
Daniel selesai menyanyikan lagunya dan lampu kembali
menyala. Daniel masih duduk didepan piano.
“wanita ku sangat kesal kepadaku karena menurutnya
aku melupakan hari yang sangat penting bagi kami. Hari ini 3 tahun yang lalu
kami menikah dan di kira aku melupakan semuanya. Karena dia kesal kepadaku,
setiap wanita yang mendekatiku pasti akan membuatnya kesal.”
Daniel berdiri dan memanggil Sisca Li dan sepupu
Sarah disampingnya.
“ini adalah Sisca Li, wakil direktur perusahaan Li
dan wanita ini adalah sepupunya. Ia adalah model terkenal dinegara ini. Aku
hanya memiliki hubungan bisnis dengan mereka dan tidak ada niat memberikan
hatiku kepada orang lain. Karena nona Sisca Li sudah menikah, dan nona model
ini sepertinya akan segera bertunangan. Sedangkan aku... sudah ada kamu yang
__ADS_1
sangat aku cintai. Maaf, bukan melupakan hari ini hanya saja aku ingin
memberikan kejutan setelah acara ini selesai.”
Sarah merasa malu karena Daniel berbicara seperti ini
di depan banyak orang, ia seolah membuat kesan Sarah adalah wanita pecemburu
yang tidak bisa menempatkan perasaannya. Apalagi dalam acara formal seperti
ini.
“Shuwan... aku mencintaimu...” Daniel mengembangkan
tangannya sambil berdiri dan berjalan kearah Sarah Li.
menyadari kebodohannya marah dengan nama barunya sendiri. Sangat memalukan...
sangat memalukan..
“sudah sadar dimana letak salahnya...”
Sarah mengangguk kan kepalanya pelan. "apa semua ini idemu.. Aku sangat malu. Bagaimana jika suatu hari aku kembali ke negara ini dan berjumpa dengan mereka mau letak dimana wajahku.... " Sarah terdiam sejenak.. Ada yang salah lagi. Suaranya terdengar sangat keras di ruangan ini.
"maaf sayang, aku sedang melepaskan microphone ini... "
__ADS_1
Sarah menyembunyikan wajahnya, ia sangat malu. Pantas saja tadi Daniel terlihat sibuk memasukkan tangannya kedalam saku coat nya. Ternyata ingin melepaskan microphone yang terpasang didada nya.
Daniel menyerah kan microphone kepada pengawalnya dan kemudian memeluk Sarah dengan erat. "aku mencintaimu.... " Bisikan Daniel kali ini terasa berbeda. Ada rasa kasar di pipi Sarah ketika pria ini mencium pipinya.
Sarah memegang pipi Daniel. Pria ini biasanya selalu mulus tanpa bulu. Kini ia harus beradaptasi dengan bulu kasar dipipi dan dagunya.
"aku belum terbiasa... " bisik Sarah sambil tersenyum. Lebih tepatnya terpaksa tersenyum karena semua mata menatap dirinya dan Daniel.
Sisca Li datang mendekat kearah kedua pasangan ini sambil membawa bucket bunga dan menyerahkannya kepada Sarah.
"nona Shuwan, maafkan jika ada sikap ku yang membuat Anda marah. Seharusnya kami sebagai tuan rumah menyambut anda dengan sangat baik. Tapi malah membuat Anda kesal. Mungkin kita belum berkenalan dengan resmi. Saya adalah putri pertama dari bapak Andy Li dan nyonya Mayleen"
Sarah menerima menerima bucket bunga dari Sisca Li. Mata Sarah Li berkaca - kaca melihat kakak kandungnya. Saudara serasa orang asing. Rasanya sangat sakit. Berkali - kali mereka mengganti identitas. Kali ini benar-benar berbeda, ia merasa harus menjaga jarak dengan kakak kandung nya. Kakak yang sangat dicintainya.
"maaf.... " Sarah tidak sanggup berbicara. Hatinya terlalu sakit saat ini. Sepatah katapun tidak sanggup diucapkan nya. Sarah memeluk Daniel dan menyembunyikan wajahnya didada nya. Mengeluarkan rasa sesak didalam dadanya. Daniel mengusap pundak Sarah dengan perlahan.
"maaf nona Sisca Li, istriku sangat malu. Salahku karena tidak menjelaskan hubungan kalian sebelumnya. " Daniel semakin erat memeluk Sarah Li.
"baiklah setelah acara ini kita sepertinya perlu mengadakan acara tertutup untuk menyelesaikan semuanya. Saya permisi dulu nona Shuwan dan tuan Hendry. "
Tangisan Sarah semakin pecah. Rasanya ia tidak sanggup menjalani hidup seperti ini. Kenapa hal seperti ini harus dihadapinya. Ia tidak menginginkan kehidupan yang seperti ini.
"sudahlah... tenagkan dirimu.... aku mencintaimu... bertahanlah dengan semua perasaan cinta itu. Tidak lama lagi kita akan menyelesaikan semuanya. Percayalah padaku."
Sarah mengangguk dengan cepat. Pengawal wanita Sarah memberikan air mineral kepada Sarah dan menyerahkan bucket bunga kepadanya. Setelah minum.... Sarah menjadi lebih tenang. Daniel mengusap air mata di pipi Sarah. Dan membawanya keluar dari ruangan pertemuan.
__ADS_1
Di lobby hotel Sarah menenangkan dirinya. Matanya tertetuju pada lukisan hitam putih. Itu adalah gambar dirinya. Dibawah lukisan ada tulisan. "kami akan selalu mencintaimu"
Kesedihan Sarah semakin memuncak. Mata Sarah tidak bisa lepas dari