Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 27


__ADS_3

Kilat mulai menyambar dan suara gemuruh petir


bersahut – sahutan. Jelas ini bukan badai yang biasa. Baru kali ini Sarah


merasa khawatir menunggu kepulangan mereka semua. Tidak ada selera makan sama


sekali. Semua orang menatap kearah jendela. Dalam hati tidak putus berdoa agar


mereka semua kembali dalam keadaan baik.


“kakak…apakah kalian yakin mereka akan selamat??”


tanya Sarah kepada Sisca.


“aku yakin mereka akan baik – baik saja. Seperti


yang dikatakan tante Huanran. Mereka semua memiliki kekuatan yang luar biasa.


Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ada 2 orang naga bersama mereka, semua


pasti akan selamat.”


“yang seharusnya khwatir adalah aku. Suami ku


dari manusia asli. Entah bagaimana keadaannya sekarang.” jawab Serena dengan


mata berkaca – kaca.


Mereka bertiga saling berpelukan… “tenanglah.


Mereka akan saling menjaga, tidak akan mungkin membiarkan Chandra terluka.”


Jawab Sarah berusaha menguatkan. Walau ia sendiri tidak yakin dengan apa yang


baru saja dikatakannya.


“kakak pertama… kenapa tempat ini di segel dari


semua kekuatan luar??


“kamu lagi – lagi lupa. Dahulu ini adalah pulau


tempat kita tinggal. Pulau ini dulu sangat luas, mungkin karena abrasi air


laut, jadi pulau ini menjadi hanya tinggal  1 hektar saja. Gua tempat kita


tinggal dahulu pun sudah tidak ada lagi. Sepertinya ada dibagian belakang


pulau. Jika cuaca sudah lebih baik, bagaimana jika melihatnya besok??” kata


Sisca.


Sarah tidak ingat dengan tempatnya, ia hanya


ingat mereka tinggal digua ditengah - tengah hutan.


Sisca mengerutkan keningnya, kenapa begitu banyak


hal yang dilupakannya. Sepertinya ia memang perlu kembali mengingat kembali


semuanya.


“wajar saja jika adik tidak mengingat semuanya.


Saat itu ia masih sangat kecil.” kata Serena yang tidak melepaskan pandangannya


dari kaca jendela ruang tamu. Mereka bertiga duduk menghadap kearah laut.


Menopangkan dagunya pada sanaran sofa.


“aku ingin menayakan lagi,,, bukan kah dahulu


kita tinggal dirumah keluarga om David Long?” tanya Sarah.


“kamu benar sekali.” jawab Serena.


“apakah dipulau ini?”


“tidak…. kakak lupa dimana mereka tinggal, tapi


sepertinya pada saat itu mereka tidak sengaja berhenti dipulau ini.” jelas


Sisca.


“mereka sangat baik, padahal jika saat itu mereka


bisa saja menghisap energi kita sampai habis  dan menjadikan mereka tambah

__ADS_1


kuat.” sambung Serena


“kakak kedua, berhentilah membuat ku takut.


Mendengar perkataan mu membuat ku merinding.” protes Sarah.


“apa kamu tidak pernah berpikir, mereka adalah


klan paling kuat dan paling berpengaruh dalam kehidupan kita. Bukan hal sulit


bagi mereka jika mau melakukan hal seperti itu.”


“adik pertama, klan naga tidak mendapatkan


kekuatannya dengan cara seperti itu. Mereka terkena makhluk paling langkah dan


terhormat didunia ini. Keberadaan mereka sangat jarang. Maka dari itu mereka


harus mendapatkan keturunan yang banyak untuk menghindari kepunahan.”


“tante Huanran seorang naga??” tanya Sarah lagi.


“sepertinya dari yang pernah aku dengan tante


Huanran itu memiliki orang tua pria dari klan naga dan istrinya dari klan ular.


Seorang pria dari klan naga, selama mereka menikah dengan seseorang dari klan


ular maka akan menghasilkan anak naga.” jelas Sisca


“sepertinya kakak pertama banyak mengetahui hal


seperti ini.”


“tentu saja, aku hidup jauh lebih lama dari pada


kamu adik kedua.” Sisca menyentil kening Sarah yang menoleh kearahnya dengan


wajah malasnya.


