Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 108


__ADS_3

Sarah merasakan kaki dan tangannya sakit tidak tertahankan. Ia mencium bau darah dari tangannya sendiri,


tapi tidak sempat melihat luka dikedua tangannya.


“aku lelah….” batih Sarah akhirnya mengeluarkan suara.


Air mata Sarah mengalir karena menahan rasa perih ditubuhnya. Rasanya ia ingin menyerah. Sarah menyeka air


matanya dengan lengan kirinya dan melanjutkan kearah.


Sarah tidak tahu lagi sudah berapa lama ia menelusuri hutan ini. Sarah menaiki dahan paling tinggi dan


melihat sejauh mata memandang hanya hutan tanpa batas dipandangannya. Hatinya mulai cemas.


Siapa orang yang didengarkannya saat ini, jangan – jangan orang ini membawa dirinya kepada kesesatan tak berujung. Berusaha menyamar menjadi seorang Daniel Long lagi untuk mengelabuinya.


“apa yang harus aku lakukan mama,,,,” Sarah menangis lirih sambil terus melompati dan bergelantungan dari


dahan yang satu ke dahan yang lain.


“papa…. aku lelah” Sarah bicara dengan dirinya sendiri sambil menangis matahari sudah mulai redup. Suara dari


dalam hutan mulai menyeramkan. Sarah yang tidak percaya dengan hantu, kali ini berada ditengah hutan yang nyaris gelap membuatnya merasa ketakutan.


“siapa saja…. tolong bantu aku…” teriak Sarah dari dalam hati.


Tangan Sarah mengeluarkan cahaya hijau, begitu juga lehernya. Sarah melihat sekilas di sisi kanan dan kirinya.


Ada gelang, anting dan kalung melekat ditubuhnya.


‘kenapa aku bisa mengenakan perhiasan ini??’


“aku disini, akan menemani mu..” lagi – lagi suara mirip Daniel Long terdengar dihatinya.


Malam datang dan suara teriakan menyebutkan nama Sarah Li menggema diudara. Sarah Li terkejut, keberaniannya menciut setelah mendengarkan suara itu.


“tetap fokus lihat cahaya yang ada didepan mu sayang…. aku akan tetap bersamamu.”


Suara Daniel menenangkan Sarah, perlahan ia mulai yakin dari intonasi dan cara bicaranya ini adalah Daniel Long yang dikenalnya. Pria ini bisa dipercaya…. batin Sarah mulai muncul rasa percaya diri dan semangat menuju cahaya kuning keemasan dihadapannya yang mulai terlihat membesar.


“kamu mau kemana….” suara berat dari belakang Sarah Li membuat bulu kuduknya merinding


Sarah melirik kebelakang, tapi tidak berani melihat langsung

__ADS_1


“tetap fokus.” suara tegas dari seseorang pria yang diyakini Sarah Li sebagai Daniel Long membuat dirinya


mengurungkan niatnya untuk berhenti dan melihat kearah belakang.


“kamu berani sekali kabur dari suamimu. Kamu kira kamu siapa….” suara berat itu semakin menakutkan.


“jangan jawab perkataannya. Bersikap seolah kamu tidak mendengar apapun.”


“berbicara memang mudah. Tapi orang itu ada dibelakangku.” jawab Sarah Li


“kamu salah, dia tidak mengetahui dimana kamu sekarang, ia bisa menebak kamu masih ada ditempatnya. Tapi tidak tahu didaerah mananya.”


“kenapa kamu begitu yakin….” “karena aku suamimu. Aku Daniel Long…” jawabnya dengan penuh keyakinan.


Sarah meneteskan air mata sambil tersenyum, akhirnya pria yang asli muncul dihadapannya.


Angin kencang bertiup dari arah belakang Sarah Li, membuat dirinya kehilangan keseimbangan dan nyaris jatuh ke tanah. Anehnya Sarah Li, tidak jatuh ia menggantung dengn posisi tangan kiri keatas. Seolah ada seseorang yang memegang tangannya.


“tetap berpegangan tangan denganku. Anggap diriku ada dihadapanmu dan panjat tubuhku sampai kedahan


atas.”


Sarah Li tidak melihat apapun dihadapannya, hanya cahaya dari batu cincin zambrut yang dikenakannya  menyala dengan sempurnya dengan warna hijau tosca.


Sarah memejamkan matanya dan berusaha keras menghapus rasa takut dalam hatinya. Ketika ia membuka matanya samar – samar ia bisa melihat sosok Daniel Long dihadapannya. Sosoknya trasparan dengan cahaya kuning keemasan. Sarah mengenali energi ini adalah warna energi dari Daniel Long.


