Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 83


__ADS_3

Suasana sangat hening ketika  mereka meninggalkan ruangan bawah tanah keluarga Long. Mata Sarah tertuju


kepada satu lorong gelap disisi kiri mereka. Daniel memperhatikan Sarah dan berkata  “kita kesana??” tanya Daniel


“kita masih ada banyak koleksi perhiasan yang belum kamu lihat sayang, mutiara, koleksi batu berharga, ada


juga sepeda motor keluarga Long, kamu juga belum melihat surat – surat tanah dan bangunan  keluarga kita.”


Sarah mengangguk dengan cepat, lebih cepat mengangguk ia berpikir maka akan lebih cepat selesai urusannya


disini. Ia harus bersadiwara agar lebih cepat keluar dari ruangan ini.


“nanti saja aku lanjutkan lagi.. Aku mau tidur ma.” Sarah menjawab pernyataan Huanran sambil tersenyum.


Mereka berempat meninggalkan ruangan bawah tanah. Hati Sarah sudah bisa bernafas dengan lega. Sedikit banyak semua keraguan yang ada dihatinya tidak terbukti. Sarah menoleh kebelakang, dalam hati masih ada rasa penasaran dengan satu ruangan yang ingin dilihatnya. Tapi Sarah mengabaikannya dan terus berjalan meninggalkan ruangan bawah tanah keluarga Long.


****


 Sampai dikamar, Sarah Li langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti baju dan membersihkan dirinya. Daniel Long dan David Long melanjutkan diskusi mereka diruangan kerja. Ini pertama kali Sarah Li masuk kedalam kamar Daniel. Ruangan kamarnya dua kali luasnya dari pada kamar tidurnya. Nuansa minimalis, dinding berwarna coklat muda di sisi kepala tempat tidur dan warna cream di sisi dinding lainnya. Sangat sederhana. Berbeda dengan suasana rumah yang terkesan mewah.


Sarah memasuki ruangan pakaian Daniel, pada bagian coat warna coklat mendominasi susunan pakaiannya. Sedangkan pada jas lebih berwarna gelap. Barisan kemeja berwarna cerah. Pengaturan susunan pakaian tertata dengan sempurna.


Ditengah ruangan ada lemari penyimpanan. Jam tangan yang diketahui Sarah dengan merek mahal tersusun


sempurna. Dengan warna tali jam coklat dan hitam. Pria ini memang sangat menyukai warna coklat. Sarah terkejut melihat foto Sarah dan Daniel ketika liburan dipulau dibingkai dengan cantik dan diletakkan ditengah – tengah lemari itu. Fose mereka tertawa dan saling berpandangan terlihat sangat menarik. Seolah mereka sangat menikmati kebersamaan mereka sambil bermain air. Padahal seingat Sarah waktu itu dia bermain dengan kedua saudaranya. Daniel memang ada didekat mereka, tapi Sarah tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukannya. Hasil foto Alex memang luar biasa. Mereka yang tidak akrab sama sekali, seolah terlihat sedang bermain air bersama.


Sarah masih menggunakan handuk dikepalanya dan kemudian keluar kearah tempat tidur. Ada dua foto disisi kanan dan kiri tempat tidur. Dan itu foto Sarah dan Daniel ketika masih kecil, dan satu foto lagi Sarah tidak ingat kapan ia pernah berfoto dengan Daniel, rambut Sarah masih pendek. Dengan wajah penuh tawa, Sarah merangkul lengan Daniel Long.


Sarah mengangkat foto itu dan  berusaha mengingat apa yang terjadi ketika foto ini diambil. Sayangnya Sarah


benar – benar tidak mengingatnya sama sekali.


Ketika mencoba mengingat semuanya, kepala Sarah semakin pusing dan berat. Ia pun tertidur sambil


memegang foto ditangannya.


Daniel masuk 3 jam kemudian dengan posisi tubuh Sarah masih sama, kaki menggantung dan tubuh terbaring

__ADS_1


ditempat tidur sambil memegang foto mereka.


“sayang…. sayang…” Daniel menggoyang tubuh Sarah secara perlahan.


Sarah mulai membuka matanya secara perlahan dan kemudian melihat Daniel sudah duduk disampingnya.


“sejak kapan aku tertidur…” tanya Sarah sambil memegang kepalanya yang masih memakai handuk.


Daniel menggelengkan kepalanya “mungkin kamu kelelahan sayang… “ Daniel mengambil bingkai foto ditangan Sarah dan meletakkannya dimeja sebelah tempat tidur.


