Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 46


__ADS_3

Kedua saudaranya sudah duduk di kursi rapat.


Sarah memilih duduk disamping kaca sambil membuka email dari Nana di ponselnya.


Sarah menyilangkan satu kakinya dan membaca dengan sangat serius isi email


kerja sama tersebut. Belum selesai membaca seluruh isi email, para tamu sudah


datang dan Sarah berkewajiban menyambut mereka dengan ramah.


Andy Li  masuk kedalam ruangan bersama


dengan seorang pria berwarga negara asing. Sarah merasa pernah melihat wajah


pria itu,tapi ia lupa bertemu dimana. Sarah berjalan mendekati kedua saudaranya


yang sudah duduk di kursi rapat. Mereka berdiri berbaris menyambut dan


mendengarkan Direktur utama yang sedang berbicara.


“perkenalkan, ini adalah ahli pertambangan


perusahaan Li dari Eropa, namanya Andrew.” kata Andy Li kepada ketiga putrinya.


“Andrew, perkenalkan ini Sisca Li dia adalah


wakil direktur, Serena Li adalah direktur keuangan dan Sarah Li, dia adalah


direktur operasinal perusahaan Li. Kedepannya mereka bertiga mungkin akan


sering melakukan koordinasi kepadamu.” Andy Li memperkenalkan ketiga putrinya


kepada Andrew.


Mereka saling berjabatan tangan setelah Andy Li


memperkalkan mereka.


“senang berkenalan dengan anda. Saya sudah


membaca biodata tentang anda. Pengalaman anda sangat luar biasa dalam bidang


ini. Kami berharap kita bisa bekerja sama dengan baik.” Sisca membuka


perkenalan dengan baik. Sepertinya ia sudah membaca secara keseluruhan isi


materi hari ini, pikir Sarah.


“Sepertinya untuk masalah pelaksanaan, anda akan


lebih sering berinteraksi dengan direktur pelaksana kita.” kata Serena sambil


menatap Sarah yang masih berdiri mematung memperhatikan kondisi sekitar.


Sarah hanya tersenyum kedua telapak tangannya


bertaut dibelakang tubuhnya.


“saya pernah betemu kalian semua dipesawat. Waktu


itu, kebetulan saya akan turun pesawat dan bertemu dengan nona Sarah Li yang


hampir jatuh. Saat itu anda sedang bersama suami anda.”


Serena dan Sisca menatap bersamaan kearah Sarah.


Dengan senyum dan tatapan menggoda. Sarah melirik kearah kedua saudaranya dan


sambil mengulum bibirnya ia hanya menunduk melihat ujung sepatu kets nya.


Cincin zamrut dari keluarga Long tidak pernah


lepas dari jari manis Sarah sejak dikenakannya. Bukan karena senang memakainya,


Sarah lebih memilih meghindari masalah dari kedua orang tuanya yang akan


memarahinya jika tidak melihat cincin itu di jari manis kanannya.


Sarah tersenyum canggung “terima kasih atas


bantuan anda waktu  itu, tapi... kami bedua belum menikah” jawab Sarah


“oh.... Daniel Long adalah calon menantu keluarga

__ADS_1


kami. Tidak lama lagi mereka akan segera menikah. Kami akan segera menyebarkan


berita bahagia ini begitu calon memantu kembali dari luar negeri.” Andy Li


membicarakan Daniel Long dengan penuh kebanggan.


“begitu, saya cukup senang mendengarkan


semuanya.” kata Andrew sambil tersenyum


“mari duduk. Kita masih harus menunggu tamu yang


lain datang.”


Andrew, Andy Li dan kedua saudara Sarah duduk di


kursi ruangan rapat. Sarah kembali keposisinya tadi, ia masih belum selesai


membaca isi materi rapat. Sangat memalukan, Sarah baru saja membaca biografi


mengenai Andrew yang ternyata ada memiliki darah China dari neneknya. Tapi dari


wajahnya sama sekali tidak terlihat dia memiliki keturunan Asia. Memiliki


pegalaman selama 15 tahun dalam hal pertambangan. Belum selesai membuka bagian


dari inti materi.


Sarah tidak menyadari sudah ada tamu lain yang


datang diruangan rapat, ia terlalu sibuk dengan materi yang dibacanya.


