengan dirinya.