Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 54


__ADS_3

Sarah melihat tulisan yang ada didokumen terdiri


atas beberapa rumah, apartemen, hotel, villa, saham perushaan besar, perhiasan


langkah dengan harga yang fantastis, perkebunan, ladang, perternakan dan aset


lain sebanyak 30 jenis akan berpindah kepemilikan menjadi atas nama Sarah Li.


"pa... total aset yang dserahkannya senilai


harta yang dimiliki keluarga kita. Ini terlalu banyak, aku tidak bisa


menerimanya." kata Sarah sambil menyerahkan dokumen itu kembali kepada


Andy Li.


"putriku, dari total aset yang diberkannya


ini sudah papa kurangi lebih dari separuh. Ia memberikan 200 lebih aset


kepadamu, setelah beberapa kali revisi jadi hanya jadi 30."


"200 jadi 30 jenis, nilainya tetap saja


masih besar pa..." Sarah melihat kearah Daniel yang sepertinya tidak


terganggu dengan suara bising dari mereka bertiga.


"dia sekaya apa???" tanya Sarah sambil


menunjuk kearah Daniel


Mayleen terseyum "aset mereka sangat banyak


didalam dana luar negeri. Bahkan jika ia tidak bekerja lagi. Semua saham dan


aset miliknya cukup membiayai hidup kalian sampai meninggal dunia


putriku."


Sarah merinding mendengar perkataan mamanya,


mereka yang sudah lama hidup saja asetnya tidak sebanyak ini. Benar - benar


tidak bisa dianggap remeh klan naga ini.


"dibagian mana aku harus tanda


tangan..." tanya Sarah


Andy Li memberitahukan kepada Sarah letak tanda


tangan pemindahan ases milik Daniel Long dan juga surat pernikahan mereka


berdua,


"besok pagi, kita akan kecatatan sipil untuk


pengucapan janji pernikahan dan sekaligus mendapatkan buku nikah kalian berdua.


Sudah malam, istirahat lah sayang..."  kata Mayleen sambil mencium


rambut Sarah yang masih sibuk menandatangi dokumen perikahan mereka.


Sarah hanya mengangguk dan memilih tidak menjawab


apapun perkataan kedua orang tuanya.


Kedua orang tu Sarah pergi meninggalkan kamar


Sarah dengan wajah penuh kebahagian. Keinginan mereka bisa tercapai tentu saja adalah


hal baik. Melihat putri ketiga mereka menikah dengan orang yang sudah banyak


berjasa dengan hidup mereka. Disamping itu sangat membahagiakan bagi mereka


bisa melihat Daniel dan Sarah bersatu dalam ikatan pernikahan. Daniel sudah

__ADS_1


sangat lama mencintai Sarah, berkali – kali ia mengatakan berniat menikah


dengan Sarah suatu hari nanti.


Andy Li menutup pintu kamar Sarah, ia melihat


Sarah duduk bersandar dimeja belajarnya sambil menatap keluar jendela. Senyum


diwajahnya menghilang dipintu yang tertutup rapat.


Sarah Li melihat daun ginkgo biloba yang tumbuh


lebat didepan kamarnya. Warna hijau daunnya tidak terlihat lagi tertutupi oleh


gelapnya malam.


“kamu lihat daun itu? Ketika siang hari ia


berwarna hijau dan sangat cantik terlihat. Tapi ketika malam hari warna


hijaunya tidak terlihat lagi. Warnanya menjadi hitam sama seperti gelapnya


malam. Setelah kita menikah mungkin aku akan seperti itu. Awalnya aku akan


terlihat cantik dan berkilau ketika aku belum menikah. Setelah kita menikah aku


akan terlihat gelap dan kehilangan warnaku.” Sarah bangkit dari kursinya dan


berjalan menuju ketempat tidurnya.


Kemudian Sarah naik ketempat tidur dan bersandar


ditempat tidur sambil menyelimuti kakinya di dalam selimut.


“aku mendengar kamu itu seorang pembunuh berdarah


dingin. Semua orang yang berurusan dengan kamu tidak ada yang pernah kembali


lagi. Semua hilang tanpa jejak. Tidak ada kabar sama sekali. Ada yang


mengatakan kalau dirumah keluarga Long ada ruangan bawah tanah untuk menyiksa


wanita pemberontak yang tidak suka dikekang oleh dirimu setelah kita menikah


nanti. Apa kamu akan menyiksa ku juga diruangan bawah tanah keluarga kalian


juga??” Sarah menarik nafas panjang sambil mengaitkan jari tangan kanan dan


kirinya.


