
"bagaimana hubungan kalian?? Sudah baikan?? tanya Sisca Li sambil duduk disamping Sarah Li yang sedang duduk dipasir pantai sambil menatap bulan.
"bulan malam ini sangat cantik bukan???"
"hmmm.. bentuk sempurna untuk malam ini." jawab Sisca sambil menengadahkan kepalanya kelangit malam yang gelap dan ditaburi bintang yang sangat cantik seperti kilauan batu mulia.
"kamu tidak mau menjawab pertanyaan kakak??" tanya Sisca Li
Sarah Li menarik nafas panjang sambi memeluk kedua kakinya "tidak ada masalah, aku sedang menunggu keseriusan sikapnya kepadaku malam ini."
"bukan kah tadi siang dia sudah menunjukkan kepadamu?"
"tapi wanita itu selalu menempel disampingnya, sangat menyebalkan."
"bukan wanita itu, tapi sepupu." Sisca mengkoreksi perkataan Sarah Li, tapi sayangnya ia tidak
menyukai setiap perkataan yang menyinggung wanita itu.
"mereka hanya membahas pekerjaan. Tidak lebih, karena tadi kakak juga ikut bergabung dengan mereka.
Dan yang dibicarakan hanya masalah pekerjaan."
Sarah Li merubah pandangannya kearah Sisca Li dengan penuh semangat
"benarkah?"
Sisca Li mengangguk dengan pasti sambil berkata "tentu saja. Aku wakil direktur perusahaan Li. Tentu saja hal seperti ini menjadi bagian dari pekerjaan kita. Adik sepupu juga ingin dia menjadi ambasador dari perusahaan Long. Ia ingin menjadi duta 2 perusahaan sekaligus mengingat Daniel sekarang adalah suamimu."
“apakah dia menyetujuinya??” tanya Sarah Li
__ADS_1
“pada awal pembicaraan dia hampir menyetujuinya, tapi karena tadi kamu terlihat tidak menyukai kedekatan mereka berdua, jadi Daniel memutuskan akan mempertimbangkannya. Padahal aku sudah bisa menebak, ia tidak akan mau menerima kerja sama ini.”
“kenapa kakak begitu yakin??”
“Daniel ingin berbaikan dengan dirimu, jika ia menyetujui kerja sama ini sama dengan dia mencari masalah
dengan istrinya.”
Sarah kembali melihat kearah pantai yang berwarna gelap kemudian menghelakan nafas panjang.
“sudah lah adik ku…. jangan diperpanjang lagi. Dia terlihat sangat menyedihkan hari ini. Seharian memandang
dirimu, seperti seseorang yang memandang bintang dilangit dan berharap dia bisa memetik satu untuk pujaan hatinya.”
“ya…. aku juga tidak ingin memperpanjang, masalahnya dia yang terlalu menyebalkan.”
“dia bahkan tidak menanyakan kepadaku, apakah kamu tidak suka kalau aku dekat dengan adik sepupumu… Atau setidaknya dia bisa menjaga sikap. Biasanya dia pintar dengan tidak terlalu ramah kepada orang, menatap orang dengan wajah dingin. Lantas kenapa hari ini ketika adik sepupu dan beberapa wanita lain menyapanya dia terlalu ramah dengan mereka?? Ketika ia sudah tahu aku tidak suka dia dekat dengan wanita lain, maka seharusnya jangan mendekati wanita manapun. Dia tidak…. dia malah bertindak seperti seorang pria single yang tidak memiliki istri. Tidak ada inisaitif memperkenalkan ku kepada keluarga kita atau keluarganya. Jangan – jangan dia malu memiliki istri sepertiku. Ya aku yakin memang seperti itu” Sarah Li mengungkapkan kekesalan dalam hatinya. Ia bicara dengan satu tarikan nafas sambil membesarkan matanya menatap Sisca Li
Bukan suatu dosa memiliki suami dikenal banyak orang, memiliki bisnis yang banyak dan berwajah tampan. Tapi rasanya sakit hati ketika terlalu banyak wanita yang menyukai suaminya.
“aku tidak seperti itu…” darah Sarah Li berdesir mendengar seseorang bicara dibelakangnya. Bibirnya terdiam, otaknya mulai berpikir apakah ia sudah keterlaluan dalam berbicara??