“Pak Direktur, mohon maaf apabila Direktur kami


mengalami keterlambatan karena kalau menurut jam seharusnya pesawat beliau


sudah mendarat sekitar 30 menit yang lalu. Mungkin mengalami keterlambatan


karena mengurus bagasi atau ada kemacetan dijalan. Beliau berpesan agar


melanjutkan saja rapat ini. Karena kami akan merekam seluruh rapat sekarang


ini”  kata perwakilan perusahaan modal.


bergabung” kata Andy Li


Perkataan Andy Li menghancurkan konsentrasi


Sarah, tidak ada pilihan lain baginya selain fokus mendengarkan isi rapat


dengan sebaik – baiknya


Sarah duduk dikursi paling pinggir dimeja rapat


yang berbentuk huruf U tepatnya disebelah kanan Andy Li dan membelakangi pintu


masuk ruangan rapat. Andy Li berada di posisi tengah menatap lurus kearah


proyektor yang sudah disiapkan sebelumnya. Didepan Sarah duduk kedua sudaranya


dan Andrew bersama dengan para investor. Disebelah Sarah bangku kosong .


kemudian para manager diperusahaannya duduk paling ujung dekat dengan proyektor


berada satu baris dengan Sarah.


Para seketaris duduk  berbaris di bangku


belakang Sarah Li. Tepat ditempat tadi ketika Sarah membaca materi rapat.


Manger riset dan pengembangan berdiri di samping


proyektor, bersiap – siap menyampaikan materi. Sarah yang ada disamping kanan


papanya, memulai kebiasaannya dengan menaikkan kaki dan kemudian duduk bersila


dikursi. Tangannya bersiap dengan pena dan buku catatan rapat. Matanya menatap


dengan tajam dan wajahnya menjadi sangat serius. Tidak ada yang memberikan


komentar dengan kebiasaan Sarah ini. Karena mereka sudah mengetahui kebiasaan


Sarah dari mulut kemulut atau pun melihat secara langsung.

__ADS_1


Posisi seperti ini membuat manager yang akan


menyampaikan materi sedikit ketakutan. Karena Sarah yang menunjukkan sikap


seperti ini akan sangat fokus, sedikit kesalahan akan ada pertanyaan bertubi –


tubi darinya.


Manager Riset dan Pengembangan perusahaan Li


mulai menyampaikan materinya. Sarah juga baru tahu kalau tempat mengeboran


minyak akan dibuat di tengah laut samudra pasifik. Lamanya proses pengeboran


dan hal lain berhubungan dengan proses pertambangan. Sarah mendengarkan dengan


sangat fokus.


Manger Riset dan Pengembangan awalnya merasa


khawatir kalau Sarah akan memberikan pertanyaan yang akan sulit dijawab.


Ternyata sampai hampir 30 menit ia menjelaskan semua materi, Sarah tidak


menanyakan pertanyaan apapun. Ia hanya diam dan mendengarkan. Sarah


mendengarkan penjelasan sambil meminum caramel latte yang ada didepannya.


Penjelasan dari Manger Riset dan Pengembangan


terus berlangsung ketika Direktur dari perusahaan permodalan memasuki ruangan


rapat.


Sarah juga tidak memperhatikan Direktur dari


perusahaan permodalan sudah hadir diruangan. Sarah baru menyadari kehadiran


tamu lain ketika ada seseorang meletakkan jas dipaha Sarah yang sedang bersila


dikursi. Ketika Sarah menaikkan wajahnya terlihat pria dengan potongan rambut


militer yang tidak asing ada dihadapannya. Ketampanan pria ini setelah lebih


dari 3 hari tidak bertemu ternyata masih tetap tampan dan menarik perhatian


Sarah.


Sarah masih menatap bingung dengan kehadiran


Daniel Long. Andy Li memberikan kode kepada Managernya untuk berhenti sejenak.


Tidak lama masuk Sekertaris Andy Li beserta beberapa orang masuk membawa


hidangan coffee break kepada peserta rapat.


Sarah masih menatap Daniel dengan rasa tidak


percaya, bukankah jadwal pertemuan dengan perusahaan Long masih 2 jam lagi?


Kenapa ia masuk diruangan ini. Pikir Sarah


Sarah menoleh kebelakang menatap kearah Nana.


Nana menaikkan ponselnya, memberikan isyarat agar Sarah membuka pesan darinya


di ponsel.


Sarah mengeluarkan ponselnya dari saku long coat


blasernya.


Ada pesan masuk dari Nana, 'Perusahaan Investor


yang dimaksud adalah perusahaan Long.'


Begitu membacanya Sarah terkejut Kemudian


berteriak dengan histeris “APA....” sambil membesarkan matanya melihat kearah


Nana.


Lagi-lagi ia melewatkan hal penting dalam rapat

__ADS_1


kali ini. Benar - benar membuatnya seperti orang bodoh.


__ADS_2