“jangan mengeluarkan suara apapun, karena ia bisa mengetahui keberadaan kita saat ini. Tetap fokus dan


jangan sampai terjatuh. Begitu kamu mencecahkan kaki ke tanah. Ia akan dengan mudah mendatangimu.”


Sarah menggigit bibirnya yang  ingin berteriak karena kesulitan dalam memanjat tubuh Daniel. Sarah berhasil


menaiki tubuh Daniel dan berdiri dengan dada yang naik turun. Sarah berusaha mengembalikan kekuatannya untuk memulai lagi kabur dari tempat ini.


Sarah melihat dari samping kanannya seperti ada sorot mata berwarna merah yang sedang menatap kearahnya.


Walau tidak melihat langsung sepertinya wajah orang itu sangat menyeramkan. Sarah memaksa memejamkan mata dan mengalihkan pandangannya lagi kearah cahaya keemasan dihadapannya.


“bagus, tetap melihat kearah ku.


Jangan melihat kearahnya…  Hanya aku


tempat yang pantas kamu tuju.”

__ADS_1


Sarah menaikkan ujung bibirnya, akhirnya ia bisa mendengarkan lagi suara pria yang selalu menonjolkan dirinya


sendiri. Seorang pria yang selalu merasa dirinya adalah yang paling bisa mengendalikan keadaan. Pria keras kepala dan tidak mau mengalah. Dialah Daniel Long. Sarah semakin yakin, bahwa ia memang tidak salah dalam melangkah.


“kamu mau kabur begitu saja,,, apa kamu mau membawa anak kita kabur dari rumah kita…” pria dengan suara berat  itu cukup membuat hati Sarah Li goyah.


“jangan dengarkan dia..” suara  lain berkata kepada Sarah


“kamu sudah lupa setiap kamu tertidur pada siang hari aku menikmati tubuh indahmu. Apa kamu tidak merasakan setiap sentuhan dariku??”


“apa kamu berusaha menutupi kalau kamu juga menikmati setiap sentuhan dariku.”


Sarah Li mengerutkan keningnya. Ia tidak merasa ada yang aneh pada tubuhnya.  Pria ini sepertinya berusaha memanipulasi pikirannya.


“jangan dengarkan dia..” lagi – lagi suara itu terdengar memberi semangat kepada Sarah.


“bukankah kamu selalu merasa lemas ketika bangun pada malam hari?? Jangan kamu ingkari kalau kita sudah


melakukannya selama berhari – hari bahkan berminggu – minggu. Aku tidak bisa melupakan bagaimana wajahmu menikmati semuanya.” suara berat ini semakin membuat Sarah semakin kesal, malu, dan bingung.


“apakah benar yang dikatakanya…” tanya Sarah dalam hati.


Sarah berusaha mengingat semuanya, ketika beberapa hari sebelum kabur dari rumah itu. Sarah jelas – jelas melihat energinya yang berwarna putih keluar dari dalam dirinya. Pria yang menyamar sebagai Daniel itu menyerap energinya bersama dengan beberapa orang lainnya secara bergantian.


Mereka tidak pernah sekalipun menyentuh dirinya. Apalagi melakukan perbuatan tersebut. Tapi.. bagaimana jika


itu benar?? tanya Sarah Li dalam hati.


“itu tidak akan terjadi. Bagaimana pun tubuhmu ada bersama denganku sekarang. Ia tidak pernah melakukan


hal itu kepadamu. Percaya lah kepadaku.”


“bagaimana cara kamu membuktikannya….” tanya Sarah


“setelah kamu berhasil melewati semua ini, kita bisa pergi kedokter untuk memeriksakan semuanya. Tidak ada


gunanya terlalu banyak bicara seperti sampah itu.” orang yang mengaku Daniel Long itu terdengar kesal.


“aku mencium…. dan…..    “aku sudah tidak tahan lagi,,,” kata Sarah kesal dalam batinnya


“jangan kamu lakukan. Hanya tinggal sedikit lagi…. Aku tidak pernah memohon kepada siapapun. Kamu yang


pertama. Percayalah kepadaku. Kamu keluar dahulu dari ruangan ini, setelah itu aku yang akan mengurusnya.”

__ADS_1


Nafas Sarah memburu antara marah dan lelah.


“aku mempercayai kamu kali ini. Jika kamu tidak memberinya pelajaran, maka aku yang akan memotong lidahnya dengan kedua tanganku sendiri.” ucap Sarah kesal


__ADS_2