
Ini pertama kalinya Sarah bersikap seperti ini.
Baginya sangat memalukan bersikap tidak profesional. Sarah memperhatikan jari tangannya
dan tidak bergerak sama sekali. Kelopak matanya sudah dipenuhi air mata, satu
kedipan mata semua air matanya jatuh ke pipinya.
“tidak masalah, mungkin terlalu banyak beban
pekerjaan ditanganmu. Pembagian pekerjaan bukan karena kamu tidak mampu, tapi
untuk membagi taggung jawab. Papa tahu satu bulan belakangan ini kamu sangat
sibuk mengganti pekerjaan kedua saudara mu. Belum lagi kamu harus mengerjakan
pekerjaan mu yang menumpuk.”
“papa pasti kecewa padaku.” mata Sarah berkaca –
kaca mengatakan hal itu sambil menaikkan pandangannya.
“bu….”
Andy Li belum selesai berbicara, Sarah Li berdiri
dari tempat duduknya kemudian mundur satu langkah dan membungkukkan tubuhnya.
“maaf sudah mengecewakan Direktur Utama Li dan
Direktur Utama Long. Saya akan mengkoreksi diri terlebih dahulu. Terima kasih
atas kepercayaan kalian berdua selama ini.” Sarah kemudian mengangkat kepalanya
dan undur diri dari ruangan Andy Li dalam satu kedipan mata sudah menghilang
dari pandangan mereka semua.
Peristiwa itu sangat tiba – tiba terjadi membuat
semua orang yang ada diruangan membeku sejenak. Sama halnya dengan Sarah yang
merasa kecewa dengan performansi dirinya yang buruk. Bagi keluarga Li, ini
adalah pertama kali melihata Sarah menangis setelah sekian lama. Sarah yang
berkepribadian baja, dia tidak pernah terlihat bersedih. Bahkan jika ada orang
yang menangis dihadapannya menceritakan peristiwa menyedihkan, ia tidak akan
terpengaruh dengan orang tersebut. Wajahnya akan datar seperti biasa.
“Adik kecil melakukan teleportasi, apa tidak
masalah. Persentase gagal melakukan teleportasinya sangat tinggi. Apa lagi dia
baru saja sembuh.” Serena menggigit bibirnya sambil berjalan kesana kemari
memikirkan kemana Sarah Li pergi.
“dia masih ada digedung ini. Dilantai paling
atas.” jawab Daniel Long melihat kearah atas.
Andy Li tidak jadi menggunakan energinya untuk
melacak keberadaan anak ketiganya. “kamu yakin??” tanya Andy Li lagi.
“om periksa saja cctv kantor.” kata Daniel sambil
memijat keningnya.
Andy Li segera menghubungi bagian keamanan dan
menanyakan apakah ada Sarah Li di atap gedung. Setelah mendapatkan jawabannya,
Andy Li bisa bernafas dengan lega. Andy Li menatap kedua putrinya sambil
mengangguk, memberikan info bahwa perkataan Daniel Long benar adanya.
“kamu bisa dengan cepat mengetahui keberadaannya,
klan naga benar – benar berbeda.” Serena mengacungkan jari jempolnya kepada
calon adik iparnya itu.
Sisca menyenggol Serena yang berbicara tidak
sopan kepada salah satu investor terbesar pada perusahaan Li dan juga merupakan
__ADS_1
calon adik ipar mereka.
Daniel melihat jam tangannya sudah menunjukkan
jam 6 sore, “papa dan kakak pulang saja dulu. Aku akan menjaganya disini.” kata
Daniel
“tapi bukan kah….”
“tidak masalah. Aku akan menghubungi kedua orang
tuaku, kalau kami berdua akan datang terlambat. Karena bagaimana pun juga ini
adalah kesalahanku. Lanjutkan saja acaranya walau tanpa kami berdua” Wajah
sedih tidak bisa disembunyikan Daniel.
“apa yang terjadi?? “ Sisca bertanya sambil duduk
dikursi yang tadi di duduki oleh Sarah sambil menatap Daniel.
“aku mungkin terlalu keras ketika berbicara
dengannya. Mungkin dia belum terbiasa dengan diriku yang seperti ini.” Daniel
mengaitkan jari tangannya sambil menatap Sisca.
“adik kami biasanya tidak akan terpengaruh dengan
hal seperti ini. Negosiasi berat dan bertemu dengan orang dengan karakter yang
keras bagaimanapun biasanya dia tidak pernah seperti ini. Sepertinya memang
kamu benar, adik kedua belum bisa memisahkan perasaan pribadi dengan urusan
perusahaan. Untuk sementara, masalah kerja sama kita akan kami berdua yang
menanganinya. Apakah tidak masalah?” tanya Sisca dengan hati – hati.
