Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 64


__ADS_3

Sepanjang acara semua berjalan dengan lancar,


ucapan selamat dan doa kebahagian tidak berhenti diberikan kepada mereka


berdua.


Makan malam berakhir sampai jam 10 malam, Sarah


dan Daniel meninggalkan acara di ballroom tersebut. Sarah mendatangi


resepsionis hotel miliknya


“kunci kamar...” Resepsionis itu memberikan kunci


kamar hotel Sarah yang biasa ruangan 606.


Daniel mengambil kunci itu dan mengembalikannya


kepada Resepsionis. “Ruangan ku yang biasa.” kata Daniel kepada resepsionis.


Pegawai Sarah memberikan kamar 808 kepada Daniel.


“ini kunci milik anda pak.” sapa pegawai hotel


Sarah.


Sarah menatap Daniel dan pegawainya bergantian.


Sama dengan Resepsionis yang bingung ketika Daniel mengembalikan kunci ruangan


Sarah.


“malam ini aku dan istriku akan satu kamar.


Simpan saja kunci kamarnya." Daniel tersenyum dan memberikan kembali kunci


Sarah kepada resepsionis.


"tidak masalah, malam ini aku menginap


bersama suamiku, bantu pindahkan tas pakaian kekamar 808 apabila Alex sudah


membawa tas pakaian ku keruangan biasa ya..." Sarah tersenyum tipis sambil


meninggalkan resepsionis yang terlihat masih kebingungan karena belum


mengetahui kalau Sarah Li sudah menikah dengan Daniel Long.


Daniel merangkul Sarah menuju pintu lift


“kenapa kamu begitu yakin aku mau tidur sekamar


denganmu?” Sarah mengangkat kepalanya menatap Daniel yang lebih tinggi 15 cm


darinya.


“karena kamu istriku.” Daniel bicara  sambil


mengeluarkan aura kejantanannya.


Sarah menaikkan ujung bibir kanannya “tuan muda


Long terlalu percaya diri.”


Begitu pintu lift terbuka, Daniel dan Sarah masuk


kedalam. Ketika membalikkan badan ada Sisca yang berjalan sambil bergandengan


tangan dengan Jackie dibelakangnya ada Serena dan Chandra yang melakukan hal


yang sama. Sisca melambaikan tangan dan Sarah menekan tombol pintu terbuka di


lift sambil menunggu mereka berjalan kearah mereka.


“kalian langsung kekamar ku??” tanya Sisca


menatap kearah Daniel


“kami akan mandi dan berganti pakaian dahulu baru


menenui kakak ipar. Apakah kakak tidak keberatan??”  tanya Daniel


“baiklah, kita semua menginap dilantai 8 bukan??”


tanya Sisca


“ya…. aku diruangan 807” jawab Serena sambil menunjukkan


kunci kamar hotelnya.


“setengah jam lagi aku tunggu dikamar ya…”


kata Sisca sambil menatap Daniel

__ADS_1


Pintu lift tertutup. Daniel mengangguk dan tidak


lama kemudian, pintu lift terbuka dilantai 8. Mereka masing – masing masuk


kedalam kamar masing – masing.


“aku mandi lebih dulu, “ kata Sarah sambil


berjalan kearah kamar mandi.


Begitu akan masuk kedalam kamar mandi, pegawai


hotel mengantarkan tas koper milik Sarah.  Daniel membuka pintu kamar.


“terima kasih” Kata Sarah tersenyum kepada


pegawainya sambil menunjukkan wajahnya dari balik pintu kamar mandi.


Daniel dengan cepat bergerak menutupi tubuh Sarah


dengan tubuhnya.


“letakkan disitu saja.” kata Daniel dengan cepat.


Wajah dinginnya mendominasi ruangan membuat suasana menjadi kaku.


Sarah mengerutkan keningnya menatap Daniel


menghalanginya berkomunikasi dengan pegawai hotelnya.


Pelayan itu dengan cepat pergi meninggalkan kamar


Daniel karena tatapan matanya begitu menyeramkan untuk dilihat. Tinggal berlama


– lama hanya menambah masalah saja.


Sarah masuk kedalam kamar mandi dan mulai


membersihkan dirinya. Hanya 5 menit waktu dibutuhkan Sarah untuk mandi dan


dengan segera keluar dengan rambut dibungkus handuk dan handuk kimono berwarna


coklat.


Sarah baru memperhatikan kalau handuk kimono


hotelnya biasanya berwarna putih, kenapa ini berwarna coklat?? Sarah berusaha


diruangan 808. Salah satu pelanggan prioritas dihotelnya.


