
"pertanyaan kedua. Aku akan tetap membiarkan
kamu mengejar apa yang kamu ingin raih. Aku akan berada dibelakangmu
untuk mendukungmu, akan berada didepanmu untuk melindungi dirimu dan aku akan
ada disampingmu untuk menemani kehidupanmu setiap hari. Aku akan selalu ada
disekitarmu ketika kau membutuhkan ku. Aku menyadari banyak hal yang perlu
diperbaiki dari diriku, aku harap kamu bisa menerima semua hal yang ada pada
diriku."
Sarah menatap Daniel yang bicara, bola matanya
tidak bergerak sama sekali. Tatapannya lurus kearah Sarah.
"selanjutnya, aku sudah pernah mengatakan
kepadamu kalau aku pernah meminta seorang wanita untuk menikahiku sebelumnya.
Wanita itu adalah kamu. Dari dulu sampai sekarang, aku tidak pernah merubah
keinginan hatiku untuk menikah dengamu. Masihkah kamu ingat, waktu pertama kali
keluarga Li datang kerumah kami? Kamu satu – satunya ular hijau kecil
yang berani melingkar di leher papaku. Kamu dengan santai memanggilnya dengan
panggilan ‘papa’ saat itu aku tidak setuju dengan cara mu memanggilnya seperti
itu. Kemudian dengan santai kamu mengatakan ‘kalau begitu kita menikah saja
jika aku sudah dewasa agar papamu jadi papaku dan papaku jadi papamu. Apa kamu
sudah lupa??”
Sarah memutar bola matanya, ia saat itu masih
kecil, benar – benar tidak ingat dengan kejadian yang dialaminya waktu itu.
Sarah menggelengkan kepalanya, memberi tanda kalau dia tidak ingat dengan
kejadian tersebut.
Sarah memijat dagunya dengan ibu jari dan jari
telunjuknya, pikirannya berusaha keras mengingat semuanya, tapi hasilnya nihil.
Ia sama sekali tidak mengingat kejadian dulu.
“tidak masalah kalau kamu tidak ingat. Tapi kedua
orang tua kita dan seluruh anggota keluarga kita sudah menjadi saksi kalau dari
dulu, aku serius dengan perkataanku.”
Mata Daniel tidak bergerak sama sekali, ia menatap
Sarah dengan tatapan lurus, dari cara bicaranya sepertinya kecil kemungkinan
pria dihadapannya berbohong.
“aku tidak bisa mengingat semuanya. Apa memang
hal tersebut terjadi?” tanya Sarah balik
“seperti yang tadi aku katakan, tidak masalah
kalau kamu tidak ingat dengan kejadian lalu. Yang penting sekarang dan
seterusnya kita akan bersama.”
Sarah mendengar perkataan Daniel dengan serius,
waktu serasa berhenti berputar. Mata mereka saling bertemu dan lagi – lagi
Sarah merasakan perasaan yang aneh. Ada rasa rindu yang dirasakan hatinya
kepada pria yang ada dihadapannya. Sarah sulit menjelaskannya dengan kata –
kata.
“apakah pernah terjadi sesuatu antara kita??”
tanya Sarah, kelopak mata Sarah tiba – tiba dipenuhi air mata. Satu kedipan
mata saja akan membuat tetesan air mata itu mengalir dipipinya.
“mari kita awali secara peralahan, karena banyak
hal yang sudah terlupakan. Bagaimana?”
Daniel mengangkat tangannya dan menggunakan ibu
__ADS_1
jarinya untuk menghapus air mata Sarah yang mengalir di pipinya.
“sudah sangat larut, mari kita tidur.” Daniel
bergerak kearah bantalnya sedangkan Sarah masih berdiam diri dengan kaki yang
diluruskan ditempat tidur.
Sarah merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan
kemudian ia baru menyadari sesuatu. Ada yang belum dijelaskan oleh Daniel.
Sarah memiringkan tubuhnya menghadap kearah
Daniel.
“kamu belum menjelaskan kepadaku bagaimana nasib
rival bisnismu itu??”
Daniel yang sudah memejamkan mata, tiba – tiba
membuka matanya dan tatapan matanya menjadi dingin kembali. Sarah merinding
melihat Daniel yang seperti ini.
“setiap manusia harus hidup lebih baik dari hari
sebelumnya, jadi jika kamu mendapati orang yang kualitas hidupnya menurun maka
tidak ada gunanya dia hidup lagi.”
“kamu…. membunuh meraka semua?” Sarah ragu
mengucapkan kalimat ini, tapi ia harus mengatakannya agar bisa mendapatkan
jawaban.
“apa menurutmu aku sekejam itu??”
