
Sore tiba, Sarah Li sudah diculik oleh kedua
saudara perempuannya ketempat Albert.
“kenapa kita harus kesini??” tanya Sarah
penasaran
“kamu akan segera mengetahuinya.” Serena bicara
sambil mengedipkan matanya kearah Sarah.
Disana ternyata sudah menunggu Mayleen dan
Huanran yang sibuk melihat model gaun pernikahan anak mereka.
Sarah melihat kedua saudaranya secara bergantian,
ternyata ini maksud dari perkataan mereka. Mayleen dan Huanran menyambut Sarah
dengan penuh kegembiaraan. Wajah kegembiraan tidak bisa disembunyikan keduanya.
“anak kami tercinta, selamat atas pernikahan
kalian berdua.” Huanran bicara sambil membuka kedua tangannya dan memeluk
Sarah. Mayleen juga melakuka hal yang sama.
“terima kasih.” jawab Sarah tersenyum tipis
kepada keduanya.
“ayo kemari, kami sudah menyiapkan gaun untuk
kamu malam ini.” Mayleen menunjukkan kearah rak pakai yang bergantung rapi.
Simple gaun berwarna peach dengan v-neck. Motif
polos pada kain memang sangat cocok untuk Sarah yang suka dengan penampilan
santai.
Kemudian ia mengeluarkan satu gaun lagi, sama –
sama long dress dengan bahan chiffon berwarna putih gading dan bertabur
bordir bunga warna merah.
“kamu mau pakai gaun yang mana??” tanya Huanran
Sarah menggaruk kepalanya. Hanya untuk menghadiri
makan malam perusahaan saja apa perlu berdandan seperti ini?
“maaf ma.... aku merasa gaun ini terlalu mewah
jika aku gunakan di acara kantor nanti.” Sarah bicara dengan hati – hati agar
kedua wanita ini tidak sakit hati.
“menantuku memang sangat rendah hati. Mama sangat
salut dengan dirimu sayang.”
Sarah tersenyum dengan canggung melihat Huanran.
“tapi putriku, bagaimana pun kamu harus memilih
salah satu gaun ini. Atau jika kamu ingin memilih sendiri silahkan pilih saja.
“
"Lebih baik kita ambil 2 ini saja dulu dan
mencobanya." sahut Serena sambil membantu Sarah membawa kedua gaun itu.
Kedua saudaranya sudah paham, Sarah tidak
menyukai gaun dengan jenis seperti ini. Hanya dalam keadaan darurat saja ia mau
memakainya. Serena dan Sisca membawa Sarah keruangan ganti dan menunggunya
diluar sambil berbicara.
“adik kedua, kamu sangat beruntung menikah dengan
keluarga Long. Mereka tidak segan – segan mengeluarkan banyak uang demi menantu
kesayangan mereka.” puji Serena
“kakak kedua, kamu sudah dua kali mengatakan hal
__ADS_1
yang sama. Aku rasa sama saja. Bukan kah kalian berdua juga mendapatkan banyak
keistimewaan dari mertua kalian berdua. Jadi berhetilah melebih – lebihkan. “ protes
Sarah
“sudah – sudah, apa kamu sudah membaca acara yang
akan dilakukan nanti malam.... “ tanya Sisca
Sarah Li yang ada didalam tirai dan sedang
berganti pakaian menggelengkan kepalanya.
“tidak tahu “ jawabnya jujur.
“garis besarnya adalah memperkenalkan kepada
rekan bisnis dan seluruh karyawan perusahaan Long dan Li kalau kalian berdua
sudah menikah. Kemudian dengan resmi membuka perusahan minyak kedua perusahaan.
Akan ada banyak wartawan yang hadir nanti malam. Tapi kamu jangan khwatir,
perusahaan sudah merancang semuanya. Wartawan tidak boleh menanyakan pertanyaan
yang sulit dan diluar dari tema acara.” Sisca menjelaskan secara panjang lebar
untuk Sarah.
Sarah mengangguk didalam yang sudah hampir
selesai memakai pakaiannya. Begitu keluar, kedua saudara perempuannya merasa
terpukau dengan kecantikan Sarah. Dengan rambut digerai, pakaian yang
dikenakannya adalah Simple gaun berwarna peach dengan v-neck.
Serene bertepuk tangan, ia merasa puas dengan
pakaian pertama yang dicoba oleh Sarah.
“adik kamu sangat cantik.. pakaian ini sangat
cocok untukmu.”
Suara Serena membuat Mayleen dan Huanran mendekat
"bagus sekali, kamu terlihat cantik sayang,
bagaimana kalau kamu coba gaun yang satu lagi??" kata Huanran dengan
semangat.
