
Sisca dan Daniel setahu kedua saudaranya selalu kuliah di fakultas yang sama dengan mereka. Selalu kuliah di falkultas ekonomi atau hukum. Mereka tidak pernah berkuliah diluar dari 2 fakultas itu. Tapia da saat dimana mereka tidak mengetahuinya, Sisca dan Daniel pernah kuliah di falkultas kedokteran. Tidak pernah disangka
ketika mereka mengambil jurusan spesialis, terjadi perang yang begitu dahsyat pada tahun 1900an. Hampir semua negera mencapai masa krisis karena hal tersebut.
Daniel dan Sisca memilih menjadi relawan dan pergi membantu kenegara – negara yang terkena dampak paling parah akibat peperangan. Dukungan dari kedua orang tua pada saat itu membuat mereka berdua semangat menjalani semuanya. Mereka banyak menolong orang yang memerlukan bantuan medis. Lokasi yang terpencil dan sulit dijangkau oleh kendaraan, bukan halangan bagi mereka untuk membantu sesama.
Kedua saudara Sisca tidak mengetahuinya karena ia saat itu mereka masih diusia sekolah jadi tidak terlalu memperhatikan kakak pertamanya. Ditambah lagi kemampuan teleportasi Sisca yang sangat bagus membuat dirinya terlihat selalu ada dirumah bersama mereka. Padahal dibelakangnya ia melakukan pekerjaan yang lain.
Sisca sangat menyukai saat – saat itu, hal yang sangat menyenangkan adalah ketika kita hidup untuk membatu orang lain dan membuat hidup kita lebih berarti.
Serena dan Sarah Li mendengarkan kakak pertamanya bercerita banyak tentang dirinya dan Daniel. Sarah melihat Daniel tanpa ekspresi. Ternyata ada banyak hal yang tidak diketahuinya tentang pasangan hidupnya.
“kakak ipar, aku serius dengan perkataanku.. Jika dia menyakitimu, katakan kepada ku. Aku akan dengan senang hati melamarmu..” Hans memegang tangan Sarah dan menatapnya dengan serius.
“kamu terlalu sengang sebagai seorang dokter.” Daniel menarik tangan Hans dan mendorongnya keluar dari ruangan inap Sarah.
Semua yang ada diruangan hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua yang terlihat seperti anak kecil.
“rasanya ada banyak rahasia yang aku tidak ketahui…. dalam waktu beberapa menit saja ada banyak rahasia terbongkar.” kata Sarah menatap kakak pertamanya dan Daniel bergantian.
“sebenarnya bukan rahasia, hanya saja kalian tidak bertanya. Lagi pula setiap hari kebiasaan mama adalah berkumpul ketika sarapan pagi. Ia tidak akan memperdulikan sesibuk apa kita,intinya pagi harus diawali dengan makan bersama.” Sisca menjelaskan kepada kedua saudara perempuannya
Mereka menangguk, memang Sisca adalah wanita paling mandiri dari pada mereka berdua. Ia selalu bisa diandalkan kapan pun dan dimana pun. Hidup mereka juga selalu bahagia tidak lepas dari dirinya. Ia adalah seorang pekerja keras dan tidak pernah mengeluh. Sebagai adik, mereka sangat kagum dengan kakak pertama mereka.
__ADS_1
“kakak pertama memang selalu menjadi yang terbaik…” puji Sarah Li.
Daniel kembali duduk diposisinya dan memberikan makan Sarah lagi sampai sup yang dibawa Sisca Li habis.
****
Malam semakin larut, kedua saudara Sarah Li sudah pergi dan hanya tinggal mereka bertiga berada didalam ruangan inap. Sarah kehilangan rasa kantuknya. Daniel terlihat sudah tertidur dengan posisi kepala bersandar ditempat tidur Sarah Li.
‘pria ini pasti sudah tertidur dengan posisi tidak nyaman seperti ini selama berhari – hari. Apa ia tidak lelah???’
“kenapa kamu belum tidur???” Sarah terkejut melihat papanya masih terjaga sama dengan dirinya tanpa sepengetahuannya.
“ah… mungkin karena sudah terlalu lama tertidur…” jawab Sarah sembarang.
“hmmm…” Andy Li menatap kearah Sarah Li yang ada disisi kanannya.
“apa aku orang jahat??”
