
Mereka berenam terlibat pembicaraan yang seru sampai
jam 11 malam. Sarah Li yang tidak bisa menahan kantuk sudah tertidur dipundak
Daniel dengan tenang.
“adik kedua sudah tidur, sebaiknya kalian kembali
kekamar.” kata Sisca sambil tersenyum menatap Sarah yang dari kecil sampai
sebesar ini tidak bisa menahan kantuknya. Syukurlah Sarah sudah menikah
sudah ada yang akan menjaga adik kecil mereka dengan baik mulai sekarang.
Daniel menggendong Sarah, seolah sudah merasa
familiarSarah melingkarkan tangannya dileher Daniel dan menyandarkan kepalanya
didada bidang suaminya.
“semuanya kami permisi dulu.” kata Daniel yang
menghilang dari hadapan mereka semua hanya dalam hitungan detik saja.
Chandra yang belum biasa dengan semua keanehan
yang terjadi hanya bisa merasakan sensasi jantungnya berdetak dengan cukup kencang.
Bagi manusia biasa seperti dirinya benar – benar tidak biasa melihat hal ganjil
seperti tadi, dan mulai sekarang ia akan lebih sering melihat hal diluar
nalarnya.
Sampai dikamar, Daniel membaringkan Sarah dengan
perlahan dan menyelimutinya. Setelah mengganti dengan lampu tidur Daniel keluar
kamar dan melanjutkan pekerjaannya. Daniel memang seseorang yang gila dalam
bekerja. Ia bisa menghabiskan waktu 23 jam untuk bekerja dan hanya 1 jam waktu
dihabiskannya untuk beristirahat. Daniel mulai sibuk dengan dua laptop dan satu
tab ditangannya. Seolah tidak mengenal lelah Daniel terus bekerja sampai larut.
Sarah terbangun jam 3 pagi dan mendapati dirinya
sudah terbaring ditempat tidur. Dari sela pintu kamar terlihat cahaya dari
ruang tamu. Sarah membuka selimutnya dan berjalan keluar kamar. Disofa ruang
tamu, Sarah melihat Daniel yang masih sibuk bekerja.
“kamu tidak tidur?”
“belum mengantuk.” jawabnya singkat tanpa melihat
Sarah.
Sarah masuk ke kamar mandi dan tidak lama
kemudian keluar dan mengambil minuman dimeja. Tidak minum sama sekali dan tidak
tidur, aku yakin dia bukan hebat. Tapi sedang melakukan upaya bunuh diri. Sarah
duduk sambil minum air mineral yang ada didalam botol setelah membukanya.
Setelah selesai menghabiskan air satu botol sarah bicara
“awalnya aku mengira kalau menikah dengan kamu
akan sangat buruk. Ternyata jauh diluar perkiraanku. Sangat bagus bisa menikah
denganmu. Dengan kondisi malas minum dan tidur usia mu sepertinya tidak akan
panjang. Harta yang kau miliki akan menjadi milik ku. Ya,,, aku rasa sangat
mencukupi hidupku seumur hidup tanpa bekerja.” Kata Sarah sambil meletakkan
botol air mineral dimeja sambil berdiri da jalan kearah kamar tidur.
Daniel terdiam sejenak. Ia lupa kalau sekarang ia
sudah memiliki Sarah yang akan menemaninya tidur.
Sarah menutup pintu kamar dengan kuat seolah
sedang kesal sambil membanting pintu. Padahal tidak demikian, ia tidak sengaja
menutupnya dengan begitu kuat.
Daniel yang melihat Sarah menutup pintu dengan
kuat merasa tidak enak hati dan langsung mematikan laptop dan tabnya. Ia
berjalan dengan cepat kearah kamar dan melihat Sarah sudah berbaring ditempat
tidur dengan posisi menyamping membelakangi Daniel.
__ADS_1
“maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi
hal yang sama.”
“tidak peduli.” jawab Sarah singkat. Ia ingin
memberikan perlawanan yang seimbang ketika Daniel tadi berbicara dengannya.
“kamu marah.....”
“aku mau tidur.”
“maaf, aku mengalami kesulitan tidur ketika malam
hari.
Daniel mendekat kearah Sarah dan memeluknya dari
belakang. “maaf “ bisik Daniel.
Sarah bisa merasakan nafas Daniel berhembus
dilehernya. Sarah ingin mendorong pria ini agar menjauh darinya. Tapi nafas
Daniel menjadi lebih stabil, pria ini mulai terlelap dalam tidur. Luar biasa,
bisa langsung tidur ketika sudah bertemu dengan bantal padahal katanya ia
mengalami kesulitan tidur malam. Benar – benar lain dibibir dengan perbuatan.
Pikir Sarah.
Sarah dan Daniel tertidur dengan lelap malam
itu..
*****
Malam berganti pagi dan tidak ada tanda – tanda
pasangan pengantin baru ini akan bangun. Mereka sangat menikmati kehadiran
pasangan mereka masing – masing.
