Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 55


__ADS_3

"pertanyaan kedua. Aku akan tetap membiarkan


kamu mengejar apa yang kamu ingin raih. Aku akan berada dibelakangmu


untuk mendukungmu, akan berada didepanmu untuk melindungi dirimu dan aku akan


ada disampingmu untuk menemani kehidupanmu setiap hari. Aku akan selalu ada


disekitarmu ketika kau membutuhkan ku. Aku menyadari banyak hal yang perlu


diperbaiki dari diriku, aku harap kamu bisa menerima semua hal yang ada pada


diriku."


Sarah menatap Daniel yang bicara, bola matanya


tidak bergerak sama sekali. Tatapannya lurus kearah Sarah.


"selanjutnya, aku sudah pernah mengatakan


kepadamu kalau aku pernah meminta seorang wanita untuk menikahiku sebelumnya.


Wanita itu adalah kamu. Dari dulu sampai sekarang, aku tidak pernah merubah


keinginan hatiku untuk menikah dengamu. Masihkah kamu ingat, waktu pertama kali


keluarga Li datang  kerumah kami? Kamu satu – satunya ular hijau kecil


yang berani melingkar di leher papaku. Kamu dengan santai memanggilnya dengan


panggilan ‘papa’ saat itu aku tidak setuju dengan cara mu memanggilnya seperti


itu. Kemudian dengan santai kamu mengatakan ‘kalau begitu kita menikah saja


jika aku sudah dewasa agar papamu jadi papaku dan papaku jadi papamu. Apa kamu


sudah lupa??”


Sarah memutar bola matanya, ia saat itu masih


kecil, benar – benar tidak ingat dengan kejadian yang dialaminya waktu itu.


Sarah menggelengkan kepalanya, memberi tanda kalau dia tidak ingat dengan


kejadian tersebut.


Sarah memijat dagunya dengan ibu jari dan jari


telunjuknya, pikirannya berusaha keras mengingat semuanya, tapi hasilnya nihil.


Ia sama sekali tidak mengingat kejadian dulu.


“tidak masalah kalau kamu tidak ingat. Tapi kedua


orang tua kita dan seluruh anggota keluarga kita sudah menjadi saksi kalau dari


dulu, aku serius dengan perkataanku.”


Mata Daniel tidak bergerak sama sekali, ia menatap


Sarah dengan tatapan lurus, dari cara bicaranya sepertinya kecil kemungkinan


pria dihadapannya berbohong.


“aku tidak bisa mengingat semuanya. Apa memang


hal tersebut terjadi?” tanya Sarah balik


“seperti yang tadi aku katakan, tidak masalah


kalau kamu tidak ingat dengan kejadian lalu. Yang penting sekarang dan


seterusnya kita akan bersama.”


Sarah mendengar perkataan Daniel dengan serius,


waktu serasa berhenti berputar. Mata mereka saling bertemu dan lagi – lagi


Sarah merasakan perasaan yang aneh. Ada rasa rindu yang dirasakan hatinya


kepada pria yang ada dihadapannya. Sarah sulit menjelaskannya dengan kata –


kata.


“apakah pernah terjadi sesuatu antara kita??”


tanya Sarah, kelopak mata Sarah tiba – tiba dipenuhi air mata. Satu kedipan


mata saja akan membuat tetesan air mata itu mengalir dipipinya.


“mari kita awali secara peralahan, karena banyak


hal yang sudah terlupakan. Bagaimana?”


Daniel mengangkat tangannya dan menggunakan ibu

__ADS_1


jarinya untuk menghapus air mata Sarah yang mengalir di pipinya.


“sudah sangat larut, mari kita tidur.” Daniel


bergerak kearah bantalnya sedangkan Sarah masih berdiam diri dengan kaki yang


diluruskan ditempat tidur.


Sarah merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan


kemudian ia baru menyadari sesuatu. Ada yang belum dijelaskan oleh Daniel.


Sarah memiringkan tubuhnya menghadap kearah


Daniel.


“kamu belum menjelaskan kepadaku bagaimana nasib


rival bisnismu  itu??”


Daniel yang sudah memejamkan mata, tiba – tiba


membuka matanya dan tatapan matanya menjadi dingin kembali. Sarah merinding


melihat Daniel yang seperti ini.


“setiap manusia harus hidup lebih baik dari hari


sebelumnya, jadi jika kamu mendapati orang yang kualitas hidupnya menurun maka


tidak ada gunanya dia hidup lagi.”


“kamu…. membunuh meraka semua?” Sarah ragu


mengucapkan kalimat ini, tapi ia harus mengatakannya agar bisa mendapatkan


jawaban.


“apa menurutmu aku sekejam itu??”


