Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 3


__ADS_3

Bersamaan dengan itu, ruangan ganti Sarah terbuka


lebar tirainya. Sarah membalikkan tubuhnya dan didepannya duduk pria yang


dilihatnya tadi membaca majalah fashion tepat dihadapannya. Pria itu mengenakan


jas berwarna perak. Dan ia menoleh kearah Sarah sesaat kemudian memfokuskan


lagi melihat majalah ditangannya. Merasa tidak puas dengan yang dilihatnya


tadi, pria itu kembali menatap kearah Sarah dan ia kagum dengan kecantikan


Sarah untuk kesekian kalinya.


Sarah merasa malu dengan pandangan pria itu


dengan cepat menutup tirai. Jantungnya untuk pertama kali berdetak dengan


kencang, pipinya memerah dan tangannya dingin hanya karena tatapan pria


itu.  ‘bukankah itu pria tadi yang dilihatnya diluar gedung...bukankah ia


sudah pergi. Kenapa tiba-tiba ada disini...’ Sarah memegang pipinya yang


tiba-tiba merah merona.


Pelayan yang membantunya mengganti pakaian saling


menatap dan melihat kearah Sarah dengan pandangan bingung melihat pelanggannya


yang salah tingkah.


“adik ku, apa kamu sudah selesai??”


Sarah terkejut dengan suara Sisca yang


memanggilnya dari luar tirai. Sarah mengintip dari celah tirai dan melihat


Sisca dan Jakie sudah berdiri didepan tirai menanti Sarah keluar. Tidak ada


pria itu lagi ditempat duduk itu, pikir Sarah.


Sarah membuka tirainya dan keluar berjalan


mendekati kakak pertama yang sudah memakai gaun pengantinnya. Sarah sangat


kagum dengan keanggunan dan kecantikan kakak pertamanya. Sikapnya yang selalu


lembut dan keibuan mengenakan gaun putih ini membuatnya bersinar seperti


malaikat. Dalam hati Sarah selalu berharap kalau Sisca adalah ibunya yang


sebenarnya. Kakak pertamanya selalu membelanya ketika mamanya marah. Walau


tidak membela secara langsung, Sisca selalu bisa mengalihkan suasana hati


Mayleen yang buruk menjadi lebih baik. Sarah tidak bisa membayangkan bagaimana


jika Sisca menikah lagi, salah satu prisainya akan hilang.


Sisca dan Sarah sama-sama saling mengagumi


kecantikan saudarinya.


“kamu sangat cantik” kata Sisca dan Sarah


bersamaan. Mereka berdua sama-sama tertawa, benar-benar tidak menyangka mereka


akan mengucapkan kata yang sama. Mereka pun saling berpelukan. Ada rasa haru


dihati mereka berdua. Setelah Sisca menikah pasti tidak akan bisa sering


bersama seperti biasa.


“kalian berdua ini kenapa... hanya menikah. Bukan


memisahkan hidup kalian berdua.” kata Jackie kepada mereka berdua.


Mereka tertawa dan menyeka air mata yang menetes


dari kelopak matanya.

__ADS_1


“aku takut kamu menculik kakak ku dan tidak


mengembalikannya kepadaku.” Kata Sarah dengan manja kepada Jackie sambil


memegang lengan Sisca


“adik ipar, aku menikah bukan untuk memisahkan


kalian. Jika kamu rindu silahkan datang kerumah kami, atau kami akan sesekali


mendatangi rumah untuk menjenguk kalian.”


Bibir Sarah cemberut “kakak ipar janji ya...”


jawab Sarah sambil menyodorkan jari kelingkingnya dan mengaitkan ke jari


kelingking Jackie.


“kakak ipar sudah berjanji, kalau kakak berbohong


aku akan meracuni kakak ipar. Ingat itu.” Ancam Sarah


Bukan merasa takut, tapi Sisca dan Jackie malah


tertawa melihat sikap Sarah yang seperti anak kecil itu. Jackie menagangguk


sambil menatap Sisca degan penuh cinta, kemudian mencium keningnya.


“kalian berhentilah bermesraan dihadapan ku. Aku


sebal melihatnya.” Protes Sarah


“maaf.” Kata Sisca sambil mengusap rambut Sarah


dengan lembut yang masih cemberut tidak berkesudahan.


Mata Jackie mengitari seluruh ruangan “kamu


mencari sesuatu???” tanya Sisca.


