
Sepanjang perjalanan Sarah Li tidak berhenti mengomel kepada Daniel. Ia menatap dengan tajam kearah wajahnya.
"bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang mudah menyerah seperti kamu?? Kamu ini membuat aku khawatir ketika melihatmu. Tidak ada satu orang pun didunia ini yang rela melihat orang dicintainya menderita seperti kamu setelah ditinggal. Untung Langit masih berbaik hati kepada kita. Aku masih diberi kesempatan hidup kembali walau harus mengulang dari awal lagi, Kamu tidak lihat sisik dikulitku yang berwana hijau ini. Akus aja masih berjuang untuk bisa kembali bersama kalian. Lantas kenapa kamu menyerah seolah aku tidak kembali lagi."
Sarah menarik nafas panjang, omelannya yang panjang membuatnya lupa menarik nafas ketika berbicara kepada Daniel.
"kamu bermalas - malasan disini bagaimana dengan perusahaanmu??? perusahaan ku juga bagaimana nasibnya?? Kamu hanya mau mengandalkan orang tua kamu dan keluarga ku saja sedang kan kamu berbuat bodoh seperti ini. Kalau kamusaja yang jadi pengangguran aku tidak peduli. Tapi kalau karena kemalasan mu perusahaan jatuh bangkut dan karyawan semua harus dirumahkan bagaimana dengan nasib keluarga mereka?? Pernah kamu pikirkan itu.... Jangankan manusia, langit pun sangat muak melihat perbuatanmu.. Bagaimana kamu bertanggung jawab dengan semuanya?"
"aku juga tidak habis pikir bagaimana aku bisa mau menikah dengan pria sepertimu. Untung saja aku masih belum memberikan keperawananku kepadamu. Sungguh rasa menyesal....."
Begitu Sarah mengucapkan kata menyesal, Daniel yang sedang melihat kearah jendela langsung mengalihkan pandangannya kearah Sarah Li dengan tajam. Walau dengan penampilan terburuknya, Daniel tetaplah Daniel, seorang yang mendominasi setiap orang.
Sarah terdiam dan menatap Daniel dengan sisa keberaniannya.
"apakah kamu bisa mendengarkan perkataanku??" kata Sarah sambil menaikkan kepalanya kearah Daniel. Ular kecil ini seperti sedang menunjukkan kekuatannya kepada Daniel Ia berada dipangkuan Daniel. Matanya menatap dengan tajam dan lehernya yang panjang menunjukkan kalau dia hewan yang kuat dan bukan hewan yang lemah.
__ADS_1
Daniel dari tadi menahan tawa dibibirnya kali ini menjadi kesal karena perkataan Sarah. Ia bisa mendengar semua perkataan Sarah, dan ia sebenarnya bisa melihat ketika leluhurnya datang membawa Sarah turun ke bumi. Waktu itu, jantung Daniel berdetak tidak karuan, ia merasakan darahnya berdesir melihat kearah mereka berdua. Apa lagi ketika kakek buyutnya berusaha berkomunikasi dengan dirinya.
Daniel mengalihkan lagi pandangan keluar jendela, jika ia menjawab perkataan Sarah, maka ia akan kembali ketempatnya, sedangkan Daniel masih sangat merindukannya. Merindukan ocehan panjangnya yang dilakukan hanya dengan satu tarikan nafas.
Walau dengan fisik yang berbeda, Daniel tetap mencintai Sarah apa adanya. Hanya saja sang kakek buyut berpesan agar Daniel tetap tidak berkomunikasi dengan Sarah, walau ia mengetahui apa yang dikatakannya. Bagaimana pun ia harus menjadi seseorang yang terlihat tidak mengetahui kalau Sarah akan sering mengambil energi miliknya demi bisa kembali kewujud manusianya.
Daniel menyadari kalau dalam beberapa bulan tertentu Sarah akan kembali kebumi untuk menemuinya demi mendapatkan energi miliknya. Daniel merasa tidak keberatan karena hal itu tidak ada pengaruh banyak baginya. Ia mendengarkan semua cerita Sarah dialamnya sana dan bagaimana ia menghabiskan waktu untuk betapa demi memulihkan energinya dan mengambil energi dari alam agar ia bisa kembali lagi menjadi seorang manusia. Rasa sakit setiap sisik yang tanggal dari tubuhnya selalu diceritakan Sarah dan Daniel hanya mendengarkan sambil memejamkan matanya. Ia takut hatinya menjadi rapuh dan mengganggu Sarah dalam perubahan bentuknya.
