
Sepanjang acara semua berjalan dengan lancar,
ucapan selamat dan doa kebahagian tidak berhenti diberikan kepada mereka
berdua.
Makan malam berakhir sampai jam 10 malam, Sarah
dan Daniel meninggalkan acara di ballroom tersebut. Sarah mendatangi
resepsionis hotel miliknya
“kunci kamar...” Resepsionis itu memberikan kunci
kamar hotel Sarah yang biasa ruangan 606.
Daniel mengambil kunci itu dan mengembalikannya
kepada Resepsionis. “Ruangan ku yang biasa.” kata Daniel kepada resepsionis.
Pegawai Sarah memberikan kamar 808 kepada Daniel.
“ini kunci milik anda pak.” sapa pegawai hotel
Sarah.
Sarah menatap Daniel dan pegawainya bergantian.
Sama dengan Resepsionis yang bingung ketika Daniel mengembalikan kunci ruangan
Sarah.
“malam ini aku dan istriku akan satu kamar.
Simpan saja kunci kamarnya." Daniel tersenyum dan memberikan kembali kunci
Sarah kepada resepsionis.
"tidak masalah, malam ini aku menginap
bersama suamiku, bantu pindahkan tas pakaian kekamar 808 apabila Alex sudah
membawa tas pakaian ku keruangan biasa ya..." Sarah tersenyum tipis sambil
meninggalkan resepsionis yang terlihat masih kebingungan karena belum
mengetahui kalau Sarah Li sudah menikah dengan Daniel Long.
Daniel merangkul Sarah menuju pintu lift
“kenapa kamu begitu yakin aku mau tidur sekamar
denganmu?” Sarah mengangkat kepalanya menatap Daniel yang lebih tinggi 15 cm
darinya.
“karena kamu istriku.” Daniel bicara sambil
mengeluarkan aura kejantanannya.
Sarah menaikkan ujung bibir kanannya “tuan muda
Long terlalu percaya diri.”
Begitu pintu lift terbuka, Daniel dan Sarah masuk
kedalam. Ketika membalikkan badan ada Sisca yang berjalan sambil bergandengan
tangan dengan Jackie dibelakangnya ada Serena dan Chandra yang melakukan hal
yang sama. Sisca melambaikan tangan dan Sarah menekan tombol pintu terbuka di
lift sambil menunggu mereka berjalan kearah mereka.
“kalian langsung kekamar ku??” tanya Sisca
menatap kearah Daniel
“kami akan mandi dan berganti pakaian dahulu baru
menenui kakak ipar. Apakah kakak tidak keberatan??” tanya Daniel
“baiklah, kita semua menginap dilantai 8 bukan??”
tanya Sisca
“ya…. aku diruangan 807” jawab Serena sambil menunjukkan
kunci kamar hotelnya.
“setengah jam lagi aku tunggu dikamar ya…”
kata Sisca sambil menatap Daniel
__ADS_1
Pintu lift tertutup. Daniel mengangguk dan tidak
lama kemudian, pintu lift terbuka dilantai 8. Mereka masing – masing masuk
kedalam kamar masing – masing.
“aku mandi lebih dulu, “ kata Sarah sambil
berjalan kearah kamar mandi.
Begitu akan masuk kedalam kamar mandi, pegawai
hotel mengantarkan tas koper milik Sarah. Daniel membuka pintu kamar.
“terima kasih” Kata Sarah tersenyum kepada
pegawainya sambil menunjukkan wajahnya dari balik pintu kamar mandi.
Daniel dengan cepat bergerak menutupi tubuh Sarah
dengan tubuhnya.
“letakkan disitu saja.” kata Daniel dengan cepat.
Wajah dinginnya mendominasi ruangan membuat suasana menjadi kaku.
Sarah mengerutkan keningnya menatap Daniel
menghalanginya berkomunikasi dengan pegawai hotelnya.
Pelayan itu dengan cepat pergi meninggalkan kamar
Daniel karena tatapan matanya begitu menyeramkan untuk dilihat. Tinggal berlama
– lama hanya menambah masalah saja.
Sarah masuk kedalam kamar mandi dan mulai
membersihkan dirinya. Hanya 5 menit waktu dibutuhkan Sarah untuk mandi dan
dengan segera keluar dengan rambut dibungkus handuk dan handuk kimono berwarna
coklat.
Sarah baru memperhatikan kalau handuk kimono
hotelnya biasanya berwarna putih, kenapa ini berwarna coklat?? Sarah berusaha
diruangan 808. Salah satu pelanggan prioritas dihotelnya.