Sarah akhirnya terbangun jam 10 pagi. Kepalanya
berada dilengan Daniel dan tangannya dengan leluasa berada didadanya. Kakinya
dengan santai memeluk kedua kaki Daniel.
“untung dia belum bangun. “ bisik Sarah perlahan.
bergerak, kamu pasti akan terbangun. Jadi aku bersabar menunggu kamu bangun
istriku.”
Setelah sadar mendengar Daniel mengucapkan kata
istriku rasanya membuat Sarah merinding. Konotasi katanya membuat Sarah
membayangkan seorang istri menyiapkan sarapan, pakaian, memasak makan siang dan
malam dan membersihkan rumah seperti yang selalu dilakukan mamanya.
“biarkan sebentar lagi seperti ini.” kata Daniel
sambil merangkul Sarah
Sarah menyembunyikan wajahnya dilengan Daniel.
“aku belum gosok gigi.” Sarah menaikkan selimut dan menutup separuh wajahnya.
“lantas kenapa?? kita sudah bersama bukan satu
dua hari sayang.” Daniel mencium kening Sarah
“kita baru satu kamar 3 kali. Kamu bicara seolah
kita sudah bersama puluhan tahun.” protes Sarah
Daniel hanya tersenyum dan kemudian memejamkan
matanya lagi.
“kakak Daniel, aku ada dinas keluar kota hari
ini.”
“tidak masalah, nanti akan aku antar.”
“tidak perlu, aku akan pergi bersama rekan kantor.”
“sayang, hari ini semua pegawai masih menikmati
liburan mereka. Besok kunjungannya. Aku sudah kirim email keseluruh karyawan
yang akan pergi bersama denganmu. Mereka saat ini ada dihotel ini menikmati
liburan mereka selama 2 hari.”
__ADS_1
Sarah mengangkat kepalanya dan menatap Daniel
dengan tidak percaya.
Daniel mengangguk dan mengambil tabnya dari meja
sebelah kanannya dan menyerahkan kepada Sarah.
“lihat lah...”
Sarah terkejut lagi – lagi ia tidak membaca email
dari perusahaan.
“menurut kamu apa yang salah denganku?”
‘tidak ada yang salah.” Daniel mengarahkan kepala
Sarah kepelukannya lagi.
“kenapa aku seperti kurang fokus dalam bekerja
belakangan ini??”
“menjadi seorang manusia ada waktunya rajin dan
menjadi santai. Saat ini kamu sepertinya memang butuh liburan untuk menenangkan
pikiran sejenak. “
“tidak mungkin seperti itu.” Sarah menolak mentah
– mentah jawaban Daniel yang mirip dengan perkataan papanya waktu itu.
“sebenarnya tidak masalah jika kamu tidak mau
mempercayai perkataan ku. Aku pernah mengalami hal itu. Tiga bulan aku
tinggalkan pekerjaan dan menyerahkan semuanya kepada papa. Dan setelah kembali
aku menjadi lebih baik dan lebih fokus dengan pekerjaanku.”
“kamu mengatakan dengan mudah, aku merasa sungkan
memberikan pekerjaanku kepada kedua saudaraku.”
“tidak masalah, papa sudah menyerahkan sebagian
pekerjaan mu kepada kakak kedua. Dan setahu aku Chandra ikut menangani juga
proyek kerja sama dengan perusahaan kami. Dan sebagian kerja sama dengan
perusahaan Long dengan usaha pertambangan kali ini juga akan melibatkan Chandra
dalam menangani usaha hilir. “
“benarkah??” lagi – lagi Sarah tidak mengetahui
hal ini. Sarah membuka tab Daniel dan memeriksa email dari papanya dan ternyata
email ini di CC juga ke Sarah.
“sepertinya aku memang perlu berlibur.” kata
Sarah sambil melamun.
“tenanglah... kamu sedang tidak fokus sekarang,
aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. Aku akan atur jadwal kita agar bisa
selalu bersama. Nana dan James sekarang seharusnya sedang membicarakan hal
itu.”
Sarah menggeser bantalnya dan menatap Daniel.
“kamu melakukan semuanya tanpa mengatakan
kepadaku sebelumnya??” Sarah merasa kehidupannya sudah mulai dikendalikan oleh
orang lain dan Sarah tidak suka itu.
“buka chat pembicaraan kita berdua.”kata Daniel
dengan santai.
Sarah membuka pesan masuk. Terlihat memang ada
pesan terkirim ke Sarah dan mengatakan kalau ia meminta ijin Sarah agar
mengatur jadwal kerja mereka bersama selama beberapa bulan kedepan. Dan anehnya
Sarah menjawab ‘oke.’
Sarah memeriksa nomor telepon dan profil dari
chat yang dikirim Daniel memang benar ini adalah kontak pribadinya. Lantas
kenapa ia tidak merasa ada menerima pesan ini?? Sarah melihat tab dan Daniel
__ADS_1
secara bergantian.