Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 75


__ADS_3

Angin kencang bertiup disekitar Jackie dan Daniel Long sudah berada disampingnya.


“kamu terlalu berani melakukan hal ini. “ Jackie perotes dengan kedatangan Daniel yang tiba – tiba, digedung


yang terbakar ini ada orang lain yang sedang mencari keberadaan Sarah Li. Untungnya mereka tidak menyadari kedatangan Daniel Long.


“nanti saja dibahas. “ Daniel berjalan dan berhenti tepat jejak terakhir Sarah Li.


“ada apa?” tanya Jackie sambil melihat kebawah


“jejak terakhir Sarah.” Daniel berjongkok kemudian memegang abu kehitaman dilantai.


“mereka ingin mencoba bermain denganku.” Daniel menaikkan ujung bibirnya.


Senyum licik dibibir Daniel membuat Jackie bingung dan juga takut.


“aku tidak merasa energi sama sekali disini. Tidak sama sekali.” Jackie melihat kearah sekitar, tidak ada


yang bisa dirasakan dan diketahui olehnya sama sekali.


“mereka memberi mantra pelindung pada Sarah sehingga kamu tidak bisa melacak dirinya. Tapi mereka lupa siapa aku, berani mengganggu istriku benar – benar berani mati mereka.” Daniel menggenggam abu ditangannya kemudian meniupkannya.


Serbuk emas berkilau terlihat seolah menunjukkan kesuatu arah. Jackie terkejut, Daniel Long memang luar


biasa. Hal seperti ini sangat mudah dilakukan olehnya. Jackie saja tidak mempunyai kekuatan seperti ini.


“ayo…” kata Daniel berjalan dengan penuh percaya diri mengikuti serbuk emas yang berjalan seperti asap yang


tertiup angin.


Jackie mengikuti langkah Daniel yang sudah berdiri tegak dihadapannya.


“dari mana kamu mengetahui Sarah Li dalam masalah??”


“kakak ipar pertama yang menghubungiku.”


“oowh,,” jawab Jackie singkat.

__ADS_1


Serbuk emas itu bergerak lebih cepat kearah pintu lain dibangunan itu. Serbuk emas itu keluar dari celah pintu. Daniel menendang kuat pintu yang masih tergembok itu, dengan satu tendangan kuat pintu itu langsung terbuka.


Petugas keamanan terkejut dengan suara tendangan dari Daniel. Mereka segera mendekati Daniel dan Jackie.


“pak Daniel Long, ada yang bisa kami bantu.” tanya salah satu seorang petugas keamanan.


Daniel dengan sikap dinginnya hanya menoleh sesaat kemudian berjalan mengikuti serbuk emas itu. Sebuk emas tiba – tiba membentuk pusaran yang sangat  kuat. Hanya manusia klan yang bisa melihat semua hal ini. Manusia biasa tidak ada bisa merasakan dan melihat apapun.


Diseberang pusaran angin serbuk emas itu ada sesorang berdiri dengan jubah serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.


Terdengar suara jentikan jari dari Danie dan kemudian tubuh Sarah jatuh ditanah. Daniel menunjuk kearah orang berjubah hitam yang ada dihadapan mereka, serbuk emas itu berputar kearahnya dan merobek jubahnya perlahan – lahan seperti kayu yang dimakan rayap.


“kamu berani sekali menganggu orangku. Aku tidak akan melepaskan kamu.” Daniel bicara dengan kebencian yang mandalam menatap orang tersebut.


Petugas keamanan yang melihat sosok berjubah itu merinding dibuatnya. Ada tongkat yang dipegangnya, sosoknya mirip seperti nenek sihir yang ada di film yang pernah mereka tonton. Sedangkan bagi manusia klan seperti ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah dari orang tersebut. Daniel ketika akan menggunakan kekuatannya untuk mengetahui wajah orang yang bersembunyi dibalik jubah itu dikejutkan dengan suara tawanya yang membuat bulu kuduk merinding.


Suara tawa menggelegar diudara dan orang tersebut hilang bersama tiupan angin. Daniel berjalan kearah Sarah


yang tidak sadarkan diri. Dengan cepat ia menggendong tubuhnya dan membawanya pergi. Jackie masih berusaha menganalisa kejadian yang baru saja terjadi dihadapannya, tapi ia sendiri juga masih butuh penjelasan dari Daniel Long.


“Sarah Li sudah ditemukan, sekarang ia sedang bersamaaa…..” Daniel membalikkan badan dan melihat Daniel


menghilang dari pandangannya seperti hembusan angin.