Sarah menatap Daniel yang sudah sedang sibuk


melihat 2 laptop dan satu tab ditangannya. Sarah menggelengkan kepalanya. Dia


memang gila dengan pekerjaannya, tapi tidak pernah seperti Daniel yang terlalu


gila dengan pekerjaannya.


“kamu tidak mandi??” tanya Sarah langsung


berjalan masuk kedalam kamar tidur.


“ya…” jawab Daniel singkat tanpa menatap Sarah.


Sarah menutup pintu kamar. Sarah memilih pakaian


tidur kebesarannya romper celana pendek dengan lengan panjang. Kemudian ia


memasukkan merapihkan kembali pakaian ditas kopernya. Karena besok ia akan


mengunjungi kantor cabang yang terbakar.


Setelah memakai cream malam, Sarah keluar kamar


karena mereka sudah berjanji bertemu dengan kedua saudara perempuannya setengah


jam lagi.


Daniel sudah kembali dengan posisi yang sama.


Rambutnya masih basah dan menetes di kimono coklat yang dikenakannya. Sarah


melihat kamar mandi dan melihat Daniel bergantian. Sepertinya ia tidak


mendengar pria ini masuk kedalam kamar mandi.


“kamu sudah mandi??”   tanya Sarah ragu


“sudah…” jawab Daniel dengan singkat lagi.


“oh.. kalau kamu sibuk aku pergi dahulu ke


ruangan kakak pertama.” Sarah akan berjalan keluar kamar dan Daniel berkata

__ADS_1


“sebentar lagi. Beri 5 menit agar aku


menyelesaikan pekerjaanku.”


“kalau kamu sibuk tidak masalah, aku akan


menghubungi kakak pertama.”


“tunggu.” kata Daniel lagi tanpa menatap Sarah.


Matanya fokus menghadap layar laptop dan tab secara bergantian.


Tidak ada pilihan bagi Sarah selain duduk disofa


ruang tamu, sambil menyilangkan kakinya. Sarah menatap Daniel lang terlihat


sibuk. Tepat 5 menit Daniel berdiri dan mematikan laptopnya.


“ayo kita pergi”


“kamu ini, rambut basah seperti itu apa kamu


tidak takut masuk angin??” Sarah dari tadi memperhatikan rambut Daniel yang


meneteskan air berkali – kali. Pria ini sepertinya tidak mengeringkan rambutnya


setelah selesai mandi.


“oh… tadi aku sangat sibuk. Maaf. “


“ayo pergi..” Daniel bicara sambil berjalan


kearah pintu.


“kamu pergi dengan keadaan seperti ini??” Sarah


melihat Daniel dari atas kebawah.


Daniel memegang keningnya “maaf..” aku ganti


pakaian dulu.


Daniel berjalan cepat masuk kedalam kamar dan


dengan cepat berganti pakaian. Sarah kagum dengan kecepatan seorang Daniel,


pria ini bisa mengenakan pakaian hanya dengan hitungan detik. Benar – benar


bukan orang biasa. Pikir Sarah dalam hati.


Untungnya rambut Daniel model army. Tanpa disisir


sekalipun hanya dengan sisir jari tangannya sudah langsung rapi. Sarah masih


berdiri mematung melihat Daniel. Ia memperhatikan pria yang sudah menjadi


suaminya dari atas kepala hingga ujung kaki. Sepertinya dari tadi ia selalu


memperhatikan pria ini tanpa henti.


Daniel melihat dirinya dari ujung kaki ke kaki


sampai ke dadanya. Ia melihat kemeja putih dan celana panjang kain berwarna


coklat susu yang dikenakannya. Ia merasa tidak ada yang aneh dengan pakaian


dikenakannya.


“sayang, ada yang salah.”


Sarah menggeleng dengan cepat. “baru 1 hari


menikah dengan mu sudah banyak hal diluar nalar yang aku alami. Sudahlah…. ayo


ke kamar kakak pertama.” Sarah berbalik badan dan membuka pintu kamar.


Daniel merasa tidak ada yang salah dengan yang


dilakukannya.


“kamu tidak ingin berkata apa yang salah??” tanya


Daniel yang penasan dengan sikap Sarah


“nanti saja kita bahas, aku sudah sangat lelah


hari ini. Begitu selesai dengan kakak pertama  aku ingin langsung tidur.”


Sarah melihat Daniel dan kemudian melanjutkan berjalan keluar kamar.


Daniel berjalan lebih cepat agar bisa mengimbangi


Sarah yang berjalan didepannya.

__ADS_1


__ADS_2