Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 96


__ADS_3

“perkataan mu sangat bagus,,,, tapi sungguh sangat berbeda dengan yang aku rasakan. Aku lebih suka kamu yang seperti biasa.”


“seperti biasa???”


“kamu yang aku kenal dahulu, baik dari berita mulut atau pun sumber lainnya sangat jauh berbeda dengan dirimu


yang hari ini.”


“letak beda nya...”


“kamu terlalu pamer... aku tidak suka. Disini sangat dingin... tolong kembalikan aku.” Sarah Li merinding, kedinginan menahan suhu minus tidak mampu lagi ditahannya.


Daniel mengedipkan mata dan dalam waktu hitungan detik jacket bulu tebal berwarna putih sudah ada diperut Sarah Li dalan posisi terlipat.


Sarah Li turun dari gendongan Daniel dan begitu kakinya menyentuh salju yang dingin, Sarah langsung melompat melingkarkan kedua kakinya di pinggang Daniel.


“kamu memberikan jacket tapi tidak memberikan ku sepatu.” Sarah Li terlihat kesal melihat Daniel.


“sudah....” Daniel melihat arah bawah dan Sarah mengikuti arah matanya menatap. Disebelah kaki Daniel sudah ada sepasang sepatu boats berbulu berwarna putih senada dengan jacket yang digunakan Sarah Li.


Sarah menginjak satu kaki Daniel kemudian memasukkan kaki yang lain kedalam sepatu. Rasa hangat sudah mulai dirasakan Sarah, walau dengan jujur dia tidak pernah suka dengan cuaca seperti ini “bulu dari pakaian dan sepatu ini sangat lembut, dari kulit hewan apa ini....’ tanya Sarah


“kita ada adalah manusia klan hewan. Tidak mungkin bagiku demi hanya membuat selembar baju lantas


mengorbankan saudara kita sendiri.”


“bagus la jika begitu.” jawab Sarah lega.


“ini pakaian kamu dapatkan dari mana...” tanya Sarah


“dari rumah tentunya.”


Bagi Daniel melakuka hal seperti ini sangat mudah dilakukannya, dalam waktu singkat ia bisa berpindah dari satu tempat ketempat yang lain. Ia juga bisa dengan leluasa mengambil barang dari tempat satu ke tempat yang lain hanya dalam satu kedipan mata. Walau Sarah sudah mengetahui kehebatan Daniel, tetap saja bagi dirinya yang terbiasa hidup tanpa menggunakan kekuatan akan terasa aneh dan tidak biasa.


Sarah dengan cepat memakai jacket dan juga sepatunya. Aurora diatas kepalanya terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Angin dingin akhir tahun bertiup membuat tubuh Sarah merinding manahan dingin. Daniel memakaikan topi jacket Sarah dan melindungi telinganya dari hawa dingin.

__ADS_1


Sarah baru saja mengedipkan mata, Daniel sudah memakai jacket yang sama dengan Sarah, hanya saja berwarna hitam yang dikenakannya. Sarah terpaku melihat kehebatan Daniel yang bisa memamerkan kekuatannya hanya dalam satu kedipan mata


“kamu masih marah kepadaku??” tanya Daniel dengan penuh kehati – hatian, Karena Sarah Li masih terlihat


memandang dirinya tanpa berkedip.


“menurutmu??” Sarah berjalan mengikuti cahaya hijau yang ada diatas kepalanya.


“sudah,,,” jawab Daniel penuh keyakinan.


“jangan telalu percaya diri tuan muda Long.”


“nyonya muda Long sampai kapan kamu akan marah dan membiarkan suamimu menderita seperti ini...”


Sarah Li menghentikan langkah kakinya dan melihat wajah Daniel kemudian berkata “kamu tidak telihat


menderita.”


“kamu hanya melihat ku dari luar, kamu tidak lihat hatiku sangat sedih kerenanya.” wajah sedih Daniel terlihat


“aku mau tanya,,, seketarisku sekarang dimana?? Sudah sejak kejadian waktu itu dia belum ada masuk kantor. Telepon tidak aktif, pesan tidak dibalas. Aku bahkan menghubungi keluarganya tapi mereka mengatakan kehilangan kontak dengan Nana. Seingatku, terakhir kita bersama ketika mereka menginap dirumah keluarga Long. Keesokan harinya setelah pergi bersama James ia hilang kontak.” Sarah terlihat kesal berbicara sambil menunjuk – nujuk kearah dada Daniel.


