Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 196


__ADS_3

Begitu Daniel sampai di apartement ia mengalami penolakan dari petugas keamanan karena penampilannya. Pengawal Daniel segera melerai dan memaksa membiarkan Daniel untuk masuk. Karena bagaimanapun apartemen ini adalah milik bosnya.


Daniel masuk ke apartemen dan langsung menyerah kan ular itu kepada pengawalnya. "Carikan rumah untuknya. Dan beri ia makan. Aku akan mandi dulu. "


"baik Pak. " jawab pengawal Daniel


Daniel menatap rumahnya, foto pernikahannya dan foto ketika mereka sekeluarga sedang berlibur masih terpajang dengan baik dirumahnya. Rasa rindu itu semakin dalam. Dan dengan langkah perlahan, Daniel naik tangga menuju kamarnya. Hampir satu jam dihabiskannya berendam air hangat yang ternyata sangat membuat dirinya nyaman. Pengawal pribadi Daniel mengetuk pintu kamarnya dan membawa seorang yang diminta Daniel untuk memotong rambutnya.


Daniel mempersilahkan masuk orang tersebut melakukan pekerjaannya. Dan dalam waktu singkat Daniel kembali menjadi dirinya yang dulu. Identitas nya sudah berubah menjadi Hendry demikian juga penampilannya. Janggut tipis dan rambut model militer kembali menjadi pilihannya. Bagaimanapun model rambut ini sangat nyaman baginya.


Selesai mandi Daniel kebalkon tempat kesukaan Sarah Li. Begitu sampai di sini ia sudah mendapati ular tadi sudah melingkar diatas sofa nya seolah ini adalah rumahnya.


"kenapa kamu bisa kesini.... " Daniel bingung menatap sang ular yang seharusnya berada dalam rumah kecilnya. Daniel mengambil telepon dan menghubungi pengawalnya. Ia menanyakan kenapa ular ini bisa dibiarkan berkeliaran didalam rumah. Pengawalnya berkata dengan penuh keyakinan kalau ular itu dalam tempat yang sudah disiapkan nya tadi. Begitu ia mengecek keruangan tamu Daniel ia sangat terkejut tidak menemukan sang ular padahal dalam posisi tertutup rapat.


Daniel berhenti memperpanjang masalah itu dengan pengawalnya dan memilih membiarkan ular itu berkeliaran dirumah.


Sejak saat itu, Daniel mulai kembali menjalani kehidupannya yang baru. Kehadiran seekor ular mampu merubah kehidupannya. Bukan hanya keluarga Long yang terkejut dengan perubahan Daniel itu. Keluarga Li juga menyambut perubahan itu dengan penuh kegembiraan.


Walau ia kembali, tapi bukan berarti ia seperti Daniel yang dulu. Ia kembali menjadi seorang yang dingin, jarang bicara dan lebih sering berdiam diri kemudian menyendiri. Kemana pun ia pergi, ia selalu membawa ular itu kemana pun. Daniel tidak memberikan nama untuknya. Ia lebih sering menyebut kamu, hei, ular nakal. 3 sebutan itu selalu dikatakannya ketika ia memulai pembicaraan dengan ular itu.


Tahun demi tahun terus berjalan dan Daniel kembali dalam kesibukannya. Ia sudah kembali menjadi dirinya yang gila bekerja dan mengabaikan banyak orang dan banyak hal disekitarnya. Komplain dari orang tuanya tidak didengarkan nya. Hanya sebagi kalimat yang masuk dari telinga kanan dan keluar kembali dari telinga kiri.

__ADS_1


Yang ia tahu adalah kesibukan dapat membuatnya lupa pada wanita yang dicintainya. Musim dingin kembali datang, setiap cuaca menjadi lebih dingin, Daniel akan memikirkan Sarah lebih dari apapun. Ia akan memikirkan apakah Sarah memakai pakaian hangat.... Apakah diluar sana ia baik - baik saja. Apakah ia sudah makan.... Apakah ia tidak terkena flu... Apakah ia hidup dengan baik..... Semua itu dipikirkan Daniel ketika melihat langit. Sambil memeluk dirinya sendiri.