“kenapa” tanya Sisca yang khawatir ada hal buruk lain terjadi.


“tidak….. dia … pergi..” kata Jackie dengan berbata – bata.


“kemana??”


“entah lah, dia menghilang seperti tertiup angin.” kata Jackie dengan jujur.


“baiklah aku akan segera menghubunginya. Oh ya…. kamu berhati – hatilah. Aku merasakan pergerakan mereka lebih berani belakangan ini.”


“ya…. kamu tenang saja sayang.”


Jackie dan ketiga petugas keamanan itu meninggalkan bangunan yang terbakar.

__ADS_1


“besok akan ada perusahaan rekonstruksi yang akan merubuhkan bangunan ini dan membangunnya kembali. Harap penjagaan lebih dimaksimalkan digedung ini. Jangan biarkan ada orang masuk lagi ke gedung ini sebelum selesai direnovasi. Aku tidak mau ada kejadian yang sama terulang lagi.”


“baik pak.” jawab mereka bersamaan.


Dengan posisi bersiap, ketiga petugas keamanan itu mengangguk atas arahan yang diberikan kepada mereka.


“jika perlu tambahan personil, silahkan koordinasi maka aku akan mengajukan penambahan orang untuk keamanan perusahaan.”


“baik pak.”


****


Sementara itu Daniel sudah sampai dikamar dinas Sarah menginap. Kompleks penginapan yang disiapkan untuk para karyawan yang belum menikah. Sedangkan untuk karyawan yang sudah menikah dan membawa keluarga disediakan rumah tinggal untuk mereka lengkap dengan semua fasilitas didalamnya.


Kamera DSLR masih melekat dileher Sarah dengan lensa yang sudah retak. Danie melepaskan kamera itu dari leher Sarah. Kemudian ia melepaskan pakaian yang dikenakan Sarah karena sudah kotor terkena abu dan tanah.


Selesai mengganti pakaian, Daniel menyeka wajah dan tubuh  Sarah dengan handuk yang sudah direndam dengan air hangat. Daniel memeras handuk itu dan menyeka semua tubuh Sarah sambil menatap wajahnya.


Hatinya sangat sakit, ini kedua kalinya sejak ia menikah ada serangan yang tidak terduga kepada istrinya. Dalam hati Daniel sudah sampai pada batas ambang tidak bisa membiarkan semua ini terjadi. Seandainya ia bersama Sarah dan tidak mementingkan pekerjaannya tentu saja Sarah tidak akan mengalami semua ini.


Kristal energi Sarah masih bersinar terang, Daniel melihat kearah dada Sarah. Walau rasa kesal, marah,


sedih dan sakit hati bercampur dalam hatinya ada rasa tenang karena Kristal Sarah masih bersemayam didalam tubuhnya dan tidak terganggu dengan energi orang tadi.


“maafkan aku…” hanya dua kata itu yang sanggup diucapkan Daniel.


Selesai membersihkan tubuh Sarah dan menyelimuti tubuhnya, Daniel mengambil kamera yang diletak Daniel di meja tidur.


Ia duduk disamping jendela sambil membuka hasil gambar yang diambil oleh Sarah. Semuanya adalah gambar – gambar saklar listrik. Mata Daniel berhenti pada salah satu gambar bayangan seseorang yang berhasil difoto Sarah. Itu adalah orang yang tadi, Daniel mengenali dari bentuk bayangannya. Dengan segera ia mengeluarkan memori card dari kamera Sarah. Daniel menghilang dalam hitungan detik dan memberikan memori card kepada papanya. Dan kemudian kembali lagi ke dalam kamar Sarah semua dilakukan dalam satu kedipan mata saja.


David Long sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Sarah dari telepati yang dilakukan Daniel ketika memeriksa hasil foto Sarah.


David Long hanya mengedipkan mata dan menganggukkan kepalanya ketika Daniel menyerahkan memory card Sarah. Daniel bukan tidak bisa bertindak sendiri, hanya saja kepala keluarga Li dan Long sudah hidup cukup lama. Mereka juga memiliki akses untuk mendapatkan informasi apapun yang mereka inginkan.


Daniel lebih mempercayai keluarganya dibandingkan orang lain. Daniel masih berdiri ketika melihat mata


Sarah sudah terbuka dan tampak terkejut dengan keadaannya yang minim dalam berpakaian.

__ADS_1


__ADS_2