Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 168


__ADS_3

Daniel menatap Sarah dengan fokus, istrinya bagaimana pun dan dilihat dari sisi manapun tetap paling cantik dimatanya.


“aku Daniel Long yang asli…” kata Daniel kepada Sarah


Sarah melihat Daniel sekilas dan menaikkan ujung kanan bibirnya dan menjawab perkataan Daniel


“terserah. Aku hanya butuh makan sekarang.”  jawab Sarah santai sambil memperhatikan tangan Daniel yang sedang menyuapkan makanan untuknya


“apa kamu tidak takut, kamu tidak tahu aku asli atau tidak. Tapi kamu membiarkan aku memberikanmu makan….”


“tentu saja tidak takut. Tapi bagaimana pun kamu kalau berniat untuk membunuhku seharusnya sudah dilakukan dari awal. Satu – satunya alasan orang menginginkanku adalah sesuatu dari dalam diriku. Bukan yang lain. Mereka akan membuang tubuhku begitu mereka akan mendapatkan sesuatu dariku.”


 Sarah menjawab dengan sangat jujur, tapi hati Daniel terasa sakit. Sarah terlihat sudah pasrah dalam menerima takdirnya. Tapi tidak dengan dirinya. Ia tidak ikhlas dengan apa yang terjadi pada istrinya. Kehidupan mereka dahulu sangat tenang sebelum makhluk serakah itu mulai mengusik kehidupan mereka.


Sarah tidak melihat Daniel, ia hanya melihat bahasa  tubuh Daniel yang terlihat kaku. Jika memang dirinya adalah Daniel yang asli pasti ia tidak akan suka mendengar Sarah berkata seperti itu.


“aku…. tidak suka dengan apa yang tadi kamu katakan…” akhirnya Daniel buka Suara dan mengutarakan apa yang ada didalam hatinya. Dia berbicara dengan nada yang sedih dan intonasi yang pelan tapi terdengar sangat


jelas.


“lantas kamu harus aku bagaimana?? Setiap ada orang yang berkata aku adalah Daniel Long yang asli… kemudian aku menerima perkataannya? Kemudian kamu memanfaatkan ku dengan status mu sebagai suamiku… kemudian tidur denganku, dan melakukan semuanya sesuai dengan keinginanmu??? coba kamu pikirkan…” Kata Sarah sambil menunjuk – nujuk kepalanya menatap Daniel.


“bahkan aku yang dari semalam berada disisimu… kamu juga tidak percaya??”


 “terserah kamu asli atau palsu. Tapi satu hal…. ketika aku menikah dengan Daniel Long. Dia adalah suamiku. Kejadian buruk yang aku alami membuat aku harus membangun benteng pertahananku sendiri. Aku tidak

__ADS_1


tahu siapa yang akan menyakitiku. Aku juga memiliki tanggung jawab melindungi tubuhku dari pria yang mirip dengan suamiku… Jika setiap orang yang mengaku Daniel Long aku terima dan aku tidur dengan orang yang ‘mirip’dengan suamiku… lantas ketika semuanya berakhir aku bertemu dengan suamiku yang asli… kemudian….. ternyata aku mengetahui orang yang selama ini aku temui palsu semua…. bagaimana…” Sarah menaikkan wajahnya bersamaan dengan ia menaikkan alis matanya melihat Daniel.


“bagaimana jika aku memaksamu sekarang??? “ Daniel dengan gerakan cepat membuat Sarah terbaring di sofa panjang. Daniel berada diatas dirinya dan mengurung dirinya dengan kedua lengannya yang kokoh.


Jantung Sarah berdetak dengan cepat. Ia tidak ingin berada didalam situasi yang seperti ini. Tidak ada waktu untuk romansa dalam hidupnya, setidaknya sekarang. Apa lagi saat ini ia berada dipulau hanya berdua dengan Daniel saja. Hal buruk bisa saja terjadi. Sarah dengan cepat mengambil garpu dengan tangan kirinya dan mengarahkannya didada Daniel.


“aku bersumpah akan membunuhmu…. jika kau berani menyentuhku.” Mata Sarah berkilat merah.


Daniel semakin menggila dan memajukan tubuhnya kearah Sarah. Ia membiarkan garpu itu menusuk kulitnya. “aku tidak takut dengan ancamanmu…” bisik Daniel sambil tersenyum licik.


