Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 80


__ADS_3

Sarah Li dan  Nana jalan keluar dari rumah sakit sambil bergandengan tangan.


“aku merasa kita seperti ada di kompleks perumahan ya…” kata Nana sambil memperhatikan bagunan yang berjajar dengan atap berwarna biru dan rumah dicat berwarna putih. Bentuk bangunan sederhana sama disetiap bangunan yang berjajar disisi kiri dan kanan jalan.


“ini memang kompleks perumahan… “ Sarah Li memutar bola matanya.


Nana tertawa, menertawai kebodohan dirinya sendiri. “apakah sangat sulit bagimu untuk membuat ku kelihatan pintar dihadapan suami mu… “


“tenang saja, dia tidak akan mendengar kita bicara. Kamu lihat saja dia sibuk berbicara dengan James.”Sarah


melirik kebelakang melihat kearah Daniel.


“apakah kamu merasa kita menjadi pusat perhatian banyak orang???”


“tidak…. “ jawab Sarah santai.


“pengawal ini ada di semua sisi. Membuat aku seperti seorang mafia dalam  film laga.”  Nana melihat sekeliling dirinya, pria dengan setelan jas hitam, badan yang terlihat kekar dan tatapan mata yang tajam. Membuat Nana yang biasanya menyukai pria seperti ini malah merasa takut ketika mereka ada disekitarnya.


“mereka akan menjagamu. Kamu


tenang saja…”


“apaaa…” Nana terlihat kaget dan


tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya.


“sebaiknya tidak. Aku tidak perlu penjagaan seperti ini. Tolong kamu katakan kepada suamimu agar berhenti membuatku takut.” Wajah penuh harap ditunjukkan Nana kepada Sarah.


“no…no…no…” Sarah menggerakkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan.


“kamu adalah seketarisku, bagaimana jika ada yang mau melakukan hal jahat kita berdua…. “ Sarah Li


mengangkat pundaknya sambil berbicara.


“sudah aku katakan berulang kali, kamu kalau bicara jangan membuat orang lain sakit hati. Sekarang kamu lihat


sendiri, ada orang yang mau membalaskan dendam kepada kamu kan??? Kamu benar – benar keras kepala.” Nana memarahi Sarah Li seperti seorang ibu marah kepada anaknya.


“kapan aku membuat orang sakit hati. Mereka orang yang tidak bisa bekerja dengan baik. Tolong jangan disamakan.” Sarah membatah dengan wajah kesal melihat Nana

__ADS_1


“hah… Dasar kepala batu.” umpat Nana


“kamu ini benar – benar…. Untung saja kamu terluka kalau tidak? Aku tidak akan segan – segan memberikanmu


pelajaran.” Sarah tidak mau kalah membalas umpatan Nana.


“ya sudah,,, balas…. kamu kita aku wanita lemah. Aku tidak takut denganmu.” Mata Nana membesar


Daniel Long dan James yang melihat kedua wanita ini yang tadi tertawa senang tiba – tiba berdebat dipinggir jalan dan menjadi pusat perhatian banyak orang sangat bingung dibuatnya.


Mereka berdua saling bertukar pandangan, dan tidak tahu harus berbuat apa. Belum memutuskan akan melakukan hal apa, Nana dan Sarah Li tiba – tiba tertawa terbahak – bahak. Membuat Daniel dan James membesarkan mata mereka sambil menatap aneh kedua wanita dihadapannya.


“kenapa mereka berdua?” tanya James dengan ragu


“entah la,,,  aku juga baru kali dalam situasi seperti ini.” Daniel menahan senyum melihat istrinya. Hampir seminggu menikah, ia merasa banyak hal yang baru diketahuinya tentang lucunya Sarah Li.


Suasana ramai tiba – tiba hening. Daniel Long dengan cepat merangkul Sarah Li. Begitu juga dengan James dan


memegang Nana. Pengawal mengelilingi mereka mengambil langkah bersiap – siap terhadap segala sesuatu yang akan datang menyerang.


Tubuh Nana menggigil, rasa takutnya kembali memuncak. Dengan sisa kekuatan ia memberanikan diri untuk bicara “kamu…. kamu….” mulutnya tidak bisa menyelesaikan perkataannya dan matanya memandang kesegala arah memastikan keadaan aman atau tidak.


