
Suasana penuh keceriaan dan kehangatan harus berubah ketika Daniel datang bergabung bersama keluarganya. Suasana berubah menjadi hening dan kaku. Wajah ketakutan anak - anak Sisca Li dan Jackie langsung terlihat diwajah polos mereka.
Jeremy dengan kuat menggengam tangan Serena yang ada dihadapannya begitu juga Shania. Begitu melihat wajah dingin Daniel. Daniel langsung duduk tanpa merasa bersalah sama sekali. Ia melihat kesekitarnya yang sedang memperhatikan dirinya.
Sambil mengerutkan keningnya ia pun bertanya...
"apa ada yang salah??"
Mereka saling menatap satu sama lain dan memilih tidak berkomentar sama sekali.
Shania yang polos berkata "kenapa om ini datang degan wajah mengerikan dan membuat kita semua ketakutan??"
Kerutan dikening Daniel semakin dalam, anak kecil ini mengatakan wajahnya yang tampan adalah wajah yang mengerikan? Pasti Jackie yang mengajarinya hal seperti itu.
Daniel menatap tajam Jackie yang duduk didepannya sambl mengangkat kedua pundaknya.
"adik ipar.... anak kecil itu sangat polos dan jujur. Harap kamu memaklumi perbuatan kedua anak kami, Cobalah bersikap hangat kepada mereka agar mereka tidak takut kepadamu." Jackie tersenyum kepada Daniel yang terlihat tidak senang dengan keadaan sekarang.
"sudah... sudah.... anak - anak.... main sendiri ya... Begitu makanan selesai dihidangkan, mami akan memanggil kalian." Sisca Li melerai ketegangan antara Daniel dan Jackie.
"baik maa.... mi....." jawab mereka bersamaan sambil berlari dengan senang meninggalkan meja jamuan makan malam.
Selama menunggu para pelayan menghidangkan makanan, mereka berbincang tentang bisnis mereka. Semua menghindari pembahasan tentang masalah pribadi agar tidak ada satupun dari mereka yang menyinggung masalah Sarah Li. Walau sudah berlalu begitu lama, luka dihati masing - masing mereka belum sembuh. Mereka masih belum bisa menerima kehilangan seseorang yang mereka sayangi. Mungkin mereka terbiasa dengan berpura - pura meninggal dan hidup dengan identitas baru agar identitas mereka tidak ketahuan oleh orang lain. Tapi yang namanya kehilangan?? Mereka tidak pernah mengalaminya sama sekali. Dan ternyata sangat sakit.
__ADS_1
Seperti sebuah lubang hitam dalam hati yang tidak bisa tertutup. Berusaha melupakan tapi tak terlupakan. Semakin berusaha melupakan maka mereka akan semakin ingat.
Semua hidangan untuk makan besar sudah terhidang dimeja makan. Sisca memanggil kedua anaknya dan tidak ada jawaban sama sekali. Ia pun mulai berdiri mencari keberadaan kedua anaknya yang tidak bisa ditemukannya di sekitarnya.
"kemana mereka??" tanya Sisca kepada Jackie yang melihat kearah istrinya.
Jackie langsung berdiri karena kedua anaknya bukan termasuk anak yang mengabaikan perkataan kedua orang tuanya.
"Shania,,, Jeremy dimana kalian??" Panggil Jackie
"aku akan mencari mereka didalam rumah" sambung Sisca Li sambil berlari kearah rumah.
"kamu coba tanya kepada petugas keamanan apakah melihat anak kita keluar dari dalam kompleks ini." Sisca Li menghentikan langkah kakiknya dan memberi perintah kepada Jackie dan langsung berlari kembali kerah rumah.
Sisca Li dengan wajah panik mendatangi semua orang "mereka tidak ada didalam rumah. Bagaimana ini...." nafasnya tidak teratur.
"mari kita cari bersama...." jawab David Long yang langsung bergerak kearah ruangan keamanan untuk melihat kamera pengawas.
