Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 179


__ADS_3

Daniel selesai menyanyikan lagunya dan lampu kembali menyala. Daniel masih duduk didepan piano.


“wanita ku sangat kesal kepadaku karena menurutnya aku melupakan hari yang sangat penting bagi kami. Hari ini 3 tahun yang lalu kami menikah dan di kira aku melupakan semuanya. Karena dia kesal kepadaku, setiap wanita yang mendekatiku pasti akan membuatnya kesal.”


Daniel berdiri dan memanggil Sisca Li dan sepupu Sarah disampingnya.


“ini adalah Sisca Li, wakil direktur perusahaan Li dan wanita ini adalah sepupunya. Ia adalah model terkenal


dinegara ini. Aku hanya memiliki hubungan bisnis dengan mereka dan tidak ada niat memberikan hatiku kepada orang lain. Karena nona Sisca Li sudah menikah, dan nona model ini sepertinya akan segera bertunangan. Sedangkan aku... sudah ada kamu yang sangat aku cintai. Maaf, bukan melupakan hari ini hanya saja aku


ingin  memberikan kejutan setelah acara ini selesai.”


Sarah merasa malu karena Daniel berbicara seperti ini di depan banyak orang, ia seolah membuat kesan Sarah


adalah wanita pecemburu yang tidak bisa menempatkan perasaannya. Apalagi dalam acara formal seperti  ini.


 “Shuwan... aku mencintaimu...” Daniel mengembangkan tangannya sambil berdiri dan berjalan kearah Sarah Li.


 Shuwan.... sepertinya nama in familiar, Sarah baru menyadari kebodohannya marah dengan nama barunya sendiri.  Sangat memalukan... sangat memalukan..


“sudah sadar dimana letak salahnya...”


Sarah mengangguk kan kepalanya pelan. "apa semua ini idemu.. Aku sangat malu. Bagaimana jika suatu hari aku kembali ke negara ini dan berjumpa dengan mereka mau letak dimana wajahku.... " Sarah terdiam sejenak.. Ada yang salah lagi. Suaranya terdengar sangat keras di ruangan ini.


"maaf sayang, aku sedang melepaskan microphone ini... "


Sarah menyembunyikan wajahnya, ia sangat malu. Pantas saja tadi Daniel terlihat sibuk memasukkan tangannya kedalam saku coat nya. Ternyata ingin melepaskan microphone yang terpasang didada nya.


Daniel menyerah kan microphone kepada pengawalnya dan kemudian memeluk Sarah dengan erat. "aku mencintaimu.... " Bisikan Daniel kali ini terasa berbeda. Ada rasa kasar di pipi Sarah ketika pria ini mencium pipinya.

__ADS_1


 Sarah memegang pipi Daniel. Pria ini biasanya selalu mulus tanpa bulu. Kini ia harus beradaptasi dengan bulu kasar dipipi dan dagunya.


"aku belum terbiasa... " bisik Sarah sambil tersenyum. Lebih tepatnya terpaksa tersenyum karena semua


mata menatap dirinya dan Daniel.


Sisca Li datang mendekat kearah kedua pasangan ini sambil membawa bucket bunga dan menyerahkannya kepada Sarah.


"nona Shuwan, maafkan jika ada sikap ku yang membuat Anda marah. Seharusnya kami sebagai tuan rumah menyambut anda dengan sangat baik. Tapi malah membuat Anda kesal. Mungkin kita belum berkenalan dengan resmi. Saya adalah putri pertama dari bapak Andy Li dan nyonya Mayleen"


Sarah menerima menerima bucket bunga dari Sisca Li. Mata Sarah Li berkaca - kaca melihat kakak kandungnya. Saudara serasa orang asing. Rasanya sangat sakit. Berkali - kali mereka mengganti identitas. Kali ini benar-benar berbeda, ia merasa harus menjaga jarak dengan kakak kandung nya. Kakak yang sangat dicintainya.


 "maaf.... " Sarah tidak sanggup berbicara. Hatinya terlalu sakit saat ini. Sepatah katapun tidak sanggup diucapkan nya. Sarah memeluk Daniel dan menyembunyikan wajahnya didada nya. Mengeluarkan rasa sesak didalam dadanya. Daniel mengusap pundak Sarah dengan perlahan.


