Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 39


__ADS_3

Sisa 2 hari liburan dipulau pribadi milik


keluarga Long dihabiskan Sarah dengan tidur. Ia bisa mendengarkan semua orang


yang berbicara kepadanya, merespon pembicaraan mereka. Tapi tidak bisa membuka


matanya. Seluruh anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan dengan bebas.


Setiap makan ia akan disuapi oleh saudara


perempuannya, terkadang dengan mama dan Huanran, dan sesekali oleh Daniel. Hari


ini adalah jadwal kembali kerumah. Sisca membantu Sarah merapikan koper


pakaiannya sambil berkata.


“liburan kali ini benar – benar menyenangkan.


Tidak ada buruknya untuk berlibur bersama lagi seperti ini ketika sedang


berbulan madu. Untung kami membatalkan perjalanan kami dan ikut bersama kalian.


Om David memberikan pilihan tempat berikutnya. Calon mertua mu sangat kaya adik


kecil. Pegunungan adalah tempat berlibur berikutnya. Bagaimana menurutmu?


Katanya itu akan menjadi tempat bulan madu kalian berdua. Dan kami juga akan


ikut bersama kalian.”


Sarah membuka matanya tapi masih belum bisa


menggerakkan anggota tubuhnya. Sarah mengedip – ngedipkan matanya.


“kakak pertama, bukan kah hari ini kita akan


pulang...”


“ya... kamu benar sekali. Kakak sedang


membereskan pakaianmu.”


“bagaimana dengan ku?” tanya Sarah


“ya tentu saja ikut dengan kami. Tidak mungkin


kami meninggalkanmu sendirian disini bersama dengan pelayan.” jawab Sisca


dengan santai sambil melipat pakaian Sarah.


“aku bahkan belum bisa menggerakkan anggota


tubuhku.”


“bukan kah kamu berkata ada aku yang akan


menggendong mu kemana pun kamu pergi?” jawab Daniel dengan santai ketika masuk


kedalam kamar sambil melihat Sarah yang sudah membuka matanya dan melihat


kearahnya.


“kapan aku mengatakannya?”  Sarah memutar


bola matanya dan menjatuhkan pandangannya ke arah jendela kamar


“kakak ipar, biar aku saja yang menyiapkannya.”


kata Daniel.


“sudah selesai biar Jackie yang membawakan untuk


kalian, kamu hanya perlu memastikan adik kecil kami baik – baik saja.” Sisca


berbicara sambil memiringkan wajahnya menatap Daniel yang berdiri dihadapannya.


“adik ipar, cincin pertunangan kalian sangat


bagus.”


Sarah mengerutkan keningnya menatap Jackie yang


sedang berbicara kepadannya.


“cincin? “ tanya Sarah


Serena duduk   ditempat tidur disebelah


adiknya, kemudian mengangkat tangannya “ini....”


Sarah terkejut melihat cincin bermata berwarna

__ADS_1


hijau zambrut sudah ada ditangannya. Kapan cincin ini dipakaikan dijarinya?


kenapa ia tidak mengetahuinya.


“apa aku melewatkan sesuatu?” tanya Sarah melihat


kearah Daniel dan Sisca secara bergantian.


“dua hari yang lalu, ketika secara resmi keluarga


Long berbicara dengan kedua orang tua kita. Cincin ini langsung dikenakan


dijari manismu.”


“tapi....” Sarah ingin berbicara tapi Daniel


terlihat mengawasinya. Ia takut salah bicara lagi, kemudian Daniel mengadukan


kepada kedua orang tuanya. Sarah menarik nafas panjang dan tidak jadi


melanjutkan perkataannya.


“kenapa?” tanya Daniel yang penasaran dengan


kelanjutan perkataan Sarah.


Sarah menarik nafas panjang. “aku... aku...”


“kalau kamu menyesal aku akan berbicara dengan


kedua orang tuaku.” kata Daniel sambil membuka lemari pakaian Sarah dan


mengambil jaket coklat panjang yang ada didalam lemarinya.


Sisca mencubit lengan Sarah. Ia tidak berharap


adiknya membuat kesalahan lagi.


Sarah membesarkan matanya memandang Sisca yang


mencubit lengannya.


“kenapa kamu begitu cepat mengambil kesimpulan?”


“kamu terlihat tidak senang, tentu saja semua


orang yang melihat sudah mengetahui arti sikapmu.”


Kenapa kamu tidak menanyakan dulu kepadaku sebelum membelikan cincin bermata


hijau ??” kata Sarah kesal sambil membesarkan matanya melihat Daniel.


