Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 97


__ADS_3

Daniel mengulurkan tangannya kepada Sarah dan dalam waktu singkat mereka berdua sampai didalam rumah bergaya eropa. Seorang wanita terlihat terbaring dan Sarah belum bisa memastikan siapa wanita itu. James terlihat duduk disamping tempat tidur sambil menggenggam tangan wanita itu. Dibelakang James ada jendela yang sedikit terbuka, Sarah bisa melihat ada tumpukan salju diatas atap rumah didepan rumah.


Tanpa sadar Sarah menggenggam erat tangan Daniel Long. Jantungnya berdetak lebih cepat. Keberaniannya menciut seperti debu.


“mari kita mendekat” kata Daniel.


Mendengar seseorang bicara, James langsung berdiri melihat Sarah dan Daniel sudah berdiri didepan pintu kamar.


“kalian datang,,,,,” kata James. Lingkar mata kehitaman diwajahnya, Sarah Li sudah bisa memastikan kalau James kurang tidur karena menjaga Nana.


Selangkah demi selangkah Sarah mendekati Nana yang terbaring dengan wajah pucat pasih.


“Nana…..” air mata Sarah jatuh dengan sendirinya.


Sarah mendekat, kulitnya yang hitam terlihat ada lebam ditubuhnya.


“bagaimana keadaannya???” tanya Sarah menatap Daniel dan James bergantian


Mata James berkaca – kaca, pria ini hanya bisa mengalihkan pandangannya keluar jendela. Sambil menyeka ujung matanya dengan jari telunjuk. Bagaimana pun ia tidak ingin Sarah melihatnya menangis.


“kami sudah memanggil dokter terbaik, tapi belum ada hasil untuk penyakitnya. Nana kehabisan banyak energi.”


jelas Daniel.


“Kenapa bisa sampai seperti ini,,,,,” Sarah bicara sambil menangis. Ia menyembunyikan wajahnya sambil


memeluk tubuh Nana yang tidak bergerak sama sekali.


“aku sudah melakukan pemeriksaan selama beberapa waktu belakangan ini, bertepatan pada saat dinas keluar kota. Sepertinya mereka menggunakan Nana untuk memaksamu menyerahkan diri kepada mereka. Belenggu yang sama seperti dipertambangan sudah berhasil aku hancurkan. Hanya saja, waktunya mungkin terlalu lama membuat dirinya kehabisan banyak energi.” Daniel bicara sambil mengusap pundak istrinya yang masih memeluk tubuh Nana.


Sarah menegakkan tubuhnya… kemudian menyeka air mata di pipinya. “ jelaskan kepada ku…”

__ADS_1


Daniel menarik nafas panjang, dadanya juga terasa sesak menceritakan semuanya kepada Sarah. Ia masih ingat, saat itu ia masih rapat bersama James ketika peristiwa itu terjadi. Team pengaman Daniel memang berhasil menyelamatkan Nana. Hanya saja kemampuan mereka berbeda dengan kemampuan Daniel yang bisa dengan mudah melihat ada yang tidak beres dengan keadaan Nana.


Daniel baru mengetahui setelah mendapat informasi dari pengawal 3 jam setelah kejadian, Nana yang tidak


sadarkan diri mengalami muntah Darah.  Saat itu Daniel sudah merasa ada yang tidak beres dengan keadaan Nana.


Ia pun segera mendatangi Nana dan betul saja. Lagi – lagi klan elang ada memasang tali tidak kasat mata ditubuh Nana. Mereka mengikat seluruh tubuh Nana dan mengambil banyak energinya. Bukan hanya itu, tali yang digunakan mengikat tubuh Nana sudah diolesi oleh racun. Nana yang manusia biasa tidak akan sanggup menerima semua hal ini. James memberikan energinya secara berkala agar jantung Nana bisa tetap berdetak.


Mendengar penjelasan Daniel, Nana menatap James yang masih melihat kearah luar jendela.


“Nana tidak bersalah kenapa mereka melakukan hal itu….” tanya Sarah


“karena kau… Jika kau tidak mendekat dengan Nana maka hidupnya tidak akan menderita seperti ini.” Suara


James yang kuat mengejutkan Sarah. Suaranya bergema keseluruh ruangan kamar tidur Nana.


“apa yang aku lakukan….” Sarah melawan James sambil membesarkan matanya.


mentertawakan kebodohan Sarah.


“James, jaga bicaramu. Dia adalah istriku.” Bentak Daniel.


