
Daniel menarik tangan Sarah “sayang kamu marah??”
Sarah Li melirik Daniel dengan tajam “menurutmu???” jawab Sarah ketus
“kalau menurut perasaan kamu memang marah, tapi kalau dari pikiran aku tidak dapat menemukan jawaban kenapa kamu bisa marah kepadaku.”
mendengar jawab Daniel, Sarah makin memperbesar pandangannya. Ketika ia akan bicara Andrew datang menyapa.
“nona ketiga Li dan tuan muda Long, sudah sangat larut… Saya permisi dahulu. Semoga akhir pekannya
menyenangkan..” Andrew bicara sambil tersenyum. Pria berkebangsaan Amerika ini juga sangat tampan dimata Sarah, pria yang sudah berumur dan terlihat berkarisma. Lebih cocok jika dijadikan sosok seorang kakak laki – laki pikir Sarah.
“baiklah Pak Andrew sampai jumpa dikanto beberapa hari kedepan.” Daniel menjabat tangan Andrew dan Sarah Li hanya mengangguk dan tersenyum melihat punggung Andrew yang meninggalkan mereka berdua.
Sarah merasakan tangan Daniel melingkar di pinggangnya. “orangnya sudah pergi….” kata Sarah sambil
meninggalkan Daniel dibelakangnya.
Mendadak Sarah merasa ada yang aneh dimatanya. Andrew berhenti bergerak dihadapannya. Sarah melihat kearah jam juga mati, semua orang yang ada disekitarnya berhenti bergerak. Jantung Sarah berpacu lebih cepat. Jangan – jangan….
Sarah membalikkan badan dan melihat Daniel yang sedang melihat dirinya.
“apa yang kamu lakukan??” Sarah bertanya dengan kesal.
“waktu akan berhenti jika kamu tidak menjelaskan dimana letak kesalahanku.”
“tuan muda Long, ternyata kamu kekanak – kanakan sekali.” Sarah Li mengibaskan poni didahinya sambil melihat tajam kearah Daniel.
“kamu selalu seperti ini, aku tidak mengetahui apa masalahnya… kamu sudah marah kepadaku. Jelaskan dahulu agar aku paham.”
“kamu diberi otak untuk berpikir.” Sarah menunjuk – nujuk kepalanya dengan emosi sambil menatap Daniel
lebih dingin.
“aku sudah memikirkannya, tapi tidak mendapatkan jawabannya.”
“kalau begitu lebih baik kamu masuk ke taman kanak – kanak lagi untuk menimba ilmu.” sindir Sarah
“cobalah jangan menghindari masalah. Bukan kah lebih baik mengatakan apa yang tidak kamu suka dibandingkan dengan memendamnya??” Daniel berusaha menjaga dirinya agar tetap tenang dengan keadaan yang sekarang dialaminya.
__ADS_1
“terserah kamu saja.” Jawab Sarah sambil berbalik arah berniat keluar dari dalam restoran. Suara dentuman pintu tertutup mengejutkan Sarah Li.
“tidak ada yang bisa meninggalkan ruangan ini, sebelum kamu menjelaskan semuanya.”
Sarah sudah terpancing emosi, dengan sekuat tenaga ia memukul salah satu meja dan meja tersebut hancur dalam hitungan detik. Kilatan mata berwarna merah dimata Sarah menandakan kalau sekarang ia sudah kehilangan kesabaran dalam menghadapi Daniel Long.
“kamu mau apa?? “ Sarah Li maju selangkah demi selangkah. Jejak kakinya terdengar sangat berat ketika menginjak lantai.
“jelaskan kepadaku.” Daniel dengan Sabar bertanya kepada Sarah.
“kamu ini…..” Sarah lagi – lagi memukul meja disampingnya dan sudah dua meja yang dihancurkan Sarah karena kesal kepada Daniel.
“aku kenapa?” tanya Daniel lagi dengan lembut.
“kamu menganggap aku wanita yang tidak berpenghasilan. Aku wanita mandiri. Kamu kira dengan kamu berperilaku seperti itu membuat aku tertarik dengan semua uang yang kamu miliki?? Tidak tuan muda Long. Jika kamu terbiasa dengan wanita yang seperti itu, maka aku tidak. Jangan lakukan hal tadi. Aku sungguh merasa kamu rendahkan seolah aku wanita yang tidak mampu berdiri dengan kedua kakiku sendiri terutama jika berhubungan dengan keuangan. Paham…”
Sarah mengeluarkan kekesalannya dengan satu tarikan nafas. Jari telunjuknya secara bergantian menunjuk dada Daniel dan dirinya. Nafas Sarah tidak beraturan ketika berbicara tanpa jeda kepada Daniel. Dadanya masih naik turun sambil menatap kesal kearahnya.