“aku takut akan sebuah ikatan, karena hal itu


akan membuat seseorang setelah menikah akan kehilangan kebebasannya. Belum


menikah saja kamu sudah mendikte ku agar aku menjadi seorang ibu rumah tangga.


Aku benci itu. Aku ingin tetap menjadi diriku, budaya setelah menikah seorang


wanita akan mengikuti keluarga suami. Aku tidak mau itu. Bukan tidak mau


bersama dengan om dan tante. Hanya saja aku tidak bisa meninggalkan kedua orang


tua ku begitu saja. Apa kamu paham itu. Kamu bisa mengerti keinginan


ku??” Sarah melihat jari tangannya sambil terus bicara.


“hal terakhir yang mengganjil dipikiran ku adalah


dari suatu  sumber aku mendapatkan kamu tidur dengan seorang wanita. Walau


foto itu disamarkan, aku bisa tahu jelas dari bentuk tubuh dan rambutnya itu


pasti kamu. Tanpa pakaian kamu mencium leher seorang wanita berambut panjang,


benar – benar romantis. Jika kamu memang seseorang kecanduan seksual, kelak


setelah menikah aku harap kamu bisa bermain dengan cukup rapi. Aku tidak mau

__ADS_1


mendengar dan melihat kamu tidur dengan wanita lain. Mungkin aku bisa bersabar


dengan semuanya, tapi pasti tidak dengan kedua orang tua ku  dan kedua


orang tuamu.”


“kamu mungkin tidak akaan memahaminya.’ kata


Sarah sambil menoleh kearah Daniel yang sedang menatap Sarah tanpa berkedip.


Sarah merasa gugup, kenapa ia bisa begitu bodoh


menceritakan semua kegundahan hatinya tanpa memperhatikan pria ini yang sedang


memperhatikannya entah sejak kapan. Sarah membuka selimut dengan satu gerakan


cepat. Kabur adalah penyelesaian yaang cepat saat ini. Batin Sarah memberikan


perintah agaar segera meninggalkan kamar tidurnya secepat yang dia bisa.


Sarah merasa gerakannya sudah cepat, tapi


ternyata gerakan Daniel jauh lebih cepat dari perikaraannya.


“aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Jadi


jangan pergi kemana pun.”


Sarah masih menyampingi Daniel, tangan kirinya


masih dipegang oleh Daniel sedangkan tangan kanannya sibuk menggaruk alisnya


yang tiba -  tiba merasa gatal.  Wajahnya berpalingagar tidak


terlihat olehnya.


“aku hanya sembarangan bicara, kamu tidak perlu


masukkan kedalam hati. Maaf sudah mengganggu waktu tidurmu.” Sarah tidak bisa


menutupi rasa gugup dalam hatinya.


Daniel mendekat dan merebahkan kepalanya


dipangkuan Sarah. Jantung Sarah   berdetak lebih cepat. Kenapa ia


tidak bisa merasakan perubahan energi disekitarnya. Kenapa sulit sekali


merasakan energi dari seorang Daniel. Ia bergerakbagai angin, tidak bisa


ditebak dari arah mana dan akan kearah mana bertiup.


Daniel menatap Sarah sambil memeluk guling.


“lihatlah aku... “


Sarah membuang nafas dengan kuat sehingga bisa


terdengar  jelas oleh Daniel.


Sarah memejamkan matanya, jika  ia menolak


menatap Daniel, ia akan terlihat seperti seorang pengecut yang lari dari medan


perang. Perlahan – lahan Sarah  mengalihkan pandagannya kearah Daniel.


Daniel tersenyum menatap Sarah, darah Sarah


berdesir hanya melihat senyum diwajah pria ini. Semakin hari pria ini semakin


menggerakkan hati Sarah untuk membuka hatinya.


“kamu adalah matahari, walau malam hari kamu


tidak terlihat tapi kamu akan memberikan sinar kepada bulan agar memantulkan


cahaya dari dirimu kepada yang lain. Bukan untuk  merubah dirimu menjadi

__ADS_1


orang lain, tapi  karena dirimu dan kehebatan dirimu bisa merubah orang


lain ikut bersinar karenamu.”


__ADS_2