Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 61


__ADS_3

Sore tiba, Sarah Li sudah diculik oleh kedua


saudara perempuannya ketempat Albert.


“kenapa kita harus kesini??” tanya Sarah


penasaran


“kamu akan segera mengetahuinya.” Serena bicara


sambil mengedipkan matanya kearah Sarah.


Disana ternyata sudah menunggu Mayleen dan


Huanran yang sibuk melihat model gaun pernikahan anak mereka.


Sarah melihat kedua saudaranya secara bergantian,


ternyata ini maksud dari perkataan mereka. Mayleen dan Huanran menyambut Sarah


dengan penuh kegembiaraan. Wajah kegembiraan tidak bisa disembunyikan keduanya.


“anak kami tercinta, selamat atas pernikahan


kalian berdua.” Huanran bicara sambil membuka kedua tangannya dan memeluk


Sarah. Mayleen juga melakuka hal yang sama.


“terima kasih.” jawab Sarah tersenyum tipis


kepada keduanya.


“ayo kemari, kami sudah menyiapkan gaun untuk


kamu malam ini.” Mayleen menunjukkan kearah rak pakai yang bergantung rapi.


Simple gaun berwarna peach dengan v-neck. Motif


polos pada kain memang sangat cocok untuk Sarah yang suka dengan penampilan


santai.


Kemudian ia mengeluarkan satu gaun lagi, sama –


sama long dress dengan bahan  chiffon berwarna putih gading dan bertabur


bordir bunga warna merah.


“kamu mau pakai gaun yang mana??” tanya Huanran


Sarah menggaruk kepalanya. Hanya untuk menghadiri


makan malam perusahaan saja apa perlu berdandan seperti ini?


“maaf ma.... aku merasa gaun ini terlalu mewah


jika aku gunakan di acara kantor nanti.” Sarah bicara dengan hati – hati agar


kedua wanita ini tidak sakit hati.


“menantuku memang sangat rendah hati. Mama sangat


salut dengan dirimu sayang.”


Sarah tersenyum dengan canggung melihat Huanran.


“tapi putriku, bagaimana pun kamu harus memilih


salah satu gaun ini. Atau jika kamu ingin memilih sendiri silahkan pilih saja.



"Lebih baik kita ambil 2 ini saja dulu dan


mencobanya." sahut Serena sambil membantu Sarah membawa kedua gaun itu.


Kedua saudaranya sudah paham, Sarah tidak


menyukai gaun dengan jenis seperti ini. Hanya dalam keadaan darurat saja ia mau


memakainya. Serena dan Sisca membawa Sarah keruangan ganti dan menunggunya


diluar sambil berbicara.


“adik kedua, kamu sangat beruntung menikah dengan


keluarga Long. Mereka tidak segan – segan mengeluarkan banyak uang demi menantu


kesayangan mereka.” puji Serena


“kakak kedua, kamu sudah dua kali mengatakan hal

__ADS_1


yang sama. Aku rasa sama saja. Bukan kah kalian berdua juga mendapatkan banyak


keistimewaan dari mertua kalian berdua. Jadi berhetilah melebih – lebihkan. “ protes


Sarah


“sudah – sudah, apa kamu sudah membaca acara yang


akan dilakukan nanti malam.... “ tanya Sisca


Sarah Li yang ada didalam tirai dan sedang


berganti pakaian menggelengkan kepalanya.


“tidak tahu “ jawabnya jujur.


“garis besarnya adalah memperkenalkan kepada


rekan bisnis dan seluruh karyawan perusahaan Long dan Li kalau kalian berdua


sudah menikah. Kemudian dengan resmi membuka perusahan minyak kedua perusahaan.


Akan ada banyak wartawan yang hadir nanti malam. Tapi kamu jangan khwatir,


perusahaan sudah merancang semuanya. Wartawan tidak boleh menanyakan pertanyaan


yang sulit dan diluar dari tema acara.” Sisca menjelaskan secara panjang lebar


untuk Sarah.


Sarah mengangguk didalam yang sudah hampir


selesai memakai pakaiannya. Begitu keluar, kedua saudara perempuannya merasa


terpukau dengan kecantikan Sarah. Dengan rambut digerai, pakaian yang


dikenakannya adalah Simple gaun berwarna peach dengan v-neck.


Serene bertepuk tangan, ia merasa puas dengan


pakaian pertama yang dicoba oleh Sarah.


“adik kamu sangat cantik.. pakaian ini sangat


cocok untukmu.”


Suara Serena membuat Mayleen dan Huanran mendekat


"bagus sekali, kamu terlihat cantik sayang,


bagaimana kalau kamu coba gaun yang satu lagi??"  kata Huanran dengan


semangat.


