
“KALIAN SEDANG MEMBODOHIKU??” Daniel mulai kesal dengan keadaan yang terjadi. Awalnya ia dan mereka semua mengatur rencana untuk melindungi Sarah. Tapi kenapa rencana berubah, hanya dirinya yang tidak mengetahui semuanya dan malah Sarah yang menjadi umpan.. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dirinya??
“bukan seperti itu…. “ Sisca berdiri sambil memegang pundak Daniel. Dengan cepat Daniel menepiskan tangan
Sisca Li karena kesal.
“kenapa kalian tidak memberitahukanku masalah sepenting ini….” teriak Daniel
“karena ini permintaan dia…” Sisca Li berteriak balik kepada Daniel yang sedang terbawa emosi.
“permintaan gila seperti ini masih kalian dengarkan… kalian sebenarnya keluarga atau musuhnya??”
“bisa keluarga, bisa musuh, bisa teman, bisa rekan seperjuangan. Terserah dirimu bagaimana cara menanggapinya.”
“kamu kakaknya seharusnya melindungi dia. kalian kedua papanya seharusnya berdiri didepannya untuk
mencegah orang lain melakukan hal jahat kepadanya.”
“sampai kapan??” teriak Sisca dengan mata membesar menatap Daniel
“suatu hari kami juga akan mati. Ketika kita semua mati,siapa yang akan menjaga dirinya, siapa yang akan
melindunginya??” sambung Sisca
“ia harus berusaha sendiri menjadikan dirinya kuat dan tidak lemah dalam menghadapi semua ini. Kamu sudah
mendidik dirinya seperti yang sekarang.. lantas apa yang kamu takutkan lagi….”
__ADS_1
Sisca Li berteriak kepada Daniel
yang terlihat tidak terima dengan semua penjelasan Sarah Li.
“kalian tidak bisa aku maafkan…” kata Daniel dengan kilat mata merah. Matanya penuh amarah yang tidak bisa
disembunyikannya
“kami tidak perlu maaf darimu…. lihat saja kelayar dan fokus dengan semuanya. Sarah Li tidak selemah yang kamu pikirkan. Berani kamu pergi kesana…. Aku pastikan kau dan aku akan bertarung sampai salah satu dari kita mati.” Sisca Li tidak kalah kesal dengan Daniel
Ia juga tidak mau Sarah Li berada dalam situasi seperti ini. Ia adalah seorang kakak yang dari kecil diharuskan
menjaga kedua adiknya dengan baik. Berpikir menjadikan Sarah tumbal dari semuanya, tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Semua adalah ide Sarah Li sendiri.
Tadi pagi Sarah Li datang kerumah David Long dan kebetulan mereka semua ada diruangan ini untuk memantau kediaman nenek Li secara bergantian. Sarah melihat semuanya dan mendengar semua penjelasan dan perkiraan dari mereka siapa orang yang harus bertanggung jawab dengan semua ini.
“kamu pernah menjadi guru, dosen, pejabat pemerintahan, dokter dan pengusaha. Semua profesi yang membutuhkan kecerdasan semua pernah kamu jalani. Gunakan akal sehat mu sekarang. Atur stategi buka mengatur untuk mengeluarkan semua amarah dari dalam hati dan pikiranmu.” Suara Sisca Li sudah semakin pelan. Ia sudah bisa mengendalikan rasa marahnya kepada Daniel.
“ini surat dari adik kedua untukmu…” Sisca Li mengeluarkan dari saku celananya dan meletakkan surat itu
ditelapak tangan Daniel.
Daniel diam dan melihat amplop berwarna ungu muda. Ia diam bukan karena mendukung keputusan keluarganya dan keluarga Sarah. Ia diam karena kesal, kenapa mereka tidak mendiskusikan dahulu semuanya dengan dirinya. Ia adalah suaminya. Orang yang yang penting dalam hidupnya sedang mempertaruhkan nyawa. Apa ini bisa dibenarkan…..