Jika ia mengatakan tidak mau, maka kedua orang
tua ini akan menelannya hidup - hidup. Hampir satu jam Sarah menghabiskan waktu
untuk mencoba semua gaun yang dipilih oleh Mayleen dan Huanran. Begitu selesai,
Sarah berpikir penderitaannya sudah selesai. Ternyata ia salah, ia harus pergi
spa untuk massage seluruh tubuh kemudia ia harus pergi ke kesalon untuk
merapikan rambutnya.
Jam 7 malam akhirnya seluruh penderitaannya
selesai. Kedua saudaranya juga ikut berdandan bersama dirinya. Mereka bertiga
memilih pergi bersama dengan mobil limosin dengan merek Candillac One milik
keluarga Li. Mereka jarang menggunakan mobil ini, hanya ketika satu keluarga Li
pergi bersama dalam satu acara mereka baru menggunakan mobil ini.
Sarah Li memilih menggunakan gaun dengan
model empire waist dress dengan model pakaian simple dengan tapi tetap terlihat
mewah dan anggun. Dress berwarna putih dengan bagian pinggang terdapat belt
berwarna merah. Bentuk v neck dengan potongan yang tidak terlalu rendah membuat
kesan sopan. Batu ruby berwarna merah dipasang acak dan tidak tidak terlalu
banyak dibaju yang dikenakan Sarah. Penampilan yang sempurna, dilengkapi dengan
high heels berwarna merah.
Kedua saudara Sarah kompak memakai pakaian
__ADS_1
dngan jenis peplum dress dengan warna putih dan bertabur batu ruby merah yang
dipasang acak dan tidak terlalu banyak dipasang dibaju mereka. Sebenarnya ide
memberikan batu ruby pada pakaian mereka bertiga diputuskan 2 jam setelah
mereka memilih pakaian yang akan mereka gunakan. Huanran menggunakan
kekuasaannya untuk membuat semuanya menjadi kenyataan. Sementara ketiga putri
keluarga Li menghabiskan waktunya disalon, para pekerja ditempat Albert
sibuk mempersiapkan pakaian untuk ketiga putri keluarga Li.
Mobil tiba didepan hotel milik Sarah. Ia yang
memiliki hotel ini, tapi ia sendiri tidak mengetahui kalau hotel miliknya sudah
dibooking untuk seluruh karyawan keluarga Li dan keluarga Long. Tidak tanggung
- tanggung ternyata seluruh hotel sudah dipesan untuk 2 hari oleh Daniel Long.
Sarah juga baru mengetahui hal ini ketika berada didalam mobil.
"bagaimana? luar biasa bukan??" suami
kamu memesan semua kamar dihotel mu hanya untuk seluruh karyawan dua
perusahaan. Benar - benar hebat."
"kenapa nana tidak memberitahukan
kepadaku?" tanya Sarah penasan.
"kakak yakin dia pasti sudah mengirimkan
pesan kepadamu. Karena ia mengirim pesan waktu itu tepat didepan ku."
jawab Sisca
"benarkah.." Sarah mengeluarkan
ponselnya, ada ratusan pesan yang belum terbaca dan benar saja ada pesan dari
Nana yang terabaikan darinya 2 hari yang lalu.
Sarah memejamkan matanya sambil memiringkan
kepalanya, perlahan - lahan menarik nafasnya dengan teratur.
"adik kedua, kamu perlu beristirahat."
Sisca merangkul Sarah yang duduk disebelahnya.
Serena yang duduk dihadapan kedua saudaranya
mengangguk perlahan membenarkan perkataan kakak pertamanya.
"sepertinya memang dia sudah merencanakan
semuanya dengan baik. Kalau tidak salah, ia memesan seluruh hotel kamu
bertepatan dengan acara pernikahan kakak pertama. Apakah pihak management hotel
tidak memberitahukan hal sepenting ini kepada kamu??" tanya Serena.
Sarah membuka ponselnya lagi dan melihat ada
pesan dari hotel yang belum dibaca sudah 2 minggu yang lalu. isinya sama dengan
yang dikatakan Serena, pihak management menginformasikan kalau hotel sudah
dipesan atas nama Daniel Long dengan pembayaran transfer ke rekening
perusahaan. Pembayaran lunas dengan nominal yang sangat fantastis.
"kalian benar.... astaga...ada apa dengan
diriku beberapa minggu ini." Sarah memukul keningnya pelahan.
Kedua saudaranya hanya menatap Sarah dengan
tatapan bingung. Mereka hanya menggelengkan kepalanya. Nasi sudah menjadi
bubur, untungnya semua berjalan dengan baik sampai detik ini. Diantara
kelalaian dirinya ada keberuntungan besar yang menyelimuti adik kecil mereka.
Sementara itu, mobil lomosin sudah berhenti tepat
didepan pintu masuk hotel milik Sarah. Jantung Sarah berdetak dengan cepat
__ADS_1
melihat pintu masuk hotel miliknya.