
Daniel mempercepat langkah kakinya membawa Sarah Li ketempat kosong dan langsung membawanya kerumah orang tuanya. Cincin Sarah langsung berhenti bercahaya, Sarah bernafas dengan lega. Dia sudah berada ditempat yang aman sekarang. Kemudian ia melihat situasi disekitarnya dan menyadari kalau ini adalah kamar tidurnya.
“akhirnya bisa pulang….” Sarah tersenyum dengan senang begitu melihat pohon Gingko biloga dihadapannya.
“aku pergi dahulu, kamu istirahat saja ya….” Daniel menggendong Sarah ketempat tidur dan dalam waktu singkat langsung menghilang dari hadapannya setelah memakaikan selimut dan membukakan jacket yang kenakan Sarah.
Mayleen yang merasa ada energi putri ketiganya dirumah, segera naik kelantai 2 dan berteriak memanggil namanya
“putriku….kamu diatas??”
“ya ma….” jawab Sarah
Huanran sangat senang mendengar suara Sarah Li, putrinya sudah mengalami hal buruk belakangan ini, ditambah lagi kejadian yang baru dialaminya pagi ini.
“kamu tidak apa – apa??”
“Tidak… aku baik – baik saja. Kedua kakak ku, Daniel dan papa David semuanya menjagaku dengan
sangat baik. Mama tidak perlu khawatir semua sudah berlalu”
“baguslah….” Mama sangat sedih karena tidak bisa menemani kalian berdua pada saat kalian terluka. Mata Mayleen berkaca – kaca ketika bicara dengan putri ketiganya.
“sepertinya terjadi sesuatu dirumah sakit….” Mayleen tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dalam hatinya karena putri ketiganya menjadi bulan – bulanan banyak orang yang mengincar energinya demi kepintingan pribadi mereka.
Huanran masuk kedalam kamar Sarah Li dan berdiri disamping Sarah sambil berkata… “pemeriksaan
pagi ini akan diganti besok dan kemungkinan akan ganti rumah sakit. Bagaimana pun kalian berdua harus diperiksa dan harus sembuh kembali..”
__ADS_1
Sarah tersenyum seolah tidak ada yang dikhawatirkan dirinya, padahal jauh didalam lubuk hatinya ada rasa khawatir yang tidak bisa diungkapkannya. Baru saja keluar dari masalah, ua nyaris mendapatkan masalah yang sama.
“mama…. aku sudah tidak apa – apa… mama temani saja papa. Ada mama Huanran yang menjaga aku
sekarang.” Sarah memegang tangan mamanya dan terlihat enggan melepaskan tangannya.
“mama….” Mayleen berbicara dan tidak melanjutkan perkataannya hanya tarikan nafas yang terdengar oleh Sarah dan Huanran
“tenanglah… aku akan menjaga Sarah Li dengan baik… Percayalah padaku” Huanran membujuk dan berusaha menenangkan hati Mayleen agar berbagi tugas dalam menjaga keduanya yang sedang sakit.
Dengan berat hati Mayleen mengangguk dan bergerak perlahan meninggalkan Sarah Li. Baru 2 langkah berjalan Sarah berkata “ma… aku mau makan sup buatan mama… “
Mayleen tersenyum dengan sangat lebar “baiklah…. mama akan segera memasakkannya untuk kalian. Tunggu ya..” Semangat seorang ibu dalam menyiapkan makanan untuk kedua orang yang disayanginya adalah suatu kebahagiaan bagi seorang ibu.
Begitu Sarah Li mendengar mamanya turun tangga, Sarah meminta Huanran untuk duduk disebelahnya.
“ada yang ingin kamu tanyakan anakku??” kata Huanran tanpa basa – basi.
“boleh aku tahu tentang cincin ini ma???” sambung Sarah.
Begitu Sarah menanyakan tentang hal itu, wajah Huanran jadi berubah. Ia bingung harus menjelaskan dari mana.
“kenapa kamu bertanya tentang hal itu nak??” Huanran berusaha menebak arah percakapan Sarah Li.
“Daniel yang mengatakan kepadaku, kalau cincin ini berbeda. Dan aku sudah membuktikannya berkali – kali kalau memang cincin ini sangat istimewa. Saat ada ancaman bahaya ia mengeluarkan cahaya menyilaukan, jika bahaya semakin mendekat ia akan semakin terang. Jika masih jauh, ia hanya mengeluarkan cahaya redup.” jelas Sarah.
“jika kamu sudah menyadari hal itu, berarti kamu sudah mendengarkan semuanya dari Daniel. Sebenarnya, cincin itu adalah cincin dari keluarga Long yang memang menyimpan energi dari masing – masing pemiliknya. Dari buyut buyut buyut Daniel yang memakai cincin ini selalu menyimpan seperempat energi miliknya dicincin ini dengan tujuan melindungi menantu dari keluarga Long. Hal itu berlaku juga dengan keluarga kami. Hanya saja memang mama dan papa belum ada memberikan energi kami pada batu ini.. karena biasanya pemberian energi dilakukan pada saat orang tua sudah merasa akan meninggal dunia. Mereka akan memberikan energinya pada batu cincin ini.”