“apakah kamu tidak menyadari maksud dari


perkataan kakak pertama?” tanya Serena


Sarah menggeleng dengan malas tanpa menjawab apa


Serena menjelaskan “jadi, mereka sekarang sedang


mencari calon istri untuk putra mereka untuk melanjutkan garis keturunan naga


mereka. Dan dari hasil pertimbangan yang cukup panjang, hanya kamu yang


memenuhi persyaratan sebagai calon istri Daniel Long.”


Sarah menegakkan posisi duduknya sambil menatap


Serena yang masih menopangkan dagunya di sandaran sofa.


“jelas saja, 50% dari energi tubuh kamu adalah


berasal dari energi Daniel. 50 % sisanya adalah perpaduan dari energi om David


dan papa. Jika klan lain berpapasan jalan dengan kamu, mereka tidak akan mudah


menebak kamu dari klan apa. Maka dari itu ada saat – saat tertentu, kami harus


melindungi kamu dengan sekuat tenaga. Apa kamu tau kenapa??” tanya Serena


Sarah menggeleng dengan cepat


“karena akan sangat bagus jika bisa mendapatkan


energi kamu. Mereka akan mendapatkan energi berkali – kali lipat banyaknya. Dan


tubuhmu akan dibuang dipinggir jalan begitu saja oleh mereka.” jelas Sisca.


Sarah merinding mendengar perkataan kedua


saudaranya.


“apakah kalian sedang menakut – nakuti ku?” tanya


nya


“untuk apa kami menakuti mu. Kamu adalah anak


gadis yang susah diatur dan paling suka melawan perkataan mama. Menakuti kamu

__ADS_1


hanya membuat mulut kami lelah berbicara.” jawab Serena acuh tak acuh.


“kamu lihat mama….” kata Sisca, Sarah dengan


cepat melihat kearah Mayleen yang terlihat sedang berbicara dengan Huanran.


Wajah khawatir tidak bisa disembunyikan keduanya.


“mama sangat menyayangimu. Tahukah kamu, mama


selama ini sangat keras kepadamu karena hal ini. Ia tidak suka kamu keluar dari


rumah tanpa alasan yang penting. Jika kamu pergi maka alex akan mengikuti kamu


kemana pun kamu pergi. Mengikuti kamu secara diam – diam. Bukan karena dia yang


over protected seperi selama ini pikiran kamu. Tapi ia takut ada klan lain yang


mendekatimu dengan tujuan yang tidak baik.”  lanjut Sarah.


Sarah makin merasa bersalah, selama ini ia hidup


seperti apa… kenapa sering sekali berdebat karena hal itu kepada mamanya.


Ternyata ada maksud baik didalamnya.


“energi yang kamu miliki sangat manis dan lezat


untuk dinikmati. Ketika klan lain yang berada disebelahmu akan merasakan bau


wangi.” kata Serena sambil mengendus kearah Sarah


“iis… kakak kedua. Kamu ini benar – benar


menyebalkan.” kata Sarah sambil mengusap kedua lengannya dengan telapak


tangannya.


“berbeda halnya jika disaat yang sama kamu berada


didekat papa, Daniel dan om David. Energimu tidak ada aroma sama sekali.” jelas


Sisca.


“apakah kalian juga menciumnya?” tanya Sarah


penasaran


“ketika tidak ada papa, tentu saja kami bisa


merasakan wanginya energimu. Tapi kita saudara tidak mungkin memakan sesama


saudara sendiri.” Serena berkata sambil menaikkan bahunya.


“sejauh ini, tidak pernah ada masalah yang


terjadi pada diriku.” kata Sarah dengan penuh percaya diri.


“bukan tidak pernah. Hanya….” mata Sisca langsung


membesar kearah Serena yang sedang berbicara.


Melihat kemarahan pada wajah Sisca, membuat


Serena langsung terdiam.


“hanya apa…..” tanya Sarah sambil berubah arah


menatap Sisca yang sudah tersenyum seperti tidak terjadi apapun diantara Sisca


dan Serena.


“hanya saja…kebetulan ada Alex yang selalu ada


disampingmu. Mereka tentu saja tidak ada yang berani mendekat.” sambung Sisca.


“oowwhhh “ jawab Sarah


Mereka bertiga pun terdiam dan kembali menatap


keluar jendela. Semalaman mereka menunggu, petir bersahut – sahutan sepanjang


siang sampai malam. Tidak ada tanda – tanda akan berhenti. Semalaman mereka


terjaga berharap ada mereka muncul didepan mereka dengan selamat. Tidak ada


dari mereka yang selera makan.

__ADS_1


__ADS_2