Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 198


__ADS_3

David menerima panggilan lagi dari anggotanya. Dia hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya dengan kencang, wajah kesal tidak bisa disembunyikanya. Matanya menatap kesemua orang satu persatu yang memiliki pancaran mata berharap berita baik yang akan mereka terima. Hatinya mulai takut menyampaikan berita baru saja didengarkannya.


"hmmm mmh...." David menghela nafas. Bahkan salah satu pekerjaan yang pernah dijalaninya adalah sebagai pejabat kemanan negara, ketika dihadapkan dengan masalah keluarga ia menjadi sangat berhati  - hati. Semua orang yang ada dihadapannya sekarang belum sembuh dari luka lama, mendapat luka yang baru apa mereka sanggup.... batin David berdebat dengan dirinya sendiri.


"bagaimana dengan mereka??? " tanya Mayleen degan cemas


David menghela nafas dan kemudian berkata dengan hati - hati.


"mobil yang membawa mereka.... " David menarik nafas sebelum melanjutkan perkataannya


"mengalami.... kecelakaan dan sekarang sedang berusaha dipadamkan oleh petugas..... pemadam kebakaran....."


Begitu selesai mendengar David bicara Mayleen hampir kehilangan kesadaran. Sedangkan Sisca Li kehilangan kekuatan pada kakinya untuk menopang berat badannya. Jackie dengan cepat menopang tubuh istrinya dan membawanya duduk.


"kenapa langit begitu kejam kepada keluarga kita..... aku masih belum sanggup menerima kehilangan putri ku. Yang jika dikatakan meninggal ia tidak memiliki makam. Jika dikatakan masih hidup,,, aku juga tidak tahu dimana dia sekarang..."  Mayleen meratapi nasib keluarganya. Mereka memliki segalanya, tapi kenapa tidak bisa hidup dengan tenang dari dahulu sampai sekarang.


"jangan begitu istriku, apa yang terjadi kepada kita pasti ada hikmahnya...." Andy Li mendekati istrinya dan merangkulnya


"apanya yang jangan begitu..... harusnya aku yang berkata... nasib  jangan begitu kejam kepada kita...." teriak Mayleen sambil menangis tersedu -sedu.


"rasa sakitku, masih belum hilang. Ditambah kehilangan kedua cucuku. Aku harus apa.... aku harus apa....." Mayleen memukul - mukul dadanya yang merasa sesak dengan semua hal yang terjadi padanya.

__ADS_1


"tenanglah istriku....." Mata Andy Li mulai berkaca - kaca, ia paham kenapa istrinya tidak sanggup menghadapi semuanya. Sebenarnya mereka pun sama, hanya saja sebagai seorang pria, Andy Li harus terlihat lebuh kuat.


Semua orang menangis dan bersedih, tapi tidak dengan Daniel. Tiba - tiba jantungnya berdetak dengan sangat cepat dan darahnya berderis dengan cepat. Ia mengenali perasaan seperti ini. Perasaan yang hanya terjadi ketika ia bersama dengan Sarah Li.


Daniel berputar melihat kearah sekitarnya, sama sekali tidak ada energi dari Sarah Li. Apakah kali ini perasaannya yang salah?? Atau ia sedang dalam perasaan rindu yang mendalam terhadap Sarah Li??


Daniel menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin seperti ini, bertahun - tahun ia merasakan kerinduan, dan tidak pernah sama sekali seperti ini. Kali ini benar - benar berbeda. Ia sangat yakin. Tidak salah lagi....


"mami,,,,,,," teriakan dari kedua anak Sisca Li membuat mata mereka tertuju kearah pintu gerbang kompleks perumahan mereka. Mereka berdua berlari sambil bergandengan tangan. Mobil sedan berwarna merah yang mengantar mereka menaikkan kaca mobilnya bertepatan ketika mereka berlari mendekat kearah anak - anak.


Detak jatung Daniel semakin cepat, tapi ia tidak bisa menebak siapa orang didalam mobil karena kacanya yang gelap.


"anak ku....." Sisca Li memeluk mereka dengan kuat menangis dengan penuh kegembiraan. Akhirnya apa yang ditakutkannya tidak terjadi sama sekali,


"mana dia....." tanya Sisca Li melihat kearah belakang dan mobil merah itu langsung jalan meninggal mereka. Daniel dengan cepat masuk kedalam mobil sportnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Mereka semua terkejut melihat perbuatan Daniel seolah sedang mengejar seorang penjahat.


