Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 134


__ADS_3

Ternyata Sarah tidak sendiri, kedua saudara perempuannya juga mengalami hal yang sama. Tapi Sisca Li dan


Serena Li terlihat lebih kuat diatara mereka semua. Dimeja sudah tersedia kopi.


“terima kasih untuk kopinya  Direktur Long” kata Sisca sambil mengangkat gelas kopinya dan meminumnya.


Sarah melihat para manager, kedua saudara perempuannya, Andy Li, David Long dan Jackie sudah hadir diruangan. Semua mata menatap tangan mereka yang bertautan membuat Sarah menjadi malu. Dengan cepat ia melepaskan tangan Daniel. Tapi pria ini kembali memegang tangan Sarah. Daniel menarik kursi disamping David Long dan Daniel duduk disebelahnya.


Jun meletakkan buku agenda Sarah didepannya beserta penanya. Daniel sangat kesal melihat Jun yang detak dengan istrinya. David memperhatikan Daniel, setiap detik ekspresi wajahnya sudah terlihat jelas putranya sedang cemburu kepada asisten pribadi Sarah Li.


“kamu asisten pribadi Sarah Li??” tanya David Long


“betul sekali Pak David Long..” Jun menjawab dengan ramah sambil tersenyum.


“kamu sangat tampan, pintar dan baik. Tolong jaga menantu ku.” David tersenyum sambil bersalaman dengan Jun.


Kepala Daniel serasa mendidih mendengar papa kandungnya sendiri meminta pria lain yang menjaga istrinya.


“aku tidak perlu orang lain untuk menjaga istriku pa...” jawab Daniel dengan wajah datarnya.


“bukankah kamu sering dinas keluar kota, bahkan kelua negeri. Papa rasa tidak ada salahnya meminta bantuan


kepada asisten pribadi Sarah.”  David mengangkat pundaknya sambil menaikkan alis matanya melhat kearah Daniel.


“walau aku berada diluar negeri, tapi akan aku pastikan keamanan istriku dalam 24 jam.” Daniel bicara dengan

__ADS_1


penuh percaya diri.


“siapa yang bisa menjamin....” David benar – benar berhasil memancing emosi putranya.


Sarah merasa terjepit diantara kedua pria ini. “papa memang terbaik....” sambung Sarah sambil bersandar di


pundak David Long.


“kamu lihat saja, bahkan menantuku berpihak kepada ku..” David Long berbicara dengan nada bangga sambil


melihat Sarah yang bersandar di pundaknya kemudian melihat kearah Daniel yang terlihat sangat kesal.


“lantas apa bedanya jika kamu memberikan penjagaan kepada pengawal pria mu. Bagaimana pun istrimu adalah wanita, siapa yang bisa menjamin mereka tidak akan bermain hati dibelakangmu.” sambung David Long.


Sarah mengangkat kepalanya menatap David Long sambil mengerutkan keningnya. Sepertinya Sarah merasa


“tidak sayang…. papa yakin kamu adalah wanita setia. Papa hanya tidak yakin dengan para pria yang ada disekitar kamu. Bagaimana jika mereka adalah musuh dalam selimut?? Anak itu sungguh tidak memikirkan dengan baik.“ David Long bisa menjawab dengan sangat lancar membuat semua perkataannya masuk kedalam logika Sarah.


Sarah menatap tajam Daniel Long, bagaimana pun perkataan papa mertuanya benar, bahkan sangat masuk akal. Sarah melihat kearah Daniel yang terlihat serba salah menjawab perkataan David Long.


“benar juga…. selama kamu tidak ada, Sarah Li berbelanja dengan kedua kakaknya dan kedua ibunya. Saat  mereka pergi pada malam hari. Kami para pria juga harus ikut menemaninya berpergian.” sambung Andy Li yang semakin membuat Daniel merasa bersalah karena meninggalkan istrinya dalam waktu yang cukup lama.


Daniel tertunduk dan merasa bingung. Satu sisi adalah pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya begitu saja


dan disisi yang lain adalah istri yang harus dilindunginya. Sarah melihat sekilas kearah Daniel yang merasa hatinya tidak tenang. Ia sudah bisa merasakan suasana hati Daniel yang dipenuhi rasa bersalah.

