
Kedua saudaranya sudah duduk di kursi rapat.
Sarah memilih duduk disamping kaca sambil membuka email dari Nana di ponselnya.
Sarah menyilangkan satu kakinya dan membaca dengan sangat serius isi email
kerja sama tersebut. Belum selesai membaca seluruh isi email, para tamu sudah
datang dan Sarah berkewajiban menyambut mereka dengan ramah.
Andy Li masuk kedalam ruangan bersama
dengan seorang pria berwarga negara asing. Sarah merasa pernah melihat wajah
pria itu,tapi ia lupa bertemu dimana. Sarah berjalan mendekati kedua saudaranya
yang sudah duduk di kursi rapat. Mereka berdiri berbaris menyambut dan
mendengarkan Direktur utama yang sedang berbicara.
“perkenalkan, ini adalah ahli pertambangan
perusahaan Li dari Eropa, namanya Andrew.” kata Andy Li kepada ketiga putrinya.
“Andrew, perkenalkan ini Sisca Li dia adalah
wakil direktur, Serena Li adalah direktur keuangan dan Sarah Li, dia adalah
direktur operasinal perusahaan Li. Kedepannya mereka bertiga mungkin akan
sering melakukan koordinasi kepadamu.” Andy Li memperkenalkan ketiga putrinya
kepada Andrew.
Mereka saling berjabatan tangan setelah Andy Li
memperkalkan mereka.
“senang berkenalan dengan anda. Saya sudah
membaca biodata tentang anda. Pengalaman anda sangat luar biasa dalam bidang
ini. Kami berharap kita bisa bekerja sama dengan baik.” Sisca membuka
perkenalan dengan baik. Sepertinya ia sudah membaca secara keseluruhan isi
materi hari ini, pikir Sarah.
“Sepertinya untuk masalah pelaksanaan, anda akan
lebih sering berinteraksi dengan direktur pelaksana kita.” kata Serena sambil
menatap Sarah yang masih berdiri mematung memperhatikan kondisi sekitar.
Sarah hanya tersenyum kedua telapak tangannya
bertaut dibelakang tubuhnya.
“saya pernah betemu kalian semua dipesawat. Waktu
itu, kebetulan saya akan turun pesawat dan bertemu dengan nona Sarah Li yang
hampir jatuh. Saat itu anda sedang bersama suami anda.”
Serena dan Sisca menatap bersamaan kearah Sarah.
Dengan senyum dan tatapan menggoda. Sarah melirik kearah kedua saudaranya dan
sambil mengulum bibirnya ia hanya menunduk melihat ujung sepatu kets nya.
Cincin zamrut dari keluarga Long tidak pernah
lepas dari jari manis Sarah sejak dikenakannya. Bukan karena senang memakainya,
Sarah lebih memilih meghindari masalah dari kedua orang tuanya yang akan
memarahinya jika tidak melihat cincin itu di jari manis kanannya.
Sarah tersenyum canggung “terima kasih atas
bantuan anda waktu itu, tapi... kami bedua belum menikah” jawab Sarah
“oh.... Daniel Long adalah calon menantu keluarga
__ADS_1
kami. Tidak lama lagi mereka akan segera menikah. Kami akan segera menyebarkan
berita bahagia ini begitu calon memantu kembali dari luar negeri.” Andy Li
membicarakan Daniel Long dengan penuh kebanggan.
“begitu, saya cukup senang mendengarkan
semuanya.” kata Andrew sambil tersenyum
“mari duduk. Kita masih harus menunggu tamu yang
lain datang.”
Andrew, Andy Li dan kedua saudara Sarah duduk di
kursi ruangan rapat. Sarah kembali keposisinya tadi, ia masih belum selesai
membaca isi materi rapat. Sangat memalukan, Sarah baru saja membaca biografi
mengenai Andrew yang ternyata ada memiliki darah China dari neneknya. Tapi dari
wajahnya sama sekali tidak terlihat dia memiliki keturunan Asia. Memiliki
pegalaman selama 15 tahun dalam hal pertambangan. Belum selesai membuka bagian
dari inti materi.
Sarah tidak menyadari sudah ada tamu lain yang
datang diruangan rapat, ia terlalu sibuk dengan materi yang dibacanya.