Jika ia mengatakan tidak mau, maka kedua orang


tua ini akan menelannya hidup - hidup. Hampir satu jam Sarah menghabiskan waktu


untuk mencoba semua gaun yang dipilih oleh Mayleen dan Huanran. Begitu selesai,


Sarah berpikir penderitaannya sudah selesai. Ternyata ia salah, ia harus pergi


spa untuk massage seluruh tubuh kemudia ia harus pergi ke kesalon untuk


merapikan rambutnya.


Jam 7 malam akhirnya seluruh penderitaannya


selesai. Kedua saudaranya juga ikut berdandan bersama dirinya. Mereka bertiga


memilih pergi bersama dengan mobil limosin dengan merek Candillac One milik


keluarga Li. Mereka jarang menggunakan mobil ini, hanya ketika satu keluarga Li


pergi bersama dalam satu acara mereka baru menggunakan mobil ini.


Sarah Li memilih menggunakan  gaun dengan


model empire waist dress dengan model pakaian simple dengan tapi tetap terlihat


mewah dan anggun. Dress berwarna putih dengan bagian pinggang terdapat belt


berwarna merah. Bentuk v neck dengan potongan yang tidak terlalu rendah membuat


kesan sopan. Batu ruby berwarna merah dipasang acak dan tidak tidak terlalu


banyak dibaju yang dikenakan Sarah. Penampilan yang sempurna, dilengkapi dengan


high heels berwarna merah.


 Kedua saudara Sarah kompak memakai pakaian

__ADS_1


dngan jenis peplum dress dengan warna putih dan bertabur batu ruby merah yang


dipasang acak dan tidak terlalu banyak dipasang dibaju mereka. Sebenarnya ide


memberikan batu ruby pada pakaian mereka bertiga diputuskan 2 jam setelah


mereka memilih pakaian yang akan mereka gunakan. Huanran menggunakan


kekuasaannya untuk membuat semuanya menjadi kenyataan. Sementara ketiga putri


keluarga Li menghabiskan waktunya disalon, para pekerja  ditempat Albert


sibuk mempersiapkan pakaian untuk ketiga putri keluarga Li.


Mobil tiba didepan hotel milik Sarah. Ia yang


memiliki hotel ini, tapi ia sendiri tidak mengetahui kalau hotel miliknya sudah


dibooking untuk seluruh karyawan keluarga Li dan keluarga Long. Tidak tanggung


- tanggung ternyata seluruh hotel sudah dipesan untuk 2 hari oleh Daniel Long.


Sarah juga baru mengetahui hal ini ketika berada didalam mobil.


"bagaimana? luar biasa bukan??" suami


kamu memesan semua kamar dihotel mu hanya untuk seluruh karyawan dua


perusahaan. Benar - benar hebat."


"kenapa nana tidak memberitahukan


kepadaku?" tanya Sarah penasan.


"kakak yakin dia pasti sudah mengirimkan


pesan kepadamu. Karena ia mengirim pesan waktu itu tepat didepan ku."


jawab Sisca


"benarkah.." Sarah mengeluarkan


ponselnya, ada ratusan pesan yang belum terbaca dan benar saja ada pesan dari


Nana yang terabaikan darinya 2 hari yang lalu.


Sarah memejamkan matanya sambil memiringkan


kepalanya, perlahan - lahan menarik nafasnya dengan teratur.


"adik kedua, kamu perlu beristirahat."


Sisca merangkul Sarah yang duduk disebelahnya.


Serena yang duduk dihadapan kedua saudaranya


mengangguk perlahan membenarkan perkataan kakak pertamanya.


"sepertinya memang dia sudah merencanakan


semuanya dengan baik. Kalau tidak salah, ia memesan seluruh hotel kamu


bertepatan dengan acara pernikahan kakak pertama. Apakah pihak management hotel


tidak memberitahukan hal sepenting ini kepada kamu??" tanya Serena.


Sarah membuka ponselnya lagi dan melihat ada


pesan dari hotel yang belum dibaca sudah 2 minggu yang lalu. isinya sama dengan


yang dikatakan Serena, pihak management menginformasikan kalau hotel sudah


dipesan atas nama Daniel Long dengan pembayaran transfer ke rekening


perusahaan. Pembayaran lunas dengan nominal yang sangat fantastis.


"kalian benar.... astaga...ada apa dengan


diriku beberapa minggu ini." Sarah memukul keningnya pelahan.


Kedua saudaranya hanya menatap Sarah dengan


tatapan bingung. Mereka hanya menggelengkan kepalanya. Nasi sudah menjadi


bubur, untungnya semua berjalan dengan baik sampai detik ini. Diantara


kelalaian dirinya ada keberuntungan besar yang menyelimuti adik kecil mereka.


Sementara itu, mobil lomosin sudah berhenti tepat


didepan pintu masuk hotel milik Sarah. Jantung Sarah berdetak dengan cepat

__ADS_1


melihat pintu masuk hotel miliknya.


__ADS_2