Pengemudi sedan merah itu merasa kalau ia sedang diikuti oleh seseorang, ia melihat kaca spion dan tersenyum tipis. Kemudian ia menekan gas lebih dalam dan kecepatan mobil pun bertambah. Mereka saling mengebut ditengan jalanan. Untungnya malam ini adalah tahun baru, tidak banyak orang berada dijalanan. Semua orang lebih memilih berkumpul dengan keluarga karena cuaca yang akan sangat dingin malam ini.


Saat berada dijalanan yang sepi, mobil sedan itu masuk kedalam lubang cahaya dan menghilang seoah menghilang dari permukaan bumi. Daniel tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan kemudian ia mengedipkan dan mengusap kedua matanya berkali - kali. Siapa orang itu, benar  - benar membuatnya penasaran. Daniel melihat kearah sekeliling, hutan dan tidak ada tanda - tanda orang tinggal didaerah ini.


Daniel terdiam melihat suasana disekitarnya, sangan familiar. Walau sudah banyak berubah, tapi ia mengenali bukit ini adalah bukit kenangan yang sudah lama tidak didatanginya. Daniel turun dari dalam mobil dan melihat kearah sekitarnya. Ia segera mengeluarkan ponselnya memerintahkan orangnya untuk datang kelokasinya saat ini  dan mencari keberadaan seseorang yang mungkin dicurigainya.

__ADS_1


Tidak perlu waktu lama,  3 mobil mpv segera sampai dan anggota Daniel turun sebanyak 10 orang lebih.  Daniel meminta mereka berpencar untuk menelusuri bukit kenangan ini.


"jika ada hal yang mencurigakan, segera hubungi aku." perintah Daniel. Anggota Daniel dengan jacket tebal menelusuri kedalam hutan mencari keberadaan seseorang yang tidak diketahui oleh mereka. Yang mereka ketahui adalah mencari seseorang yang tidak mereka ketahui bagaimana wujudnya.


Hampir satu jam mereka berkeliling dan tidak menemukan hasil apapun. Suhu semakin dingin dan Daniel memutuskan mengakhiri pencariannya dengan team nya. Ketika dijalan, menuruni bukit, jantung Daniel kembali berdetak dengan cepat dan darahnya berdesir tidak karuan. Daniel menghentikan langkahnya dan melihat kearah belakang. Sesuatu yang tidak bisa dilihat mata kepalanya, tapi ia merasa ada seseorang yang berdiri tepat dihadapannya.


Apa dan siapa??? Daniel juga tidak tahu.


Baik atau buruk?? Danie pun tidak bisa memastikannya.


Daniel menjulurkan tangannya seolah ingin menyentuh sesuatu dihadapannya, ia merasakan hangat. Karena merasa tidak percaya dengan apa yang dirasakan tangannya, ia membuka sarung tangan kulit yang digunakannnya. Cuaca yang sangat dingin mendekati minus tapi ada rasa hangat ketika ia menjulurkan tangannya.


"pak... apa terjadi sesuatu???" tanya salah satu pengawalnya


Daniel masih diam dan merasakan hawa panas itu menjalar sampai kedalam hatinya. Ia menjadi tenang dan damai untuk sesaat. Seketika semua itu hilang dalam hitungan detik. Ia tidak merasakan apapun lagi, hanya hawa dingin yang semakin menusuk jari tangannya.


Daniel meraba dan maju selangkah kedepan, berusaha mendapatkan kehangatan yang sama, tapi sia - sia saja. Tidak terjadi apapun dan tidak ada rasa apapun. Kenapa semua ini?? Apa alam sedang bermain - main dengan perasaannya.


Mata Daniel melirik kearah kanan. Semua anggotanya juga. Mereka merasa ada yang mengintai mereka dari arah sebelah kanan. Sesuatu yang kuat dan mengancam. Mereka segera mengelilingi Daniel untuk melindunginya. Semak - semak dihutan itu bergoyang dan terdengar seperti suara seretan langkah sedang mendekat. Dan mereka pun segera bersiap dengan kemunculan makhluk yang ada dihadapannya.


Seekor ular besar berwarna hijau muda terlihat dihadapan mereka. Dan mereka saling berhadapan sekarang. Semua orang bernafas lega, tidak ada sesuatu yang membahayakan terjadi. Mereka pun segera turun meninggalkan bukit kenangan itu.

__ADS_1


Daniel menoleh kebelakang ketika sedang berjalan dan ia melihat ular itu sudah meghilang dalam gelapnya malam dihutan itu.


__ADS_2