Sarah merasa dalam situasi yang tidak menguntungkan. Matanya melirik kearah sekitar, mencari apa saja yang bisa dijadikan senjata untuk melawan pria ini. Karena bagaimana pun, kondisi fisiknya sedang tidak menguntungkan. Lihat dari sisi mana saja, Ia pasti ia akan kalah.


Sarah merasakan hangat diwajahnya ketika ia sedang berpikir. Dan ketika ia melihat keatas, ia sudah menusuk terlalu dalam ke dada Daniel dan membuatnya terluka hingga berdarah.


Sarah tersenyum menatap Daniel… “kamu lihat?? Aku bisa menusukmu… Ini adalah bagian kecil yang bisa aku lakukan… Jadi berhati – hatilah padaku…” ancam Sarah kepada Daniel.


 Sarah merinding melihat Darah yang mengalir ditubuhnya. “dimana kotak obat….” tanya Sarah dengan khawatir sambil melihat kearah sekitar. Sarah mendorong tubuh Daniel dan membuka setiap lemari mencari kotak obat.


Daniel tersenyum, rasanya senang melihat ada yang mengkhawatirkan dirinya. “Berhentilah mencari kotak obat, bukan kah kamu rumah sakit berjalan….”


Mendengar perkataan Daniel langkah Sarah Li terhenti. Kenapa ia sampai lupa kalau ia punya kekuatan seperti itu??


Sarah berlari kearah Daniel dan duduk mendekatinya. Baju kemeja putihnya sudah berwarna merah darah karena lukanya yang cukup dalam. Dengan hati – hati Sarah melihat kearah Daniel dan melihat lukanya secara bergantian.  Perlahan dengan tangan yang bergetar Sarah memegang luka didada Daniel. Tidak disangka Sarah Li akan ketakukan seperti ini. Mungkin karena ia yang melukai Daniel, waktu dulu ia mengobati Daniel ia juga ketakutan, tapi kali ini ia lebih takut.


Daniel memegang tangan Sarah Li dan mengarahkannya pada lukanya

__ADS_1


“jangan takut, kamu pasti bisa menyembuhkan ku…”


“ma..af..” suara Sarah bergetar ketika mengatakan hal itu. Ia tidak suka melakukan sesuatu dengan kekerasan. Melukai orang dengan cara seperti ini bukan seperti dirinya.


“aku senang kamu melakukan itu, bukan hanya kamu…. aku pun sering tidak yakin kamu istriku atau bukan. Sikap kamu semakin hari semakin dingin kepadaku. Jarang mau berbicara dan berinteraksi kepadaku. Aku sendiri juga bingung apa kamu ini sungguh Sarah Li yang asli atau bukan…”


Sarah mulai fokus dengan mengalirkan tenaganya kepada luka Daniel yang saat ini sedang dipegangnya. Daniel mulai merasa rasa hangat mengalir dari dadanya keseluruh tubuhnya. Rasa nyeri didadanya perlahan hilang… Daniel hapal dengan rasa hangat yang diberikan Sarah kedirinya. Ini benar adalah Sarah Li yang asli. Seorang yang memiliki kekuatan menenangkan seperti ini hanya Sarah Li yang punya.


 Daniel tersenyum menatap Sarah, tapi sayangnya Sarah tidak melihat kearahnya. Ia hanya fokus dengan penyembuhan. Daniel menatap Sarah dan dalam waktu singkat ia mendapatkan ide yang bagus bagaimana cara


mengajari Sarah untuk mengendalikan energi miliknya. Daniel melirik kearah lilin dan menghidupkannya lagi.


“sudah… “ kata Sarah. Dahinya penuh peluh karena mengeluarkan energi,


 Daniel melihat kearah lilin dan Sarah pun mengikuti arah pandangan Daniel. “matikan….” perintah Daniel.


 Sarah melihatnya dengan penuh konsentari dan dalam waktu kurang dari satu detik, cahaya lilin itu langsung padam. Daniel tersenyum dengan sangat puas.


“Luar biasa” puji Daniel sambil tersenyum senang


 “hidupkan lagi,,,” perintah Daniel


 Sarah melihat kearah lili dan menghidupkannya.. Sarah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia menutup mulutnya dan memeluk Daniel


“aku bisa….. aku bisa….” Sarah tertawa dengan puas atas kerja kerasnya hari ini.

__ADS_1


“kamu sudah bekerja dengan sangat baik. Terima kasih….” puji Daniel kepada Sarah.


__ADS_2