Tidak terasa sudah 8 tahun berlalu. Daniel menepati janjinya untuk membangun kompleks perumahan untuk keluarga nya dan keluarga Li. Semua bergembira meyambut tahun baru. Makan besar akan dilakukan malam ini. Lampion bergantung di jalan kompleks perumahan. Nuansa merah membuat ceria pada malam itu. Semua orang terlihat bersuka cita. Anak-anak berlari dengan senang sambil bermain kembang api.


"Jeremy... jangan berlarian sambil memegang kembang api." Sisca Li berbicara dengan lantang kepada anak pertamanya.


"mami... aku tidak diajak bermain.... " Shania berwajah manis itu terlihat cemberut sambil mengadu kepada mamanya.


"Jeremy... bermainlah bersama Mei Mei. " Sisca Li membujuk putranya agar mau bermain dengan adiknya


Jeremy mengerucutkan bibir nya. "mami selalu saja membela Mei Mei... Tidak seru bermain dengannya. " Jeremy berbicara dengan suara pelan tapi bisa terdengar jelas di telinga Sisca.


"haloo... keponakan bibi yang lucu.... " Serena membentangkan tangannya dan wajah cemberut kedua anak Sisca langsung berubah ceria.


"bibi...... " kata mereka dengan riang.


"eh..... No No No No.... "Serena menunjuk jari telunjuk sambil menggerakkan kekiri dan kekanan.


Kedua anak kecil itu menghentikan langkah kecil kakinya sambil tersenyum melihat Serena.


" mami kedua...." dengan serempak mereka bicara dan menunjukkan barisan gigi susu mereka.

__ADS_1


"good job.... " Serena mengacungkan ibu jarinya dan kedua anak kecil itu kembali berlari kearahnya dengan senang.


Mereka saling berpelukan dan kedua saudara itu berebutan untuk berbicara dengan Serena yang terlihat sabar dalam meladeni semua perkataan anak itu. David Long dan Huanran keluar dari dalam rumah. Perayaan hari ini dibuat ditengah - tengah jalan kompleks yang hanya terdiri rumah David Long, Andy Li, Sisca Li, Serena Li, Hans dan rumah Hendry Long yang merupakan identitas baru Daniel Long.


Malam yang cerah dan penuh dengan kegembiraan. Mereka makan sambil bercerita tentang banyak hal. Hanya Hendry yang tidak terlihat bergabung dengan mereka.


"om... dimana Hendry.... "


David menaikkan pundaknya sambil menggelengkan kepalanya. "setahu om, dia jarang dirumah. Sehari-hari hanya sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan ular peliharaannya bisa hilang dia pun tidak tahu. Om. sendiri juga bingung bagaimana bisa bicara baik - baik dengan dirinya sekarang. " Wajah putus asa David sulit untuk disembunyikan dirinya.


"beri dia waktu.... dia dan kita sama. Butuh waktu untuk menerima semuanya. Butuh waktu agar kita bisa menjalani semuanya dengan kehidupan yang baru. " Andy Li memberikan masukan kepada sahabatnya.


David menghela nafas panjang seolah ia sudah kehabisan akal dalam menjalani dan menasehati putra tunggalnya itu.


"malam ini katanya ada meteor melintas mendekati bumi. " Serena mencoba mengalihkan pembicaraan. Karena bukan hanya mereka yang terluka jika membahas tentang Hendry keluarga Li sekalipun sangat terluka jika mengingat tentang Sarah Li... Seseorang yang sangat berarti bagi hidup mereka.


Kedua anak kecil itu berteriak dengan semangat.. "mari kita lihat.... "


"mami kedua tidak yakin... Kalian pasti sudah tidur. " Serena menaikkan alisnya menatap kedua anak Sisca Li.


"kami akan tetap terjaga. Mami lihat saja nanti. " Jeremy bicara dengan penuh percaya diri sambil menunjuk dadanya.

__ADS_1


__ADS_2