"bagaimana ini.... energi mereka juga tidak bisa aku rasakan.... kenapa aku begitu bodoh dengan hal seperti ini." Sisca Li menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Baru kali ia terlihat begitu kacau ketika mengalami masalah. Biasanya ia akan tetap tenang dan rasional dalam menghadapi semua masalah yang datang kepadanya.
Serena Li menatap saudara perempuannya yang ternyata sudah berubah sejak menjadi seorang ibu. Ia menjadi orang yang sangat senitif dengan mudah panik apalagi yang berhubungan dengan anaknya. Perlahan Serena mendekati kakak perempuannya dan memeluknya... "tenanglah kakak..... mereka pasti akan segera ditemukan." Serena menepuk pundak kakak pertamanya, ia berusaha menenangkan.
Semua orang berpencar mencari kedua anak Sisca Li. Tapi mereka seolah hilang ditelan bumi. Hari ini harusnya menjadi hari yang membagiakan karena semua orang berkumpul dengan keluarganya, Kenapa dirinya harus kehilangan lagi anggota keluarganya?? Penghuni langit tidak mungkin begitu kejam dengan kehidupan dirinya. Ia sudah kehilangan adik perempuannya, ia sungguh tidak sanggup bertahan lagi jika harus kehilangan kedua anaknya.
__ADS_1
Chandra dan David Long terlihat berlari kearah mereka dengan terburu - buru. David terlihat memegang ponselnya sepertinya ia sedang menghubungi seseorang.
"lacak plat nomor kendaraan yang baru aku kirim tadi. Pastika semua anggota tim bergerak dengan cepat." semua orang mendengar perkataan David Long dan membuat mereka semakin ketakutakan.
Wajah Sisca Li semakin pucat, pasti ada kabar buruk dari semua yang terjadi. Sisca Li menggengam tangan David Long dengan sangat kuat, ia berusaha mempersiapkan dirinya untuk semua hal buruk yang terjadi dengan kedua anaknya.
"tenanglah anggota sudah melacak keberadaan mereka dan sedang melakukan pengejaran." David Long menjawab dengan tenang agar Sisca Li tidak panik karenanya.
Ia sangat ingin melakukan teleportasi ketempat anaknya, tapi ia sendiri tidak tahu kemana harus menuju kedua anaknya. Tidak ada yang bisa dilakukan mereka selain percaya kepada anggota tim keamanan David Long.
"kenapa mereka bisa hilang....." tanya Huanran.
"mereka tadi terlihat bermain disekitar sini, kemudian karena ada seorang pelayan kita yang baru pulang berbelanja sepertinya mereka masuk kedalam bagasi mobil itu tanpa diketahui mereka dan sekarang mobil sedang menuju ke tempat lain."
"apakah supirnya sudah dihubungi??" tanya Sisca Li
"sudah,,, dan ketika ia melihat kebagasi.... sudah tidak ada anak - anak. Om sudah mengerahkan anggota untuk memeriksa kamera pengawas disekitar lokasi. Dan sepertinya mereka dibawa oleh orang lain kedalam mobil." David memberikan keterangan tanpa ada ragu sekalipun.
Tapi hatinya terlalu berat menerima anaknya bermain ketempat yang berbahaya dan dibawa oleh orang lain yang tidak diketahui apa motifnya. Jika mereka orang baik, maka ia akan sangat bersyukur. Tapi jika orang jahat?? bagaimana ia bisa bertahan hidup lagi.....
Sisca Li menangis dengan sedih karena kehilangan kedua anaknya. Ia yang belum bisa menerima kehilangan yang bertubi - tubi seperti ini.
"tenanglah,,,, mereka anak yang pintar. Mereka pasti akan baik - baik saja." Jackie berusaha menenangkan hati Sisca Li walau hatinya sendiri juga tidak menentu keadaanya.
__ADS_1