“tidak masalah kakak ipar, bagaimana pun hubungan
kita akan segera resmi menjadi satu keluarga. Mungkin aku dan calon istriku
perlu banyak belajar dari kalian semua yang lebih berpengalaman.”
“baiklah jika demikian, kami akan menitipkan adik
Long dan kemudian bersama papa dan kakaknya pergi keluar dari ruangan Andy Li.
Daniel mengikuti mereka dengan berjalan dibelakang. Diluar ruangan Andy Li,
Nana dan James masih berdiri menunggu.
“Nana, kamu pulang saja lebih dulu. Sarah Li
masih ada urusan didalam.” Sisca berbicara kepada Nana yang berusaha melihat
kearah dalam ruangan Andy Li.
Kenapa Sarah tidak ikut keluar bersama mereka
semua. Batin Nana bergejolak ingin mengetahui apa yang terjadi didalam sana.
Karena Sisca Li sudah mengatakan hal itu. Nana
menganggukkan kepalanya dan ketika hendak berjalan keruangannya keruangannya
untuk bersiap pulang. Perkataan Daniel menghentikan langkah kakiknya.
“james, bantu antar nona Nana pulang kerumah.”
kata Daniel kepada James.
“tidak.. perlu pak. Saya bisa pulang sendiri “
Nana menjadi sungkan karena perkataan Daniel, dalam hatinya berkata, mungkin
karena Daniel ingin menebus kesalahannya yang tadi.
“tidak masalah, bukan kah rumah kalian satu
arah??” Daniel menaikkan alisnya menatap James.
James ikut menaikkan alisnya, dalam hatinya
menanyakan kepada Daniel apa maksud perkataanya kali ini. Mereka berdua melakukan
telepati satu sama lain
__ADS_1
Daniel hanya mengatakan kerjakan yang aku
katakan. Tidak ada pilihan bagi James selain melaksanakan perintah atasannya.
“rumah nona ada di jalan bunga?” tanya James
dengan canggung.
Nana membesarkan matanya, dari mana pria ini
mengetahui alamat rumahnya. Melihat mereka berdua sudah terlibat pembicaraan,
Daniel berkata
“begitu saja, kami permisi dulu.” Daniel bicara
sambil meninggalkan Nana dan James yang sedang berbicara.
Keluarga Li dan Daniel Long berpisah dipintu
lift. Daniel naik ke lantai 30 gedung itu.
Daniel sampai dilantai 30. Sarah Li berdiri di
pembatas kaca melihat kearah gedung yang disekitarnya. Mobil – mobil yang
berjalan, orang yang terlihat sangat kecil dari lantai atas sini. Sarah
menghapus air matanya yang masih belum bisa berhenti mengalir di pipinya. Baru
kali ini ia merasakan apa yang namanya sakit hati dan merasakan bagaimana
rasanya mengecewakan perasaan banyak orang.
Daniel berdiri melihat Sarah dari kejauhan, Sarah
sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan Daniel yang ada didekatnya.
Matahari mulai mengeluarkan sinar jingganya. Ia akan beristirahat dan bulan
akan menggantikan posisinya sebentar lagi.
Sarah Li menarik nafas panjang kemudian berteriak
dengan kuat “sialan kamu Daniel Long. “
“kenapa harus kamu…. Lihat saja, aku akan memberi
mu pelajaran. Pria batu”
Selesai berteriak nafasnya menjadi tidak
beraturan. Ia melampiaskan semua kekesalannya kepada dirinya dan Daniel
dengan berteriak kuat.
Daniel menaikkan alisnya mendengar semua umpatan
Sarah kepada dirinya. Wanita ini sebegitu benci kepada dirinya. Daniel dengan
sabar melihat Sarah melupakan semua kekesalannya.
Gelap malam mulai menyelimuti kota ini. Sarah
mulai merasa tenang ketika bintang sudah mulai betabur diatas kepalanya. Sarah
membalikkan tubuhnya dan melihat Daniel berada dibelakangnya, dengan wajah
dingin dan kedua tangannya yang terlipat didadanya.
Sarah terkejut melihat Daniel berdiri dengan
tenang. Jangan – jangan pria ini sudah mendengar semua perkataannya tadi. Sarah
mundur satu langkah melihat aura dingin Daniel Long.
Mendadak Sarah lupa bagaimana cara menelan
ludahnya sendiri. Pria ini sejak kapan datang? Benar – benar menyebalkan,
keberadaannya hanya membuat dirinya merasa bersalah saja.
Sarah menarik nafas dengan dalam sambil membuang
pandangannya dari Daniel. Jika bisa ia berhadap bisa menggunakan teleportasinya
sekarang, pasti pria ini pasti akan mengira dia akan berpikir ia melarikan diri
dari dirinya. Sarah tidak ingin terlihat seperti seorang pengecut. Ia berjalan
__ADS_1
dan berpura – pura tidak melihat Daniel Long yang ada dihadapannya.