Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 126


__ADS_3

Sarah membujuk berkali – kali agar Daniel mau melepaskannya, tapi semuanya sia – sia. Pria ini sangat


terluka. Berbagai cara sudah diucapkan Sarah dan dilakukannya untuk membujuk Daniel, tapi usahanya sia – sia belaka. Bahkan sampai matahari yang cerah sudah berganti dengan malam yang gelap, Daniel masih murung dan tenggelam dalam kesedihannya.


“kita makan ya...”


Daniel menggeleng dengan cepat.


“aku sudah lapar.” keluh Sarah


Daniel lagi – lagi menggeleng


Sarah sudah kehabisan kesabaran. Sarah memegang wajah Daniel dan mengarahkannya tepat dihadapannya.


“sahabatmu sudah meninggal. PAHAM...”


Mata Daniel berkaca – kaca mendengar perkataan Sarah yang terdengar sangat kejam ditelinganya. Seperti pisau yang ditusuk kedalam hatinya. Benar – benar seperti orang yang tidak berperasaan.


“kamu memiliki banyak orang yang harus kamu jaga. Kamu juga masih memiliki orang – orang yang sayang padamu.” sambung Sarah lagi.


“jika aku bisa melindunginya maka dia akan tetap hidup.” Daniel berteriak kepada Sarah


Sarah terpancing emosi dengan teriakan suara Daniel. Berani sekali pria ini berteriak kepada dirinya.


“kamu kira kamu Tuhan yang mengetahui semuanya??? Yang bisa mengendalikan semuanya. Memang benar kamu klan naga. Orang yang paling kuat. Tapi kamu bukan Tuhan.” Sarah tidak mau kalah berteriak kepada Daniel.


“kamu tidak tahu rasa menjadi orang yang gagal.” Daniel berbicara dengan suara kuat hingga urat dilehernya


terlihat jelas  “AKU TAHU...” Sarah membesarkan matanya menatap Daniel yang ada dihadapannya.


“kamu tidak tahu.” Suara Daniel menjadi pelan sambil bergeser dan disisi tempat tidur.


 Aku gagal melindungi Nana dan  Andrew yang bahkan ketika mereka menyerangku. Mereka masih mengatakan kepadaku untuk membebaskan mereka. Bahkan ketika mereka melakukan hal jahat. Mereka masih memberitahukan kepadaku cara menghancurkan kekuatan jahat itu. Dan akhirnya apa?? Aku membunuh mereka!!!”


Daniel hanya terdiam mendengar perkataan Sarah .


“kamu merasa dirimu sendiri yang terluka, bagaimana dengan aku. Bagaimana dengan keluarga mu dan keluarga ku yang menyayangimu?? Dasar laki – laki egois.” bentak Sarah. Sarah menyingkir dari Daniel karena ia sudah tidak ingin melihat wajahnya sekarang.


“dimana letak egoisnya??” Daniel menarik tangan Sarah dan membuat Sarah gagal keluar dari kamar.


Sarah menunjuk dada dan kepala Daniel “ disitu letaknya. Kamu merasa sebagai korban. Tanpa kamu sadari orang lain juga menderita dengan hal yang sama. Bukankah kamu sangat egois??” Sarah bicara dengan penuh percaya diri

__ADS_1


“aku tidak sepeti itu.” kata Daniel melunak.


“lantas seperti apa??? terserah padamu mau apa? Silahkan menangis sepuasmu, teruslah tenggelam dalam rasa bersalahmu dan jangan lupa teruslah bersedih seolah hanya kamu manusia paling malang didunia. Sarah menepiskan tangan Daniel dan berjalan kearah pintu dengan cepat dan membukanya.


Sarah terkejut melihat para orang tua, kedua saudara iparnya dan kedua saudara perempuannya berkumpul didepan pintu kamar Sarah dan Daniel.


“kenapa kalian....” Sarah menunjuk mereka semua yang telihat terkejut Sarah menenukan mereka dengan cara


yang memalukan seperti ini.


“tidak... tidak... kebetulan tadi kami sedang santai dikolam.... dan kemudian.....kami lapar.... ya.... kita mau


makan kan??” Serena Li menjad orang yang ditunjuk untuk berbicara karena semua mata tertuju kepadanya. Walau berbicara dengan terbata – bata. Tapi Serena termasuk bisa diandalkan dalam keadaan seperti ini. Mereka semua dengan cepat berjalan kearah ruangan makan dan berjalan dengan terburu - buru


“ooh..” Sarah Li menjawab singkat dan ikut berjalan kearah ruang makan.


