Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 49


__ADS_3

Ini pertama kalinya Sarah bersikap seperti ini.


Baginya sangat memalukan bersikap tidak profesional. Sarah memperhatikan jari tangannya


dan tidak bergerak sama sekali. Kelopak matanya sudah dipenuhi air mata, satu


kedipan mata semua air matanya jatuh ke pipinya.


“tidak masalah, mungkin terlalu banyak beban


pekerjaan ditanganmu. Pembagian pekerjaan bukan karena kamu tidak mampu, tapi


untuk membagi taggung jawab. Papa tahu satu bulan belakangan ini kamu sangat


sibuk mengganti pekerjaan kedua saudara mu. Belum lagi kamu harus mengerjakan


pekerjaan mu yang menumpuk.”


“papa pasti kecewa padaku.” mata Sarah berkaca –


kaca mengatakan hal itu sambil menaikkan pandangannya.


“bu….”


Andy Li belum selesai berbicara, Sarah Li berdiri


dari tempat duduknya kemudian mundur satu langkah dan membungkukkan tubuhnya.


“maaf sudah mengecewakan Direktur Utama Li dan


Direktur Utama Long. Saya akan mengkoreksi diri terlebih dahulu. Terima kasih


atas kepercayaan kalian berdua selama ini.” Sarah kemudian mengangkat kepalanya


dan undur diri dari ruangan Andy Li dalam satu kedipan mata sudah menghilang


dari pandangan mereka semua.


Peristiwa itu sangat tiba – tiba terjadi membuat


semua orang yang ada diruangan membeku sejenak. Sama halnya dengan Sarah yang


merasa kecewa dengan performansi dirinya yang buruk. Bagi keluarga Li, ini


adalah pertama kali melihata Sarah menangis setelah sekian lama. Sarah yang


berkepribadian baja, dia tidak pernah terlihat bersedih. Bahkan jika ada orang


yang menangis dihadapannya menceritakan peristiwa menyedihkan, ia tidak akan


terpengaruh dengan orang tersebut. Wajahnya akan datar seperti biasa.


“Adik kecil melakukan teleportasi, apa tidak


masalah. Persentase gagal melakukan teleportasinya sangat tinggi. Apa lagi dia


baru saja sembuh.” Serena menggigit bibirnya sambil berjalan kesana kemari


memikirkan kemana Sarah Li pergi.


“dia masih ada digedung ini. Dilantai paling


atas.” jawab Daniel Long melihat kearah atas.


Andy Li tidak jadi menggunakan energinya untuk


melacak keberadaan anak ketiganya. “kamu yakin??” tanya Andy Li lagi.


“om periksa saja cctv kantor.” kata Daniel sambil


memijat keningnya.


Andy Li segera menghubungi bagian keamanan dan


menanyakan apakah ada Sarah Li di atap gedung. Setelah mendapatkan jawabannya,


Andy Li bisa bernafas dengan lega. Andy Li menatap kedua putrinya sambil


mengangguk, memberikan info bahwa perkataan Daniel Long benar adanya.


“kamu bisa dengan cepat mengetahui keberadaannya,


klan naga benar – benar berbeda.” Serena mengacungkan jari jempolnya kepada


calon adik iparnya itu.


Sisca menyenggol Serena yang berbicara tidak


sopan kepada salah satu investor terbesar pada perusahaan Li dan juga merupakan

__ADS_1


calon adik ipar mereka.


Daniel melihat jam tangannya sudah menunjukkan


jam 6 sore, “papa dan kakak pulang saja dulu. Aku akan menjaganya disini.” kata


Daniel


“tapi bukan kah….”


“tidak masalah. Aku akan menghubungi kedua orang


tuaku, kalau kami berdua akan datang terlambat. Karena bagaimana pun juga ini


adalah kesalahanku. Lanjutkan saja acaranya walau tanpa kami berdua” Wajah


sedih tidak bisa disembunyikan Daniel.


“apa yang terjadi?? “ Sisca bertanya sambil duduk


dikursi yang tadi di duduki oleh Sarah sambil menatap Daniel.


“aku mungkin terlalu keras ketika berbicara


dengannya. Mungkin dia belum terbiasa dengan diriku yang seperti ini.” Daniel


mengaitkan jari tangannya sambil menatap Sisca.


“adik kami biasanya tidak akan terpengaruh dengan


hal seperti ini. Negosiasi berat dan bertemu dengan orang dengan karakter yang


keras bagaimanapun biasanya dia tidak pernah seperti ini. Sepertinya memang


kamu benar, adik kedua belum bisa memisahkan perasaan pribadi dengan urusan


perusahaan. Untuk sementara, masalah kerja sama kita akan kami berdua yang


menanganinya. Apakah tidak masalah?” tanya Sisca dengan hati – hati.