Sisca membiarkan Daniel yang sedang melamun dan kembali melanjutkan melihat kearah monitor besar
dihadapannya. Jackie yang paham kekesalan istrinya hanya bisa merangkul dirinya. Ia juga orang luar, tidak berani terlalu mencampuri urusan keluarga. Walau mereka bertiga adalah sahabat, tapi Daniel yang marah membawa nama dua keluarga yaitu Li dan Long.
__ADS_1
Daniel menarik nafas panjang dan keluar dari ruangan control menuju kamarnya. Dengan perasaan berat ia membuka amplop dalam surat itu.
untuk kamu yang sedang tertidur…..
Untunglah, tidurmu dimalam menjelang pagi ini sangat lelap. Aku pergi kesana kemari, kamu bahkan tidak
menyadarinya. Hari ini aku baru mengetahui semuanya, setelah kejadian tadi… jujur aku sangat takut. Tidak ada satu pun dari kalian yang mau menjelaskan semuanya kepadaku. Aku seolah berada dipersimpangan yang tidak tahu arah melangkah.
Setelah melihat semua video malam ini, aku tidak bisa tinggal diam. Bagiku aku sudah tidak bisa membiarkan kedua orang tuaku terlibat dalam bahaya lagi. Jika mereka ingin mengincarku dari awal, harusnya hanya aku target mereka dan tidak perlu melebar kekeluarga. Hati ku sangat sakit melihat semuanya, bahkan Alex yang sudah seperti papaku juga harus meninggal dengan cara yang tidak layak. Aku harus menuntut balas untuk kekejaman yang mereka lakukan. Demi kedua orang tuaku, kedua saudaraku, sahabat dan orang yang sudah seperti keluarga bagiku.
Aku tidak meminta pengertian apapun darimu. Karena pasti kamu akan terlihat jelek saat ini, wajahmu akan sangat dingin…. sedingin salju. Aku benci membayangkan dirimu yang seperti itu. Aku suka moonku yang dulu…. Selalu tersenyum dan hidup dengan bahagia…
Daniel menutup surat Sarah sejenak. Benar tebakan darinya. Sarah Li sudah mengingat semuanya.
Malam ini aku tidak sengaja menemukan semua harta karun kita. Masa lalu kita ternyata sangat indah. Jika pun semua harus berakhir saat ini, aku ingin semua akan kita kenang dengan cara yang bahagia. Ingatlah saat aku tersenyum dan aku akan mengingat semua sikap romantismu kepadaku.
Terima kasih untuk semua hal yang sudah kamu lakukan. Jika aku tidak punya kesempatan membalas dalam kehidupan ini, maka aku akan membalas semua cinta dan kebaikanmu dikehidupan selanjutnya. Aku akan selalu menunggumu sampai kau terlahir kembali. Berjanjilah untuk tidak mencintai wanita lain.
Kamu pasti kesal karena aku tidak memberitahukan mu dahulu mengenai masalah ini. Kamu sudah cukup banyak berkorban demi aku dan demi hubungan kita. Ketika semua ingatan itu kembali dalam pikiranku, hati dan tubuhku rasanya sakit. Rasa sakit yang tidak bisa aku jelaskan dari mana asalnya, yang pasti aku sendiri tidak bisa menahan semua rasa sakit itu.
Perasaanku tetap sama kepadamu, maaf jika belakangan ini aku selalu berpikiran buruk kepadamu. Ketika aku kembali dengan selamat, berjanjilah akan menyanyikan lagi yang sama seperti malam ini.
Aku pamit pergi mencari arti dari keberanian. Dan menyelesaikan semua hal yang sudah menghancurkan kebahagian kita dan keluarga kita. Terima kasih sudah mengajari ku selama ini. Doakan agar aku bisa melewati semuanya dengan selamat.
Daniel membaca surat sarah dan perasaannya sulit dijelaskan. Daniel sangat senang Sarah mengingat kembali
semua hal tentang mereka berdua. Tapi hatinya juga sakit, kenapa disaat ia mengingat semuanya ia harus pergi meninggalkan dirinya…
__ADS_1