“Sarah Li.... aku belum siap berbicara denganmu.” teriak Daniel dari pintu kamar.


Sarah Li berbalik dan dengan kesal menunjuk dada Daniel “JANGAN BERTERIAK KEPADAKU...” gigi Sarah rapat ketika berbicara dengan Daniel dan matanya membesar.


Pria ini benar – benar menyebalkan pikir Sarah Li. Sebentar menjadi orang yang menyedihkan, sebentar lagi menjadi orang yang sangat menyebalkan. Jika tahu seperti ini ia tidak akan merindukannya ketika berada jauh darinya 3 minggu yang lalu.


Hati Sarah memang sedang panas, tapi melihat Daniel yang sama sepertinya yang sedang sedih kehilangan sahabat dan orang kepercayaan membuat hati kecilnya tidak tega melihatnya.


Jackie melihat kearah Sarah dan kemudian bicara “aku sudah selesai, aku keluar dahulu…” Jackie berbicara dengan ragu melihat kearah Sarah dan kesemua orang yang memberi kode dengan kedipan mata agar dia pergi menemani Daniel.


Mereka semua tahu, kalau Daniel saat ini pasti sedang terpuruk kondisi hatinya. James, Daniel dan Jackie sudah lama berteman. Mereka bertiga adalah sahabat karib dan Jackie paling paham perasaan


Daniel saat ini.


“anak bodoh itu, selalu menyimpan semuanya sendiri. Lihat saja, dia akan kehilangan selera makan dalam satu


minggu ini. Kemudian dalam hitungan hari dia akan dirawat dirumah sakit.” Huanran berbicara kepada dirinya sendiri sambil memasukkan makannya kedalam mulutnya.


Sarah Li berdiri tiba – tiba dengan mendorong kursi nya dengan cepat kearah belakang.


“kenapa pria selalu menyebalkan seperti dia.” kata Sarah sambil melihat kearah Chandra, David Long dan juga


Andy Li secara bergantian.


Sarah berjalan dengan cepat kearah Daniel dan Jackie yang duduk bersebelahan sambil melihat kearah pantai.

__ADS_1


“kamu tidak makan??” tanya Sarah langsung memotong pembicaraan keduanya


“tidak lapar.” jawab Daniel singkat.


“benar – benar menyebalkan… Kamu mau makan pasir pantai dan minum air laut???” bentak Sarah


“jika itu membuatmu senang tidak masalah. Aku akan melakukannya.” Daniel menjawab tanpa menoleh kearah Sarah dan membuat wanita ini semakin menggila karena marah.


“berdiri..” perintah Sarah.


Daniel menunduk kebawah melihat pasir yang menutupi sebagian kakinya.


“kamu dengar yang aku katakan??” ulang Sarah dengan nada yang mulai tinggi…


Daniel masih belum berdiri membuat hati Sarah semakin terbakar emosi.


“Tuan muda Long…” Sarah mengepalkan tangannya karena kesal yang tidak tertahankan melihat kelakuan


Daniel yang seperti anak kecil yang merajuk.


“terserah lah…” Sarah membalikkan tubuhnya dan ketika akan berjalan, Daniel sudah berdiri dibelakangnya dan


memeluknya. Sarah bisa merasakan nafas Daniel yang hangat dilehernya.


”maaf….” ucap Daniel dengan lirih membuat hati Sarah yang mendengar luluh. Tapi sebagai wanita ia tidak mau


mengalah begitu saja. Sarah mencoba melepaskan pelukan Daniel, tapi tenaga pria ini memang diatas rata – rata kemampuannya.


“aku tidak akan mengulanginya..” kata Daniel yang memperkuat tenaganya ketika memeluk Sarah agar istrinya tidak bisa melepaskannya.


“kamu sudah membentak aku, berbicara dengan suara kuat kepadaku. Hati ku sakit karena perbuatan dan


perkataanmu.” Sarah bicara sambil melirik kepala Daniel yang ada dibahu kanannya.


“aku salah…. kamu pukul saja aku…”


“baik….. “ jawab Sarah dengan santai


“kenapa masih memeluk aku?? kamu bilang minta dipukul..” sambung Sarah.


Daniel perlahan – lahan melepaskan pelukannya ditubuh Sarah.

__ADS_1


__ADS_2