Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 92


__ADS_3

Wajah Serena terlihat sangat bahagia, didepan altar pernikahan sudah berdiri Chandra menyambut dirinya. Disampingnya ada Jackie dan Daniel yang kompak menggunakan setelan jas berwarna putih tanpa mengenakan dasi. Dua kancing kemeja dibiarkan terbuka menonjolkan sisi kejantanan mereka berdua. Sarah yang sudah resmi menjadi istri Daniel Long, tapi melihat wanita yang melihat kearah suaminya dengan pandangan yang berbeda membuat panas suasana hati Sarah Li.


‘ayolah Sarah, mereka masih ada hubungan saudara denganmu. Tidak boleh berpikiran buruk seperti itu.’ batin dan pikiran Sarah sedang berbeda pendapat mengenai hal ini. Pandangan mata Daniel hanya tertuju kepada Sarah yang beberapa hari ini menjauhi dirinya.


Senyum dibibir Sarah yang menggunakan make up natural adalah kesukaan Daniel. Wanita terlihat sederhana, kemudian ia melihat anting dan kalung yang dikenakannya adalah perhiasan keluarga. Batin Daniel berbunga, ada kemungkinan besar baginya hari ini untuk berbaikan dengan istrinya.


“Adik kedua, kamu lihat adik sepupumu itu, bukan kah dia sangat cantik??” bisik Sisca Li


Sarah Li melihat kearah kanan sesuai arah mata Sisca. “ya… tentu saja dia harus cantik karena dia adalah seorang artis.” Sarah tersenyum kearah semua orang dikanan dan kirinya karena semua mereka masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Sarah


“seperinya dia menyukai suamimu adik kecil.”


Mata Sarah Li menyipit melirik kearah sepupunya tersebut “benarkah??” jawab Sarah sambil memastikan arah


tatapan matanya yang memang terlihat berbinar melihat Daniel Long.


“sebaiknya kamu waspada adik ku…. siapa saja bisa menjadi musuh dalam selimut.” Bisik Sisca Li sambil mengangguk pelan.


Sarah Li tersenyum sambil berbisik kepada Sisca Li “menurut kakak pertama, apakah Daniel bisa tergoda dengan wanita seperti dia??”


Sisca tersenyum lebar dan berkata “kamu lihat saja, dari segi harta memang kamu lebih unggul. Tapi dari fisik jelas kamu tidak sebanding. Ukuran dadanya lebih besar dari padamu.”


Sarah Li melihat kearah dadanya.


“tubuhnya lebih sexy dari pada kamu adik ku. Wajahnya lebih cantik dari pada kamu. Lihat wajahnya seperti


tanpa pori – pori. Benar – benar putih, kilat dan bersinar. Sangat jauh berbeda dengan dirimu.” kata Sisca lagi.


Sarah melihat pinggangnya dan tubuhnya. Kemudian berkata lagi kepada Sisca “kakak pertama apakah aku seburuk itu??” Sarah Li menjadi tahu diri melihat dirinya yang terlihat seperti bebek buruk rupa.


“Daniel itu sangat kaya, tentu saja walau kamu lebih kaya daripada sepupu kita. Pria rata – rata lebih menyukai kecantikan. Karena seorang Daniel Long sudah sangat kaya. Bukan begitu paman Alex??” Sarah tersenyum getir melihat kearah Alex yang dari tadi melihat kedua keponakannya bergantian.

__ADS_1


“tentu saja anakku, cinta perlu dipupuk. Karena setiap hari bersama bisa membuat pasangan menjadi bosan dan mulai melirik orang lain untuk melampiaskan suatu hal yang tidak dimiliki istrinya. Apalagi kalau istrinya selalu mengabaikan suaminya dan sibuk dengan dirinya sendiri.”


“ya….. menikah adalah belajar seumur hidup. Belajar menerima dan memahami suami kita selamanya. Walau kadang kita merasa paling mengerti dirinya. Tapi pasti ada saat dimana kita tidak paham dengan apa dan kenapa dia berbuat sesuatu.” Sisca Li memberikan nasehat kepada adik kecilnya yang belum berpengalaman dalam hal pernihakan.


Berbeda dengan dirinya yang baru kali ini mengenal pria dan langsung menikah. Sudah tidak ada pengalaman ditambah lagi melewati satu fase yaitu perkenalan.


Sarah Li terdiam mendengar perkataan Alex dan Sisca Li yang berkata seolah sedang menyindir dirinya. Walau


mungkin tidak langsung menyalahkan dirinya, Sarah Li tahu diri. Bagaimana pun ia adalah seorang istri yang dalam hatinya mengakui dirinya sudah mengabaikan Daniel selama hampir 3 hari ini.


