Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 17


__ADS_3

Serena, Sisca, Chandra, Jackie dan Daniel telibat


pembicaraan yang seru.


“pulau ini luar biasa... sangat bagus.” Puji


Chandra.


Daniel tersenyum sambil berkata “jika kalian


ingin menikmati keindahan pulau ini kedepannya kalian bisa menghubungi ku.”


“kalau sendirian jelas tidak menyenangkan, jika


kita pergi bersama lagi kedepannya.... sepertinya akan sangat menyenangkan.


Bagaimana jika kita atur lagi jadwal liburan bersama?” tanya Jackie


“benar sekali. Bulan madu sekali pun jika hanya


berdua di pulau seperti ini akan sangat sepi. Seperti ini sangat menyenangkan,


seolah - olah hanya kita saja yang hidup didunia ini” Kata Sisca.


"bentuk bangunan ini yang sangat bagus. Setiap kamar terpisah satu sama


lain. Ditengah-tengah rumah ada taman yang cantik. Ada kolam renang ditengah


rumah Bagian depan, ada ruang tamu dengan kaca yang lebar sehingga kita bisa


menikmati pantai. Bangunan didalam bangunan..benar - benar konsep bangunan yang


luar biasa.” Kata Serena


“benar sekali, aku kira ini adalah hotel.


Ternyata bukan, ini adalah rumah milik keluarga Long. Memang keluarga Long


bukan orang sembarangan.” Kata Chandra.


Daniel tertawa mendengar pujian mereka.


“bagaimana tadi malam kalian berdua?? Apakah


terjadi sesuatu...” Serena bertanya sambil memajukan tubuhkan kearah meja


sambil menatap Daniel.


“tidak ada terjadi apapun, tadi malam aku tidur


diruang tamu bersama.... “ kata Daniel sambil menunjuk Chandra.


“pantas saja tadi malam kamu menghilang, ternyata


kamu tidur bersama dengan dia...” Kata Serena meganggukkan kepalanya sambil


menunjuk kearah Chandra dan Daniel.


“kita belum resmi menikah sayang, mana mungkin


kita tidur satu kamar. “ kata Chandra dengan polos.


Jackie tertawa sambil berkata dengan bangga


“untung saja aku sudah menikah. Hanya aku yang paling beruntung dari kalian


berdua.” Jakcie mengangkat alisnya sambil menatap Sisca.


“tenang saja, bulan depan kami akan segera


menikah. Aku akan menyusul kalian berdua. Bagaimana dengan kamu??” Chandra


bertanya dengan Daniel.


“aku....belum bisa memastikan, sekarang semua


tergantung kepada Sarah. Aku lebih suka memperhatikan dan mengikuti semuanya


sesuai dengan keinginan dia saja.” Daniel menundukkan pandangannya sambil

__ADS_1


melihat kearah luar jendela kaca yang membentang panti berwarna biru dengan


awan putih bergantung dengan sempurna.


Ketika Daniel melihat kearah luar jendela, mereka


semua melihat kearah Sarah yang sedang dimanja oleh para orang tua.


“sarah itu adik kami yang biasanya selalu membuat


keributan, hanya papa yang selalu memanjakan dirinya. Tapi belakangan ini dia


bener – benar berubah menjadi primadona para orang tua. Aku yakin tidak hanya


hal tersebut yang terjadi, pasti ada hal lain yang terjadi. Jujur aku sangat


penasaran.” Kata Sisca sambil menupangkan dagunya ada satu tangannya diatas


meja.


“Desa sulam itu 80 persen penduduknya adalah para


orang tua sangat sedikit anak muda disana. Banyak para orang tua yang hidup


sendiri disana tanpa anak mereka. Anak – anak muda lebih suka bekerja dikota


karena penghasilan mereka katanya lebih besar dibandingkan dengan menyulam.


Disana dia tidak hanya mengetahui apa arti keluarga seharusnya. Ia juga


mempelajari, mungkin kita memang perlu kekayaan tapi ada hal terpenting dalam


hidup. Kita bisa mendapatkan harta, tapi jangan lupa dengan kedua orang tua.”


Kata Daniel.


“jadi kamu tidak bisa ditemui selama beberapa


hari karena menemani adik iparku kedesa Sulam??” tanya Jackie polos.