Mata Sarah tertuju pada bingkai foto itu, seingat Sarah bukan gambar itu yang dilihatnya tadi.


“aku rasa gambarnya berubah.”


“gambar mana??” Daniel menjawab sambil melihat kearah tatapan mata Sarah.


“kamu yakin??” tanya Daniel balik


“aku melihat foto aku bersamamu


dan ketika itu rambutku pendek seleher.” Sarah menjelaskan dengan penuh


“bukankah dari awal kita bertemu


dan sampai sekarang kamu selalu berambut panjang??” Daniel menjawab dengan ragu


– ragu.


Sarah memutar bola matanya, hatinya sangat kesal ketika apa yang dikatakannya tidak dipercayai lawan


bicaranya.  “jelas – jelas bukan foto yang ini…” Sarah berkeras dengan pemikirannya.


“baiklah, kemudian setelah itu apa yang terjadi??” tanya Daniel.


“kepala ku rasanya berat dan pusing, setelah itu aku tidak sadarkan diri.” jelas Sarah.


“bagaimana jika kita kedokter sayang? Mungkin kamu kelelahan.”

__ADS_1


Sarah menepis tangan Daniel yang memegang pinggangnya. “ tidak.. aku yakin tidak sedang bermimpi.” Sarah melihat lagi fotonya, kenapa foto ini bisa menjadi foto mereka berdua ketika acara peresmian kerja sama perusahaan Long dan Li pada hari pernikahan mereka??


“bagaimana jika kita makan siang.. mama sudah masak banyak untuk kita.”


Sarah menatap Daniel Long dengan tajam, ia kesal karena pria ini tidak mempercayai perkataannya.


Daniel duduk dihadapan Sarah. “sayang… aku minta maaf jika aku membuatmu marah. Apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak marah lagi??”


Sarah menyingkirkan tangan Daniel dipangkuannya. Kemudian berjalan keruangan ganti pakaian. Sarah yang tadi melihat hanya ada pakaian Daniel diruangan ini, sekarang sudah ada pakaian wanita dengan ukuran dirinya.


“kapan semua pakaian ini ada disini??”


“siapa yang menyusun semua pakaian ini?”


“apa jangan – jangan. Aku yang terlalu lelah sehingga melupakan hal yang sudah terjadi pada diriku???


Sarah bicara dengan dirinya sendiri. Ia memiringkan kepalanya. Mempertanyakan semua kemungkinan yang terjadi pada dirinya.


Daniel mengetuk pintu ruangan pakaian sambil berkata “sayang, kamu sudah selesai? Semua orang sudah berkumpul untuk makan siang.”


“ya… aku segera selesai…” jawab Sarah dengan gerakan cepat melepaskan handuk yang ada dikepalanya kemudian berpakaian dengan cepat. Rambut panjangnya yang masih lembab dibiarkannya tergerai agar lebih cepat kering.


Daniel menyilangkan tangannya menunggu Sarah dipintu ruangan ganti. Kaos putih yang digunakan Daniel terlihat pas ditubuhnya, menonjolkan otot tubuhnya yang kekar. Celana pendek selutut yang selalu digunakannya ketika dirumah. Kaos dan celana pendek adalah pakaian kebesaran Daniel ketika dalam kondisi santai.


Sarah dengan cepat menyisir rambutnya dan keluar dari dalam ruangan pakaian.


“sudah siap, mari kita makan.” Sarah Li keluar dengan dress tanpa lengan dengan panjang baju selutut. Warna


kuning cerah dengan motif kain berenda membuat Sarah terlihat sangat feminim.


Daniel melihat Sarah dari atas kebawah dan mengulangi lagi melihatnya dari bawah keatas. Sarah memang terlihat cantik dimata Daniel, tapi ketika wanita ini memakai gaun menurut Daniel Sarah terlihat sempurna. Senyum diwajah Daniel sambil menatap Sarah membuat Sarah jadi salah tingkah.


“apa ada yang salah??” tanya Sarah sambil melihat pakaiannya


“tidak… istriku selalu tampil sempurna.. mari kita makan.” kata Daniel sambil merangkul Sarah.


Sarah melihat Daniel, senyum diwajah pria ini tidak berhenti bahkan ketika mereka menuruni anak tangga.

__ADS_1


Mereka makan bersama dan bergembira sepanjang hari. Melupakan semua hal buruk yang terjadi pada mereka.


__ADS_2