 "maaf nona Sisca Li, istriku sangat malu. Salahku karena tidak menjelaskan hubungan kalian sebelumnya. " Daniel semakin erat memeluk Sarah Li.


permisi dulu nona Shuwan dan tuan Hendry. "


 Tangisan Sarah semakin pecah. Rasanya ia tidak sanggup menjalani hidup seperti ini. Kenapa hal seperti ini


harus dihadapinya. Ia tidak menginginkan kehidupan yang seperti ini.


"sudahlah... tenagkan dirimu.... aku mencintaimu... bertahanlah dengan semua perasaan cinta itu. Tidak lama lagi kita akan menyelesaikan semuanya. Percayalah padaku."


 Sarah mengangguk dengan cepat. Pengawal wanita Sarah memberikan air mineral kepada Sarah dan menyerahkan bucket bunga kepadanya. Setelah minum.... Sarah menjadi lebih tenang. Daniel mengusap air mata di pipi Sarah. Dan membawanya keluar dari ruangan pertemuan.


Di lobby hotel Sarah menenangkan dirinya. Matanya tertetuju pada lukisan hitam putih. Itu adalah gambar dirinya. Dibawah lukisan ada tulisan. "kami akan selalu mencintaimu"


 Kesedihan Sarah semakin memuncak. Mata Sarah tidak bisa lepas dari lukisan dirinya semua hal terbayang dimatanya. Salah seorang pegawai hotel mendekati Sarah yang terlihat mencolok dari puuhan orang yang datang di hotel pada hari ini, hanya dirinya yang menatap lukisan Sarah Li nyaris tanpa berkedip.

__ADS_1


“ada yang bisa dibantu nona??”


 Sarah melihat pegawai hotel itu yang mengenakan pakaian seragam hotel yang berwarna hitam dan putih. Sarah mengenalinya sebagai resepsionis hotel miliknya. Sarah menaikkan kaca matanya ketika ia melihat pegawai hotel miliknya, agar mereka tidak mengenalinya. Sarah kembali melihat lukisan dan pura – pura bertanya kepada pegawai tersebut dan berpura – pura tidak memahami apa yang dikatakan wanita itu.


Pengawal Sarah mendekat dan Sarah bertanya kepadanya kemudian menjadi fasilitator Sarah berbicara dengan pegawai


itu


 “siapa dia??”


“dia adalah pemilik hotel kami. Nona ketiga Li adalah orang yang tegas dan keras dalam kerjaan, tapi sangat ramah dan berhati baik. Sayangnya pemilik hotel kami harus meninggal diusia yang masih muda. Lukisan ini adalah sebagai bukti kalau kami akan menjaga hotel kesayangannya dengan baik.”


“ooh...” Sarah menganggukkan kepalanya dan melihat pegawai wanita itu. Ia ingin memastikan apakah ia mengingat dirinya sebagai Sarah li atau tidak.


“apakah anda menginap dihotel ini??”


Sarah menatap pengawalnya dan kemudian pengawalnya menjelaskan kepada pengawai itu kalau Sarah adalah salah satu peserta dalam pertemuan yang ada diballroom. Sarah mengatakan kalau dia akan menunggu didalam


mobil. Ia berpapasan dengan Serena Li dan Chandra. Rasa sesak didada  semakin menjadi. Ia tidak bisa lagi berpura – pura menjadi kuat seperti sekarang.


Sarah masuk kedalam mobil dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia mengeluarkan semua perasaan sedihnya. Baru 2 jam dia disini tapi rasanya sudah sangat lama. Suara ponsel berdering dan pengawal Sarah memberikan kepadanya “nona Shuwan, suami anda menghubungi...” katanya sambil memberikan bucket bunga yang diterimanya tadi dari Sisca Li.


“YA...” jawab Sarah.


“aku akan segera masuk kedalam mobil, tunggu aku sebentar” “hmm...mmh...” Sarah mematikan ponselnya dan menerima bucket bunga dan ada kartu ucapan didalam bunga yang diterimanya.


‘kepada adikku tersayang, selamat datang kembali. Semoga kehidupan kita lebih baik dari sebelumnya dan kebahagiaan selalu datang dalam kehidupanmu’


Sarah tersenyum membaca kartu ucapan dari kakak pertama. Semoga setelah kembalinya mereka dapat mengatasi semua masalah yang datang dalam kehidupan mereka.

__ADS_1


__ADS_2