“ia... aku kesana mengawasinya.” Jawab Daniel


“kenapa kamu menemani adik ipar??” selidik Jackie


“aku hanya ingin memastikan saja. Tidak ada


alasan khusus.” Daniel menjawab pertanyaan sambil melihat kearah Jackie.


“aku kenal kamu dari dahulu. Seorang Daniel Long


tidak mungkin pergi hanya untuk mengawasi adik ipar kami tanpa alasan pribadi.”


“tentu saja ada alasannya, aku ingin mengajak


penduduk didesa sulam bekerja sama untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Tapi


memang tidak mudah meyakinkan mereka. Karena pola pikir dan pendidikan yang


masih rendah.” Jelas Daniel mencoba membela diri


“aku paham, untuk mendapatkan karya mereka pasti


juga tidak mudah. Adik kedua terlihat sangat bersedih ketika kembali waktu itu.


Melihatnya saat itu seperti melihat seorang tentara yang kalah dalam


peperangan. Benar – benar menyedihkan.” Kata Sisca mengingat yang waktu


kepulangan adiknya ia melihat dari jauh Sarah tampak murung dan sedih.


*****


Sebenarnya yang dialami Sarah lebih dari itu,


waktu itu Sarah bangun lebih awal. Ia berjalan menelusuri sungai yang tidak


jauh dari pemukiman penduduk. Ia melihat dari jauh seorang nenek yang buta


duduk dipinggir sungai sambil bersantai di kursi bambu. Ia sepertinya sedang

__ADS_1


menikmati cahaya matahari pagi. Ketika akan berjalan mendekatinya, ada sepasang


suami istri sedang berbicara.


Sang istri berkata kalau ia sudah tidak sanggup


lagi menjaga mertuannya. Ia ingin segera pindah ke kota, tapi sang suami


menolak melakukannya dengan alasan ibunya sudah tua dan kondisi matanya buta.


Tidak mungkin membiarkan sang ibu hidup sendiri. Sarah saat itu sangat kagum


dengan ketulusan hati anak laki – laki nenek itu. Istrinya terlihat kesal dan


tidak menerima keputusan suaminya.


Pernyataan dari pria itu mengejutkan Sarah


beberapa detik kemudian, ia meminta sang istri untuk bersabar. Karena ia sedang


berusaha meminta persetujuan ibunya untuk menjual rumahya dan kemudian


menitipkan ibu mereka di panti jompo atau meninggalkannya saja dipinggir jalan.


Sang istri berkata, bukan kah jika menitipkan dipanti jompo maka kita harus


membayar biaya bulanan? Sang suami pun berkata, kalau begitu kita pura – pura


berjalan jauh kemudian meninggalkan sang nenek.


Saat mendengar perkataan pria itu air mata Sarah


menetes di pipinya. Walau nenek itu bukan orang tua kandungnya, tapi hatinya


sakit. Ada rasa tidak terima dalam hatinya mendengar sang nenek akan


diperlakukan seperti itu. Ia sangat ingin memberikan pria itu pelajaran. Tapi


Sarah mengurungkan niatnya karena bagaimana pun itu bukan urusannya.


Ketika suami istri tersebut sudah pergi kepasar,


Sarah mendatangi nenek tersebut.


“nenek, anda sedang berjemur??” sapa Sarah


“iyaa... matahari pagi sangat baik untuk tubuh


nak. Kamu bukan anak muda dari desa kami ya??” tanya nenek itu


“dari mana nenek bisa tahu?” kata Sarah


“dari dialek yang kamu gunakan bukan dari desa


ini. Duduk lah.” Kata wanita tua itu sambil menunjuk kursi panjang dari kayu


disebelahnya


“nenek kenapa bisa tahu kalau disebelah nenek ada


kursi??” tanya Sarah penuh tanda tanya, dengan ragu Sarah duduk sambil menatap


nenek itu dengan heran.


“anak muda.... Terkadang, orang yang punya mata


tapi tidak bisa melihat. Ada orang buta ia malah bisa melihat semuanya dengan


sempurna.” Senyum tipis di wajah keriputnya membuat Sarah merasa tenang.


“nenek sangat hebat. Kata – kata nenek sangat


bagus. Sangat beruntung menjad anak nenek.” Puji Sarah.


Wajah ceriah sang nenek berubah menjadi rasa haru


yang sulit dijelaskan oleh Sarah. Tapi ia melihat ada rasa sedih dan kecewa


dalam wajah sang nenek.

__ADS_1


__ADS_2