“maaf sayang, cincin yang kamu kenakan adalah


cincin turun temurun dari keluarga Long. Jika kamu tidak menyukainya, tante


akan membelikan yang lain.”


Sarah membeku sesaat, betapa bodohnya dirinya


selalu terjebak dalam masalah yang sama. Berbicara dan selalu terdengar oleh


orang lain. Sepertinya bersama Daniel membuat dirinya menjadi sial.


“bukan begitu ma.... kata Sarah mencoba


mengklarifikasi perkataannya.


Daniel terseyum mengejek melihat Sarah yang


berdiri dibelakang kedua orang tuanya.


“maksudku tante, beberapa waktu yang lalu aku


sudah mengatakan kepada Daniel aku ingin dia melamarku dengan suasana yang


romantis dan cincin bermata ungu.” jawab Sarah sembarangan.


Huanran menyenggol perut putranya. “kenapa kamu


tidak mengatakan hal itu kepada kami?” Huanran membesarkan matanya menatap


putra tunggalnya.


“aku... a...” Daniel bingung harus menjawab apa.


Kali ini Sarah yang memenangkan keadaan sambil menaikkan alisnya menatap Daniel


yang sedang dihakimi mamanya sendiri.


“tidak apa – apa tante. Aku tidak ingin

__ADS_1


menyusahkan Daniel. Semua orang tahu dia adalah pria paling sibuk dengan bisnis


yang besar ditelapak tangannya. Aku tidak berani berharap banyak padanya.”


sambung Sarah.


Sisca menyenggol pelan saudara perempuannya itu.


Ia paham, saat ini adiknya sedang berpura – pura memainkan sandirwara untuk menyudutkan


Daniel dimata kedua orang tuanya.


“tidak sayang, mama paham. Maafkan putra kami ini


yang sangat tidak romantis, kamu benar – benar sangat pengertian. Kami akan


memberikannya pelajaran setelah pulang dari sini nanti.”


“mama.... aku...” Daniel ingin memberikan


penjelasan.


“cukup” kata Huanran dengan kesal menatap Daniel


kemudian berjalan kearah keluar kamar.


“sayang gendong aku... “ kata Sarah dengan manja


sambil melihat kearah Huanran


“jangan harap. Jalan saja sendiri” jawab Daniel


dengan ketus. Daniel lupa mamanya masih belum keluar dari pintu.


Huanran berbalik arah, matanya berkilat berwarna


hijau. “mama akan membuat perhitungan dengan kamu. Gendong Sarah, jangan sampai


menantu mama terluka karena mu.” Huanran menunjuk Daniel dengan jari telunjuknya.


David kebetulan ada didepan pintu dan mendengar


perkataan istrinya, Sarah dan Daniel.


“Sarah sudah sangat baik kepadamu, kenapa kamu


bersikap seperti itu. Papa dan mama tidak pernah mendidik kamu seperti ini.


Perlakukan dia dengan baik. Kalian tidak lama lagi akan menikah. Jangan sampai


papa dan mama mendengar kamu memperlakukan Sarah dengan buruk.” kata David


sambil memasukkan tangannya didalam saku celananya.


Daniel hanya menuduk menyesali semuanya, kenapa


ia bisa terbawa suasana saat bersama Sarah. Sarah menahan senyumnya. Sisca dan


Jackie merasa canggung berada ditengah mereka.


“eeh,,, aku akan meletakkan tas adik ipar


di depan dahulu. Permisi...” Jackie berjalan meninggalkan kamar dan Sisca


mengikutinya  “aku juga akan memastikan tidak ada barang kami yang


tertinggal. Daniel, tolong bantuannya menjaga adik kami. Permisi semuanya.”


Sisca mengerutkan keningnya melihat Sarah dan kemudian berjalan keluar kamar


dengan cepat mengejar Jackie yang sudah berdiri didepan pintu menunggu dirinya.


Daniel masih berdiri mematung diposisinya.


“apa yang kamu tunggu, gendong Sarah cepat.”


perintah Huanran


Daniel menatap dingin Sarah dan berjalan


mendekatinya. Sarah merasakan ada bahaya yang menanti dirinya dari kilatan mata


Daniel. Bagaimana pun Sarah harus memanfaatkan keadaan ini dengan baik. Ada dua


senior Long yang sedang menatau Daniel. Pria ini pasti tidak akan berani macam


– macam kepadanya. Jantung  Sarah berdetak dengan cepat, walau ada


dukungan dari para senior keluarga Long. Ia harus tetap waspada dengan segala


sesuatu yang akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2