__ADS_1


“sudah lah, karena kamu sudah membelikan perhiasan mahal, baju baru, coklat dan memberikan kartu belanja aku jadi tidak merasa kesepian. Tapi saldonya sudah mau habis, Tolong diisi kembali…. Sarah berbicara sambil mengeluarkan kartu platinum yang diberikan Daniel kepada dirinya. Daniel memperhatikan kartu hitam yang diberikan Sarah, ia tahu kartu ini tidak pernah digunakan oleh istrinya. Kalau pun digunakan, ia akan langsung menggantinya sesuai dengan nominal belanja yang dikeluarkannya.


Daniel tersenyum melihat Sarah Li, wanita ini sedang berusaha membuat dirinya tidak terlalu jatuh dihadapan banyak orang. Daniel mengangguk dan kemudian mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu pada mobile banking ponselnya, kemudian berkata “sudah…” Daniel menunjukkan layar ponselnya kepada Sarah dan Sarah hanya tersenyum sambil menangguk.


“memang berbeda kelas Daniel Long dengan kelas kita “ Serena berbicara sambil melihat kartu dan ponsel Daniel.


Sisca hanya memperhatikan sambil memenimum kopi yang ada dihadapannya dan sesekali tersenyum menatap mereka berdua dan para papa yang sedang menjadi api dalam hubungan suami istri itu.


Mereka bertiga menjadi pusat perhatian para peserta rapat yang sedang menunggu kedatangan dari pihak


penyelidik.


Pintu ruangan rapat diketuk dan dua orang berseragam polisi dan 2 orang berpakaian bebas dengan menggunakan jacket kulit berwarna hitam. Sarah melihatnya lebih mirip dengan agen Men In Black dalam film yang pernah ditontonnya.


Andy Li, David Long dan Daniel Long berdiri menyambut mereka semua.


“terima kasih atas kehadiran kamu sahabatku…” kata Andy dan David Long yang terlihat akrab dengan kepala penyelidik dan satu orang berjacket hitam tersebut.


Ketiga putri keluarga Li tidak merasa heran melihat kedua orang tua yang memiliki hubungan yang baik dengan semua instansi pemerintahan. Tapi melihat Daniel Long juga sangat akrab dengan pihak penyelidik sepertinya suatu hal yang baru yang diketahui oleh ketiga putri keluarga Li


Daniel sepertinya disiapkan sebagai penerus yang bisa diandalkan oleh keluarga Long. Bahkan ketiga putri Andy Li belum memiliki akses seperti itu. Untuk kelancaran usaha, Andy Li yang melakukan negosiasi pada instansi pemerintahan atau perusahaan – perusahaan yang terkait dan tidak melibatkan ketiga putrinya.


Berbeda dengan didikan David Long yang membiarkan semua akses dalam usahanya dipegang juga oleh putranya. Sarah melihat Daniel dari atas kebawah. Perlahan ia mulai merasa kenapa pria itu selalu sibuk dengan ponsel, tablet dan juga laptopnya. Mungkin karena semua akses dia yang atur seluruhnya, waktu istirahat Daniel sangat sedikit. Saat waktu tidur, Sarah melihat beberapa kali ia bangun pada malam hari dan melakukan video konfrensi. Sarah sendiri tidak tahu kapan selesainya, yang ia tahu… pria ini lebih cepat bangun dibandingkan dirinya.


Belum lagi dirinya yang mengalami banyak masalah, dan Daniel lah yang menjaga dirinya. Waktu pria ini sepertinya banyak terkuras oleh dirinya dan pekerjaan. Padahal, jika ia tidak menikahi Sarah…pasti kehidupannya tidak akan sesibuk ini. Pikirannya juga tidak harus terbagi dengan banyak hal.

__ADS_1


Sejenak terlintas dipikiran Sarah, bagaimana jika ia dan Daniel berpisah saja. Setidaknya mengurangi beban


pikiran Daniel 50 %. Masih terlintas dipikiran Sarah, tiba – tiba Daniel melihat Sarah dengan tatapan tajam. Sepertinya ia lagi – lagi menggunakan kekuatannya untuk membaca pikiran Sarah Li. Sarah dengan cepat mengalihkan pandangannya dan meminum caramel latte yang ada dihadapannya.


__ADS_2