“maaf…. aku yang kurang memahami mu.” Daniel dengan wajah sendunya masih menatap Sarah dengan penuh cinta.
Hati kecil Sarah satu sisi merasa senang karena tidak ada perlawanan sama sekali, tapi satu sisi hatinya yang
“sudah begitu saja??” Sarah menaikkan satu alisnya
“kamu mau aku harus apa??” tanya Daniel bingung sambil memijat keningnya perlahan.
“bukankah kamu terbiasa menyangkal semua perkataanku?? kenapa kali ini diam saja.” Sarah tidak terima
dengan keadaan sekarang.
“jangan – jangan… kamu bukan Daniel Long….” tanya Sarah Li dengan ragu sambil melihat tubuh Daniel dari atas kebawah.
“bagaimana bisa kamu tidak mengenali suami kamu sendiri???” Daniel mengerutkan keningnya
Tiba - tiba Sarah merasa ada yang aneh dengan sikap Daniel, pria ini biasanya suka mengungkapkan perasaannya, disamping itu ia tidak mudah menyetujui apapun keinginan Sarah terutama untuk keluar makan pada malam hari. Pria ini pasti akan memintanya memasak untuk dirinya.
Sarah terdiam sesaat, tidak ada alasan baginya untuk tidak mempercai pria yang ada dihadapannya. Sepertinya
dirinya memang terbawa emosi karena merasa tersinggung karena perbuatan Daniel
__ADS_1
tadi.
Sarah bingung dengan semua hal yang terjadi.
“sudah lah…. aku mengantuk. Segera pulang dan tidur.” jawab Sarah sambil menghindari tatapan mata Daniel.
“iya,,, aku rasa kamu kelelahan karena acara resepsi pernikahan kita hari ini. Kita butuh istrirahat.”
“aku lelah…” keluh Sarah
“tenang saja aku akan memegang tangan mu “ kata Daniel.
Jawaban Daniel membuat darah Sarah Li berdesir dengan hebat. Jantungnya berdetak dengan cepat. Ada yang
salah dengan semua ini, tapi ia tidak bisa mengatakan dengan mulutnya.
Daniel menggenggam tangan Sarah Li, tangan Daniel terasa dingin seperti malam ini. Angin dingin bertiup membuat Sarah merinding menahan dingin ditubuhnya.
“kenapa??” tanya Daniel
“tidak, aku hanya merasa dingin.” jawab Sarah sambil merinding kedinginan.
“cepat masuk kedalam mobil, begitu sampai dimobil aku akan menghidupkan penghangat untuk mu.” Daniel membukakan pintu mobil untuk Sarah.
Dalam waktu singkat mereka sampai kedalam rumah.
“dimana kita??” tanya Sarah Li sambil melihat sekelilingnya yang terlihat sangat asing dipandangannya.
“bukan kah ini rumah kita?? Apa kamu lupa sayang, bagaimana pun kita sudah menikah tentu saja harus memiliki rumah untuk kita sendiri.”
Batin Sarah kembali berontak, bukan kah tadi jelas – jelas ia sudah mendengar Daniel Long akan membangun
rumah untuk keluargnya dan juga kedua orang tua dalam satu kompleks yang sama??? Kenapa pria ini berubah pikiran dengan cepat??? Apa yang terjadi dengannya??
Sepertinya Daniel bukan orang bisa merubah pikiran dengan begitu mudahnya. Pria ini terkenal dengan keras
kepala dan tidak pernah berubah pikiran. Bahkan Sarah Li yang istrinya sendiri, apabila mereka berbeda pendapat mengenai pekerjaan, mereka akan berdebat sampai membuat dirinya sakit kepala bahkan sampai sakit hati karena ucapannya.
Apa karena dia terlalu banyak makan…. Sarah memutar keatas bola matanya menatap langit – langit kamarnya.
__ADS_1
Kemudian ia menggelengkan kepalanya. Semua hal itu tiba – tiba merasa ganjil di pikirannya.