“aku tidak tahu, menurut sumber yang aku percayai


kamu…. kamu bisa saja melakukan hal itu. Mengingat kamu….. “


“kenapa dengan ku… “ wajah tidak senang terlihat


jelas pada Daniel Long.


“sudah lah… lupakan saja.” Sarah memilih


mengakhiri rasa penasarannya dari pada ia juga berakhir tanpa kabar ditangan


“setelah menikah besok, aku akan ajak kamu


kerumahku.”


“apa….” tanya Sarah dengan tidak yakin dengan apa


yang didengarnya.


“kamu sangat ingin melihat ruangan bawah tanah


keluarga Long bukan???”


“hmmm mhh… awalnya… ia.. tapi sekarang, aku rasa


tidak perlu lagi.” Sarah yang sedikit ragu dengan keputusannya pada akhirnya


harus puas dengan keputusan ‘tidak perlu tahu’.


Pria ini punya kehidupan yang begitu misterius.


“apa kamu takut kepadaku?” tanya Daniel dengan


wajah serius


“tidak ada alasan bagiku untuk takut kepadamu.”


Sarah memunggungi Daniel dan memejamkan matanya. Jauh dari dalam hatinya ia


memang takut kepada pria ini jangan – jangan informasi yang beredar diluar sana


tentang Daniel Long benar adanya. Kenapa ia bisa begitu sial hidup bersama


seorang pembuhun.


Sarah memejamkan matanya dan dalam waktu singkat


ia sudah tertidur pulas.


***


Sarah membuka matanya dan duduk ditempat tidur,


dengan keadaaan yang masih mengantuk matanya tiba – tiba terbuka lebar. Ia

__ADS_1


ingat kalau tadi malam Daniel tidur dikamarnya. Perlahan  - lahan melihat


kesamping dan sudah tidak ada Daniel ditempat tidur.


Sarah bernafas dengan lega dan kemudian segera


berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sarah bukan tipe wanita


yang suka berlama – lama dikamar mandi, baginya 15 menit sudah terlalu lama


untuk membersihkan diri.


Pilihan pakaian yang dikenakan hari ini lagi –


lagi jump suit celana panjang berwarna kuning cerah dengan vest outfit berbahan


rajutan berwarna hijau tua. Sarah menggunakan make up natural diwajahnya. Sarah


terlihat santai dan cerah dengan pakaian yang dikenakannya.


Sudah jam 8 pagi, tapi anehnya mamanya tidak


marah sama sekali ia terlambat bangun pagi ini. Sarah mempercepat gerakannya


menuruni anak tangga. Begitu hampir sampai dianak tangga terakhir mata Sarah


tertuju kearah ruang tamu yang dipenuhi oleh banyak kotak dari bahan beludru


berwarna warni.


Merasa penasaran, Sarah mendekati dan kemudian


membuka isinya.


“wahh…. bagus sekali… “ Sarah menaikkan gaun


putih dengan taburan batu permata berwarna – warni.


Semakin penasaran ia membuka kotak yang lain ada


sepatu kets berwarna putih. Sarah semakin tergila – gila dengan barang yang ada


disekitarnya.


Ia membuka kotak yang lain lagi ada sepatu high


heels, walau terlihat cantik tapi Sarah tidak begitu tertarik dengan sepatu


jenis ini.


“luar biasa, mama pasti berbelanja lagi dan


banyak menghabiskan uang untuk membeli semua ini.”  kata Sarah sambil


menggelengkan kepalanya.


“ini bukan barang mama sayang..”


Mayleen berbicara tanpa disadari keberadaannya


oleh Sarah.


“mama….  maaf aku benar – benar tidak sadar


kalau mama ada didekatku.”


“semua barang ini adalah dari keluarga Long untuk


dirimu.”


“apa…. semua ini…” Sarah terkejut dan


memperhatikan lagi satu – persatu kotak yang berbaris disekitarnya. Ia bisa


menebak semua barang yang sebagian dilihatnya adalah barang dengan harga yang


fantastis dan edisi terbatas.


“kapan barang ini diantar kerumah??” tanya Sarah


bingung


“bukan kah tadi malam sudah ada disini??” kata


Mayleen melihat bingung putrinya.


“aku tidak melihat.” Sarah menggelengkan


kepalanya dengan cepat.


“mungkin kamu terlalu lelah, jadi tidak


memperhatikan. Sudah ayo kita sarapan. Semua orang sudah menunggu kamu.”


Sarah masih tidak percaya dengan apa yang

__ADS_1


dilihatnya. Mayleen merangkul Sarah berjalan kearah ruang makan dan mata Sarah


masih melihat kearah kotak diruangan tamu itu.


__ADS_2