
Sarah melihat tulisan yang ada didokumen terdiri
atas beberapa rumah, apartemen, hotel, villa, saham perushaan besar, perhiasan
langkah dengan harga yang fantastis, perkebunan, ladang, perternakan dan aset
lain sebanyak 30 jenis akan berpindah kepemilikan menjadi atas nama Sarah Li.
"pa... total aset yang dserahkannya senilai
harta yang dimiliki keluarga kita. Ini terlalu banyak, aku tidak bisa
menerimanya." kata Sarah sambil menyerahkan dokumen itu kembali kepada
Andy Li.
"putriku, dari total aset yang diberkannya
ini sudah papa kurangi lebih dari separuh. Ia memberikan 200 lebih aset
kepadamu, setelah beberapa kali revisi jadi hanya jadi 30."
"200 jadi 30 jenis, nilainya tetap saja
masih besar pa..." Sarah melihat kearah Daniel yang sepertinya tidak
terganggu dengan suara bising dari mereka bertiga.
"dia sekaya apa???" tanya Sarah sambil
menunjuk kearah Daniel
Mayleen terseyum "aset mereka sangat banyak
didalam dana luar negeri. Bahkan jika ia tidak bekerja lagi. Semua saham dan
aset miliknya cukup membiayai hidup kalian sampai meninggal dunia
putriku."
Sarah merinding mendengar perkataan mamanya,
mereka yang sudah lama hidup saja asetnya tidak sebanyak ini. Benar - benar
tidak bisa dianggap remeh klan naga ini.
"dibagian mana aku harus tanda
tangan..." tanya Sarah
Andy Li memberitahukan kepada Sarah letak tanda
tangan pemindahan ases milik Daniel Long dan juga surat pernikahan mereka
berdua,
"besok pagi, kita akan kecatatan sipil untuk
pengucapan janji pernikahan dan sekaligus mendapatkan buku nikah kalian berdua.
Sudah malam, istirahat lah sayang..." kata Mayleen sambil mencium
rambut Sarah yang masih sibuk menandatangi dokumen perikahan mereka.
Sarah hanya mengangguk dan memilih tidak menjawab
apapun perkataan kedua orang tuanya.
Kedua orang tu Sarah pergi meninggalkan kamar
Sarah dengan wajah penuh kebahagian. Keinginan mereka bisa tercapai tentu saja adalah
hal baik. Melihat putri ketiga mereka menikah dengan orang yang sudah banyak
berjasa dengan hidup mereka. Disamping itu sangat membahagiakan bagi mereka
bisa melihat Daniel dan Sarah bersatu dalam ikatan pernikahan. Daniel sudah
__ADS_1
sangat lama mencintai Sarah, berkali – kali ia mengatakan berniat menikah
dengan Sarah suatu hari nanti.
Andy Li menutup pintu kamar Sarah, ia melihat
Sarah duduk bersandar dimeja belajarnya sambil menatap keluar jendela. Senyum
diwajahnya menghilang dipintu yang tertutup rapat.
Sarah Li melihat daun ginkgo biloba yang tumbuh
lebat didepan kamarnya. Warna hijau daunnya tidak terlihat lagi tertutupi oleh
gelapnya malam.
“kamu lihat daun itu? Ketika siang hari ia
berwarna hijau dan sangat cantik terlihat. Tapi ketika malam hari warna
hijaunya tidak terlihat lagi. Warnanya menjadi hitam sama seperti gelapnya
malam. Setelah kita menikah mungkin aku akan seperti itu. Awalnya aku akan
terlihat cantik dan berkilau ketika aku belum menikah. Setelah kita menikah aku
akan terlihat gelap dan kehilangan warnaku.” Sarah bangkit dari kursinya dan
berjalan menuju ketempat tidurnya.
Kemudian Sarah naik ketempat tidur dan bersandar
ditempat tidur sambil menyelimuti kakinya di dalam selimut.
“aku mendengar kamu itu seorang pembunuh berdarah
dingin. Semua orang yang berurusan dengan kamu tidak ada yang pernah kembali
lagi. Semua hilang tanpa jejak. Tidak ada kabar sama sekali. Ada yang
mengatakan kalau dirumah keluarga Long ada ruangan bawah tanah untuk menyiksa
wanita pemberontak yang tidak suka dikekang oleh dirimu setelah kita menikah
nanti. Apa kamu akan menyiksa ku juga diruangan bawah tanah keluarga kalian
juga??” Sarah menarik nafas panjang sambil mengaitkan jari tangan kanan dan
kirinya.