__ADS_1
Sarah terdiam dan melihat cincin ditangannya.
“jadi… cincin ini adalah tanda rasa cinta kami kepada menantu keluarga Long walau tidak bisa melihatnya.” sambung Huanran.
“tapi sepertinya sejarah cincin ini sedikit berubah dari yang diharapkan…”
“maksudnya ma??” tanya Sarah Li
“ada suatu peristiwa yang terjadi antara kalian berdua yang membuat warna cincin ini berubah. Dan kami juga baru mengetahuinya, cincin ini memiliki kekuatan terselubung. Ia bisa memberikan informasi kepada pemiliknya apabila ia dalam bahaya, dan sepertinya ia mempunyai kelebihan dalam hal perlindungan. Hanya saja mungkin, pemiliknya perlu mempelajarinya terlebih dahulu. Kami selama ini mengira menitipkan energi hanya sebagai cara menunjukkan rasa cinta kepada generasi penerus. Ternyata itu adalah cara melindungi generasi Long berikutnya.” jelas Huanran dengan panjang lebar.
Sarah melihat cincin dan Huanran secara bergantian. Daniel tidak berbohong mengenai cincin ini dan masa lalu mereka. Huanran tidak menceritakan secara detail peristiwa apa yang terjadi antara dirinya dan Daniel, sepertinya ia tidak mau membuat Sarah Li terluka lagi dan membuat dirinya kembali melupakan Daniel Long.
Sarah memberanikan diri bertanya kepada Huanran tentang hubungan mereka berdua walau ia sudah mendengarkan dari papanya sendiri.
“apakah kami…. pernah bersama …. sebelum..nya??” tanya Sarah dengan sangat hati – hati
Mata Huanran membesar, ia sangat takut Sarah menanyakan hal ini dan ternyata memang hal ini yang ditanyakannya. Bagaimana mungkin ia berani mengatakan yang sebenarnya?? Jika Sarah tiba – tiba tidak sadarkan diri dan melupakan putranya lagi, Daniel akan sangat sedih karenanya. Ia tidak tega melihat putranya mengalami hal itu berkali – kali.
“mama akan membantu mama Mayleen memasak… kamu istrirahat saja dulu ya…” Huanran terlihat buru – buru berdiri dan akan meninggalakan Sarah Li diruangan kamarnya sendiri.
“aku sudah mengetahuinya, aku tidak sengaja melihat foto aku dan Daniel dilaptop miliknya. Tapi aku tidak ingat pernah mengambil foto itu. Aku berusaha keras mengingatnya tapi tidak ada jawaban dari semuanya. Dan tepatnya tadi malam aku mendengarkan semua cerita masa lalu ku dengan Daniel dari papaku. Jadi,,, aku hanya ingin mengetahui apakah memang kami memiliki hubungan seperti itu??”
Langkah Huanran terhenti dan ia mendengarkan setiap kata yang dikeluarkan dari mulut Sarah tanpa melangkah dan tanpa memotong perkataanya. Rasa gugup mulai menganggu pikirannya.
“mama tidak perlu takut, aku hanya ingin tahu…” sambung Sarah Li
Huanran membalikkan badan dan pipinya sudah menangis sambil kembali duduk disamping Sarah Li. Hatinya hancur setiap mengingat semuanya, bagaimana perjuangan Danile mendapatkan kembali ingatan Sarah Li sampai akhirnya ia menyerah dengan keadaan dan lebih memilih mengagumi Sarah dari jauh demi kebaikan semua orang terutama kesehatan Sarah Li.
__ADS_1
Ia melihat putranya menangis sendiri dan membiarkan dirinya terluka tanpa menunjukkan kepada siapapun. Bukan hal yang mudah, tapi itu yang terjadi. Ia akan menceritakan dengan penuh kegembiaraan ketika berselisih jalan dengan Sarah Li dan kebetulan Sarah tersenyum atau sekedar menganggukkan kepala kepadanya. Hatinya sudah sangat senang dengan perlakukan kecil seperti itu.
Tanpa menuntut banyak hal, ia hanya ingin Sarah Li bahagia. Ia tidak peduli hatinya yang hancur melihat ada pria lain yang mendekati wanitanya. Ia akan tetap berusaha tersenyum didepan keluarganya dan tetap menunjukkan sikap profesionalisme dalam bekerja. Suatu hal yang mustahil tapi itu lah yang terjadi pada Daniel dan ia melakukannya dengan sangat baik dan nyaris sempurna.