Sarah menatap Daniel yang sudah sedang sibuk
melihat 2 laptop dan satu tab ditangannya. Sarah menggelengkan kepalanya. Dia
memang gila dengan pekerjaannya, tapi tidak pernah seperti Daniel yang terlalu
gila dengan pekerjaannya.
“kamu tidak mandi??” tanya Sarah langsung
berjalan masuk kedalam kamar tidur.
“ya…” jawab Daniel singkat tanpa menatap Sarah.
Sarah menutup pintu kamar. Sarah memilih pakaian
tidur kebesarannya romper celana pendek dengan lengan panjang. Kemudian ia
memasukkan merapihkan kembali pakaian ditas kopernya. Karena besok ia akan
mengunjungi kantor cabang yang terbakar.
Setelah memakai cream malam, Sarah keluar kamar
karena mereka sudah berjanji bertemu dengan kedua saudara perempuannya setengah
jam lagi.
Daniel sudah kembali dengan posisi yang sama.
Rambutnya masih basah dan menetes di kimono coklat yang dikenakannya. Sarah
melihat kamar mandi dan melihat Daniel bergantian. Sepertinya ia tidak
mendengar pria ini masuk kedalam kamar mandi.
“kamu sudah mandi??” tanya Sarah ragu
“sudah…” jawab Daniel dengan singkat lagi.
“oh.. kalau kamu sibuk aku pergi dahulu ke
ruangan kakak pertama.” Sarah akan berjalan keluar kamar dan Daniel berkata
__ADS_1
“sebentar lagi. Beri 5 menit agar aku
menyelesaikan pekerjaanku.”
“kalau kamu sibuk tidak masalah, aku akan
menghubungi kakak pertama.”
“tunggu.” kata Daniel lagi tanpa menatap Sarah.
Matanya fokus menghadap layar laptop dan tab secara bergantian.
Tidak ada pilihan bagi Sarah selain duduk disofa
ruang tamu, sambil menyilangkan kakinya. Sarah menatap Daniel lang terlihat
sibuk. Tepat 5 menit Daniel berdiri dan mematikan laptopnya.
“ayo kita pergi”
“kamu ini, rambut basah seperti itu apa kamu
tidak takut masuk angin??” Sarah dari tadi memperhatikan rambut Daniel yang
meneteskan air berkali – kali. Pria ini sepertinya tidak mengeringkan rambutnya
setelah selesai mandi.
“oh… tadi aku sangat sibuk. Maaf. “
“ayo pergi..” Daniel bicara sambil berjalan
kearah pintu.
“kamu pergi dengan keadaan seperti ini??” Sarah
melihat Daniel dari atas kebawah.
Daniel memegang keningnya “maaf..” aku ganti
pakaian dulu.
Daniel berjalan cepat masuk kedalam kamar dan
dengan cepat berganti pakaian. Sarah kagum dengan kecepatan seorang Daniel,
pria ini bisa mengenakan pakaian hanya dengan hitungan detik. Benar – benar
bukan orang biasa. Pikir Sarah dalam hati.
Untungnya rambut Daniel model army. Tanpa disisir
sekalipun hanya dengan sisir jari tangannya sudah langsung rapi. Sarah masih
berdiri mematung melihat Daniel. Ia memperhatikan pria yang sudah menjadi
suaminya dari atas kepala hingga ujung kaki. Sepertinya dari tadi ia selalu
memperhatikan pria ini tanpa henti.
Daniel melihat dirinya dari ujung kaki ke kaki
sampai ke dadanya. Ia melihat kemeja putih dan celana panjang kain berwarna
coklat susu yang dikenakannya. Ia merasa tidak ada yang aneh dengan pakaian
dikenakannya.
“sayang, ada yang salah.”
Sarah menggeleng dengan cepat. “baru 1 hari
menikah dengan mu sudah banyak hal diluar nalar yang aku alami. Sudahlah…. ayo
ke kamar kakak pertama.” Sarah berbalik badan dan membuka pintu kamar.
Daniel merasa tidak ada yang salah dengan yang
dilakukannya.
“kamu tidak ingin berkata apa yang salah??” tanya
Daniel yang penasan dengan sikap Sarah
“nanti saja kita bahas, aku sudah sangat lelah
hari ini. Begitu selesai dengan kakak pertama aku ingin langsung tidur.”
Sarah melihat Daniel dan kemudian melanjutkan berjalan keluar kamar.
Daniel berjalan lebih cepat agar bisa mengimbangi
Sarah yang berjalan didepannya.
__ADS_1