“tidak masalah kakak ipar, bagaimana pun hubungan


kita akan segera resmi menjadi satu keluarga. Mungkin aku dan calon istriku


perlu banyak belajar dari kalian semua yang lebih berpengalaman.”


“baiklah jika demikian, kami akan menitipkan adik


Long dan kemudian bersama papa dan kakaknya pergi keluar dari ruangan Andy Li.


Daniel mengikuti mereka dengan berjalan dibelakang. Diluar ruangan Andy Li,


Nana dan James masih berdiri menunggu.


“Nana, kamu pulang saja lebih dulu. Sarah Li


masih ada urusan didalam.” Sisca berbicara kepada Nana yang berusaha melihat


kearah dalam ruangan Andy Li.


Kenapa Sarah tidak ikut keluar bersama mereka


semua. Batin Nana bergejolak ingin mengetahui apa yang terjadi didalam sana.


Karena Sisca Li sudah mengatakan hal itu. Nana


menganggukkan kepalanya dan ketika hendak berjalan keruangannya keruangannya


untuk bersiap pulang. Perkataan Daniel menghentikan langkah kakiknya.


“james, bantu antar nona Nana pulang kerumah.”


kata Daniel kepada James.


“tidak.. perlu pak. Saya bisa pulang sendiri “


Nana menjadi sungkan karena perkataan Daniel, dalam hatinya berkata, mungkin


karena Daniel ingin menebus kesalahannya yang tadi.


“tidak masalah, bukan kah rumah kalian satu


arah??” Daniel menaikkan alisnya menatap James.


James ikut menaikkan alisnya, dalam hatinya


menanyakan kepada Daniel apa maksud perkataanya kali ini. Mereka berdua melakukan


telepati satu sama lain

__ADS_1


Daniel hanya mengatakan kerjakan yang aku


katakan. Tidak ada pilihan bagi James selain melaksanakan perintah atasannya.


“rumah nona ada di jalan bunga?” tanya James


dengan canggung.


Nana membesarkan matanya, dari mana pria ini


mengetahui alamat rumahnya. Melihat mereka berdua sudah terlibat pembicaraan,


Daniel berkata


“begitu saja, kami permisi dulu.” Daniel bicara


sambil meninggalkan Nana dan James yang sedang berbicara.


Keluarga Li dan Daniel Long berpisah dipintu


lift. Daniel naik ke lantai 30 gedung itu.


Daniel sampai dilantai 30. Sarah Li berdiri di


pembatas kaca melihat kearah gedung yang disekitarnya. Mobil – mobil yang


berjalan, orang yang terlihat sangat kecil dari lantai atas sini. Sarah


menghapus air matanya yang masih belum bisa berhenti mengalir di pipinya. Baru


kali ini ia merasakan apa yang namanya sakit hati dan merasakan bagaimana


rasanya mengecewakan perasaan banyak orang.


Daniel berdiri melihat Sarah dari kejauhan, Sarah


sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan Daniel yang ada didekatnya.


Matahari mulai mengeluarkan sinar jingganya. Ia akan beristirahat dan bulan


akan menggantikan posisinya sebentar lagi.


Sarah Li menarik nafas panjang kemudian berteriak


dengan kuat “sialan kamu Daniel Long. “


“kenapa harus kamu…. Lihat saja, aku akan memberi


mu pelajaran. Pria batu”


Selesai berteriak nafasnya menjadi tidak


beraturan. Ia melampiaskan semua kekesalannya  kepada dirinya dan Daniel


dengan berteriak kuat.


Daniel menaikkan alisnya mendengar semua umpatan


Sarah kepada dirinya. Wanita ini sebegitu benci kepada dirinya. Daniel dengan


sabar melihat Sarah melupakan semua kekesalannya.


Gelap malam mulai menyelimuti kota ini. Sarah


mulai merasa tenang ketika bintang sudah mulai betabur diatas kepalanya. Sarah


membalikkan tubuhnya dan melihat Daniel berada dibelakangnya, dengan wajah


dingin dan kedua tangannya yang terlipat didadanya.


Sarah terkejut melihat Daniel berdiri dengan


tenang. Jangan – jangan pria ini sudah mendengar semua perkataannya tadi. Sarah


mundur satu langkah melihat aura dingin Daniel Long.


Mendadak Sarah lupa bagaimana cara menelan


ludahnya sendiri. Pria ini sejak kapan datang? Benar – benar menyebalkan,


keberadaannya hanya membuat dirinya merasa bersalah saja.


Sarah menarik nafas dengan dalam sambil membuang


pandangannya dari Daniel. Jika bisa ia berhadap bisa menggunakan teleportasinya


sekarang, pasti pria ini pasti akan mengira dia akan berpikir ia melarikan diri


dari dirinya. Sarah tidak ingin terlihat seperti seorang pengecut. Ia berjalan

__ADS_1


dan berpura – pura tidak melihat Daniel Long yang ada dihadapannya.


__ADS_2