“aku tidak tahu, menurut sumber yang aku percayai
kamu…. kamu bisa saja melakukan hal itu. Mengingat kamu….. “
“kenapa dengan ku… “ wajah tidak senang terlihat
jelas pada Daniel Long.
“sudah lah… lupakan saja.” Sarah memilih
mengakhiri rasa penasarannya dari pada ia juga berakhir tanpa kabar ditangan
“setelah menikah besok, aku akan ajak kamu
kerumahku.”
“apa….” tanya Sarah dengan tidak yakin dengan apa
yang didengarnya.
“kamu sangat ingin melihat ruangan bawah tanah
keluarga Long bukan???”
“hmmm mhh… awalnya… ia.. tapi sekarang, aku rasa
tidak perlu lagi.” Sarah yang sedikit ragu dengan keputusannya pada akhirnya
harus puas dengan keputusan ‘tidak perlu tahu’.
Pria ini punya kehidupan yang begitu misterius.
“apa kamu takut kepadaku?” tanya Daniel dengan
wajah serius
“tidak ada alasan bagiku untuk takut kepadamu.”
Sarah memunggungi Daniel dan memejamkan matanya. Jauh dari dalam hatinya ia
memang takut kepada pria ini jangan – jangan informasi yang beredar diluar sana
tentang Daniel Long benar adanya. Kenapa ia bisa begitu sial hidup bersama
seorang pembuhun.
Sarah memejamkan matanya dan dalam waktu singkat
ia sudah tertidur pulas.
***
Sarah membuka matanya dan duduk ditempat tidur,
dengan keadaaan yang masih mengantuk matanya tiba – tiba terbuka lebar. Ia
__ADS_1
ingat kalau tadi malam Daniel tidur dikamarnya. Perlahan - lahan melihat
kesamping dan sudah tidak ada Daniel ditempat tidur.
Sarah bernafas dengan lega dan kemudian segera
berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sarah bukan tipe wanita
yang suka berlama – lama dikamar mandi, baginya 15 menit sudah terlalu lama
untuk membersihkan diri.
Pilihan pakaian yang dikenakan hari ini lagi –
lagi jump suit celana panjang berwarna kuning cerah dengan vest outfit berbahan
rajutan berwarna hijau tua. Sarah menggunakan make up natural diwajahnya. Sarah
terlihat santai dan cerah dengan pakaian yang dikenakannya.
Sudah jam 8 pagi, tapi anehnya mamanya tidak
marah sama sekali ia terlambat bangun pagi ini. Sarah mempercepat gerakannya
menuruni anak tangga. Begitu hampir sampai dianak tangga terakhir mata Sarah
tertuju kearah ruang tamu yang dipenuhi oleh banyak kotak dari bahan beludru
berwarna warni.
Merasa penasaran, Sarah mendekati dan kemudian
membuka isinya.
“wahh…. bagus sekali… “ Sarah menaikkan gaun
putih dengan taburan batu permata berwarna – warni.
Semakin penasaran ia membuka kotak yang lain ada
sepatu kets berwarna putih. Sarah semakin tergila – gila dengan barang yang ada
disekitarnya.
Ia membuka kotak yang lain lagi ada sepatu high
heels, walau terlihat cantik tapi Sarah tidak begitu tertarik dengan sepatu
jenis ini.
“luar biasa, mama pasti berbelanja lagi dan
banyak menghabiskan uang untuk membeli semua ini.” kata Sarah sambil
menggelengkan kepalanya.
“ini bukan barang mama sayang..”
Mayleen berbicara tanpa disadari keberadaannya
oleh Sarah.
“mama…. maaf aku benar – benar tidak sadar
kalau mama ada didekatku.”
“semua barang ini adalah dari keluarga Long untuk
dirimu.”
“apa…. semua ini…” Sarah terkejut dan
memperhatikan lagi satu – persatu kotak yang berbaris disekitarnya. Ia bisa
menebak semua barang yang sebagian dilihatnya adalah barang dengan harga yang
fantastis dan edisi terbatas.
“kapan barang ini diantar kerumah??” tanya Sarah
bingung
“bukan kah tadi malam sudah ada disini??” kata
Mayleen melihat bingung putrinya.
“aku tidak melihat.” Sarah menggelengkan
kepalanya dengan cepat.
“mungkin kamu terlalu lelah, jadi tidak
memperhatikan. Sudah ayo kita sarapan. Semua orang sudah menunggu kamu.”
Sarah masih tidak percaya dengan apa yang
__ADS_1
dilihatnya. Mayleen merangkul Sarah berjalan kearah ruang makan dan mata Sarah
masih melihat kearah kotak diruangan tamu itu.