*****
Sudah sekian lama akhirnya detak jantung Daniel bisa berdetak dengan cepat lagi, darahnya kembali berdesir tidak karuan. Ini selalu dirasakannya ketika Sarah Li ada disekitarnya. Ketika anak Sisca Li datang kembali, Daniel sudah bisa merasakan ini adalah energi dari Sarah Li. Tapi sayangnya ia tidak menemukan orang yang sangat ingin ditemuinya itu.
Dalam keputusasaan, dimalam yang gelap bukan hanya detak jantung dan desiran darah dalam tubuhnya yang bergejolak. Energi Sarah begitu terasa mendekat kearahnya. Dengan penuh harapan Daniel melihat seorang wanita berjalan dikompleks perumahannya dan itu adalah dia... Dia... wanita yang dirindukannya selama ini.
Semua keluarga menyambut Sarah dengan pelukan hangat, tapi Daniel mematung ditempatnya. Ia takut Sarah akan pergi lagi seperti sebelumnya. Ia juga takut jika ia berkomunikasi dengan Sarah, maka Sarah akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Semua nasehat dari kakek buyutnya masih terdengar jelas ditelinganya.
__ADS_1
Ia juga masih bisa mengingat bagaimana Sarah yang merasa kesakitan ketika proses perubahan menjadi klan manusia. Hatinya sakit dan sangat takut kehilangan. Ia juga merasa gagal menjadi orang yang bisa diandalkan dalam hidup wanita yang dicintainya.
Dengan langkah lesu, Daniel masuk kedalam rumahnya dan menarik selimutnya. Ia berusaha memejamkan matanya tapi sangat sulit rasanya. Hingga waktu hampir fajar datang. Daniel yang nyaris akan tertidur merasa ada pergerakan ditempat tidurnya, aroma tubuh yang sama dengan sabun yang biasa digunakannya.
Sarah masuk kedalam selimut dan menyandarkan kepalanya didada Daniel, kemudian memeluknya. Daniel membuka matanya, wanita ini juga biasa melakukan hal yang sama beberapa tahun yang lalu ketika ia sedang melakukan ritual mengambil energi dari tubuhnya. Ia hanya bisa membiarkannya dan kembali tertidur dengan tenang sambil memeluk Sarah.
Cahaya matahari menembus jendela kamar membuat Daniel terbangun karena hari ini adalah sembayang untuk para leluhur. Tidak ada Sarah disampingnya, hati Daniel sudah bisa menebak kalau semuanya adalah kejadian seperti yang sudah - sudah. Untunglah dirinya tidak terlalu berharap banyak pada kejadian tadi malam.
Daniel mandi dan mulai merasakan kalau energi Sarah masih ada dirumahnya. Ia mempercepat mandi dan segera berpakaian dan mengeringkan rambutnya. Begitu keluar dari dalam kamar aroma masakan Sarah langsung masuk ke hidungnya. Ia melihat Sarah tersenyum kepadanya. Daniel rasanya ingin berlari kearahnya dan memelukanya. Tapi ia harus bisa menahan sebelum benar - benar yakin kalau Sarah sudah dalam kondisi sempurna dan tidak akan terganggu proses perubahan dirinya.
Sarah bercerita tentang banyak hal, tapi Daniel hanya terdiam dan mendengarkan semua celotehan Sarah. Sarah tidak merasa putus asa, ia merasa kalau Daniel bukan tidak menginginkannya, ia mungkin hanya bingung bagaimana cara bersikap kepada dirinya yang sudah lama pergi meninggalkannya.
Cukup lama Daniel memberanikan diri untuk berinteraksi dengan Sarah, ketika Sarah merebahkan kepalanya di pangkuan Daniel, Ia merasa ini adalah Sarah Li yang asli... Semua terasa nyata, berbeda seperti yang sebelumnya fisik Sarah tidak bisa disentuh sama sekali. Hanya seperti bayangan yang ketika disentuh akan langsung hilang dari genggamannya.
Daniel memberanikan diri menyentuh Sarah dan ia bisa menyentuhnya,,,, bibir Daniel mengangkat dengan sempurna. Akhirnya penantian panjangnya tidak sia -sia. Ia berjanji pada dirinya akan selalu melindungi orang yang disayanginya dan akan membangun keluarga bahagia.
__ADS_1
Menikah kembali dan kemudian memiliki anak - anak yang lucu. Daniel tidak akan mau menunggu lagi untuk hal ini. Semua kesabaran dan benteng dirinya sudah rubuh... tersisa hanya pelampiasan rasa rindu dan sepinya selama ini.