Andy Li terkejut mendengar perkataan putri ketiganya “bagaimana mungkin kamu bisa mengatakan hal itu anakku??”
“terlalu banyak hal yang terjadi belakangan ini.” Sarah menatap lurus kearah dinding putih yang ada lukisan bunga ditengah – tengah dinding ruangan kamar.
“aku rasa lelah menghadapi semuanya. Sebentar aku menemukan Daniel yang asli, sebentar aku dihadapkan pada Daniel yang palsu. Terkadang aku jadi curiga dengan orang – orang yang ada disekitarku. Bahkan aku curiga pada Jun. Aku takut mereka hanya berusaha menyamar dan mendekatiku dengan tujuan tertentu. Bahkan sampai menyamar menjadi supir pribadi Daniel. Benar – benar sulit diampuni…. Aku lelah pa….” Air mata Sarah mengalir dipipinya.
__ADS_1
Rasa lelahnya sudah sampai di tahap yang tidak bisa dimaklumi lagi oleh dirinya.
Andy Li memutar posisi duduknya kearah Sarah dan mengantung kakinya.
“putriku.. bersabarlah… mungkin ini adalah cobaan yang harus kamu lewati agar kedepannya kamu menjadi lebih kuat dan tangguh. Papa mengerti akan rasa takut yang kamu alami. Tapi percayalah…. kami semua akan tetap melindungimu, menjagamu dan tidak akan membiarkan dirimu terluka sayang.”
“tapi sampai kapan pa….” Sarah menutup wajahnya dengan tangan kirinya yang tidak terluka. Menyeka air matanya… air mata kesedihan yang selama ini sulit diungkapkannya.
“terkadang….. aku melihat orang disekitarku dengan sangat sinis, bukan karena aku tidak menyukai kehadirannya tapi karena aku takut… bagaimana jika mereka adalah makhluk mengerikan itu lagi yang menyamar menjadi orang dekatku…”
“sayang ku…. papa rasa kamu sangat pintar dalam melihat mana orang benar – benar menyayangimu dan mana yang bukan. Terbukti beberapa sudah dua kali Daniel Long yang palsu mendatangimu.. tapi kamu dengan mudah bisa mengetahui kalau orang itu bukan suamimu. Bukan kah itu suatu kemajuan yang luar biasa??”
Sarah terdiam dan melihat kearah Daniel yang sedang tertidur. Rambut dengan model militernya begitu familiar baginya.
“aku juga tidak bisa memastikannya pa… hanya saja setiap melihatnya terkadang aku merasa sangat merindukannya, terkadang sekali aku melihatnya aku sudah tahu kalau itu adalah dirinya. Aku juga tidak tahu kenapa, tapi sosoknya seperti sudah melekat erat didiriku. Bahkan sama seperti aku mengenali papa dan kedua saudara perempuanku walau di situasi gelap tanpa cahaya.”
“mungkin karena kamu sudah mengenalnya sangat lama. Bukan kah keluarga kita sangat dekat dari dulu sampai sekarang??”
“berbeda pa…. perasaan ku kepadanya berbeda dengan biasanya.. Sepertinya aku sangat mencintainya.. Aku bahkan baru mengenal dirinya beberapa bulan belakangan ini saja. Itu pun belum terlalu dekat, karena masih banyak hal yang tidak aku ketahui tentang dirinya. Kami sama – sama sibuk dengan pekerjaan kami, sehingga sangat sulit untuk saling mengenal dan berbicara secara pribadi. Tapi……”
Sarah tidak melanjutkan perkataannya mungkin ia hanya terbawa emosional dengan hubungan dirinya dan Daniel saat ini. Ia tidak ingin perasaannya saja yang terbawa dengan hubungan mereka berdua. Ditambah lagi papanya sekarang sedang sakit. Ia tidak ingin menambah beban pikiran papanya hanya karena perasaan pribadinya.
“mungkin sudah saatnya papa akan memberitahukan kepada dirimu apa yang terjadi dengan hubungan kalian berdua. Mungkin kamu sudah tidak ingat, tapi jauh didalam hatimu… dirimu yang asli menolak untuk melupakan semuanya tentang kehidupan kalian berdua..” Andy Li yang duduk menghadap Sarah menjadi sangat serius membuat Sarah berbalik arah perlahan menghadap kearah papanya. bab
__ADS_1