“Pak Direktur, mohon maaf apabila Direktur kami
mengalami keterlambatan karena kalau menurut jam seharusnya pesawat beliau
sudah mendarat sekitar 30 menit yang lalu. Mungkin mengalami keterlambatan
karena mengurus bagasi atau ada kemacetan dijalan. Beliau berpesan agar
melanjutkan saja rapat ini. Karena kami akan merekam seluruh rapat sekarang
ini” kata perwakilan perusahaan modal.
bergabung” kata Andy Li
Perkataan Andy Li menghancurkan konsentrasi
Sarah, tidak ada pilihan lain baginya selain fokus mendengarkan isi rapat
dengan sebaik – baiknya
Sarah duduk dikursi paling pinggir dimeja rapat
yang berbentuk huruf U tepatnya disebelah kanan Andy Li dan membelakangi pintu
masuk ruangan rapat. Andy Li berada di posisi tengah menatap lurus kearah
proyektor yang sudah disiapkan sebelumnya. Didepan Sarah duduk kedua sudaranya
dan Andrew bersama dengan para investor. Disebelah Sarah bangku kosong .
kemudian para manager diperusahaannya duduk paling ujung dekat dengan proyektor
berada satu baris dengan Sarah.
Para seketaris duduk berbaris di bangku
belakang Sarah Li. Tepat ditempat tadi ketika Sarah membaca materi rapat.
Manger riset dan pengembangan berdiri di samping
proyektor, bersiap – siap menyampaikan materi. Sarah yang ada disamping kanan
papanya, memulai kebiasaannya dengan menaikkan kaki dan kemudian duduk bersila
dikursi. Tangannya bersiap dengan pena dan buku catatan rapat. Matanya menatap
dengan tajam dan wajahnya menjadi sangat serius. Tidak ada yang memberikan
komentar dengan kebiasaan Sarah ini. Karena mereka sudah mengetahui kebiasaan
Sarah dari mulut kemulut atau pun melihat secara langsung.
__ADS_1
Posisi seperti ini membuat manager yang akan
menyampaikan materi sedikit ketakutan. Karena Sarah yang menunjukkan sikap
seperti ini akan sangat fokus, sedikit kesalahan akan ada pertanyaan bertubi –
tubi darinya.
Manager Riset dan Pengembangan perusahaan Li
mulai menyampaikan materinya. Sarah juga baru tahu kalau tempat mengeboran
minyak akan dibuat di tengah laut samudra pasifik. Lamanya proses pengeboran
dan hal lain berhubungan dengan proses pertambangan. Sarah mendengarkan dengan
sangat fokus.
Manger Riset dan Pengembangan awalnya merasa
khawatir kalau Sarah akan memberikan pertanyaan yang akan sulit dijawab.
Ternyata sampai hampir 30 menit ia menjelaskan semua materi, Sarah tidak
menanyakan pertanyaan apapun. Ia hanya diam dan mendengarkan. Sarah
mendengarkan penjelasan sambil meminum caramel latte yang ada didepannya.
Penjelasan dari Manger Riset dan Pengembangan
terus berlangsung ketika Direktur dari perusahaan permodalan memasuki ruangan
rapat.
Sarah juga tidak memperhatikan Direktur dari
perusahaan permodalan sudah hadir diruangan. Sarah baru menyadari kehadiran
tamu lain ketika ada seseorang meletakkan jas dipaha Sarah yang sedang bersila
dikursi. Ketika Sarah menaikkan wajahnya terlihat pria dengan potongan rambut
militer yang tidak asing ada dihadapannya. Ketampanan pria ini setelah lebih
dari 3 hari tidak bertemu ternyata masih tetap tampan dan menarik perhatian
Sarah.
Sarah masih menatap bingung dengan kehadiran
Daniel Long. Andy Li memberikan kode kepada Managernya untuk berhenti sejenak.
Tidak lama masuk Sekertaris Andy Li beserta beberapa orang masuk membawa
hidangan coffee break kepada peserta rapat.
Sarah masih menatap Daniel dengan rasa tidak
percaya, bukankah jadwal pertemuan dengan perusahaan Long masih 2 jam lagi?
Kenapa ia masuk diruangan ini. Pikir Sarah
Sarah menoleh kebelakang menatap kearah Nana.
Nana menaikkan ponselnya, memberikan isyarat agar Sarah membuka pesan darinya
di ponsel.
Sarah mengeluarkan ponselnya dari saku long coat
blasernya.
Ada pesan masuk dari Nana, 'Perusahaan Investor
yang dimaksud adalah perusahaan Long.'
Begitu membacanya Sarah terkejut Kemudian
berteriak dengan histeris “APA....” sambil membesarkan matanya melihat kearah
Nana.
Lagi-lagi ia melewatkan hal penting dalam rapat
__ADS_1
kali ini. Benar - benar membuatnya seperti orang bodoh.