“aku ganti baju dulu,” kata Sarah memotong


pembicaraan Sisca dan Jackie. Mereka berdua mengangguk bersamaan dan Sarah


“aku mencari Daniel. Tadi ia duduk disini, ketika


aku mendatangi ruangan gantimu tadi. Kenapa ia pergi tanpa memberi tahukan


aku,,,” kata Jackie yang masih berusaha menemukan Daniel sambil melihat ke


lantai 1. Suasana gedung masih terlalu pagi, jadi masih sangat  sunyi


hanya mereka berempat toko ini.


“bukankah dia sangat sibuk, sepertinya aku


mengenal dia. Tapi dimana, aku lupa.” Kata Sisca.


“siapa yang tidak kenal dengan keluarga Long,


tidak hanya di semua klan tapi juga di kalangan manusia mereka terkenal


penguasa nomor satu di negara ini.” Jelas Jackie


“kamu menjadikan orang seperti itu sebagai


pendamping pengantin pria??” tanya Sisca.


“hahahaaaa... kami adalah sahabat sayang, tentu


saja saat bahagia salah satu diantara kami dipastikan kami akan selalu


mendampingi satu sama lain.” Jackie tertawa sambil merangkul Sisca.


“aku harus berganti pakaian dahulu, karena aku


masih ada urusan dihotel.” Kata Sisca sambil mencium pipi Jackie.


Sisca kembali berjalan keruangan gantinya dan


berjalan sambil mengangkat ball gaunnya, Jackie membantu mengangkat ekor gaun

__ADS_1


Sisca yang panjang.


Sementara itu Sarah selesai mencoba gaun keduanya


dan kembali mengenakan baju tidurnya. Salah seorang pelayan toko memberikan


bungkusan pakaian kepada Sarah


“nona, ini ada titipan.” Kata pelayan toko


“siapa yang memberikan??” tanya Sarah


“saya tidak tahu, tapi sepertinya bapak itu tadi


ikut lakukan fiting baju bersama anda.”


Sarah  berpikir bahwa itu pasti Jackie.


Tidak salah lagi, kakaknya pasti tadi meminta Jackie untuk membelikan pakaian


untuk Sarah. Kedua orang  ini memang bisa diandalkan disetiap keadaan,


puji  Sarah dalam hati. Tanpa banyak berpikir Sarah masuk keruangan ganti


dan memakai pakaian yang diberikan kepadanya. Ketika mengeluarkan pakaiannya,


baju dress polkadot berwarna ungu dan corat polkadot putih. Warna kesukaan


Sarah. Tidak salah lagi, hanya kedua kakaknya yang mengetahui wana kesukaan


Sarah.


Sarah tersenyum puas dan mengenakan pakaian itu


tanpa berpikir panjang. Begitu selesai, Sarah keluar dari ruangan ganti berdiri


diruangan ganti kakaknya


“kakak pertama, aku turun kelantai 1 lebih dahulu


ya....” kata Sarah meminta ijin kepada Sisca dari balik tirai


“baiklah, tunggu aku ya...” jawab Sisca.


“ya,,,” jawab Sarah dengan senang. Entah kenapa


ini pertama kalinya ia  mengenakan dress dan rasanya sangat senang.


Padahal setiap kali mamanya dan kedua saudaranya memberikan pakaian dengan


model ini dengan cepat Sarah akan menolaknya dan memilih kabur dari mereka.


Setiap langkah di anak tangga dilalui Sarah


dengan riang gembira, sepasang mata memperhatikan Sarah sambil tersenyum tipis.


Sarah tidak bisa mendeteksi keberadaan orang yang sedang memperhatikannya.


Mungkin karena kemampuan Sarah yang sedang menurun atau karena ilmu orang


tersebut sangat luar biasa? Semuanya belum bisa dipastikan. Sampai anak tangga


terakhir. Sambil tersenyum senang, Sarah memutar tubuhnya didepan kaca.


Rambutnya yang diikat ekor kuda seperti biasa, dibukanya dan dibiarkannya


tergerai. ‘Ternyata berpenampilan seperti ini tidak buruk juga.’ Pikir Sarah


Sarah bertingkah genit didepan kaca, sikapnya


yang seperti ini seperti bukan dirinya. Sarah identik dengan cuek dan tidak


terlalu peduli dengan penampilan.


Bahkan dilemari pakaiannya hanya ada kemeja, kaos


dan t-shirt. Jenis pakaian rok atau dress jangan harap ada dilemari Sarah Li.


Hanya ada celana panjang jeans, celana panjang  karet, celana


panjang  kain dan celana pendek. Jika ada model baju lain yang disisipkan

__ADS_1


mamanya dengan cepat pakaian itu akan disingkirkannya ke lemari pakaian salah


satu saudara


__ADS_2