“ikut denganku….” Daniel menggendong Sarah Li dengan tiba – tiba, membuat Sarah terkejut dan setelah sadar pria ini menggendongnya Sarah Li memberontak dengan sekuat tenaga. Memukul dada Daniel Long dan menggerak – gerakkan kedua kakinya agar ia bisa lepas dari pelukan Daniel.
Dengan satu kedipan mata, mereka sudah pindah ketempat lain, butiran salju putih turun. Suasana gelap menjadi terang. Suasana sejuk menjadi dingin. Sarah Li yang mengenakan jump suit tanpa lengan merasa kedinginan. Sarah tidak menyukai udara dingin seperti ini. Dengan cepat ia memeluk Daniel dengan erat.
“kenapa…” Bibir Sarah Li bergetar karena menahan dingin yang menusuk sampai ketulang. Dia kehilangan kekuatan untuk berbicara karena tidak hanya tubuhnya, mulutnya juga rasa membeku.
Daniel mencium bibir Sarah Li dan kehangatan serasa menjalar keseluruh tubuhnya. Sarah masih tenggelam dalam kehangatan ciuman dari suaminya dalam hitungan detik mereka berpindah kembali kedalam sebuah kamar hotel.
__ADS_1
Ketika Sarah merasa ada yang berbeda dengan suhu yang ada disekitarnya, ia membuka mata perlahan dan mengenali sekarang ia berada didalam hotel yang asing. Sarah melepaskan ciuman Daniel dan mendorong tubuhnya.
“dimana ini?”
Daniel menunjukkan tempat mereka sekarang, dia memberi isyarat kearah jendela. Sarah melihat kearah yang dituju Daniel dan melihat menara Eiffel. Sarah membentuk huruf O dan satu tangan menutup mulutnya tersebut.
“kamu mau apa??” tanya Sarah.
Mata Sarah berkedip lagi suasana menjadi dingin kembali. Salju menutupi semua permukaan tanah dan disamping kiri dan kanan Sarah melihat ada pohon ditutupi salju tebal. Udara dingin menusuk kulit kembali dirasakan Sarah Li.
Cahaya hijau panjang berada diatas kepalanya membentang cantik dengan sangat sempurna. Mata Sarah terpesona keindahan aurora ini. Walau ia hidup sudah cukup lama, tapi baru kali ini ia melihat keindahan alam yang seperti ini. Sangat cantik dan sempurna terlihat dimata Sarah Li.
Sarah memeluk Daniel lagi dengan erat, karena udara dingin kembali menusuk kedalam tulangnya.
“kamu menyukainya??” Sarah Li mengalihakan pandangannya kearah Daniel. Kulit Sarah tidak sanggup menahan rasa dingin ini, ia sangat ingin bicara tapi lagi – lagi lidahnya kaku.
Daniel mencium Sarah Li lagi dan kehangatan itu pun tercipta. Sarah tidak menolak sama sekali, tidak bisa dipungkiri oleh dirinya bibir hangat Daniel mampu memberikan rasa hangat ditubuh Sarah.
“kamu menyukainya??” tanya Daniel lagi.
“hmm mmh…” hanya itu yang bisa Sarah ucapkan karena bibirnya ditutupi oleh bibir Daniel.
Senyum kemenangan diwajah Daniel, ia sangat menyukai Sarah Li yang patuh kepada dirinya. Dan tidak berpikiran macam – macam kepada dirinya.
Daniel melepaskan bibirnya di bibir Sarah Li. Menatapnya dengan penuh keyakinan, sorot mata yang teduh membuat hati Sarah tenang ketika melihatnya.
“aku menyukaimu sangat menyukaimu. Aku tidak merasa sebagai pria single yang tidak memiliki istri, ketika aku sedang dinas keluar kota…. aku akui itu kesalahan ku karena lebih mementingkan pekerjaan dari pada menghubungimu. Kemudian kalau hari ini kamu mengatakan kepadaku, aku lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirimu…. itu salah. Aku berusaha menjaga hubungan baik antara aku dan keluarga mu. Aku tidak ada maksud apa pun. Jika kamu menangkap aku melakukan hal seperti itu, maka aku minta maaf.”
Sarah Li tidak berkedip mendengar perkataan Daniel yang terdengar sangat jujur dan dari dalam hati. Sebagai wanita normal yang menyukai keindahan, kesempurnaan wajah Daniel dan caranya berbicara membuat hati Sarah meleleh. Tapi ia tidak ingin terlihat lemah dan gampang tergoda karena seorang pria.
__ADS_1