Daniel Long menghentakkan kaki kanannya ketanah dan bagi mereka manusia klan bisa melihat seperti gelombang air pasang yang kuat menerjang kesemua arah. Suasana menjadi tenang dan aman kembali kesemula.


“apa yang terjadi….” kata Nana dengan suara bergetar sambil menatap kearah James, Sarah Li dan Daniel secara bergantian.


“tidak ada apa – apa. Kamu jangan khawatir.” Sarah Li berbicara sambil melihat kearah sekitar.


“ Siapkan semuanya… “ perintah Daniel.


“maksudnya…” tanya Nana bingung.


Begitu perintah keluar satu minibus berhenti dihadapan mereka. Kedua orang pengawal Nampak berlari


meninggalkan mereka sedangkan yang lainnya ada yang masuk kedalam mobil dan yang lain menaiki mobil sedan yang berhenti didepan dan dibelakang mini bus itu.


Nana dan Sarah Li masih berusaha mencerna semua yang terjadi dihadapan mereka. Nana naik kedalam mobil disusul dengan Sarah Li, James dan Daniel serta 4 orang pengawal yang duduk didepan dan belakang bus.


“aku takut…” kata Nana kepada James yang duduk disampingnya. Nana tidak sadar memegang kuat tangan James, jari tangannya dingin karena rasa takut yang teramat sangat dalam hatinya.

__ADS_1


“menikahlah denganku…” James berkata kepada Nana sambil menatap matanya dengan serius.


“hah….” Nana dan Sarah Li terkejut mendengar perkataan James yang tiba – tiba.


“aku serius.” James menatap


dengan penuh ketulusan, seperti tidak ada keraguan dalam hatinya.


“apa.. tadi kamu terlalu kuat menggunakan energi kamu sehingga membuat otaknya terganggu,,,” bisik Sarah kepada Daniel Long


Daniel Long menahan tawa mendengar istrinya berbicara.


“bisa jadi..” jawab Daniel dengan santai.


Sarah menatap Daniel dengan tidak percaya, bagaimana bisa James meminta Nana untuk menikah dengannya, setahu Sarah mereka hanya bertemu untuk urusan pekerjaan. Dan tidak pernah membahas masalah pribadi. Walah Nana pernah mengatakan menyukai James yang bergaya maskulin, tapi tidak pernah terlintas dipikiran mereka berdua kalau James benar serius dengan Nana.


Nana masih membeku menatap James dengan tatapan tidak percaya.


“Sarah Li, aku rasa aku mengalami benturan otak yang serius. Aku mulai mengalami halusinasi. Segera bawa aku ke spesialis saraf, aku rasa aku perlu dibedah.” Nana bicara sambil menatap James dengan gugup dan takut.


“kamu tidak perlu bedah apapun, karena aku serius dengan perkataanku. Aku akan menjagamu dengan segala


kemampuanku.”


Mobil mulai bergerak dan mereka berempat tidak sadar kalau pengawal yang tadi pergi sudah membawa tas pakaian Sarah dan Nana kedalam bus. Sarah masih menatap Nana dan James yang duduk


disamping mereka.


“james, berhentilah bermain – main.” kata Sarah Li dengan kesal


“nona ketiga Li, aku tidak sedang bermain – main. Aku serius dengan perkataanku. Aku seorang pria dewasa dan bisa bertanggung jawab untuk kehidupan wanita yang akan aku nikahi.” lagi – lagi tidak ada keraguan dalam mata James ketika bicara kepada Sarah.


Daniel Long memberikan isyarat kedipan mata kepada Sarah ketika ia mendengar perkataan dari James. Hatinya sulit untuk menerima perkataannya. Semua hal yang terjadi ini mengingatkan Sarah pada waktu Daniel melamar dirinya, sama seperi sekarang ini. Semua yang diucapkannya seperti sebuah candaan belaka dan tidak memiliki arti apapun.


“Nana…. aku rasa aku juga harus ikut denganmu ke dokter spesialis saraf untuk memeriksa kepalaku.” Kata Sarah sambil melamun menatap James menatap kearahnya.


Nana meraih tangan Sarah yang hanya terpisahkan jarak satu kursi. Kemudian perlahan menatap kearah Sarah.


“mari kita periksakan diri kita.” Kata Nana sambil mengangguk.

__ADS_1


Daniel menahan senyum diwajahnya, kedua wanita ini memiliki sifat yang sama. Mungkin ini alasannya Sarah Li dan Nana bersahabat diluar pekerjaannya.


__ADS_2