“aku takut akan sebuah ikatan, karena hal itu
akan membuat seseorang setelah menikah akan kehilangan kebebasannya. Belum
menikah saja kamu sudah mendikte ku agar aku menjadi seorang ibu rumah tangga.
Aku benci itu. Aku ingin tetap menjadi diriku, budaya setelah menikah seorang
wanita akan mengikuti keluarga suami. Aku tidak mau itu. Bukan tidak mau
bersama dengan om dan tante. Hanya saja aku tidak bisa meninggalkan kedua orang
tua ku begitu saja. Apa kamu paham itu. Kamu bisa mengerti keinginan
ku??” Sarah melihat jari tangannya sambil terus bicara.
“hal terakhir yang mengganjil dipikiran ku adalah
dari suatu sumber aku mendapatkan kamu tidur dengan seorang wanita. Walau
foto itu disamarkan, aku bisa tahu jelas dari bentuk tubuh dan rambutnya itu
pasti kamu. Tanpa pakaian kamu mencium leher seorang wanita berambut panjang,
benar – benar romantis. Jika kamu memang seseorang kecanduan seksual, kelak
setelah menikah aku harap kamu bisa bermain dengan cukup rapi. Aku tidak mau
__ADS_1
mendengar dan melihat kamu tidur dengan wanita lain. Mungkin aku bisa bersabar
dengan semuanya, tapi pasti tidak dengan kedua orang tua ku dan kedua
orang tuamu.”
“kamu mungkin tidak akaan memahaminya.’ kata
Sarah sambil menoleh kearah Daniel yang sedang menatap Sarah tanpa berkedip.
Sarah merasa gugup, kenapa ia bisa begitu bodoh
menceritakan semua kegundahan hatinya tanpa memperhatikan pria ini yang sedang
memperhatikannya entah sejak kapan. Sarah membuka selimut dengan satu gerakan
cepat. Kabur adalah penyelesaian yaang cepat saat ini. Batin Sarah memberikan
perintah agaar segera meninggalkan kamar tidurnya secepat yang dia bisa.
Sarah merasa gerakannya sudah cepat, tapi
ternyata gerakan Daniel jauh lebih cepat dari perikaraannya.
“aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Jadi
jangan pergi kemana pun.”
Sarah masih menyampingi Daniel, tangan kirinya
masih dipegang oleh Daniel sedangkan tangan kanannya sibuk menggaruk alisnya
yang tiba - tiba merasa gatal. Wajahnya berpalingagar tidak
terlihat olehnya.
“aku hanya sembarangan bicara, kamu tidak perlu
masukkan kedalam hati. Maaf sudah mengganggu waktu tidurmu.” Sarah tidak bisa
menutupi rasa gugup dalam hatinya.
Daniel mendekat dan merebahkan kepalanya
dipangkuan Sarah. Jantung Sarah berdetak lebih cepat. Kenapa ia
tidak bisa merasakan perubahan energi disekitarnya. Kenapa sulit sekali
merasakan energi dari seorang Daniel. Ia bergerakbagai angin, tidak bisa
ditebak dari arah mana dan akan kearah mana bertiup.
Daniel menatap Sarah sambil memeluk guling.
“lihatlah aku... “
Sarah membuang nafas dengan kuat sehingga bisa
terdengar jelas oleh Daniel.
Sarah memejamkan matanya, jika ia menolak
menatap Daniel, ia akan terlihat seperti seorang pengecut yang lari dari medan
perang. Perlahan – lahan Sarah mengalihkan pandagannya kearah Daniel.
Daniel tersenyum menatap Sarah, darah Sarah
berdesir hanya melihat senyum diwajah pria ini. Semakin hari pria ini semakin
menggerakkan hati Sarah untuk membuka hatinya.
“kamu adalah matahari, walau malam hari kamu
tidak terlihat tapi kamu akan memberikan sinar kepada bulan agar memantulkan
cahaya dari dirimu kepada yang lain. Bukan untuk merubah dirimu menjadi
__ADS_1
orang lain, tapi karena dirimu dan kehebatan dirimu bisa merubah orang
lain ikut bersinar karenamu.”