Daniel menutup matanya dengan telapak tangannya dan satu tangan lagi memegang pinggangnya.


“aku mengenal Nana dari mulai dia bayi, dia ditelantarkan kedua orang tuanya di dinginnya salju dan aku yang


mengambilnya… aku membesarkannya, mendidiknya dan menjaganya seperti menjaga diriku sendiri. Setelah dia besar aku memberikannya tempat tinggal agar dia mandiri. Tapi aku masih terus melihatnya dan menjaganya dari jauh. Jika aku tau… akan seperti ini aku tidak akan membiarkan dia dekat denganmu…” Daniel bicara dengan kesal sambil menunjuk dirinya, Nana dan Sarah bergantian.


“James…” Daniel kembali membentak James


Tubuh Sarah limbung, Daniel memegang punggung Sarah agar ia bisa tetap berdiri tegak.

__ADS_1


“mari kita pergi dari sini..” bisik Daniel


Sarah menggelengkan kepalanya, “tidak…. aku tidak mau.” Sarah menepiskan tangan Daniel dari tubuhnya. Rasa bersalahnya memenuhi hati dan pikirannya.


“pergilah,,,, tidak ada yang bisa kamu lakukan disini.” suara James melunak


“tidak…” jawab Sarah pelan.


“lantas kamu mau apa?? apa kamu mau menyerahkan cristal energi kamu agar dia selamat…. Kalau itu yang kamu inginkan aku orang pertama yang akan melakukan hal tersebut.”


Daniel sudah menahan semua emosinya dari dalam hati. Ia tidak bisa menerima hal yang lebih menyakitkan lagi tentang istrinya. Daniel melompati tempat tidur Nana dan memberikan pukulan dipipinya.


Ujung bibir James berdarah karena pukulan Daniel. “aku sudah katakan, jaga bicara mu.”


James menatap kesal kearah Sarah, seperti seekor kutu yang menganggu rambut manusia. Hidup dengan cara parasite dan menganggu tubuh mereka.


Sarah merasa tidak terima dengan perkataan James.


“bukan keinginanku cristal energi ini ada didalam tubuhku. Bukan keinginan ku juga jika karena ketamakan mereka, mereka ingin mengambil jika ku. Asal kamu tahu…. aku tidak pernah meminta Nana  untuk jadi sahabatku bahkan seketarisku. Tapi takdir yang mempertemukan kami berdua. Jika pun  aku tahu hal buruk akan terjadi seperti ini. Aku pastikan, dia tidak akan ada disekitarku. Aku bukan Tuhan yang bisa mengetahui segalanya.” Sarah Li bicara dengan suara bergetar. Air matanya mengalir di pipinya.


“bukan hanya kamu yang terluka, aku juga…..” Sarah meluapkan rasa sedih dan kesalnya sambil menepuk kuat


dadanya.


Daniel yang berusaha menghalangi ditepiskan tangannya oleh Sarah yang berjalan mendekati James yang ikut menangis mendengar perkataan Sarah.


“apa kau paham…. aku juga mengalami sakit yang sama seperti yang kau rasakan. Aku memang tidak membesarkan dirinya dari bayi. Tapi aku bersama dengannya selama 5 tahun belakangan saja. 5 tahun…. Tapi rasa sayangku kepada dirinya melebihi waktu dirimu bersama dengan dirinya” Sarah Li menunjukkan angka lima pada jari tangannya kearah wajah James dan kemudian menunjuk kearah Nana yang masih terbaring.


Tangis James pecah, diruangan itu. Bagaimana pun perkataan Sarah benar. Bukan hanya dirinya yang merasa sakit karena melihat Nana terbaring tidak berdaya seperti ini. Ia melihat Nana tumbuh sebagai anak gadis yang periang dan selalu bahagia. Tidak pernah menunjukkan rasa sedihnya. Bahkan ketika ia sudah menemukan kedua orang tua kandungnya, dengan mudah dia memaafkan mereka yang sudah menelantarkan dirinya ketika bayi. Sampai sekarang ia bahkan masih mengirimkan uang untuk kedua orang tuanya.


Tidak ada satu orang pun yang menginginkan hal buruk terjadi dengan orang yang dekat dengan kita. Tidak ada

__ADS_1


yang mau. Bukan hanya dirinya, Sarah Li dan bahkan kedua orang tuanya pun pasti akan terluka mendengar berita dan melihat Nana terbaring tidak berdaya seperti ini.


__ADS_2