Jika menyalahkan dirinya tentu saja tidak bisa disalahkan seratus persen karena bagaimana pun, dirinya seperti


ini karena perbuatan dari Daniel Long. Dia adalah penyebabnya. Jadi tidak bisa menyalahkan dirinya seratus persen. Batin Sarah berusaha membela dirinya dari semua rasa bersalah didalam hati.


Alex dan Andy Li turun dari altar setelah menyerahkan putri keduanya kepada Chandra.


“adik kedua, jangan melamun. Kamu menatap adik sepupu terus – menerus sangat mencolok.” Sisca menyiku Sarah Li dan mengembalikan kesadarannya.


kandungnya.


“apakah kalian ingin merusak  momen berhargaku dengan gossip kalian??” Serena Li bicara sambil mengatupkan giginya, tapi apa yang dikatannya sangat terdengar jelas ditelinga Sarah Li dan Sisca Li.


“maaf….” jawab Sisca Li dan Sarah Li bersamaan sambil tersenyum mentertawakan diri mereka sendiri.


Pernikahan berjalan dengan sangat lancar. Riuh tepuk tangan bergema ditepi pantai ketika kedua pengantin saling berciuman.


Sarah Li yang sedang terbawa suasana, secara tidak sengaja melihat Daniel Long berbicara dengan adik sepupunya. Hati Sarah panas melihat keakraban mereka berdua. Berbicara sambil tertawa, seolah memang ada ‘sesatu yang lain’ yang terjadi diantara mereka berdua.


Sarah mengalihkan pandangannya kearah yang lain, kakak pertamanya dan juga suaminya Jackie sudah terbawa suasana. Sepertinya Daniel Long juga seperti itu. Sarah perlahan – lahan menyingkir dari lokasi acara. Melepas sepatu flat yang dikenakannya, membiarkan telapak kakinya dimanjakan oleh lembutnya pasir pantai.


Entah sudah berapa kali Sarah Li

__ADS_1


menghela nafas, hatinya panas dan pikirannya kacau. Perkataan Sisca Li terus


berputar dipikirannya. Ingatan Daniel Long yang sedang bicara sambil tersenyum


dengan sepupunya seolah sedang mentertawakan dirinya yang terlihat menyedihkan.


Memiliki status istri tapi seperti tidak bisa memiliki sang suami.


Sarah Li berhenti dan menatap kearah laut lepas yang terlihat sangat luas. Matahari bersinar dengan terik walau masih menunjukkan pukul 10 pagi.


Daniel yang sibuk beramah tamah dengan saudara sepupu Sarah, baru menyadari kalau Sarah Li sudah tidak ada dilokasi acara. Dengan cepat Daniel bertanya kepada Sisca Li


“kakak ipar pertama, apakah kamu melihat istriku??” Daniel bicara sambil terus mengawasi lokasi sekitar acara.


“tidak…. tadi dia ada disini.” jawab Sisca Li menunjuk kursi yang ada disebelahnya.


Sisca Li tersenyum “sepertinya apa yang tadi aku katakan masuk kedalam hatinya.”


Daniel mengerutkan keningnya.


Sisca Li menepuk lengan Daniel “bukankah kamu semalam minta tolong kepada kami agar membantu hubungan kalian  baikan lagi?? Dia pasti sedang berjalan disekitar pantai sini. Kamu cari saja, dia tidak akan berjalan jauh”


Senyum Daniel mengembang, perasaannya mulai tumbuh rasa senang. Ini adalah waktunya berbaikan dengan


istrinya.


“TERIMA KASIH KAKAK IPAR..” Kata Daniel dengan penuh semangat dan berlari kearah pantai.


Daniel melihat kearah sisi kanan dan kiri pantai. Sebenarnya akan sangatmudah jika menggunakan kekuatannya, tapi ada banyak manusia dan kamera saat ini. Ia tidak mau merusak suasana pernikahan kakak ipar keduanya.


Sisi kanan pantai terlihat  seorang wanita dengan gaun berwarna putih berjalan menelusuri bibir pantai. Ia terlihat bersinar dari jauh, senyum Daniel mengembang lagi dengan sempurna. Akhirnya ia bisa menemukan sosok wanita yang dicarinya. Dengan penuh semangat Daniel berlari kearah Sarah Li yang terlihat masih berdiri menghadap kearah laut dengan kaki yang disapu oleh ombak.

__ADS_1


__ADS_2