Wajah Daniel berubah ketika Sarah membahas Nana dengan dirinya. Daniel menghentikan langkah kakinya. Bibirnya enggan membahas masalah mengenai Nana.


Sarah merasa dia berjalan sendiri tengah salju yang sunyi. Suasana yang dingin dan sepi membuat Sarah Li


merinding berada didaerah asing ini.


“kamu mendengarkan ku??” tanya Sarah


Tidak ada jawaban apapun terdengar ditelinga Sarah. Perasaannya mulai tidak enak, Sarah menunduk dan


tidak mendapati banyangan Daniel disampingnya. Dengan cepat Sarah mengehentikan langkahnya dan melihat kearah belakang. Daniel terlihat terdiam ditempat sambil menundukkan kepalanya.


Perasaan Sarah semakin kacau, melihat sikap Daniel. Pasti ada yang salah, sudah pasti terjadi sesuatu dengan

__ADS_1


Nana yang tidak diketahuinya. Jantung Sarah berpacu semakin cepat, hatinya dipenuhi sejuta pertanyaan dan kekhawatiran terhadap sahabat yang selama ini selalu ada disampingnya.


“apa terjadi sesuatu??” tanya Sarah melangkah dengan cepat kearah Daniel sambil menarik jacketnya.


Daniel masih terdiam, hati Sarah semakin diliputi rasa takut. Sarah menggengam jacket Daniel dan menggoyang


tubuhnya yang terdiam membeku.


“Berjanjilah, kau akan baik – baik saja setelah mendengar semuanya tentang dirinya.”


Mata Daniel menatap Sarah sangat dalam, Sarah sulit menjelaskan dengan kata – kata. Disatu bagian hatinya sangat ingin mendegarkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Nana. Tapi bagian hatinya yang lain tidak berani mendengarkan apapun karena bagaimana pun jika yang disampaikan Daniel adalah berita buruk. Ia tidak sanggup mendengar semuanya.


Dengan wajah ragu, Sarah mengangguk perlahan.


Daniel Long mulai berbicara, setelah menginap selama 2 hari dirumahnya kondisi Nana sudah dalam keadaan sehat. Walau belum pulih seutuhnya. Pagi itu Nana pergi kekantor tanpa penjangaan dari team pengawal yang menemani mereka saat berada dipertambangan. Ia berada pergi secara diam – diam dari pintu belakang apartemen tempat tinggalnya.


Malangnya ketika ia berjalan keluar ia berhasil diculik oleh klan elang. Para pengawal yang menyadari ada


yang salah pada saat itu bertarung habis – habisan melawan klan naga. Nana mengalami luka parah karena kecelakaan itu.


Saat ini Nana masih dalam perawatan ditempat yang disembunyikan demi keselamatan Nana.


Kaki Sarah lemas mendengar perkataan Daniel.”keapa kamu tidak memberitahukan kepadaku lebih awal??”


“bagaimana aku bisa memberitahukan kepadamu. Saat itu kamu saja tidak mau berbicara denganku. Jangankan berbicara melihatku pun tidak.” Daniel dengan wajah sedih mengingat semua kejadian seminggu terakhir yang dialami mereka berdua.


“setidaknya kamu bisa langsung bicara ada sesuatu dengan Nana…” Sarah berusaha membela dirinya. Kejadian seperti ini tidak bisa diterimanya begitu saja.


“aku sudah bicara beberapa kali kepadamu, ada hal penting yang ingin aku katakan. Tapi setiap kali aku bicara kamu seolah tidak melihat ada orang yang berbicara dihadapanmu. Seolah aku tidak pernah ada.”


Sarah terdiam, pikirannya kembali kepada satu minggu terakhir, memang Daniel Long bebarapa  kali ingin berbicara sesuatu yang penting, tapi saat itu dipikiran Sarah pria ini hanya mencari sela agar mereka berdua kembali berbaikan. Itulah sebabnya Sarah mengabaikannya. Ada rasa bersalah didalam hati Sarah Li, seandainya dirinya lebih terbuka terhadap Daniel Long ia akan mengetahui semuanya jauh lebih awal.


“jika kamu ingin menemuinya, aku akan membawamu kesana.” kata Daniel yang menatap Sarah dengan penuh perasaan sedih.


Air mata Sarah mengalir tanpa ada arahan dari pikirannya. Mata Daniel seolah menggambarkan semuanya dengan sangat jelas. Ada rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan oleh Sarah Li.

__ADS_1


__ADS_2